Rindu Indigo Usil

Rindu Indigo Usil
Ujian Skripsi


__ADS_3

...--------------------------------...


"Gimana sayang, apa udah siap?" tanya Bu Mita.


"Udah Ma," jawab Rindu.


"Berangkat sekarang?" tanya Bu Mita.


"Ia Ma," jawab Rindu lagi.


Ya sesuai jadwal hari ini adalah hari dimana Rindu akan ujian skripsinya, ia dan Andre yang akan ujian hari ini.


Dan sekarang Rindu dan mamanya sudah siap untuk berangkat ke kampus, keduanya meninggalkan rumah menuju kampus dengan diantar Pak Agung.


"Non Rindu, selamat ya. Semoga ujiannya lancar," ucap Pak Agung.


"Amin, terimakasih ya Pak," ujar Rindu.


"Sama-sama Non," ucap Pak Agung.


Setelah beberapa saat dalam perjalanan akhirnya mereka sampai di kampus.


"Terimakasih ya Pak," ucap Rindu.


"Sama-sama Non," jawab Pak Agung.


"Oya Pak, Bapak cari parkiran saja ya! Nanti kan kita nggak lama di sini," ucap Bu Mita.


"Baik Nyonya," jawab Pak Agung.


Pak Agung pergi ke parkiran, sedangkan Rindu dan Bu Mita melangkah masuk.


Saat mereka masuk, ternyata Siska dan Dewi juga tiba di kampus, tak lama Andra, Andre dan Willy juga sampai.


"Loh kalian juga baru nyampe?" tanya Siska.


"Ia sayang, makanya baru ada di depan kamu kan heheheh," ucap Willy.


"Haiiizzz pagi-pagi ngegombal aja loh Will," ucap Dewi.


"Hahahaha," Willy tertawa.


"Oyahh Rindu udah sampai belum ya!" ucap Siska.


"Udah kayaknya, soalnya tadi katanya udah berangkat," jawab Andra.


"Kalo gitu ayo kita masuk," ucap Dewi.


Mereka berlima melangkah masuk menuju ruangan dimana Rindu dan Andra serta beberapa anak mahasiswa lainnya akan ujian.


Benar saja, Rindu dan Bu Mita sudah duduk di sana.


"Pagi Tante," sapa Dewi.


"Pagi Mam," ucap Siska.


"Pagi sayang, kalian datang juga?" ujar Bu Mita.


"Ia dong Tan, masa ia Dewi dan Siska nggak datang menyemangati sahabat sendiri," ucap Dewi sambil cengengesan ke arah Rindu.


"Ia benar Mam," ucap Siska.


"Thank you guys," ucap Rindu.


"Pagi Tante," sapa si kembar dan Willy barengan.

__ADS_1


"Pagi Nak," jawab Bu Mita.


Mereka akhirnya duduk dan menunggu ujian dimulai, beberapa saat kemudian nama anak-anak mulai dipanggil dan masuk ke ruangan.


Selang beberapa anak, nama Rindu terdengar.


"Sayang, semangat ya! Anak mama jangan lupa doanya. Semoga semuanya lancar tanpa hambatan, amin," ucap Bu Mita.


"Ia Ma, amin!" jawab Rindu.


Yang lainpun turut memberikan semangat dan doa untuk Rindu yang akan masuk ke ruangan.


Rindu masuk kedalam dengan langkah santainya, saat di dalam ia tak lupa berdoa sebelum memulai semuanya.


"Apa kamu siap Rindu?" tanya dosen penguji.


"Saya siap Pak," jawab Rindu pasti.


Pertanyaan demi pertanyaan mulai diberikan pada Rindu, dengan tenang Rindu menjawab tanpa adanya kendala.


Rupanya ia sudah sangat siap dengan ujian hari ini, tak butuh waktu lama Rindu menjawab semua soal dengan benar.


"Kamu memang anak yang hebat, selamat ya!" ucap dosen yang ada di dalam.


"Terimakasih Pak," ujar Rindu.


Mereka yang di luar menunggu keluarnya Rindu dari dalam, tak lama kemudian Rindu keluar dengan senyumnya yang sukses membuat Andra melongo.


"Gimana sayang?" tanya Bu Mita.


"Puji Tuhan semuanya sukses Mam," jawab Rindu.


"Aku mah nggak risau Tan, Rindu pasti babat habis semua soalnya. Lihat aja dia keluar lebih cepat dari aku yang kemarin," ujar Dewi sambil memberikan bunga untuk Rindu.


"Rin, selamat ya," ucap Siska sambil memeluk Rindu.


"Ini buat kamu," ucap Siska menyerahkan sesuatu ke Rindu.


"Makasih ya Sis, thank you udah datang! Btw ini apa?" ucap Rindu.


"Dibuka dong," ucap Siska.


Rindu kemudian membuka hadiah yang diberikan Siska, ternyata isinya adalah gelang yang sangat cantik, simple dan elegant.


"Wah, cantik banget Sis. Uunnchhhh thank you sayangku," ucap Rindu.


"Sama-sama Rin, semoga kamu suka ya!" ucap Siska.


"Ini ma aku suka banget," ujar Rindu.


Siska kemudian langsung memakaikan gelang itu ditangan Rindu.


"Rin selamat ya," ucap Andre.


"Thank you Ndre," ucap Rindu.


"Selamat ya Rin," ucap Willy.


"Thank you Will," ucap Rindu.


"Sayang, selamat ya," ucap Andra sambil menyerahkan sebuket besar bunga mawar merah, beserta boneka pokemon kesukaan Rindu.


"Ia sayang, makasih ya," ucap Rindu.


------------

__ADS_1


Setelah beberapa saat nama Andra disebut, Andra pun bersiap kemudian masuk ke dalam ruangan. Mereka semua kembali memberikan semangat dan doa untuk Andra.


Mereka yang berada di luar menunggu Andra yang sedang ujian di dalam, lebih sepuluh menit dari waktunya Rindu ujian tak lama Andra keluar.


Ternyata ujiannya Andra juga berjalan dengan baik, setelah semua urusan di kampus selesai, merekapun pulang.


Bu Mita mengajak mereka semua untuk makan siang di rumahnya, karena Bu Mita sudah meminta Bi Ina untuk memasak banyak hari ini.


Akhirnya mereka melaju ke rumah Rindu, tak lama merekapun sampai.


"Rindu, Rindu, Rindu."


Tiba-tiba Om Besar meneriaki Rindu dari atas pohon, Rindu kemudian meminta mamanya dan yang lain masuk terlebih dahulu kedalam, sedangkan dia akan menemui Om Besar.


"Ayo semuanya masuk," ucap Bu Mita.


Rindu melangkah menuju pohon besar.


"Hai Om, ada apa? Kok teriak-teriak!" ucap Rindu.


"Hehehehe, nggak om cuma mau ngucapin selamat untuk kamu. Nah ini ada hadiah untuk kamu," ucap Om Besar.


"Hadiah? Dari Om?" tanya Rindu.


"Nggak," jawab Om Besar.


"Lah terus dari siapa dong?" tanya Rindu.


"Udah buka aja dulu, nanti juga kamu tau kok," ucap Om Besar.


Karena penasaran Rindu langsung membuka sesuatu yang dibungkus kain berwarna coklat ditangannya.


Ketika melihat isinya, air mata Rindu jatuh dengan sendirinya, ternyata itu dari Steven.


Di selembar kertas ada gambar Steven dan Rindu, sama seperti pertama kali Rindu menggandeng tangan Steven di mall dan mengajaknya ke rumah Rindu.


"Kak Rindu, kalau kak Rindu liat ini, jangan sedih ya! Steven sayang sama kak Rindu, terimakasih karena selalu baik sama Steven. Maaf ya, nanti kak Rindu wisuda Steven nggak ada lagi."


Itulah tulisan singkat yang ditulis di kertas yang sama dengan gambarnya dan Steven.


"Rindu, itu dibuat oleh Steven beberapa hari sebelum dia pergi. Dia minta untuk diberikan saat kamu akan wisuda seperti saat ini," ucap Om Besar.


"Hiks hiks hiks hiks, i miss u Steven," ucap Rindu.


"Kamu yang sabar ya Rin, Steven sudah bahagia di sana," ucap Om Besar.


"Makasih ya Om, kalau gitu Rindu masuk dulu," ucap Rindu.


"Ia Rindu, silahkan!" ucap Om Besar.


Dengan tangan yang masih memegang kertas itu, Rindu melangkah masuk ke dalam rumah. Ia terlebih dulu ke kamarnya dan menyimpan kertas itu, sekaligus mencuci muka karena matanya yang terlihat sembab.


...--------------------------------...


...Hai kesayangan :)...


...Thanks ya udah baca novel aku, jangan lupa like dan komen ya.....


...Jangan lupa vote juga, thank you semuanya....


...Sehat-sehat ya kalian di sana....


...Tuhan Yesus memberkati....


...--------------------------------...

__ADS_1


__ADS_2