
...--------------------------------...
Jam tiga sore Rindu pulang dari kampus, Siska yang sedang duduk di ruang keluarga langsung menyambutnya.
"Rin."
"Ia Sis, ada apa?"
"Ini aku mau ngajak kamu ke rumah Ayah, kamu bisa nggak? Sorean gitu baru kita pergi."
"Boleh, bisa banget! Ntar jam 5 gitu ya kita ke rumah kamu," ucap Rindu.
"Ok Rin, makasih ya."
Setelah itu Rindu ke kamarnya sebentar lalu kembali turun menemui Siska.
Merekapun duduk sambil bercerita, Bi Ina datang dan membawakan kopi untuk keduanya.
"Non, kopinya."
"Terimakasih Bi Ina," ucap Rindu.
"Terimakasih Bi," ucap Siska.
"Sama-sama non Rindu, nak Siska."
Bi Ina pun kembali ke dapur, sembari menikmati kopi di sore hari keduanya memainkan handphone masing-masing.
Deru mobil Bu Mita memasuki garasi, Bu Mita masuk dari pintu depan dan langsung menyapa keduanya.
"Sayang, lagi ngapain?"
"Lagi ngopi aja Ma," jawab Rindu.
"Ia Mam, sambil cerita-cerita," sahut Siska.
"Ya udah lanjut dah, mama ke kamar dulu ya," ucap Bu Mita.
"Ia Mam," jawab Siska dan Rindu.
Bu Mita pergi ke kamarnya, Rindu kemudian meminta Bi Ina menyiapkan makanan untuk mamanya.
Stengah lima mereka berdua bersiap untuk pergi ke rumahnya Siska, sedangkan Steven dan Om Besar tidak tau akan hal itu, jadi Steven tidak memberitahu Rindu bahwa ayahnya Siska jatuh ke sungai waktu itu.
Siska dan Rindu berpamitan pada Bu Mita yang sedang menikmati makanan di meja makan.
"Ma, aku dan Siska keluar bentar ya," ucap Rindu.
"Kalian mau kemana sayang?" tanya Bu Mita.
"Kita berdua mau ke rumah Ayah Ma, aku hanya mau ngecek gimana keadaan Ayah sekarang," jelas Siska.
"Oh ia sayang, kalian pergilah! Ingat! Hati-hati di jalan ya," ucap Bu Mita.
"Ia Mam," jawab Siska dan Rindu.
Rindu dan Siska pergi menggunakan taksi saja, taksi pun sudah sampai di gerbang depan.
"Dengan neng Rindu?"
"Ia Pak, saya sendiri," jawab Rindu.
__ADS_1
Keduanya pun langsung masuk ke dalam taksi dan taksi pun meninggalkan rumah Rindu.
"Itu kak Siska dan kak Rindu mau kemana ya Om?" ucap Steven.
"Nggak tau, mungkin ada urusan! Jangan kepo terus kamu Steven," ucap Om Besar.
"Ya kan Steven juga mau ikut Om," ujar Steven lagi.
"Huustt diam di rumah saja, jangan keluyuran melulu," ucap Om Besar.
"Jadi Om aja yang boleh keluyuran nyari Tante Kun?"
"Ya ia, kan orang dewasa aku," ucap Om Besar.
"Lagaknya," ucap Steven.
Hahahaha..
Om Besar tertawa melihat wajah kesal Steven padanya.
-----------
Setelah beberapa waktu dalam perjalanan akhirnya Rindu dan Siska tiba di rumah Ayahnya Siska.
"Sis, kamu mau masuk? Nampaknya rumah ini sepi sekali," ucap Rindu.
"Tapi Rin, aku takut ada Ayah di dalam," sahut Siska.
"Nggak apa-apa, ayo aku temenin," tawar Rindu.
Siska akhirnya mengiyakan dan mereka berdua pun turun dari taksi.
"Pak, bisa nunggu bentar nggak? Soalnya kita nggak lama di dalam,* ucap Rindu.
Keduanya masuk ke dalam halaman rumah Ayahnya Siska. Bibi di rumah itu mendekati mereka.
"Permisi Bi, apa tuan rumahnya ada?" tanya Rindu.
"Tuan, memangnya kalian berdua ini siapa?" tanya pembantu itu.
"Saya Rindu Bi, dan ini Siska, apa Bibi mengenalnya?"
"Non Siska? Yang benar saja, sudah lama non Siska nggak kembali ke rumah. Dan kata Tuan, non Siska sudah meninggal," bibi memberikan penjelasan.
Siska yang mendengar perkataan bibi itu langsung menitikkan air matanya.
"Saya belum meninggal Bi, saya masih di sini," ujar Siska.
"Ya Allah Non," sang bibi langsung memeluk Siska.
Keduanya menumpahkan rasa rindu mereka dengan berpelukan.
"Lalu di mana Ayah Bi?" tanya Siska.
"Tuan, Tuan sudah meninggal Non."
"Meninggal? Kapan Bi?" tanya Siska.
Rindu yang mendengarnya pun ikut penasaran, bibi kemudian menjelaskan apa yang terjadi pada ayahnya Siska, dimana saat itu beliau ditemukan warga sekitar sungai, dengan kondisi sudah tidak bernyawa.
Siska dan Rindu yang mendengar penjelasan bibi nampak sangat terkejut, karena waktu meninggalnya ayah Siska sama berdekatan dengan waktu Siska bebas dari rumah bordil itu dan tinggal di rumah Rindu.
__ADS_1
Jadi sudah selama ini ayahnya meninggal? Itulah yang kini dipikirkan Siska, namun beda dengan yang dipikirkan Rindu.
Ia ingat betul kalau waktu itu Steven dan tante Ketty pergi dan katanya akan memberi pelajaran pada ayahnya Siska, apa yang dimaksud dengan pelajaran adalah hal ini?
"Aku akan menanyakannya pada Steven di rumah nanti," ucap Rindu dalam hatinya.
"Siska, kamu yang sabar ya. Mungkin semua itu adalah balasan dari Tuhan, karena selama itu ayah kamu selalu memperlakukan kamu dengan tidak berperikemanusiaan," ucap Rindu.
"Maksud nak Rindu apa?" tanya Bi Sari.
Siska akhirnya menjelaskan apa yang terjadi padanya setelah ibunya meninggal, apa yang dilakukan ayahnya.
Mulai dari menjualnya sejak kecil ke rumah bordil bekerja sebagai pembantu di sana. Lalu ketika usianya remaja ia dipaksa melayani nafsu birahi laki-laki yang pergi ke rumah terkutuk itu.
Sampai saat dimana Rindu dan Dewi datang mengeluarkannya dari sana, hingga ia pun tinggal di rumah Rindu sampai saat ini.
Bi Sari yang mendengar pengakuan Siska langsung menangis tersedu-sedu, dulu saat Bu Ketty masih hidup, Siska sangat disayang oleh ibunya, begitupun Bi Sari, sangat menyayangi Siska.
Namun saat ini, ia tau apa yang sebenarnya terjadi! Bi Sari benar-benar tak menyangka tuannya bisa melakukan itu pada Siska yang adalah anak kandungnya sendiri.
Bi Sari menangis dan tidak melepaskan pelukannya pada Siska.
"Non, kembalilah ke sini. Rumah ini adalah milik Nyonya, semuanya milik Nyonya dan itu kini menjadi milik non Siska," ucap Bi Sari.
"Tapi Bi,"
"Bibi mohon Non, kembalilah ke rumah ini," Bi Sari memohon.
Siska nampak kebingungan, ia pun langsung melihat ke arah Rindu.
"Sis, apapun keputusan kamu aku dan Mama pasti akan ngedukung kamu," ucap Rindu.
Siska mengangguk dan memeluk Rindu.
"Rin, makasih ya! Selama ini kamu dan Mama Mita selalu memperlakukan aku dengan baik, menyayangi aku tanpa melihat siapa aku dimasa lalu," ucap Siska.
"Ia Sis, sama-sama. Jadi gimana? Apa kamu mau kembali ke rumah ini? Kan sayang kalau nggak ada yang memberikan suasana hidup di rumah ini lagi," ucap Rindu.
"Ia Rin, aku akan kembali ke sini. Tapi aku akan berpamitan lebih dulu sama Mama Mita," ucap Siska.
"Baiklah jika itu keputusan kamu Sis. Jadi sekarang kita pulang ke rumah aku dulu, nanti baru aku dan Mama antar kamu ke sini lagi, gimana?"
Siska mengangguk dan ia langsung menjelaskan semuanya pada Bi Sari, Bi Sari nampak bahagia mendengarnya.
Rindu dan Siska kemudian berpamitan untuk kembali ke rumah Rindu terlebih dahulu.
"Hati-hati di jalan ya Non, nak Rindu," ucap Bi Sari.
"Ia Bi," jawab Siska dan Rindu.
Keduanya keluar dan langsung naik taksi lalu kembali ke rumah Rindu.
...--------------------------------...
...Hai kesayangan :)...
...Thanks ya udah baca novel aku, jangan lupa like dan komen ya.....
...Jangan lupa vote juga, thank you semuanya....
...Sehat-sehat ya kalian di sana....
__ADS_1
...Tuhan Yesus memberkati....
...--------------------------------...