Rindu Indigo Usil

Rindu Indigo Usil
Sosok Ayahnya Siska


__ADS_3

...--------------------------------...


Malamnya saat mereka tidur, sosok yang sering mengunjungi Siska datang lagi.


Ia tersenyum melihat Siska dikelilingi oleh orang-orang yang baik terhadapnya.


"Semoga kamu selalu bahagia Nak, ayah senang karena kamu dikelilingi oleh orang-orang baik seperti kedua sahabat kamu," ucapnya.


Ya benar, sosok yang sering mengunjungi Siska adalah sosok sang ayah yang telah tiada. Karena rasa bersalahnya lah pada Siska sehingga sampai saat ini ia masih berada di dunia manusia.


Rindu, Siska dan Dewi sebenarnya belum tidur. Mereka memang sengaja menunggu sosok itu datang, dan pastinya Rindu mendengar perkataan sosok itu namun tidak dengan Dewi dan Siska.


"Rupanya dia adalah ayahnya Siska," ucap Rindu dalam hatinya.


Saat sosok itu akan pergi, Rindu langsung membuka matanya dan bangkit dari tidurnya.


"Tunggu," mendengar perkataan Rindu sontak saja sosok itu menghentikan aksinya yang hendak pergi.


Siska dan Dewi pun ikut bangun.


"Kamu bisa melihat saya?" tanyanya.


"Ya, saya bisa melihat kamu. Ternyata kamu yang mengganggu tidur Siska beberapa hari ini!" ucap Rindu.


"Maafkan saya, saya tidak berniat mengganggu tidurnya. Saya hanya merindukannya dan ingin meminta maaf, rasa bersalah saya yang terlalu besar membuat saya tidak tenang dan masih berada di sini," jelasnya.


"Lalu apa yang kamu inginkan?" tanya Rindu.


Andra, Andre dan Willy rupanya mendengar ucapan-ucapan Rindu, karena memang mereka juga belum tidur. Ketiganya langsung bergegas dan pergi ke kamar cewek.


Siska pun melangkah dan membukakan pintu untuk ketiganya, walau kenyataannya mereka tidak bisa melihat sosok ayahnya Siska.


"Apa kamu bisa membantu saya?" ucap ayahnya Siska.


"Ya, jika Tuhan mengijinkan saya akan membantu," ucap Rindu.


"Saya hanya ingin meminta maaf secara langsung pada Siska anak saya, tapi kan dia tidak bisa melihat saya," ucapnya lagi.


"Saya akan membantu Om," ucap Rindu.


"Om?" tanya mereka semua kompak.


"Ia Sis, sosok yang mengganggu tidur kamu beberapa hari terakhir ini adalah sosok ayah kamu yang belum tenang, karena rasa bersalahnya yang besar terhadap kamu membuat dia tidak bisa pergi ke akhirat sebelum meminta maaf kepada kamu," jelas Rindu.

__ADS_1


Siska yang mendengar perkataan Rindu berkaca-kaca, ternyata beberapa hari terakhir ini adalah ayahnya yang mendatanginya.


"Ayah," ucap Siska terbata karena ia sudah menangis.


Dewi langsung memeluk Siska agar ia tenang.


"Tenang ya Sis, ayah kamu kesini untuk minta maaf sama kamu kan! Semoga kamu bisa ikhlas ya, doakan ayah kamu jika suatu saat kamu merindukannya," ucap Dewi bijak.


Siska hanya mengangguk.


"Om saya akan membantu Om, saya akan membuka penglihatan Siska, dengan begitu Om dan Siska bisa berbicara dengan mudah. Tapi itu kalau Siska mau Om," ucap Rindu.


"Aku mau Rin, aku mau!" ucap Siska cepat.


"Baiklah."


Rindu langsung berkonsentrasi untuk membuka mata batin Siska, setelah beberapa detik kemudian kini Siska bisa melihat sosok ayahnya.


"Ayah, hiks hiks hiks hiks Siska kangen sama Ayah," ucap Siska.


Ia hendak memeluk ayahnya, namun sayang hanya udara yang dipeluknya. Hal itu membuat Siska menangis meraung-raung, Willy mendekat dan memberikan pelukan agar Siska tenang.


"Sayang, tenang ya. Istighfar ya, ayah kamu menemui kamu bukan untuk melihat air mata kamu! Kalau kamu terus menangis, hal itu akan membuat ayah kamu semakin sulit meninggalkan dunia ini," ucap Willy sambil menenangkan Siska.


"Sayang, maafkan ayah. Ayah sudah sangat berdosa terhadap kamu, ayah bahkan tidak pantas disebut sebagai seorang ayah lagi. Ayah macam apa yang memperlakukan anaknya seperti itu, maafkan ayah sayang, maaf!" ayahnya Siska berucap dengan air mata.


"Semua itu menjadi dosa besar ayah, membuat ayah tidak bisa tenang dan pergi ke akhirat sebelum kamu memaafkan ayah sayang," ucapnya lagi.


Siska menangis tersedu-sedu.


"Ayah, walaupun Ayah memperlakukan Siska seperti itu, tapi Ayah tetaplah Ayah Siska. Karena itu Siska akan selalu memaafkan Ayah, pergilah Ayah, tenanglah di sana bersama Ibu. Sampaikan salam Siska untuk Ibu, Siska sayang sama Ayah juga Ibu," ucap Siska terbata-bata dengan tangisnya.


"Terimakasih sayang, terimakasih karena kamu mau memaafkan ayah kamu ini," ucapnya.


"Ia Ayah, Siska sayang sama Ayah," ucap Siska.


"Ayah juga sayang sama kamu Nak, maafkan ayah sekali lagi ya," ucapnya.


"Ia Ayah," jawab Siska.


"Rindu," ucapnya sambil melihat Rindu.


"Ia Om," jawab Rindu.

__ADS_1


"Terimakasih ya atas bantuan kamu, kini saya bisa pergi dengan tenang," ucap ayahnya Siska.


"Sama-sama Om, Rindu senang bisa membantu Siska."


"Terimakasih juga ya, selama ini kamu sudah sangat baik terhadap Siska anak Om."


"Ia Om, saya sudah menganggap Siska seperti saudara saya sendiri."


"Terimakasih ya Nak, sampaikan juga terimakasih untuk yang lainnya karena mereka mau berteman dengan Siska dan tulus. Untuk tunangannya Siska, sampaikan pesan Om ya untuk selalu menjaga anak Om, jangan sakiti dia lagi, sudah cukup ayahnya yang bodoh ini yang pernah menyakitinya, biarkan dia bahagia untuk kedepannya. Tolong sayangi dia dengan sepenuh hati, Om juga merestui hubungan mereka," ucap ayahnya Siska.


"Baik Om, akan Rindu sampaikan," ucap Rindu.


"Nak, semoga kamu bahagia bersama Willy ya. Ayah senang karena kamu sekarang sudah dewasa dan menemukan laki-laki yang benar-benar mencintai kamu," ucapnya pada Siska.


"Ayah hiks hiks hiks hiks, terimakasih Ayah," ucap Siska dengan tangisnya.


"Ayah pamit ya sayang, sampai jumpa nanti. Nak Rindu, terimakasih ya sampai jumpa," ucap ayahnya Siska.


"Pergilah Ayah, semoga Allah memanfaatkan semua dosa-dosa Ayah dan menempatkan Ayah di surganya Allah SWT," ucap Siska.


"Selamat jalan Om, semoga tenang di sana! Siska akan baik-baik saja di sini," ucap Rindu.


"Selamat jalan Om," ucap Andra, Dewi dan Andre juga.


Mereka semua yang ada di sana kompak melihat ke arah mata Rindu memandang, walaupun mereka tidak bisa melihat sosok ayahnya Siska, namun mereka memberikan senyum dan lambaian tangan mengikuti lambaian tangan Rindu dan Siska yang mengiringi kepergian sosok ayahnya Siska.


Cahaya datang menjemput ayahnya Siska, begitulah manusia setelah wafat dan urusannya selesai di dunia maka ia akan pergi ke akhirat dimana ia akan mempertanggungjawabkan semua perbuatannya di dunia selama ia hidup.


Karena itu kita sebagai manusia, selalu berlaku baiklah pada siapapun, berbuatlah baik tanpa memandang status sosial atau aspek apapun yang membedakan kita. Karena sejatinya amal baik kitalah yang akan mengantarkan kita ke surganya Allah.


Salam sayang dari author (emot cium).


...--------------------------------...


...Hai kesayangan :)...


...Thanks ya udah baca novel aku, jangan lupa like dan komen ya.....


...Jangan lupa vote juga, thank you semuanya....


...Sehat-sehat ya kalian di sana....


...Tuhan Yesus memberkati....

__ADS_1


...--------------------------------...


__ADS_2