Rindu Indigo Usil

Rindu Indigo Usil
Menyelesaikan Kisah Aldi


__ADS_3

...-------------------------------...


Sesuai janjinya pada Aldi bahwa hari ini ia akan mengantarkan Aldi bertemu ibunya, kini Rindu sedang dalam perjalanan menuju rumah Aldi dengan ditemani Andra.


"Sayang, makasih ya udah nemenin aku," ucap Rindu


"Ia sayang, lagian aku senang kok bisa nemenin kamu," ucap Andra.


"Apa masih jauh Kak?" tanya Aldi.


"Kalau sesuai alamat yang kamu bilangin sama kakak, ya paling bentar lagi kita sampai," ucap Rindu.


"Ok Kak," jawab Aldi.


Motor Andra terus melaju dengan Aldi di samping mereka melayang mengikuti keduanya.


Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai di alamat yang diberikan Aldi.


"Kak, ini rumah Aldi," ucap Aldi girang.


"Jadi benar ini rumah kamu?" ucap Rindu.


"Ia benar Kak, ayok kita masuk Kak," ucap Aldi tak sabar.


Ia langsung menerobos masuk, tentu saja Rindu dan Andra tidak bisa seperti dirinya.


Rindu kemudian mengetuk pintu rumah Adli.


Tok tok tok..


"Permisi," ucap Rindu.


"Ia, maaf nak siapa ya," ucap seorang wanita paruh baya yang keluar dari dalam.


"Apa benar ini rumah Aldi?" tanya Rindu.


"Ia benar Nak, saya ibunya Aldi, tapi Aldi-nya, hiks hiks hiks," ibu Aldi nampak menitikkan air mata mengingat anaknya.


"Bu, Ibu yang tenang ya, aku tau kok apa yang terjadi pada Aldi," ucap Rindu


"Benarkah, ah silahkan masuk Nak," ucap ibunya Aldi.


Rindu dan Andra masuk kedalam, ternyata Aldi sudah menunggu di sana.


"Perkenalkan nama saya Bu Santi, nak ini siapa namanya?" tanya Bu Santi.


"Saya Rindu Bu, dan ini Andra," ucap Rindu.


"Baiklah Nak, lalu ada apa kalian datang ke sini?" tanya Bu Santi.


"Begini Bu, saya ini bisa melihat makhluk tak kasat mata. Dan saya ke sini atas permintaan Aldi sendiri," ujar Rindu.


"Maksud kamu gimana Nak?" tanya Bu Santi.


"Aldi belum tenang Bu, Aldi bertemu saya dan dia meminta saya menemui Ibu. Aldi meminta saya untuk menyampaikan sesuatu pada Ibu," ucap Rindu.


"Aldi belum tenang? Maafkan ibu Nak, semua ini karena kesalahan ibu," ucap Bu Santi.


"Bu, ini bukan salah Ibu! Ibu tau kenapa Aldi nggak tenang? Itu karena Ibu yang belum mengikhlaskan kepergian Aldi, rasa bersalah Ibu yang membuat Aldi tidak bisa pergi dengan tenang Bu," ujar Rindu.


"Hiks hiks hiks hiks maafkan ibu Nak, ibu akan berusaha mengikhlaskan kepergian kamu, semoga kamu bisa pergi dengan tenang Nak," ucap Bu Santi.


Aldi yang mendengar ucapan ibunya tersenyum, kini ia bisa pergi dengan tenang.


"Kak, katakan pada Ibu bahwa aku menyayanginya, semoga Ibu ikhlas dan jalani hidup dengan baik seperti dulu. Aldi akan selalu mencintai Ibu," ucap Aldi.


Rindu menyampaikan apa yang dikatakan Aldi pada ibunya, setelah itu Aldi pun bisa pergi dengan tenang, tak lupa ia mengucapkan terimakasih pada Rindu dan Andra karena sudah membantunya.


Setelah semuanya selesai, Rindu dan Andra pamit pulang. Keduanya meninggalkan rumah Aldi dan kembali ke rumah Rindu.

__ADS_1


"Sayang, ntar malam aku jemput ya, kita dinner," ucap Andra.


"Ia sayang," jawab Rindu.


Beberapa saat kemudian akhirnya mereka sampai di rumah Rindu.


"Makasih ya sayang," ucap Rindu.


"Sama-sama sayang, aku balik ya!" ucap Andra.


"Hati-hati dijalan ya sayang," ucap Rindu.


"Ia sayang," ucap Andra.


Andra pun meninggalkan rumah Rindu dan Rindu langsung masuk ke dalam rumah.


"Rindu," panggil Om Besar sebelum langkah Rindu benar-benar hilang.


"Ya Om, ada apa?" tanya Rindu yang tadinya hendak membuka pintu.


"Gimana tu si bocill?" tanya Om Besar.


"Udah Om, dia udah pergi dengan tenang," ucap Rindu.


"Syukurlah kalau gitu," ucap Om Besar.


"Ia Om, aku masuk ya," ujar Rindu.


"Silahkan Rin," ucap Om Besar.


Rindu masuk dan Om Besar pun kembali ke pohon besar.


Di rumah Dewi.


"Hmmmm bosan juga ya, ngapain ya kalau gini!" ucap Dewi.


"Halo sayang," ucap Andre dari seberang.


"Sayang, kamu lagi ngapain?" tanya Dewi.


"Nggak sih sayang, lagi duduk aja," ucap Andre.


"Sayang, malam kita dinner gimana?" ucap Dewi.


"Boleh deh sayang," ucap Andre.


"Ok deh, nanti kamu jemput aku ya sayang," ucap Dewi.


"Ia sayang," jawab Andre.


Jadilah Dewi dan Andre juga dinner malam ini.


Di rumah Siska.


Siska sedang duduk memainkan handphonenya, tiba-tiba panggilan masuk datang dari Willy.


"Halo sayang," ucap Siska.


"Halo sayang, kamu lagi ngapain? Udah makan?" tanya Willy.


"Udah sayang, ini aku lagu duduk aja!" ucap Siska.


"Sayang, malam aku jemput ya, kita dinner!" ucap Willy.


"Dinner sayang?" tanya Siska.


"Ia sayang, apa kamu sibuk?" tanya Willy.


"Nggak kok sayang, aku nggak sibuk!" ucap Siska.

__ADS_1


"Ya udah, aku jemput ya sayang!" ucap Willy.


"Ia sayang," ucap Siska.


Setelah itu mereka berdua pun bercerita sedikit tentang hubungan mereka akan seperti apa kedepannya, kapan mereka akan menentukan waktu yang tepat untuk langkah selanjutnya.


Malam harinya seperti apa yang direncanakan, Andra sudah bersiap dan pergi untuk menjemput Rindu, sedangkan Willy dan Andre juga sedang bersiap di kamar tanpa mereka tau Andra pergi kemana.


Setelah Andra, keluarlah Willy dan langsung berangkat untuk menjemput Siska. Yang terakhir meninggalkan rumah adalah Andre, ia pergi untuk menjemput Dewi.


Andra tidak tau bawa Willy dan Andre juga keluar, Willy juga tidak tau bahwa Andra dan Andre keluar, Andre juga tidak tau bahwa Andra dan Willy sedang keluar.


Mereka masing-masing berpikir bahwa yang lainnya ada di dalam kamar masing-masing.


"Malam sayang, udah siap?" tanya Andra.


"Ia sayang, aku pamit bentar sama Mama ya!" ucap Rindu.


Bu Mita muncul dari tangga lantai dua.


"Ma, Rindu pamit ya!" ucap Rindu.


"Ia sayang," ucap Bu Mita.


"Tante, Andra ijin ajak Rindu keluar ya," ucap Andra.


"Ia Andra, kalian berdua hati-hati dijalan ya," ucap Bu Mita.


"Baik Tante," ucap Andra.


Mereka berdua meninggalkan rumah, sedangkan di rumah Siska, Willy juga sudah sampai di sana.


"Udah siap sayang?" ucap Willy.


"Udah sayang, ayo kita berangkat!" ucap Siska.


Mereka berdua pun meninggalkan rumah Siska. Sedangkan di rumah Dewi Andre juga sudah sampai di sana.


"Malam Om, Tante," sapa Andre pada kedua orang tuanya Dewi.


"Malam Nak," jawab mamanya Dewi.


Dewi turun dari lantai dua.


"Ma, Pa, Dewi pamit ya!" ucap Dewi.


"Ia sayang," ucap mamanya.


"Nak Andre, pulangnya jangan malam-malam ya," ucap papanya Dewi.


"Siap Om, kalau gitu Andre pamit ya Om, Tante," ucap Andre.


"Ia Nak," ucap kedua orang tuanya Dewi.


Setelah berpamitan keduanya pun meninggalkan rumah dan menuju tempat atau restoran dimana mereka akan dinner malam ini.


...--------------------------------...


...Hai kesayangan :)...


...Thanks ya udah baca novel aku, jangan lupa like dan komen ya.....


...Jangan lupa vote juga, thank you semuanya....


...Sehat-sehat ya kalian di sana....


...Tuhan Yesus memberkati....


...--------------------------------...

__ADS_1


__ADS_2