Rindu Indigo Usil

Rindu Indigo Usil
Sosok di Kamar Hotel


__ADS_3

...--------------------------------...


Steven dan Om pergi berkeliling mereka bahkan mengajak pocong, kuntilanak, tuyul dan sosok-sosok yang mereka temui di hotel untuk mengikuti acara ulang tahun Rindu.


Rindu dan yang lainnya sedang menikmati acara ulang tahun itu dengan tenang, ada yang berdansa dengan diiringi musik yang dimainkan oleh orang yang memang sudah diminta Bu Mita dan yang lainnya untuk meramaikan acara ulang tahun Rindu.


Mereka kemudian berdansa, Rindu dengan Andra, Willy dan Siska, Dewi dan Andre.


"Dansa doang, jadian kagak," ucap Rindu.


"Diam napa Rin," ucap Andre malu.


"Hahahaha, ayolah Ndre jangan kelamaan." tambah Andra.


"Bacot loh berdua ya."


Dewi yang mendengar perkataan Rindu dan Andra hanya bisa senyum karena malu.


"Sayang, makasih ya kamu sudah mau mencintai aku tanpa syarat."


"Sssstttttt udah ya, nggak usah dibahas. Aku mencintai kamu, karena memang aku benar-benar mencintai kamu tanpa gimik apapun itu."


"Makasih ya Will."


"Ia sayang."


Siska dan Willy berdansa menikmati setiap alunan musik yang terdengar di telinga mereka.


"Sayang, bentar lagi aku akan pulang ke Turki."


"Sayang itu benar?"


"Ia sayang, maafkan aku ya. Tapi aku janji aku akan kembali buat kamu."


"Hmmm aku memang tidak bisa menahan mu, tapi aku akan selalu berdoa supaya kamu dan kedua orang tua kamu baik-baik saja di sana."


"Terimakasih sayang, kita LDR nggak apa-apa kan?"


"Hehehe nggak apa-apa kok sayang, asalkan kamu janji nggak akan ada perempuan lain di hati kamu."


"Baiklah Siska ku sayang, I promise."


Siska tersenyum mendengar janji Willy.


"Semoga Allah mendengar janji kamu Will," ucap Siska dalam hatinya.


Siska memang baru berusia 18 tahun, namun ia bahkan sudah terlihat lebih dewasa dari Rindu yang kini berusia 22 tahun. Cobaan yang dialaminya sejak kecil, itulah yang membuat Siska mempunyai sikap dewasa melebihi usianya.


Itu pula yang membuat Willy mencintai dan menerima Siska tanpa syarat.


"Rin, aku mau nanya boleh?"


"Nanya apa Andra?"


"Kenapa kamu nerima aku jadi pacar kamu? Sejak kapan kamu menyukai aku?"


"Hmmmmm kasih tau nggak ya."


"Mulai deh jahilnya, orang lagi serius juga."


"Hehehehe, ia maap maap. Aku menyukai kamu sejak kapan Ya? Hmmmm, mungkin sejak liburan bersama. Banyaknya waktu yang kita habiskan bersama di sana itulah yang membuat aku menyukai kamu."


"Seperti itu ya."


"Yes like that."


Mereka terus berdansa dengan mesra, Bu Mita yang melihat mereka hanya bisa tersenyum.


"Mas, lihatlah putri kecil mu kini sudah dewasa. Bahkan ia sudah tau yang namanya cinta sekarang, seandainya kamu masih ada Mas. Mungkin sekarang keluarga kita akan sangat bahagia, Rindu akan sangat bahagia."

__ADS_1


Bu Mita berucap dalam hatinya sambil tersenyum melihat putri kesayangannya.


Di posisi Andre dan Dewi.


"Wi."


"Ia Andre, ada apa?"


"Kamu mau jadi pacar aku?"


"Apa?"


"Dewi maukah kau menjadi pacarku?"


"Hhmmmm nggak romantis banget sih kamu Ndre."


"Hehehehe maaf, aku bukan Andra dan Willy. Jadi gimana, mau??"


"Mau nggak ya?" Dewi berlagak berpikir sejenak.


"Ya aku mau Andre."


"Really?"


"Yes Andre."


"Thank you Dewi, thank you so much."


Dewi tersenyum pada Andre, Andre menyatakan cintanya pada Dewi padahal keduanya masih dalam keadaan berdansa.


*****


Saat mereka semua sedang menikmati jamuan yang disiapkan tiba-tiba rombongan kuntilanak, pocong, tuyul dan sosok-sosok lainnya masuk.


Tentu saja semua orang tidak melihat mereka kecuali Rindu dan mamanya.


"Loh loh ini semua kenapa pada kesini ya?" ujar Rindu.


Ia kebingungan karena banyaknya sosok yang masuk ke dalam, tiba-tiba Steven dan Om Besar muncul belakangan, keduanya mendekati Rindu.


"Steven, kenapa mereka semua bisa ngumpul di sini?"


"Nggak tau Kak, mungkin karena mereka tau kak Rindu lagi ngadain acara ulang tahun, ya kan Om."


"Ya benar, bisa jadi seperti itu Rindu."


"Benar, bukan ulah kalian berdua?"


"Nggak Kak, benar bukan ulah Steven. Ini ulah Om Besar, hhahahaha."


"Loh kok jadi saya sih, bukan saya Rindu tapi ini idenya Steven katanya mau berbuat baik."


"Diam, ini pasti ulah kalian bersama. Beraninya kalian ya, nanti biar aku hukum kalian."


"Kak ingat hari ini Kakak ulang tahun, nggak boleh marah-marah ok."


"Cihh dasar bocil kamu, baiklah karena hari ini hari ulang tahun aku. Mereka semua boleh ikut berpesta, dengan syarat nggak boleh ganggu tamu aku."


"Siap Kak."


"Ckckckc dasar hantu."


Steven dan Om Besar kini bergabung dengan sosok tak kasat mata yang lainnya.


"Wah Steven, ternyata makan di sini enak-enak ya."


"Oh tentu, pesta ulang tahun sultan harus kek gini dong."


"Wah jadi tuan kalian itu sultan ya."

__ADS_1


"Ya sultan, tapi kalau ngamuk satu dunia pun takut. Hahaha."


"Ya benar kata Steven, kalo dia ngamuk bisa habis kita."


"Kok gitu?"


"Ya karena kalau dia ngamuk, kita semua bisa dimusnahkan," jawab Om Besar.


"Ngeri juga ya, kalau kita dimusnahkan nanti kita nggak bisa jalan-jalan lagi di dunia ini, ia kan."


"Ya benar Tante Kun, seratus persen itu pasti," ujar Steven.


Pesta ulang tahun itu berjalan lancar hingga selesai, tamu-tamu mulai meninggalkan gedung dan mereka semua malam ini memutuskan untuk menginap di hotel itu saja.


Saat mereka sudah berada di kamar masing-masing dan beristirahat, tiba-tiba ada sosok yang masuk ke kamar Rindu.


Rindu yang sedang terlelap awalnya belum terganggu dengan sosok itu, tapi semakin dekat sosok itu ngesot ke arah tempat tidur Rindu, Rindu akhirnya terjaga.


"Hhhooam, siapa sih ganggu banget jam segini mana masih ngantuk lagi."


Ketika ia membuka matanya ia melihat sosok perempuan di bawah tempat tidurnya.


"Hmmm ngapain kamu di situ?"


"Kamu bisa melihat ku?"


"Ya bisalah, kalau nggak bisa mana mungkin sekarang aku ngomong sama kamu."


"Kamu nggak takut?"


"Nggak, lagian masih cantikan aku kok. Ya walaupun kamu cantik, tapi kamu pucat."


"Aku ke sini karena ingin beristirahat."


"Maksud kamu?"


"Aku sering berdiam di kamar ini, aku sudah capek ngesot kesana-kemari."


"Ya lagian, udah tau nggak bisa jalan ngapain maksa keluyuran? Lama-lama tu pantat tepos juga."


"Ya mau gimana lagi, saya tidak bisa berjalan."


"Memangnya apa yang terjadi, dan kenapa kamu masih di sini, kenapa nggak ke surga? Mengganggu tidur ku saja."


"Di kamar ini, di sini aku dibunuh makanya aku nggak bisa jauh-jauh dari kamar ini?"


Rindu langsung membulatkan matanya.


"What dibunuh? Siapa yang melakukannya?"


"Pacar aku."


"Nah kan, makanya kalau masih pacaran jangan suka nginap di hotel jadi apes kek gini kan."


Rindu malah menceramahi sosok itu.


...--------------------------------...


...Hai kesayangan :)...


...Thanks ya udah baca novel aku, jangan lupa like dan komen ya.. ♡...


...Jangan lupa vote juga, thank you semuanya. ♡...


...Sehat-sehat ya kalian di sana....


...Tuhan Yesus memberkati....


...--------------------------------...

__ADS_1


__ADS_2