
...--------------------------------...
*****
"Sayang, kok baru pulang?"
"Maaf Mam, tadi Rindu masih harus ke rumah Dewi."
"Oohh ya sudah sebaiknya kamu mandi ya, kita makan malam bersama."
"Baik Ma."
Rindu berlalu ke kamarnya dan segera mandi, setelah mandi ia keluar dan mengetuk pintu kamar Siska.
Tok tok tok..
"Sis makan yuk."
Siska keluar dari dalam kamarnya.
"Kamu udah balik rupanya."
"Ia Sis, ayo makan Mama udah nungguin di meja."
"Ayoookkk."
Keduanya melangkah dan menuruni tangga terus menuju meja makan.
"Ayo duduk kita makan malam bersama," ucap Bu Mita.
Siska dan Rindu duduk lalu mereka memulai makan malam dengan tenang.
Setelah makan malam, nonton TV bersama dan bercerita bersama, kini Rindu sudah berada di dalam kamarnya, ia ingin langsung istirahat, capek seharian ia tidak tidur siang.
Tidak butuh waktu lama akhirnya ia terlelap, begitupun Siska dan Bu Mita di kamar mereka masing-masing. Mereka terlelap hingga pagi menjemput.
Pagi-pagi sekali Rindu keluar dan melangkah ke arah pohon besar.
"Pagi Om Besar, Steven, kalian lagi ngapain?"
"Pagi Rindu."
"Pagi kak Rindu, kita nggak lagi ngapa-ngapain kok, lagi ngerumpi aja. Kata Om Besar ada kunti yang lebih cantik hihihihihi," tawa Steven..
"Hahahahaha, Om Besar ganjen ya ternyata."
"Apa itu ganjen Rindu?"
"Ganjen itu seperti Om Besar yang suka ngintip-ngintip kunti di sekitar, ya kan kak Rindu."
"Hahahaha Hahhaha ia ia kamu benar Steven, jadi Om Besar sering kek gitu?"
"Ia kak, hahahaha."
Steven dan Rindu malah menertawakan Om Besar, untung si Om Besar nggak mudah tersinggung ya reader's..
"Gimana kalau pagi ini kita makan pizza bareng."
"Pizza, aku mau Kak, aku mau."
"Pizza itu seperti apa Rindu?" tanya Om Besar.
"Pizza itu seperti makanan Om," jawab Steven cepat.
"Hahahahaha kan emang makanan Steven, gimana sih kamu."
"Hahahaha oh ia ya."
"Ya sudah kalian tunggu di sini ya, tadi aku sudah pesan pizza-nya sepertinya bentar lagi sampai."
"Siap Kak."
__ADS_1
"Siap Rindu."
Rindu meninggalkan kedua sosok yang selalu membantunya itu, ia melangkah menuju gerbang menunggunya pizza pesanannya yang akan segera sampai.
"Apa benar ini mba Rindu?"
"Ia saya Rindu Mas, saya yang mesan pizza-nya."
Rindu mengambil Pizza pesanannya lalu langsung membayar dan kembali melangkah ke arah pohon besar.
Saat Rindu kembali dengan membawa 3 box pizza rupanya Siska juga keluar dari dalam rumah.
"Rin, kamu beli pizza sebanyak itu ngapain?"
"Ya mau dimakan lah Sis, masa mau dibuang, heheheh."
"Ya nggak dibuang juga kan Rin, kamu ini."
"Udah mendingan kamu ikut aku, aku mau sarapan barengan Steven dan Om Besar."
"What, dua sosok itu mau makan pizza?"
Siska shock mendengarnya.
"Ia, makanya ayo ikut. Pagi ini ceritanya gue traktir mereka berdua."
Siska hanya bisa menggelengkan kepalanya dan mengikuti langkah Rindu, ia membantu menenteng satu box pizza.
Di pohon besar rupanya Steven dan Om Besar sudah sangat excited menunggu Rindu dengan pizza yang akan mereka makan. Saat keduanya melihat Rindu dan Siska buru-buru mereka stay di bawah.
"Nah karena pizza-nya udah sampai kita akan sarapan bersama, sebaiknya kita duduk di samping taman kecil buatan Mama saja, ayok."
"Ok gas," ucap Steven.
"Di kate motor pake gas," balas Rindu.
"Hahahahahaha," Steven malah ngakak sendiri.
*******
Kini mereka berempat duduk di sana dan bersiap untuk menyantap pizza itu, Rindu dan Siska membuka pizza yang membuat Steven dan Om Besar makin tidak sabar untuk mencicipinya.
Walaupun mereka sudah nggak sabar tapi tetap mereka menunggu Rindu memberikan pizza itu untuk mereka..
"Nah yang ini untuk Steven, yang ini untuk Om Besar yang sudah menjaga rumah Rindu."
"Makasih ya Om."
Rindu membagikan satu box pizza untuk Steven, satu box juga untuk Om Besar, sedangkan satu boxnya lagi untuk dia dan Siska.
Siska sebenarnya sangat penasaran ingin melihat bagaimana mereka makan, namun ia juga sangat takut untuk sekedar melihat kedua sosok itu, apalagi yang bernama Om Besar.
"Ayo Sis kita makan."
"Ok Rin."
"Selamat makan Om Besar, Steven."
"Selamat makan Rindu, Siska."
"Selamat makan kak Rindu, kak Siska."
Mereka mulai menyantap pizza dengan santai di pagi hari, sedangkan Siska ia terus melirik ke arah pizza milik Steven dan Om Besar.
Pizza itu melayang seakan sedang diangkat oleh seseorang dan kemudian hilang, hilang karena pizza itu masuk ke dalam mulut Steven dan Om Besar.
Rindu yang tau bahwa Siska memperhatikan Steven dan Om Besar hanya tersenyum kecil, ia yakin pasti Siska sangat penasaran.
Pelan-pelan hingga akhirnya pizza yang dihadapan mereka habis dilahap oleh mereka berempat.
"Rindu, pizza-nya enak sekali. Makasih ya."
__ADS_1
"Ia Om, sama-sama."
"Kak Rindu, makasih ya pizza-nya."
"Ia Steven, sama-sama."
Saat keempat makhluk beda dunia itu sedang di halaman depan, Bu Mita yang sejak tadi mencari Siska dan Rindu menemukan mereka sedang duduk santai bersama dua makhluk tak kasat mata.
"Ckckckck, Rindu, Rindu, pagi-pagi bangun malah traktir temannya pizza. Hahahaha mana kasian lagi Siska, pasti nggak bisa ngeliat sosok Steven dan Om Besar itu."
Mamanya menggelengkan kepala melihat tingkah Rindu lalu kembali masuk ke dalam rumah.
"Ok karena pizza udah habis dan ini juga udah jam 8, aku mau siap-siap soalnya ada kelas jam 9."
"Ok deh, makasih ya Kak, mau Steven temenin ke kampus?"
"Makasih ya Rindu."
"Sama-sama Om Besar dan kamu Steven, nggak usah nemenin kakak, sekarang kakak udah lebih santai kok kalau ada makhluk tak kasat mata."
"Baiklah jika itu keputusan Kaka, sampai jumpa lagi."
Steven dan Om Besar menghilang dan dalam sekejap sudah ada di tongkrongan mereka berdua, di mana lagi kalau bukan di pohon besar itu.
Rindu dan Siska beranjak dan masuk ke dalam rumah, Rindu langsung pamit ke kamar untuk bersiap ke kampus.
Setelah beberapa saat bersiap di kamar, akhirnya Rindu turun dengan menggendong Tas-nya.
"Mam, Sis aku pamit ya ke kampus."
"Ia sayang, hati-hati di jalan ya. Mama juga bentar lagi mau ke kantor."
"Kamu hati-hati di jalan ya Rin."
"Ok deh, bye Mam bye Sis."
"Bye sayang, bye Rin."
Rindu meninggalkan mamanya dan Siska, ia menemui Pak Agung agar mengantarkannya ke kampus, sedangkan Bu Mita sendiri sudah mahir menyetir mobil jadi ia ke kantor menggunakan mobil yang satunya lagi.
"Pak antarin Rindu ke kampus ya."
"Siap Non, ayo."
"Let's go Pak."
"Let's go non Rindu."
"Hehehehe," Rindu nyengir melihat tingkah kocak Pak Agung.
Mobil melaju membawa Rindu menuju kampusnya, 30 menit lagi kelas akan dimulai, beruntung mereka tidak mengalami macet dan akhirnya mereka tiba di kampus 10 menit kurang jam 9.
Rindu berlari ke dalam diburu waktu hingga tak melihat jalan dan akhirnya malah menabrak seseorang.
Brruuukkkkk...
"Auwh sakit," pekiknya.
...--------------------------------...
...Hai hai hai....
...Terimakasih ya udah baca Novel Nunna sampai episode ini, semoga kalian suka ya. Jangan lupa kalau ada saran apapun, langsung di komentar ya....
...Thanks semuanya....
...Sehat-sehat ya kalian semua, jaga kesehatan apalagi pandemi kek gini kan....
...나는 당신 모두를 사랑합니다...
...Tuhan Yesus Memberkati kalian semua. †...
__ADS_1
...--------------------------------...