Rindu Indigo Usil

Rindu Indigo Usil
Lunch Romantis


__ADS_3

...-------------------------------...


Di rumah Siska sedang bersiap untuk lunch bareng Willy.


"Udah belum ya, ini udah bagus belum ya."


Siska kebingungan mencari dress yang bagus untuk dipakainya.


"Nah ini kayaknya bagus deh, ini aja deh."


Setelah bersiap ia menunggu kedatangan Willy di sofa ruang tamu, sembari menunggu Willy i menelpon Bu Mita untuk berpamitan.


"Halo Mam, Siska ijin keluar ya sama Willy."


"Ia sayang, hati-hati di jalan ya, have fun kalian berdua."


"Siap Mam, terimakasih."


"Ia sayang."


Obrolan itu berakhir karena Bu Mita juga sedang sibuk di kantor. Sesaat kemudian Willy tiba di sana.


"Sayang, maaf udah bikin nunggu lama."


"Nggak apa-apa kok sayang, kita berangkat sekarang?"


"Ayo."


Keduanya meninggalkan rumah dengan mobil, Willy membawa mobil Andra yang memang jarang dipakai dan hari ini Andra memberikan padanya untuk dipakai saat akan mengajak Siska lunch bareng.


Mereka melaju ke sebuah restoran mewah yang ada di sana, ternyata Willy memesan ruangan VIP untuk ia dan Siska lunch.


Ruangan yang dihiasi oleh bunga-bunga sesuai request Willy, ia ingin memberikan kesan romantis untuk Siska sebelum besok ia kembali ke Turki.


Saat Siska masuk ke ruangan itu betapa terkejutnya dia melihat apa yang ada di hadapannya, Willy mengambil buket bunga yang sudah disiapkan di sana dan memberikannya pada Siska.


"Sayang, ini semua kamu siapin?"


"Tentu, aku ingin kamu mengingat moment ini."


"Makasih ya sayang, hmmmm bunganya wangi sekali."


"Ia sayang, ayo duduk."


Willy menarik kursi dan mempersilahkan Siska untuk duduk, keduanya kemudian menikmati makanan yang sudah disiapkan di meja.


Makan siang romantis yang disiapkan Willy membuat Siska terharu dan berkaca-kaca.


"Will, thanks ya. Terimakasih untuk semuanya."


"Sssstttttt jangan nangis, semua karena aku mencintai kamu."


"Makasih Will, makasih."


"Ia sayang."


Willy mengajak Siska berdansa dengan iringan biola yang dimainkan oleh orang yang diminta Willy.


Mereka berdua dansa dan saling menikmati moment romantis itu, sebentar lagi keduanya akan LDR dan entah kapan baru mereka bertemu lagi.


"Terimakasih ya Allah, engkau memberikannya untuk ku, semoga rasa dalam hati kami tidak pernah pudar, tapi biarlah semakin dan semakin dalam. Aku mencintainya ya Allah, sangat mencintainya."


"Terimakasih Will, terimakasih sudah menerima aku apa adanya. Tak pernah ku sangka, masa lalu yang begitu kelam hilang karena kamu mencintai ku dengan tulus. Terimaksih ya Allah, terimakasih."


Setelah berdansa keduanya duduk kembali, Willy kemudian mengeluarkan sesuatu dari sakunya.


Ia memberikannya pada Siska.


"Apa ini sayang?"


"Dibuka dulu dong Yang."


Siska membuka kotak itu dan ternyata di dalamnya adalah sebuah kalung berbentuk hati, namun hanya sebelah ternyata yang sebelahnya lagi ada dileher Willy.


"Sayang, ini."


"Ya itu buat kamu sayang, kamu pakai ya dan jangan lepas, sebelahnya lagi sudah aku pakai."

__ADS_1


"Makasih ya sayang."


"Sini aku pakein."


Willy memakaikan kalung itu pada leher Siska.


"Cantik, sangat cantik."


"Makasih sayang."


"Ia sayang sama-sama, mau balik sekarang?"


"Ia Yang."


Keduanya meninggalkan ruangan itu dan keluar dari restoran dan langsung naik mobil untuk pulang ke rumah.


"Sayang, gimana kalau kita jalan-jalan dulu."


"Mau kemana Will?"


"Hmmm kemana ya?"


"Gimana kalau kita ke wahana permainan saja, kita menikmati permainan di sana hingga sore hari."


"Boleh, lagian aku belum pernah mengunjungi wahana permainan."


"Baiklah."


Willy mengemudikan mobil ke sebuah tempat wahana permainan yang ada di sana.


*****


Rindu baru saja kembali dari kampus.


"Sore Bi."


"Sore Non."


"Siska udah pulang atau belum Bi?"


"Belum Non."


"Silahkan Non."


Rindu melangkah menaiki tangga dan langsung ke kamarnya.


"Mungkin dia masih jalan-jalan sama Willy, biarkan saja! Kasian bentar lagi LDR heheheh."


Tiba-tiba Steven datang.


"Ye senang kan Kak, kak Siska LDR sedangkan kak Rindu ketemu mulu sama kak Andra."


"Bukan urusan mu bocill."


"Hahahaha, kak Rindu baru pulang kuliah?"


"Ia makanya capek banget ini, kamu sama Om Besar ngapain aja seharian?"


"Nggak ngapa-ngapain kok Kak, diam-diam bae di atas pohon."


"Oohh, kirain kalian berdua jalan-jalan nyari janda kembang."


"Om Besar kali Kak, bukan Steven."


"Hahahaha kirain kamu kecil-kecil suka janda Steven."


"Enak aja, gini-gini tipe ideal Steven itu cewek cantik kayak IU Kak."


"Wiiihhh lagaknya, liat kamu aja IU nggak mau kayaknya."


"Hikksss kak Rindu sok tau aja."


"Dibilangin juga, mana ada orang secantik semulti talent kayak IU sukanya sama hantu bocill kayak kamu."


"Sangat merendahkan martabak saya sebagai seorang hantu, huh."


"Hahahaha martabak apaan martabak? Martabat kali ahahahaha."

__ADS_1


"Ya itu maksudnya Kak, salah ngomong aja tadi."


"Ngeles aja kamu, bilang aja nggak tau, ya kan."


"Benar Kak, tadi hanya salah pengucapan."


"Hahahahaha pergi pergi dari sini, aku mau istirahat sebentar. Capek kuliah."


"Baiklah nyonya, aku mohon pamit."


Steven langsung menghilang dari hadapan Rindu, takut di geplak bantal dia.


Setelah Steven pergi, Rindu merebahkan tubuhnya di kasur dan berusaha untuk bisa terlelap.


Di wahana permainan Willy dan Siska baru saja selesai bermain, mereka berdua naik roller coaster dan bermain yang lainnya.


"Pulang yuk sayang, udah sore."


"Ia sayang, pasti Rindu sudah pulang kampus."


"Ayok."


Willy menggandeng tangan Siska dan mereka berjalan menuju parkiran.


Mobil melaju membawa keduanya kembali ke rumah, beberapa saat kemudian akhirnya mereka tiba.


"Sayang, makasih ya. Aku senang banget hari ini."


"Ia sayang, kamu masuk gih, aku langsung balik ya."


"Ia sayang, hati-hati di jalan ya."


"Ia sayang, titip salam buat Rindu dan Tante Mita ya."


"Ia sayang nanti aku sampaikan."


Siska pun masuk setelah Willy pergi dari sana. Ternyata Steven dan Om Besar melihat Siska yang baru pulang diantar Willy.


"Lihat tu Om, kak Siska bahagia kan sama kak Willy."


"Ia kamu benar, ia nampak sangat bahagia."


"Nah maksud aku, harusnya Om itu seperti kak Willy."


"Maksud kamu?"


"Ya Om harus ngajak Tante Kun jalan-jalan. Jangan sampai Tante Kun jalan-jalan ke Mars lagi lalu nggak balik-balik. Mau Om kalau kek gitu?"


"Maksud kamu aku harus ngajak ayang bebh naik mobil?"


"Ya nggak gitu juga Om, kan Om sama Tante Kun bisa melayang kemana-mana. Nah ajak aja jalan-jalan, keliling-keliling kampung dengan cara seperti itu, gampang kan?"


"Ia juga ya, baiklah nanti aku praktekan."


Steven memberi solusi pada Om Besar yang sedang marahan dengan tante Kun, karena si Om Besar ketahuan selingkuh hahahahaha.


Tak lama Bu Mita pulang dari kantor.


"Selamat sore Bu Bos."


"Hei Steven, selamat sore. Lagi ngapain kamu?"


"Lagi santai aja Bu Boss."


Bu Mita lanjut masuk ke dalam rumah.


...--------------------------------...


...Hai kesayangan :)...


...Thanks ya udah baca novel aku, jangan lupa like dan komen ya.....


...Jangan lupa vote juga, thank you semuanya....


...Sehat-sehat ya kalian di sana....


...Tuhan Yesus memberkati....

__ADS_1


...--------------------------------...


__ADS_2