
...--------------------------------...
****************
Pagi-pagi sekali Rindu dan Siska sudah bangun, Steven dan Om Besar pun sudah stay di pohon. Semalam mereka sudah ijin untuk ikut dan Rindu mengiyakan.
Rindu dan Siska kini sedang sarapan, mereka sarapan lebih awal dari Bu Mita, setelah itu mereka akan mandi dan bersiap sebelum Andra, Andre dan Willy datang.
"Sis kamu udah siap, pakaian udah packing kan?"
"Udah Rin, semalam aku udah packing."
"Baguslah, setelah makan kita langsung mandi dan bersiap ya."
"Ia Rin."
Sedangkan di rumah Dewi, Dewi juga sedang sarapan bersama mama dan papanya, sama seperti Rindu dan Siska setelah sarapan ia juga akan langsung mandi dan bersiap-siap.
Di kediaman si kembar dan Willy, ketiganya baru bangun. Beruntung bibi sudah menyiapkan sarapan untuk mereka.
"Will, Ndre, ayo cepat kita makan dulu. Habis itu baru mandi dan bersiap ke rumah Rindu, kita akan ke sana lebih dulu kan."
"Ok Ndra," jawab Andre seraya melangkah ke meja makan.
Tak lama Willy pun ikut bergabung dan mereka sarapan bersama.
"Kalian udah packing kan?"
"Ia udah," jawab Andre.
"Ia aku juga udah packing semalam," jawab Willy.
"Baguslah, jadi kita nggak repot lagi, setelah ini kita bisa langsung mandi dan bersiap. Sesuai kesepakatan kita akan berangkat jam 8 ke kampung neneknya Dewi."
"Ok," jawab Willy dan Andre.
Setelah sarapan ketiganya langsung bersiap dan meluncur ke rumah Rindu.
Rindu dan Siska di rumah juga sudah siap, mereka tinggal menunggu si kembar dan juga Willy.
Sedangkan Steven dan Om Besar ikut-ikutan siap di samping Rindu dan Siska, beruntung Siska tak bisa melihat mereka.
"Akhirnya kalian sampaii juga."
"Maaf ya, kalau kita telat."
"Nggak kok Ndra, bentar ya kita pamitan sama Mama."
Rindu dan Siska masuk kedalam dan berpamitan pada Bu Mita.
"Mam, kita berdua pamit ya."
"Siska pamita ya Ma."
"Kalian berdua hati-hati di jalan ya, ingat di sana jangan sembarangan. Tingkah laku dijaga, selalu berucap sopan, karena kalian berada di tempat orang lain."
"Baik Mam," jawab keduanya.
Setelah berpamitan, mereka berdua kembali menemui ketiga cowok yang sudah menunggu di depan.
Motor Andra dan Andre disimpan di garasi rumah Rindu, mereka akan menggunakan mini bus yang sudah ada.
__ADS_1
Setelah semuanya dipastikan siap, akhirnya mereka berangkat menuju rumah Dewi, Steven dan Om Besar ada di atas, mereka santuy di sana..
"Yeii, akhirnya kita jalan-jalan ya Om."
"Ia Steven, enak juga ya kalau ikut Rindu jalan-jalan."
"Ya ialah Om, kak Rindu kan keren."
Rindu yang mendengar pembicaraan kedua sosok itu hanya menggeleng pelan kepalanya, biarkan saja mereka di atas sana. Dari pada Rindu harus sibuk berbicara dengan mereka berdua.
"Jauh nggak ya Rin, kampung neneknya Dewi?" tanya Andre.
"Nggak tau juga Ndre, aku juga belum pernah kan ke sana."
"Hmmmm ia juga ya."
"Udah tenang-tenang aja, pasti kita akan sampai kok. Nanti ada Dewi kan yang tau tempatnya," ucap Andra.
Siska dan Willy memilih untuk duduk diam sambil memainkan handphone masing-masing. Setelah melakukan perjalanan beberapa waktu akhirnya mereka tiba di rumah Dewi dan ternyata Dewi sudah menunggu mereka.
"Hai Wi."
"Hai Rin, kalian semua akhirnya sampai."
"Oyahh kalian bertiga bisa tolong masukan persediaan makanan yang kami beli kemarin ke dalam bus?"
Dewi berucap pada ketiga laki-laki yang ada di situ.
Mereka bertiga langsung bergegas memasukan semuanya ke dalam bus. Dewi masuk dan berpamitan pada Mamanya.
"Ma Dewi pamit ya."
"Baik Ma."
Akhirnya mini bus itu meninggalkan rumah Dewi dengan membawa keenam orang penumpang di dalamnya, dan satu supir serta 2 sosok tak kasat mata yang sedang nangkring di atas mini bus itu, siapa lagi kalau bukan Steven dan si Om Besar.
Perjalanan ke kampung neneknya Dewi memang membutuhkan waktu yang cukup lama.
Neneknya Dewi sendiri sudah lama meninggal, tapi rumah beliau di kampung masih berdiri kokoh dan dijaga oleh seorang yang dibayar papanya Dewi untuk merawat rumah ibunya agar tidak rusak.
Karena perjalanan yang cukup jauh, Rindu, Siska dan Dewi memilih untuk tidur sebentar sedangkan si kembar sibuk dengan game, Willy sendiri memilih untuk mendengar lagu pakai earphone seraya bersandar dan menutup matanya, walau ia tidak sampai terlelap..
Bosan bermain game Andra dan Andre pun memilih untuk memejamkan mata mereka, mini bus terus melaju membawa mereka ke kampung neneknya Dewi, ibu dari ayahnya.
*************
Mini bus sudah mulai memasuki area perkampungan, Rindu dan yang lainnya juga sudah bangun.
"Akhirnya kita sampai juga di area perkampungan," ucap Dewi.
"Ia Wi, sampai lelap aku tadi."
"Aku juga," sahut Siska.
"Oyah Wi, apa masih jauh?" tanya Andre.
"Nggak kok, nggak jauh-jauh amat lagi. Paling juga 30 menit lagi kita udah sampai."
"Bagus deh, pegel juga duduk terus," ujar Andra.
"Ia aku juga," ucap Willy...
__ADS_1
Mini bus terus melaju dan 30 menit kemudian akhirnya mereka sampai di sebuah rumah yang lumayan besar untuk ukuran rumah di kampung.
Rumah neneknya Dewi benar-benar masih sangat terawat, kelihatan sangat asri karena di halaman depan terdapat bunga-bunga yang sengaja di tempatkan di sana.
"Jadi ini rumah nenek kamu Wi?" tanya Andra.
"Ia Ndra, ini rumah Nenek."
"Terus, siapa yang tinggal di sini Wi?" tanya Siska.
"Hanya ada mang Supri di sini Sis, sengaja Papa tempatkan di sini untuk merawat rumah Nenek. Kemarin aku udah kabarin mang Supri kalau kita mau liburan ke sini kok."
"Baguslah kalau gitu," ucap Rindu.
Mereka berenam mengeluarkan barang-barang mereka dari dalam bus dan dibawa masuk ke teras rumah. Setelah semua barang-barang dikeluarkan dari dalam bus, sang supir pun pamit untuk pulang. Nanti kalau Rindu dan yang lainnya akan pulang barulah dia akan datang lagi menjemput mereka.
"Non saya pamit ya."
"Silahkan Pak, terimakasih dan hati-hati di jalan ya Pak."
"Siap Non."
Dari dalam rumah keluarlah mang Supri ketika ia mendengar percakapan keenam orang itu di luar.
"Mang kenalin ini semua teman Dewi, ini Rindu, Siska, Andra, Andre dan Willy."
"Baiklah Non, semuanya salam kenal ya. Saya Supri yang dipercayakan tuan untuk mengurus rumah ini, jika butuh bantuan nanti bisa langsung panggil saya."
"Terimaksih Mang," Rindu mewakili sedangkan yang lainnya hanya tersenyum.
"Ya sudah ayo bawa barang-barang kalian masuk ke dalam, mang akan tunjukan kamar kalian yang sudah mang siapkan."
Mereka mengangkat barang-barang mereka dan mengikuti langkah kaki mang Supri, ternyata Mang Supri sudah menyiapkan kamar untuk mereka semua.
Sedangkan Steven dan Om Besar mencari tempat nongkrong di sekitar rumah itu, sejak Rindu menginjakkan kakinya di sini, memang banyak sekali sosok yang ia lihat, namun tak dihiraukannya.
Steven dan Om Besar memilih untuk berdiam diri di pohon yang ada di samping rumah itu.
Siska, Dewi dan Rindu memilih untuk tidur di satu kamar yang lumayan besar di rumah itu. Sedangkan Andra dan Andre satu kamar, Willy satu kamar, katanya dia suka tidur sendiri. Jadilah dia tidur sendirian disalah satu kamar.
Setelah menyimpan barang-barang mereka, mereka langsung bergegas mandi secara bergantian, ada dua kamar mandi di dalam rumah itu, sehingga satu untuk para cewek dan satunya lagi untuk para cowok.
Setelah mereka semua selesai mandi, ternyata hari sudah malam.
Rindu mengabari mamanya agar tidak khawatir, begitu juga dengan Dewi yang segera menghubungi mama dan papanya...
...--------------------------------...
...Hai hai hai....
...Terimakasih ya udah baca Novel Nunna sampai episode ini, semoga kalian suka ya. Jangan lupa kalau ada saran apapun, langsung di komentar ya....
...Thanks semuanya....
...Sehat-sehat ya kalian semua, jaga kesehatan apalagi pandemi kek gini kan....
...나는 당신 모두를 사랑합니다...
...Tuhan Yesus Memberkati kalian semua. †...
...--------------------------------...
__ADS_1