
...--------------------------------...
******
"Rindu, kamu kenapa lari-larian?"
Rindu mengangkat kepalanya ternyata yang ditabraknya adalah Andra.
"Sorry, aku tadi takut telat makanya lari-lari."
"Ya udah santai kali, belum masuk juga dosennya. Ayo," ucap Andre.
Akhirnya mereka bertiga masuk kelas, Dewi melebarkan matanya melihat Rindu yang masuk bersama si kembar. Baru saja mereka duduk dosen pun masuk dan kuliah dimulai.
"Ok anak-anak sampai sini saja kelas kita hari ini. Karena kita akan libur tiga bulan, sampaii jumpa lagi."
"Sampai jumpa juga Pak."
Anak-anak menyhaut senang karena akan libur tiga bulan, libur panjang yang sangat dinantikan mahasiswa dan mahasiswi.
"Rin, liburan ini kamu kemana?"
"Nggak tau Wi, bingung juga soalnya."
"Rin gimana kalau kita ke kampung nenek ku saja, ajak Siska sekalian, pasti keren kan."
"Hemmm, owkee nanti gue ajak Siska deh."
"Ok good job, kalau gitu sebaiknya kita ke kantin ngobrol-ngobrol di sana."
"Ok, let's go."
Dewi dan Rindu melangkah, saat sampai di depan pintu Andra dan Andre menahan mereka.
"Wi, Rindu, maaf ni tadi kalo nggak salah kalian rencananya mau liburan, boleh ikut nggak?" tanya Andre.
"Oooohhhh, jadi dari tadi kalian berdua nguping pembicaraan aku sama Dewi gitu."
"Nggak, nggak gitu juga sih. Namanya kita berdua punya telinga dan kebetulan aja tadi dengar pembicaraan kalian," Andra memberi pembelaan.
"Ngeles aja loh berdua kek bajai," ucap Rindu.
"Hahahaha."
Dewi hanya bisa tertawa mendengar perkataan Rindu yang membuat kedua cowok yang ada di hadapan mereka bungkam.
"Jadi boleh nggak kita berdua ikut?" tanya Andre.
"Aku sih tergantung Rindu aja."
"Lah kok aku sih Wi, kan ke kampung nenek kamu."
"Ya kan kamu bosnya."
"Ye bos-bos peak."
"Hahahaha."
"Yo wes kalian boleh ikut, tapi ingat jangan ngerepotin cewek-cewek cantik kek kita," ucap Rindu.
"Baiklah, kita berdua nggak akan ngerepotin kalian kok, ya kan Ndre."
"Ya benar kata Andra."
"Ok good," balas Rindu cepat.
"Udah ah, ayo ke kantin."
Dewi menarik tangan Rindu dan dengan santainya Andra dan Andre ikut udah kaya penguntit aja tu berdua ya. hehehe.
Dewi dan Rindu hanya memesan minuman saja, karena mereka masih kenyang. Andra dan Andre pun melakukan hal yang sama, Dewi dan Rindu hanya bisa menggeleng pelan melihat kelakuan si kembar.
Kini mereka duduk dengan minuman masing-masing di hadapan mereka.
"Jadi kapan kita berangkat ke kampung neneknya Dewi?" tanya Andra.
__ADS_1
"Kapan Wi?" tanya Rindu.
"Ia kapan Wi?" tanya Andre ikut-ikutan.
"Ya elahh kalian tu ya, semua itu tergantung kalian. Kalau kalian udah siap, ya tinggal kita berangkat aja kan," jawab Dewi.
Ketiganya malah mengangguk-angguk, Dewi menepuk jidatnya melihat kelakuan tiga orang di depan dan sampingnya ini.
"Ok kalau gitu, karena hari ini hari Sabtu gimana kalau hari Senin aja kita berangkat, jadi besok kita punya waktu untuk siap-siap. Wi kamu jangan lupa ngabarin nenek kamu ya, kalau kita mau ke sana."
"Ok siap Rin, itu ma gampang."
"Terus rumah kalian di mana sih?" tanya Rindu.
"Aku dan Andre tinggal di Jln. Merpati xx no 5."
"Loh itu kan nggak jauh-jauh amat dari rumahnya Rindu, ya kan Rin?"
"Ia juga ya, berarti rumah kita lumayan dekat. Jadi hari Senin jam 7 pagi kita ngumpul di rumah Dewi aja."
"Terus aku dan Andra gimana?"
"Kamu dan Andra ke rumah aku aja, nanti kita berangkat bareng ke rumah Dewi. Gimana?"
"Ok aku setuju," ucap Andra.
"Aku juga setuju," ucap Dewi dan Andre bersamaan.
"Sip berarti sudah fix ya."
"Ok," jawab ketiganya.
Mereka berempat kemudian lanjut bercerita sembari menghabiskan minuman dalam gelas..
"Wi balik yuk."
"Ayo, aku juga mau balik sekarang."
"Ok, kalau gitu aku dan Andre juga balik deh. Malas juga di kampus, ya kan Ndre?"
********
Akhirnya mereka berempat keluar dari kantin, Andra dan Andre menuju parkiran, sedangkan Dewi dan Rindu menuju gerbang depan rencananya mereka akan menunggu Pak Agung supirnya Rindu dan Pak Sale supirnya Dewi.
Saat mereka menunggu Andra dan Andre juga muncul.
"Gimana kalau kalian berdua kita antar aja."
"Tapi aku udah telepon Pak Agung."
"Aku juga udah nelpon Pak Sale."
"Ya tinggal telpon dan suruh putar balik aja lagi kan, supaya aku dan Andre juga bisa tau rumah kamu Rindu, begitupun rumah Dewi," alasan Andra.
Padahal kenyataannya dia memang ingin mengantar Rindu begitupun Andre yang ingin mengantar Dewi.
"Hmmmm baiklah," jawab Rindu dan Dewi.
Rindu dan Dewi kembali menghubungi supir mereka masing-masing dan suruh putar balik ke rumah saja, karena mereka akan diantar teman mereka.
"Udah?" tanya Andra.
Dewi dan Rindu menganggukkan.
"Berhubung aku dan Andra belum tau rumah kalian berdua, jadi Dewi sama aku, Rindu sama Andra. Nanti kita antar Dewi aja lebih dulu, kan rumah kita berdua dekat dengan rumahnya Rindu, ia kan?" usul Andre.
"Aku setuju sama Andre," ucap Andra.
"Ye kalian berdua ma setuju-setuju aja, dasar," ucap Rindu.
Akhirnya Rindu dan Dewi pun naik, seperti perkataan Andre bahwa ia yang membonceng Dewi, sedangkan Andra yang membonceng Rindu.
Motor sport dengan dua pasang anak muda itu melaju membelah jalan raya yang dipenuhi mobil dan motor lainnya.
Mereka melaju ke rumah Dewi terlebih dahulu.
__ADS_1
"Bisa juga aku PDKT sama Dewi," ucap Andre dalam hatinya.
Sedangkan Dewi sedang santuy-santuynya duduk di boncengan Andre.
"Rindu, Rindu, benar-benar gadis yang unik."
Andra berucap dalam hatinya sambil terus memacu motornya mengikuti motor Dewi dan Andre yang ada di depan.
Setelah melaju beberapa waktu akhirnya mereka tiba di rumah Dewi.
"Sampai, thanks ya Ndre."
"Sama-sama Wi."
"Bye Rin, Ndra."
"Bye Dewi sayang, sampai jumpa," jawab Rindu masih di boncengan motor Andra.
"Bye Wi," sahut Andra.
"Kalian hati-hati ya di jalan, aku masuk dulu."
Dewi masuk ke dalam halaman rumahnya, Rindu, Andra dan Andre pun kembali melakukan motor mereka.
Kini tujuan mereka pastinya ke rumah Rindu, mengantar Rindu setelah itu baru mereka berdua kembali ke rumah mereka.
Di tengah jalan motor Andra hampir aja ditabrak pengendara lainnya, beruntung Andra langsung berbelok namun apesnya Rindu malah merosot ke depan dan akhirnya malah memeluk Andra.
Jantung Andra berdegup saat lingkaran tangan Rindu tepat di perutnya, sedangkan Rindu belum sadar kalau ia sedang memeluk Andra.
"Aduh Ndra, hampir aja kita celaka. Lagian tu orang ya bisa-bisanya sembarangan kek tadi, kalau aku sampai jatuh tadi, udah aku hajar sekalian dia."
Rindu berucap masih dengan memeluk Andra, sedangkan Andra menjadi tidak fokus, ia bahkan tak tau apa yang diucapkan Rindu.
Sesaat kemudian Rindu baru sadar jika ia sedang memeluk Andra.
"Ya ampun, maaf Ndra aku nggak sengaja. Tadi gara-gara itu makanya aku merosot ke depan, maaf ya malah meluk kamu, maaf ya."
"Duh bodoh kamu Rindu, bisa-bisanya meluk kagak sadar-sadar," lanjut Rindu dalam hatinya.
"Ia nggak apa-apa, santai aja."
"Lebih lama juga nggak apa-apa kok, heheheh," ucap Andra dalam hatinya.
Setelah mengalami moment canggung itu, akhirnya mereka tiba di rumah Rindu.
"Ndra thanks ya udah antar aku pulang."
"Ia Rin, sama-sama."
"Ndre thanks ya."
"Sama-sama Rin."
"Kalian hati-hati di jalan ya, sampai jumpa nanti, bye."
"Bye Rin," ucap Andra dan Andre.
Rindu masuk ke dalam rumahnya sedangkan Andra dan Andre pun langsung pergi dari sana..
...--------------------------------...
...Hai hai hai....
...Terimakasih ya udah baca Novel Nunna sampai episode ini, semoga kalian suka ya. Jangan lupa kalau ada saran apapun, langsung di komentar ya....
...Thanks semuanya....
...Sehat-sehat ya kalian semua, jaga kesehatan apalagi pandemi kek gini kan....
...나는 당신 모두를 사랑합니다...
...Tuhan Yesus Memberkati kalian semua. †...
...--------------------------------...
__ADS_1