
...--------------------------------...
Keenam keluarga sudah hadir dan berkumpul di rumah Pak Musa, mereka nampak sangat antusias menunggu apa yang akan dijelaskan oleh Rindu.
Siska, Dewi dan Bu Laila sudah menyiapkan makanan di ruang tamu, mereka akan duduk bersama dan menikmati makanan itu nantinya.
Rindu menemui Pak Musa dan yang lainnya.
"Bapak-bapak, dan semuanya karena jam makan siang sudah tiba, sebaiknya kita makan siang terlebih dahulu. Setelah itu, saya akan menjelaskan semuanya."
"Baiklah nak Rindu," Pak Musa Kemudian langsung mengajak semuanya untuk makan siang bersama.
Mereka semua duduk di lantai dan mulai membagi makanan satu persatu, setelah semuanya mengambil makanan, mereka berdoa bersama lalu menyantap makanan dengan lahap.
"Nak Rindu dan semuanya, terimakasih untuk jamuan makan siangnya, setelah sekian lama akhirnya kami bisa merasakan lagi bagaimana rasanya makan nasi seperti ini," ucap salah seorang kepala keluarga yang ada.
"Sama-sama Pak, kami semua senang karena bisa sedikit membantu bapak-bapak dan semuanya yang ada di sini," Andra mewakili merek semua.
Siska, Dewi, Andre dan Rindu mengangguk tanda setuju dengan ucapan Andra. Makan siang itupun selesai, Siska dan Dewi langsung membantu Bu Dewi mengangkat piring kotor ke belakang.
Rindu sendiri tetap duduk di sana lalu mulai menceritakan dari awal mereka tau tentang kampung ini, lalu kemudian mereka datang pertama kali dan kemudian kembali ke Jakarta hingga akhirnya kembali lagi ke sana untuk kedua kalinya.
Hingga di malam hari mereka melihat makhluk itu lalu mengikutinya hingga mereka tiba di gua tempat sosok itu berdiam diri, Rindu juga menceritakan tentang Steven dan Om Besar yang membatu salah satu dari keluarga yang ada di situ saat malam hari mereka menyalakan api.
Kepala keluarga yang ditolong Steven dan Om Besar langsung mengucapkan terimakasih pada Rindu dan yang lainnya.
Lalu kemudian melanjutkan bagaimana ketika mereka sampai di gua itu, hingga memutuskan untuk kembali ke rumah lalu paginya mereka kembali mengecek gua itu ditemani Pak Musa.
Hingga akhirnya Rindu dan Andra masuk ke dalam gua dan menemukan tumpukan tengkorak manusia di dalam gua, dan beberapa mayat yang menghasilkan bau busuk di sana.
Lalu kemudian mereka bertarung dengan makhluk itu, hingga makhluk itu berhasil mereka kalahkan.
Mereka semua yang hadir di sana langsung menganga, nampak kesedihan yang mendalam di wajah mereka. Ada yang langsung menangis karena salah satu dari keluarga mereka menjadi korban juga.
Setelah Rindu menjelaskan semuanya mereka memutuskan untuk pergi ke gua itu, mereka ingin melihat apa yang ada di sana.
Akhirnya Rindu, Andra dan Pak Musa menuntun mereka semua ke sana.
"Kasian sekali mereka ya Om."
"Ia Steven, sungguh kasian mereka harus menjadi korban makhluk itu."
"Dulu kalau nggak ketemu kak Rindu, mungkin Om akan jahat seperti itu kan?"
"Hmmmm, ia juga ya. Beruntunglah saya bertemu kamu dan Rindu."
"Ya benar, jadi Om harus banyak-banyak bersyukur," Steven menggurui Om Besar sambil mengikuti Rindu dan yang lainnya.
Rindu dan yang lainnya akhirnya sampai di gua itu, mereka kemudian masuk dan langsung memeriksa isi gua, mereka melihat tumpukan tengkorak atau tulang-tulang manusia yang ada di sana.
__ADS_1
Sungguh nasib yang malang bukan?
Hidup mereka harus berakhir dengan seperti itu, mereka akhirnya memutuskan untuk memindahkan semua mayat dan tulang-tulang itu ke suatu tempat untuk dikuburkan.
---------
Setelah itu merekapun kembali ke rumah untuk mengambil peralatan yang bisa mereka gunakan untuk mengangkat tulang-tulang itu dan juga menggali lubang untuk menguburkan mereka secara layak.
Tulang-tulang yang sudah tidak berbentuk itu dikumpulkan di dalam sebuah lubang besar dan dikuburkan, sedangkan mayat yang masih utuh dikuburkan di liang lahat yang lain.
Andra dan Andre turut membantu, Rindu pun membantu semuanya. Setelah menyelesaikan semuanya mereka kembali ke rumah masing-masing, sebelum kembali ke rumah, Rindu dan teman-temannya lebih dulu membagikan bahan makanan pada mereka semua.
Mereka juga langsung berpamitan, karena sore mereka akan kembali ke Jakarta.
"Nak Rindu, kalian semuanya terimakasih ya, terimakasih untuk semua bantuan yang kalian berikan kepada kami semua," ucap Pak Musa.
"Ia Nak, jika tidak ada kalian semua, kami tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Terimakasih Nak," salah seorang warga berucap pada Rindu dan teman-temannya.
"Sama-sama Pak, kami juga senang melakukan semua ini," jawab Rindu.
"Ia Pak, semoga setelah ini bapak-bapak sekalian dan keluarga bisa hidup lebih baik," ucap Andra.
"Amin," sahut mereka semua.
Setelah membagikan makanan dan bersalaman akhirnya mereka semua pulang, dan kini tinggallah Rindu dan teman-temannya serta keluarga Pak Musa di rumah itu.
"Kak Rindu, apa kak Rindu, kak Andra, kak Andre, kak Siska, kak Dewi, akan pulang?" tanya Putri si kecil.
"Ia Kak, Putri janji."
"Nak, apa kalian akan kembali sekarang?" tanya Bu Laila.
"Ia Bu, kami harus kembali karena hari juga sudah sore. Nggak terasa ternyata, karena kita asik bercerita tadi," ucap Rindu.
"Bu, makasih ya selama di sini, Ibu dan Bapak udah baik sama Siska dan yang lainnya," ucap Siska.
"Ia Nak, justru harusnya ibu yang berterimakasih pada kalian semua," ucap Bu Laila.
Rindu, Siska dan Dewi bergantian memeluk Bu Laila dan Putri. Setelah itu mereka mengambil tas mereka dari kamar dan sekali lagi berpamitan pada Pak Musa, Bu Laila dan Putri.
"Semoga kalian tiba dengan selamat di Jakarta Nak," ucap Pak Musa.
"Amin Pak," ujar Rindu.
"Jangan lupakan kami ya Nak," ucap Bu Laila.
"Pasti Bu," jawab Andra mewakili teman-temannya.
"Kakak-kakak, sampai jumpa lagi. Hati-hati di jalan ya," ucap Putri.
__ADS_1
"Bye, bye Putri sayang," ucap Andre yang memang dekat dengan Putri selama di sana.
Siska dan Dewi kembali memeluk Putri dan mereka semua pun masuk ke dalam mobil dan perlahan pergi meninggalkan rumah Pak Musa.
Putri dan keluarganya melambaikan tangan mengiringi kepergian Rindu dan teman-temannya.
Mobil mereka akhirnya meninggalkan kampung Sukawati.
"Huh, akhirnya selesai juga ya," ucap Rindu.
"Ia sayang, akhirnya! Semua ini karena kerja keras kamu," ujar Andra.
"Ia Rin, kamu sudah bekerja keras untuk semua ini," ucap Siska.
Rindu tersenyum pada keduanya.
Di mobil Andre dan Dewi.
"Akhirnya kita balik ke Jakarta juga sayang," ucap Andre.
"Ia, akhirnya! Lagian kamu, jadi cowok ko penakut amat sih Ndre. Kapan sih kamu nggak penakut gitu, kek Andra tuh!" ucap Dewi.
"Ya mau gimana lagi Wi, aku emang penakut! Nggak kayak Andra dan Willy."
"Haiiiz."
Mobil terus melaju membawa mereka semua kembali ke Jakarta.
"Pohon, aku datang," ucap Om Besar.
"Hahahaha, bukan gitu Om. Gini, home aku datang," ucap Steven.
"Home? Apa itu?" tanya Om Besar.
"Home itu rumah Om," jawab Steven.
"Oooohhh," Om Besar hanya oh saja mendengar perkataan Steven.
...--------------------------------...
...Hai kesayangan :)...
...Thanks ya udah baca novel aku, jangan lupa like dan komen ya.....
...Jangan lupa vote juga, thank you semuanya....
...Sehat-sehat ya kalian di sana....
...Tuhan Yesus memberkati....
__ADS_1
...--------------------------------...