
...--------------------------------...
*******
Sesuai apa yang mereka rencanakan, Rindu dan teman-temannya akan pergi ke air terjun yang ada di sana hari ini.
Kini mereka sedang bersiap-siap untuk pergi ke sana, mereka menempuh dengan berjalan kaki karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dari rumah neneknya Dewi.
"Gimana kalian udah siap?"
"Udah Ndra," jawab Dewi.
"Terus Rindu mana?"
"Bentar lagi paling keluar dia."
Rindu muncul dari dalam rumah dan mereka pun berangkat ke air terjun yang akan mereka nikmati keindahannya.
Steven dan Om Besar tentu saja kali ini memilih ikut bersama Rindu dan yang lainnya.
"Let's go Om."
"Ok Steven, let's go."
Kedua sosok itu melayang mengikuti Rindu dan yang lainnya, mereka terus melangkah hingga akhirnya mereka sampai di air terjun itu setelah melakukan perjalanan setengah jam lamanya.
"Wow indah sekali air terjunnya."
"Ia Wi, sangat indah. Cocok banget ni mandi di sini," ucap Rindu.
Andra, Andre dan Willy meletakan tas mereka di sana lalu mengambil foto berlatarkan air terjun yang indah itu.
Setelah puas berfoto-foto, mereka semua mandi dan menikmati dinginnya air terjun itu. Steven dan Om Besar hanya bersantai di batu besar yang ada di sana, mereka berdua bagaikan bodyguard tak terlihat milik Rindu.
Andra, Andre dan Willy malah melompat dari ketinggian dan langsung menyelam di air.
Puas mandi, ketiganya memutuskan untuk menyalakan api di sana. Meraka ingin membakar sosis dan jagung yang sengaja mereka bawa dari rumah.
"Will ayo bawakan lagi ranting-rantingnya."
"Ok Ndra, eh Ndre ayo bantuin jangan giliran malam aja kamu cepat."
"Baiklah, baiklah, jangan ngomel kek cewek."
Andre menemani Willy mengambilkan ranting untuk Andra, api menyala dengan sangat baik.
Rindu, Siska, Dewi dan Neneng masih menikmati indahnya mandi langsung di air terjun itu.
"Eh Om, liat tu ada yang ngintip kak Rindu dan teman-temannya."
"Wah, wah, berani ya tu orang ngintip. Untung Rindu dan yang lainnya masih pakai pakaian, ya kan."
"Makanya Om, gimana kalau kita kerjain."
"Hhmmmm bagus juga ide kamu, ayo."
Steven dan Om Besar langsung melayang ke arah orang yang sedang mengintip dari balik pepohonan.
"Hhhhmm rupanya dia yang berani ngintip kak Rindu."
"Bukankah dia laki-laki yang waktu itu mengajak Rindu kenalan?"
"Ia Om, emang dia. Beraninya dia ngintip, cuss Om kita beri pelajaran."
Steven dengan isengnya mengorek kuping Rendi, Om Besar dengan kelakuannya juga yaitu mencolok lubang hidung Rendi.
Rendi yang sedang bersembunyi tiba-tiba merasa telinganya gatal juga hidungnya.
__ADS_1
Haiiichhiii...
Rendi tanpa sadar malah bersin, bersinnya mengakibatkan si kembar dan Willy mendengar dan mengetahui bahwa ada orang lain di sana selain mereka, ketiganya langsung mencari kesana-kemari.
Rendi langsung berusaha menutup hidungnya dan kembali bersembunyi, Steven tentu saja tidak terimah dengan persembunyian itu, dengan santainya ia menendang bokong Rendi membuat Rendi yang sedang bersembunyi di balik pohon langsung nyungsep ke depan.
"Hahahaha rasain makanya jangan berani-berani sama Steven, ya nggak Om?"
"Oh ia dong, siapa dulu dilawan, ye kan."
"Hahahhaha."
*******
Ketiganya yang tadi mencari kesana-kemari tentu saja langsung bisa menemukan Rendi yang nyungsep.
"Kamu, ngapain kamu di sini? Ooohh mau jadi penguntit ya kamu."
Andra yang kesal melihat Rendi langsung menyudutkannya.
"Nggak aku nggak ngintip kalian kok, aku hanya sekedar lewat di sini."
"Wah, wah, wah, denger nggak Om katanya dia nggak ngintip."
"Kudu dikasih pelajaran tambahan ni dia Steven."
"Ya benar Om."
Steven dan Om Besar kompak menarik telinga Rendi, Steven ditelinga kanan, Om Besar ditelinga kiri.
"Auw auwh sakit."
"Lah, emang siapa yang mukulin kamu," ucap Andre.
"Hmmm, nggak kok, nggak ada."
Rendi kebingungan karena ada yang menarik telinganya, namun ia tak tau itu siapa.
"Pergi loh dari sini, apa mau gue geplak juga sekalian," ujar Andre.
"Ye, ini kan area hutan, suka-suka gue dong."
"Ooohhh, jadi maksud kamu itu suka-suka kamu ngintip anak-anak cewek gitu?" tanya Willy.
"Nggak gitu maksudnya, maksud saya, ini kan hutan jadi ya terserah siapa aja boleh di sini ya kan."
"Ye ngeles mulu loh kayak bajaj," ucap Andra.
Steven dan Om Besar kesal karena Rendi, keduanya kompak menarik tangan Rendi dan menyeretnya pergi dari sana.
Andra, Andre dan Willy kebingungan melihat Rendi yang seakan sedang ditarik dua orang yang tak bisa dilihat mereka pergi dari sana.
"Duh kok bisa, jadi merinding ni."
"Aku juga Ndre, bisa-bisanya tu orang kayak melayang gitu."
"Udahlah biarin aja, yuk balik."
Mereka kembali ke tempat dimana mereka menyalakan api tadi, api sudah menjadi arang dan keempat gadis yang ditinggalkan mereka sedang duduk santai di sana dan membakar sosis.
"Wah enak ya kalian udah pada makan aja, nggak nunggu kita bertiga," ucap Andre.
"Ya siapa suruh kalian ngilang," jawab Siska.
"Kalian dari mana sih?" tanya Neneng.
"Ia, ngilang aja. Gimana kalau kita berempat diculik," ucap Dewi.
__ADS_1
"Ya nggak mungkinlah kalian diculik, yang ada dihajar orangnya sama Rindu, hehehehe," ucap Willy.
"Lah terus kalian dari mana sebenarnya," tanya Rindu.
"Itu Rin, tadi ada si Rendi di sana ngintip ke arah kita. Pas kita samperin dan tanyain, katanya dia hanya sekedar lewat. Terus tiba-tiba ni ya, si Rendi seperti ditarik oleh dua orang dan dibawa pergi dari sini."
"Loh kok bisa, emang kalian nggak liat siapa yang narik dia?" tanya Siska.
"Nggak, nggak liat sama sekali. Ngeri kan," ujar Andre.
"Udahlah, paling juga itu kerjaan Steven dan Om Besar."
"Oh, kamu yakin Rin?"
"Ia Ndra, aku yakin banget malah. Buktinya mereka berdua nggak ada di sini."
"Oooohhh, bagus deh kalo itu kelakuan mereka berdua, biar dikasih pelajaran tu si penguntit," ucap Andre.
Mereka kemudian melanjutkan dengan bakar-bakar jagung, sesaat kemudian Steven dan Om Besar datang.
"Dari mana kalian?"
Mereka yang ada di sana berpikir bahwa Rindu berbicara dengan mereka.
"Kita kan di sini dari tadi Rin," jawab Dewi.
"Sorry, sorry aku ngomong sama Steven. Soalnya mereka udah di sini."
"Oooohh."
"Kita dari ngusir penguntit Kak."
"Oh, terus di mana dia sekarang?"
"Kita buang sampai di pembatas jalan ke kampung Kak. Hahahahaha."
"Hahahaha good job."
"Good job itu apa Rindu?" tanya Om Besar.
"Good job itu, kerja bagus Om."
"Oooohhh, kudu dicatat ni dikamus bahasa inggris aku."
"Hahhaha serah Om aja deh."
"So english ni si Om, hahaha."
"Yyeee, kamu juga kan," ucap Rindu.
"Hahahaha, harus belajar bahasa english ya kan Kak."
"Hahaha, ia bahasa english, ia."
Rindu tertawa karena tingkah Steven dan Om Besar, kedua sosok itu selalu jadi hiburan tersendiri baginya.
...--------------------------------...
...Hai kesayangan :)...
...Thanks ya udah baca novel aku, jangan lupa like dan komen ya.. ♡...
...Jangan lupa vote juga, thank you semuanya. ♡...
...Sehat-sehat ya kalian di sana....
...Tuhan Yesus Memberkati....
__ADS_1
...--------------------------------...