Rindu Indigo Usil

Rindu Indigo Usil
Kerasukan di Mall.


__ADS_3

...--------------------------------...


******


Hari ini Rindu, Dewi dan Siska sedang berada di sebuah mall untuk berbelanja, apalagi Siska yang belum mempunyai banyak pakaian.


"Ayo belanga guys."


"Tapi Rindu aku nggak punya uang."


"Santai aja Sis, ambil apa aja yang kamu perlukan, apalagi pakaian-pakaian, ayo. Nanti aku bayarin."


"Tapi Rin, aku nggak enak sama kamu."


"Udahlah jangan kek gitu, ayo. Ayo Dewi sayang kita belanja."


Ketiga gadis itu masuk ke dalam mall dengan bahagia. Mereka berkeliling kesana-kemari mencari pakaian untuk Siska dan juga mencari apa yang ingin dibeli Dewi dan Rindu.


Setelah cukup berbelanja, mereka masuk ke dalam sebuah kafe yang ada di mall itu untuk makan.


"Makan apa Wi, Sis?"


"Apa ya," sahut Dewi.


"Apa aja deh," jawab Siska.


Akhirnya mereka memilih makan makanan korea saja.


"Aku ke toilet bentar ya."


"Ok Rin," jawab Dewi dan Siska.


Rindu meninggalkan Dewi dan Siska menuju toilet, saat ia sampai di toilet karena sudah kebelet pipis, ia langsung saja masuk ke dalam toilet.


"Leganya."


Rindu akan keluar dari dalam toilet, namun tiba-tiba toilet yang ada di sampingnya pintunya dibanting dengan keras.


Bruuukkkk.


"Apaan sih."


Rindu yang kepo langsung mengecek ke toilet sebelah.


"Hihihihihi."


"Ada apa anak manis, apa kau kaget? Hahahahah."


"Cihh, kaget? Nggak tuh. B aja sih."


"Untuk apa kau di sini? Jangan mengganggu orang lain."


"Bukan urusan mu anak kecil, pergi kau."


"Hahahhaha, ya ya ya, memang aku tidak akan mencampuri urusan mu. Tapi jika kau mengganggu orang-orang di sini, aku akan menghabisi mu, apa kau paham?"


"Hahahahah, pergilah anak kecil, itu bukan urusan mu. Hhahahha."


Sosok itu melayang meninggalkan Rindu, entah kemana dia, tapi Rindu tidak lagi memikirkannya, ia kembali menemui Dewi dan Siska.


********


Tapi belum juga Rindu sampai di tempat Siska dan Dewi, di depan sana tiba-tiba ada yang kesurupan.


"Hahahahahaha."


Tawa melengking dari anak yang kesurupan itu terdengar, pengunjung mall mulai menjauh dari sana.


Rindu berlari ke arah anak yang kesurupan itu.


"Ciihh, bukankah baru aku peringatkan untuk jangan mengganggu pengunjung di sini? Kenapa sekarang kamu malah masuk ke dalam tubuh anak ini?"

__ADS_1


"Hahahaha karena aku suka, aku suka mengganggu dalam keramaian seperti ini."


"Keluar, kamu keluar baik-baik atau aku yang akan memaksa mu keluar."


"Tidak, tidak akan."


Sosok itu tiba-tiba melayang tentu saja dengan tubuh yang dirasukinya. Terbang kesana-kemari membuat barang-barang di sana berantakan.


"Ada apa ini?"


Manager mall itu mendekati Rindu.


"Ada yang kerasukan Pak, noohh."


Rindu menunjuk anak yang sedang terbang kesana-kemari di hadapan mereka.


"Astaga, bagaimana ini?"


"Pak, saya akan membantu sebisa saya."


"Tapi bagaimana caranya?"


"Tenanglah Pak, biarkan itu menjadi urusan saya."


Saat sosok itu sedang melayang dekat dengan Rindu, dengan cepat Rindu menangkap kakinya.


"Lepaskan, lepaskan kaki ku."


"Keluar, atau akan ku banting kau."


"Tidak, aku tidak mau. Tiiiddaaaaaakkkk."


Bruuukkhhh...


Bunyi anak yang dibanting Rindu ke lantai. Membuat sosok itu langsung terhempas dan keluar dari tubuh anak yang dirasukinya.


"Makanya kalau disuruh keluar baik-baik jangan ngeyel."


Sosok itu berteriak keras dan langsung menyerang Rindu dengan membabi-buta, dengan sigap Rindu menangkis serangan-serangan yang dilancarkan makhluk itu.


Rindu menendang tepat di tengkuk sosok itu membuatnya terhuyung, kembali sosok itu menyerang Rindu dengan barang-barang yang ada di sana.


"Aakkkhh, cih sungguh menyebalkan kau. Apa kau tau ini sakit?"


Lengan Rindu terkena kaca dari pecahan barang-barang yang ada di sana yang dilemparkan makhluk itu kearahnya.


"Kau membuat ku marah, aku akan membalas mu," ucap Rindu.


Rindu menyerang sosok yang ada didepannya dengan menggunakan besi yang ada di situ.


Buggh..


"Rasakan itu, beraninya kau melukai ku."


Sosok itu kembali menyerang berusaha meraih Rindu dengan kuku-kukunya yang tajam, Rindu kembali mengangkat besi dan menghantam tepat di punggung sosok itu.


Sosok itu langsung terlempar, Rindu sekali lagi mengayunkan besi itu dan mengenai kuku-kuku panjang makhluk itu.


"Aaakkkkhhhh, kuku ku, sakit, sakit."


"Rasakan itu, biarlah kuku-kuku jelek mu itu rusak sekalian."


"Kurang ajar kau anak kecil."


"Hei, diam kau. Aku sudah dewasa, apa kau tidak tau usia ku sudah 21 tahun, beraninya kau bilang aku anak kecil. Rasakan ini."


Buggh buggh buggh buggh buggh...


Rindu memberikan bogeman berkali-kali pada makhluk itu, makhluk itu mengerang kesakitan, karena kuku-kuku panjangnya diinjak oleh Rindu.


"Rasakan ini."

__ADS_1


Rindu menyetrum sosok itu dengan aliran listrik dari kabel yang ada di sana.


Sosok itu kejang-kejang hingga membuatnya lenyap.


"Hahahahhaha, nah kan. Jadi goyang dombret kan loh. Hahahahaha."


Rindu tertawa puas melihat makhluk yang pelan-pelan mulai menghilang dari hadapannya.


"Huuhhhh, akhirnya mati juga dia. Eh, tapi kan dia emang udah mati, tapi ya sudahlah. Serah."


Manajer mall yang sejak tadi melihat Rindu mulai mendekati Rindu, walau tadi dia hanya melihat Rindu berbicara sendiri dan berkelahi sendiri, tapi ia yakin Rindu sedang berbicara dan melawan sosok tak kasat mata.


"Terimakasih ya, kamu sudah membantu. Kalau boleh tau, nama kamu siapa?"


"Saya Rindu Pak, ia sama-sama, saya hanya membantu sebisa saya kok."


"Sekali lagi terimakasih Rindu."


"Sama-sama Pak, kalau gitu saya mohon pamit."


"Silahkan Rindu."


Rindu meninggalkan manajer mall itu dan melangkah mencari kedua sahabatnya, pasti Siska dan Dewi sudah menunggunya dari tadi.


"Merepotkan saja tu makhluk sialan, mengganggu waktu jalan-jalan Rindu saja."


Rindu berucap pada dirinya sendiri. Akhirnya ia sampai di tempat Dewi dan Siska.


"Ya ampun Rindu, kamu dari mana aja? Aku sama Siska udah lumutan nih nungguin dari tadi."


"Ia Rin, kamu dari mana sih? Katanya tadi cuma ke toilet, kok lama amat?"


"Hehehehe sorry guys, tadi saat aku keluar dari toilet, ada sosok yang buat masalah di sana. Terpaksa deh aku bantuin anak yang kesurupan dulu."


"What, ada yang kesurupan?" tanya Siska.


"Ia kesurupan sosok tak tau malu, heheheh, disuruh keluar dari tubuh anak itu malah nggak mau. Ya udah, aku hajar aja sekalian. Hahah."


"Haiizzz, kamu ini. Lain kali hati-hati, no liat tangan kamu sampai luka," ucap Dewi.


"Oh ia ya, ya ampun sampai lupa kalau tangan aku luka."


"Bentar, kayaknya aku punya hansaplas deh di tas," ucap Dewi.


Dewi membalut luka kecil di lengan Rindu dengan handsaplas yang ada di tasnya.


"Thanks Wi."


"Ayo makan, keburu dingin makanannya nungguin kamu dari tadi," ucap Siska.


"Hehehehe maap guys, semua tanpa direncanakan."


"Lebay loh Rin," ucap Dewi.


"Hahahahaha."


Akhirnya mereka bertiga menyantap makanan yang sudah dingin, karena terlalu lama menunggu Rindu..


...--------------------------------...


...Hai hai hai....


...Terimakasih ya udah baca Novel Nunna sampai episode ini, semoga kalian suka ya. Jangan lupa kalau ada saran apapun, langsung di komentar ya....


...Thanks semuanya....


...Sehat-sehat ya kalian semua, jaga kesehatan apalagi pandemi kek gini kan....


...나는 당신 모두를 사랑합니다...


...Tuhan Yesus Memberkati kalian semua. †...

__ADS_1


...--------------------------------...


__ADS_2