
...--------------------------------...
Pagi-pagi sekali Rindu bangun dan hendak lari pagi.
"Sayang, kamu mau joging?" tanya Bu Mita.
"Ia Mam, Rindu mau joging sebentar," ucap Rindu.
"Mama ikutan ya, udah lama nggak joging," ucap Bu Mita.
"Ya udah Mam, Rindu tunggu di depan ya," ucap Rindu.
"Ok sayang," ucap Bu Mita seraya kembali ke kamar untuk ganti pakaian.
Rindu melangkah ke halaman depan ingin melakukan pemanasan.
"Woii bocill cepat kesini," teriak Rindu.
"Ckckckck dimana ni bocill, berani-beraninya nggak jawab panggilan gue," ucap Rindu lagi.
Ia pun mendekat ke arah pohon besar dan hendak mencari Steven.
"Om, si bocil di mana?" tanya Rindu.
"Maksud kamu Steven?" tanya Om Besar.
"Ya ialah Om, siapa lagi coba," ucap Rindu.
"Rindu apa kamu lupa?" ucap Om Besar.
"Lupa apa Om?" tanya Rindu balik.
"Lah kan semalam Steven udah pergi ninggalin kita semua," ucap Om Besar.
Mendengar perkataan Om Besar sontak saja Rindu diam, rupanya ia masih merasa bahwa Steven ada di sana bersama mereka, padahal baru saja semalam Steven pamitan sama mereka.
Sontak saja hal itu membuat Rindu nampak sedih.
"Huuuf ya Tuhan, aku sampai lupa kalau Steven udah pergi. Semoga kamu diterima di surga dan ditempatkan di tempat terbaik ya Steven," ucap Rindu dalam hatinya dengan mata berkaca-kaca.
"Kangen banget sama tu bocah," ucap Rindu.
"Ia Rin, saya juga merasa kesepian di sini tanpa dia," sambung Om Besar.
"Ia Om, mau gimana lagi! Memang sudah takdirnya seperti itu, kita nggak bisa apa-apa," ucap Rindu.
"Ia Rindu, kamu benar."
"Kita hanya bisa mengirimkan doa untuknya," ucap Rindu lagi.
Setelah itu Bu Mita pun datang dan keduanya langsung joging di sekitar kompleks.
"Kamu kenapa sayang, kok murung?" tanya Bu Mita.
"Nggak Mam, Rindu cuma kangen sama Steven," ucap Rindu.
"Ia sayang, mama juga kangen sama keisengannya. Tapi kita bisa apa, semoga dia tenang di surga ya," ucap Bu Mita.
"Amin Mam," sahut Rindu.
Setelah beberapa saat joging, keduanya kembali ke rumah. Ternyata Bi Ina sudah menyiapkan sarapan untuk mereka di meja.
"Non, Nyonya, sarapannya sudah bibi siapkan di meja ya," ucap Bi Ina.
"Terimakasih Bi," ucap Bu Mita.
"Sama-sama Nyonya, kalau gitu bibi tinggal ya," ujar Bi Ina.
Rindu dan mamanya melangkah menuju meja makan untuk sarapan.
Jam 9 Rindu sudah bersiap untuk ke kampus, Andra juga sudah menjemputnya sedangkan Bu Mita tentunya berada di kantor.
__ADS_1
"Udah siap sayang?" ucap Andra.
"Udah sayang, ayo kita berangkat," ucap Rindu.
Mereka meninggalkan rumah Rindu dengan motor sport Andra.
"Andre jemput Dewi?" tanya Rindu.
"Ia sayang," jawab Andra.
"Oyahh, Willy sama orang tuanya kapan balik ke Turki?" tanya Rindu.
"Willy kayaknya belum balik, cuma Om sama Tante yang akan balik lebih dulu," jelas Andra.
Rindu mengangguk.
"Terus kapan Siska dan Willy akan menikah?" tanya Rindu lagi.
"Nggak tau sayang, Willy belum ada ngebahas itu sama aku dan Andre juga," ucap Andra.
Kembali Rindu mengangguk, setelah beberapa saat akhirnya mereka berdua sampai di kampus.
Ternyata Dewi dan Andre sudah tiba lebih dulu di sana.
"Hai Wi, Ndre," sapa Rindu.
"Hai Rin, Ndra," sahut Dewi disertai senyuman Andre.
----------------
Mereka berempat langsung menuju ruangan dimana mereka akan bertemu dosen hari ini, sebentar lagi Rindu dan yang lainnya akan ujian skripsi dimana saat itu adalah saat yang menegangkan yang akan menentukan mereka akan diwisuda kan atau tidak.
Siangnya setelah urusan bersama dosen selesai mereka mendapatkan jadwal ujian masing-masing, kini mereka harus menyiapkan diri untuk ujian skripsi.
"Deg degan banget," ucap Dewi.
"Ya ampun Wi, belum juga ujian hahahah. Deg degan kayak jatuh cinta sama Andre bukan?" Rindu berucap sambil tertawa.
Andra dan Andre hanya menggelengkan kepala mendengar celotehan kedua kekasih mereka.
"Kantin yuk, lapar," ucap Dewi.
"Ayo," sahut Rindu.
"Ok let's go," ucap Andre.
Andra pun mengiyakan dan Rindu dan Dewi ke kantin, mereka berempat memesan makanan karena sudah lapar.
Pesanan datang dan tak menunggu lama mereka langsung menyantapnya. Saat mereka sedang asik menyantap makanan sambil berbincang-bincang, tiba-tiba handphone Rindu berdering.
"Siapa Rin?" tanya Dewi.
"Siska Wi, tumben nelpon!" ucap Rindu.
Rindu mengangkat panggilan itu.
"Ia halo Sis," ucap Rindu.
"Rin, maaf ya ganggu kamu. Kamu lagi di mana?" tanya Siska.
"Aku di kampus Sis, ada Andra, Andre dan Dewi juga di sini," jelas Rindu.
"Ooohh, maaf ya ganggu," ucap Siska.
"Nggak kok Sis, santai aja! Ada apa Sis?" tanya Rindu.
"Ini Rin, ada yang mau aku ceritain sama kamu!" ucap Siska.
"Perihal apa Sis?" tanya Rindu.
"Keanehan di kamar aku Rin," ucap Siska.
__ADS_1
"Keanehan? Keanehan seperti apa?" tanya Rindu.
"Rin gimana kalau kamu ke rumah aku aja, ya kalau kamu nggak sibuk sih," ucap Siska.
"Ok Sis, sore aku ke rumah kamu ya," ucap Rindu.
"Ok Rin, makasih ya! Aku tunggu," ucap Siska.
"Ashiapp Sis," ujar Rindu.
Obrolan itu berakhir setelah Siska mengakhirinya.
"Kenapa Rin?" tanya Dewi yang penasaran.
"Katanya ada yang ingin dia kasih tau ke aku Wi, dia minta aku ke rumahnya," ucap Rindu.
"Terus?" tanya Andra.
"Ya ntar sore aku ke sana sayang," jawab Rindu.
"Aku ikut deh," ucap Dewi.
"Aku dan Andre juga ikut, ya kan Ndre?" Andra melihat ke arah Andre.
"Yoi," jawab Andre.
"Gimana kalau kita nginap di rumah Siska," usul Rindu.
"Ia juga ya Rin, kita udah lama nggak pernah bareng-bareng lagi kan," ucap Dewi.
"Ide bagus tu," ucap Andre.
"Aku ikut aja," sahut Andra.
"Ok fixs kita nginap ya, tapi jangan kasih tau Siska dulu! Biar jadi surprise, hehehhe," ucap Rindu sambil cengengesan.
Semuanya mengangguk.
Setelah itu merekapun meninggalkan kampus dan kembali ke rumah masing-masing.
"Makasih Ndra," ucap Rindu.
"Ia sayang, ya udah aku lanjut ya! Titip salam buat Tante Mita," ucap Andra.
"Ia sayang, tapi kayaknya Mama masih di kantor, ntar aku sampaikan kalau Mama udah pulang ya," ucap Rindu.
"Ia sayang," ujar Andra.
"Ya udah, pulang sana heheheh. Hati-hati di jalan ya," ucap Rindu.
"Bye sayang," ucap Andra.
"Bye sayang," sahut Rindu.
Andra meninggalkan rumah Rindu dan Rindu pun masuk ke dalam, lagi dan lagi saat ia melihat ke arah pohon besar ia merindukan sosok Steven yang sering menyapanya dari sana.
"Semoga kamu tenang di sana ya, aku rindu sama jahilnya kamu bocill," ucap Rindu dalam hatinya.
...--------------------------------...
...Hai kesayangan :)...
...Thanks ya udah baca novel aku, jangan lupa like dan komen ya.....
...Jangan lupa vote juga, thank you semuanya....
...Sehat-sehat ya kalian di sana....
...Tuhan Yesus memberkati....
...--------------------------------...
__ADS_1