Rindu Indigo Usil

Rindu Indigo Usil
Dewi dan Andre Ujian


__ADS_3

...--------------------------------...


Setelah kepergian ayahnya Siska, kini Siska sudah mulai kembali tenang. Rindu pun menyampaikan pesan ayahnya Siska pada Willy.


"Makasih ya Rin! Aku janji akan jagain Siska, aku nggak akan nyakitin dia," ucap Willy.


"Aku pegang janji kamu Will," ucap Rindu.


Willy pun mengangguk.


Setelah semuanya selesai, mereka semua kembali ke kamar untuk istirahat. Andra, Andre dan Willy yang keluar, karena Rindu, Siska dan Dewi tetap di kamar mereka.


Hari berlalu begitu cepat setelah kepergian ayahnya Siska, esok harinya Rindu dan yang lainnya kembali ke rumah masing-masing, kini mereka semua sibuk dengan persiapan ujian skripsi mereka.


"Wi, gimana udah siap?" tanya Rindu.


"Ia Rin, siap nggak siap tetap harus siap," ujar Dewi.


Hari ini adalah jadwal ujiannya Dewi dan Andre, esoknya Rindu dan Andra, entah bagaimana bisa kebetulan seperti itu.


Rindu, Siska, Willy dan Andra hadir menyemangati keduanya, nampak orang tua Dewi juga hadir di sana.


Dewi memasuki ruang dimana di sana sudah ada dosen penguji yang akan bertanya padanya, Rindu dan yang lainnya menunggu di luar seraya berdoa agar Dewi bisa melalui ujiannya dan menjawab semua pertanyaan dengan benar.


Di dalam, sebelum dosen memberikan pertanyaan Dewi terlebih dahulu berdoa pada Tuhan untuk kelancaran semuanya.


Dosen mulai memberikan pertanyaan demi pertanyaan pada Dewi, dengan sedikit nervous tapi Dewi berhasil menyelesaikan semuanya dengan baik.


Dewi keluar dengan senyum merekah, ia merasa lega sudah menyelesaikan ujian dengan baik, tinggal menunggu jadwal wisuda saja.


"Gimana sayang?" tanya sang mama.


"Puji Tuhan semuanya lancar Ma, Pa," ucap Dewi.


"Syukurlah, terimakasih Tuhan Yesus," ucap mamanya Dewi.


Dewi pun langsung memeluk mama dan papanya secara bergantian, setelah itu ia mendekat dan memeluk Rindu dan juga Siska yang hadir di sana.


"Sukses?" tanya Rindu.


Dewi mengangguk bahagia, sebuket bunga disiapkan Rindu untuk Dewi, Siska pun tak mau kalah, ia membawa sebuket bunga beserta boneka panda kesukaan Dewi.


"Uunnchhhh thank you sayangku berdua," ucap Dewi.


"Sama-sama Wi, selamat ya," ucap Siska.


"Wi, selamat ya," ucap Willy.


"Thank you Will," ucap Dewi.


"Selamat ya Wi, doain aku dan Rindu esok hari," ucap Andra.


"Thank you Andra, pasti pasti tenang aja," ucap Dewi.


"Sayang, selamat ya. Bentar lagi giliran aku dipanggil ni," ucap Andre.


Andre memberikan bunga mawar merah beserta kado kecil untuk Dewi.


"Makasih ya sayang," ucap Dewi.


Benar saja tak butuh waktu lama nama Andre pun disebut.


"Sayang kamu semangat ya. Jangan lupa berdoa," ucap Dewi.


"Ia sayang," ucap Andre.

__ADS_1


"Semuanya aku masuk ya," ucap Andre.


"Semangat Ndre," mereka semua memberi dukungan untuk Andre.


Andre masuk ke dalam ruangan, sama seperti Dewi ia pun berdoa terlebih dahulu sebelum memulai semuanya.


Setelah itu dosen mulai memberikan pertanyaan pada Andre, walau sedikit sulit namun puji Tuhan Andre mampu menjawab dengan baik.


Pertanyaan demi pertanyaan dijawab oleh Andre, walau tak secepat Dewi tapi ia bersyukur bisa menjawab semuanya, nampak kelegaan di raut wajahnya.


Andre keluar dari ruangan, tanpa ia tau ternyata Dewi menyiapkan hadiah untuknya.


"Sayang, selamat ya! Ternyata kamu bisa menyelesaikan semuanya," ucap Dewi.


"Terimakasih sayang, semua karena dukungan kalian semua," ujar Andre.


Rindu dan yang lainnya pun mengucapkan selamat kepada Andre, orang tua Dewi pun ikut memberi selamat.


"Terimakasih Om, Tante," ucap Andre.


"Ia Nak, sama-sama," jawab mamanya Dewi mewakili.


"Sayang, aku punya sesuatu untuk kamu," ucap Dewi.


"Untuk aku? Apa sayang?" tanya Andre.


"Nih, kamu buka aja biar kamu tau apa isinya," ucap Dewi.


Andre kemudian membuka kotak yang diberikan Dewi, ternyata isinya adalah jam tangan bermerk yang memang sengaja dibeli oleh Dewi khusus untuk Andre yang akan ujian hari ini.


Karena penasaran Dewi juga membuka kotak yang diberikan Andre.


Dan ternyata isinya adalah sebuah kalung emas yang sangat indah dan nampak sangat elegan walaupun tampilannya simpel.


"Sayang, beneran ini untuk aku?" tanya Dewi.


"Makasih sayang," ucap Dewi.


"Sama-sama sayang, makasih juga jam tangannya ya, aku suka," ucap Andre.


"Uuuuhhh so sweet," ucap Rindu dan Siska barengan.


"Hahahaha loh berdua iri ya," goda Dewi.


"Nggaklah, ngapain iri-irian, ya kan Sis," ucap Rindu sinis namun bercanda.


"Ia benar," ucap Siska tak kalah sinis.


"Hahaha Will, Ndra, kode keras tu," ucap Dewi.


"Ye somplak kamu Wi," ucap Rindu.


"Hahahaha," Dewi tertawa terbahak-bahak.


Setelah Dewi dan Andre ujian mereka pun meninggalkan kampus dan pergi ke sebuah restoran yang ada untuk makan siang bersama.


Makan siang sekaligus merayakan keberhasilan Dewi dan Andre yang menyelesaikan ujian dengan baik.


Di restoran itu, Rindu melihat seorang anak seusia Steven, tiba-tiba ia merindukan anak itu.


"Semoga kamu bahagia di sana ya," ucapnya dalam hati.


"Kenapa sayang? Makanannya nggak enak?" tanya Andra yang melihat Rindu diam.


"Nggak kok sayang, aku nggak apa-apa," jawab Rindu.

__ADS_1


Makan siang pung berlangsung dengan tenang hingga selesai. Setelah makan siang, merekapun kembali ke rumah masing-masing.


Andra mengantar Rindu, sedangkan Willy mengantar Siska, Dewi diantar Andre sedangkan orang tua Dewi pulang menggunakan mobil mereka.


"Makasih ya sayang," ucap Dewi.


"Ia sayang, sama-sama. Aku balik ya," ucap Andre.


Dewi mengangguk dan berucap hati-hati pada Andre.


Di rumah Rindu.


"Makasih ya sayang," ucap Rindu.


"Ia sayang, aku balik ya. Bye," ucap Andra.


"Bye sayang, hati-hati di jalan," ucap Rindu.


Andra meninggalkan rumah Rindu dan Rindu pun masuk.


"Halo Om, gimana kabarnya?" Rindu bertanya pada Om Besar.


"Halo Rindu, aku baik kok, hanya saja sepi sekali sejak Steven pergi," ucap Om Besar.


" Ia Om, sepi banget! Biasanya dia selalu rusuh dimana-mana," ucap Rindu.


"Ia itu makanya," ucap Om Besar.


"Ya udah Rindu masuk ya Om," ucapnya.


"Ia Rin," sahut Om Besar.


Rindu masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamarnya, ia ingin sedikit beristirahat karena lelah.


Karena ngantuk, tak butuh waktu lama Rindu akhirnya tertidur pulas di atas kasurnya.


Di rumah Siska.


"Hai Bi, lagi ngapain?" tanya Siska.


"Nggak Non, bibi lagi buat kue aja," ucap Bi Sari.


"Wah, kue apa Bi?" tanya Siska.


"Cake cokelat kesukaan non Siska," ucap Bi Sari.


"Wah, Siska bantuin ya Bi," ucap Siska.


"Nggak usah Non, bibi bisa kok," ucap Bu Sari.


"Siska pengen belajar Bi, biar nanti kalau Siska udah nikah, Siska bisa buat untuk suami Siska," ucap Siska.


"Hehehe baiklah, ayo bibi ajarkan," ucap Bi Sari.


Keduanya pun mulai sibuk dengan aktivitas mereka di dapur.


...--------------------------------...


...Hai kesayangan :)...


...Thanks ya udah baca novel aku, jangan lupa like dan komen ya.....


...Jangan lupa vote juga, thank you semuanya....


...Sehat-sehat ya kalian di sana....

__ADS_1


...Tuhan Yesus memberkati....


...--------------------------------...


__ADS_2