
...--------------------------------...
Lagi dan lagi rencana dinner Rindu dan Andra dipending, semua karena sahabat mereka. Bagi Rindu dan Andra hal itu bisa dilakukan kapan-kapan saja, kapan sahabat mereka membutuhkan bantuan, mereka akan mendahulukan hal itu.
Sama seperti saat ini, sore menjelang malam dan sesuai kesepakatan mereka tadi siang di kampus. Maka saat ini mereka semua sudah ada di depan gerbang rumah Siska.
Mereka langsung masuk kedalam, mereka juga menyapa Bi Sari yang sedang membersihkan halaman rumah...
"Sore Bi, Siska nya ada?" tanya Rindu.
"Ada Nak, tadi katanya sih nungguin nak Rindu," ucap Bi Sari.
"Baiklah, makasih ya Bi. Kami masuk dulu," ucap Rindu.
"Ia Nak, silahkan," ujar Bi Sari.
Rindu kemudian memencet bel pintu rumah Siska.
Ting ting....
Derap langkah Siska terdengar mendekat, dan....
"Surprise," ucap mereka semua.
Hal itu tentu saja membuat Siska terkejut sekaligus senang karena mereka semua main ke rumahnya, bahkan Willy juga ikut. Padahal tadi masih chat-an sama Siska dan katanya dia lagi di rumah aja.
"Wah kalian semua datang, kirain cuma Rindu seorang," ucap Siska.
"Hehehhe kita kan mau surprise-in loh Sis, makanya kita ke sini! Oyahh kamu harus tau something Sis," ucap Rindu.
"Apa tuh?" ucap Siska penasaran.
"Kita semua mau nginap di rumah kamu Sis!" ucap Dewi girang bahkan sembari berteriak.
"Beneran?" Siska memastikan.
"Beneran dong Sis, masa bohongan sih," ucap Rindu dan Dewi.
"Yeeeiii, thank you sayangku berdua!" ucap Siska sambil memeluk Dewi dan Rindu.
Ketiga cowok yang berdiri di sana hanya bisa diam mematung, bagaimana bisa cewek-cewek itu melupakan mereka bertiga.
"Oh ya ampun hahahahaha, maaf maaf! Sampai lupa nyapa kalian bertiga hahahahaha sorry sorry," Siska tertawa terpingkal-pingkal.
"Terus aja kita bertiga diabaikan," ucap Andre sok ngambek.
"Hahahhaha," Dewi dan Rindu tertawa.
"Hahahaha sorry bro, ya udah ayo masuk!" ucap Siska.
Merekapun masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu rumah Siska.
Tak lama Bi Sari datang dengan membawakan teh untuk mereka semua.
"Terimaksih ya Bi, Bibi emang the best deh," ucap Siska.
"Non Siska bisa aja mujinya, sama-sama. Bibi kembali ke dapur ya," ucap Bi Sari.
__ADS_1
"Silahkan Bi," jawab Rindu dan yang lainnya.
"Silahkan, minum dulu," ucap Siska.
"Oyah sayang, tadi kamu bilang lagi di rumah Andra dan Andre padahal kamu juga ikutan," Siska berucap pada Willy.
"Hehehehe tadinya sih mau di rumah mereka, tapi ternyata mereka mau ke sini, ya udah ikut aja sekalian," ucap Willy.
"Ooohh gitu," ucap Siska dan dibalas anggukan kepala Willy.
Saat mereka sedang menikmati teh yang diseduh Bi Sari, Rindu memulai percakapan serius.
"Oyah Sis, ada apa sampai kamu meminta aku ke sini!" ucap Rindu.
"Oh itu, gini Rin beberapa malam ini aku merasakan keanehan di kamar aku," ucap Siska.
"Keanehan macam apa sayang? Kok nggak cerita sama aku," tanya Willy.
"Maaf sayang, bukan nggak mau cerita sama kamu! Tapi menurut aku akan lebih tepat jika aku ceritain ke Rindu lebih dulu, setelah tau pastinya apa baru aku ngasih tau kamu," jelas Siska.
"Oohh gitu, lalu apa keanehannya sayang?" tanya Willy lagi.
"Gini, kalau aku lagi tidur malam-malam, aku kadang ngerasa kayak ada yang belai lembut rambut aku Rin," ucap Siska.
"Uuuhhh ngeri ya, gimana tu rasanya lagi tidur tiba-tiba ada yang gituin, sedangkan di rumah ini hanya ada kamu Bi dan Pak satpam. Nggak mungkin dong mereka yang belai rambut kamu Sis," ucap Dewi.
"Nah itu dia Wi, makanya aku bingung sekarang!" ucap Siska.
"Lalu apa lagi selain itu Sis?" tanya Rindu.
"Kemarin malam ni ya Rin, aku lagi terlelap namun tiba-tiba aku dengar derap langkah kaki. Tentu aku penasaran dong, takut juga sebenarnya kalau-kalau itu maling. Tapi saat aku balik badan ternyata nggak ada siapa-siapa Rin, itu yang buat aku bingung," ucap Siska.
"Hahaha loh kate ini Upin dan Ipin apa!" ucap Dewi.
"Ya ellah sayang, lagi serius juga," ucap Andre.
"Hahahaha, soalnya muka kalian semua pada tegang-tegang sih. Santai dong, rileks," ucap Dewi lagi.
"Ia nih, mana si Andre mukanya udah takut aja lagi," ucap Rindu.
Hahahaha... Mereka tertawa melihat muka Andre yang nampak sekali kalau dia takut.
"Udah Ndre, jangan terlalu takut seperti itu! Santai aja, bawa dalam doa," ucap Rindu.
"Ia benar kata Rindu, kalau hal ini berkaitan dengan mistis kamu hanya perlu berdoa dalam hati kamu Ndre, kamu pasti akan baik-baik saja!" ucap Willy.
"Nah tu dengerin kata Willy, emang itu benar adanya! Dan aku pribadi yakin, ini memang berkaitan dengan hal mistis," ucap Rindu.
"Yang benar Rin?" tanya Siska dan Dewi kompak.
"Hahahaha jangan kompakan gitu juga kali, hahahah ia benar," ucap Rindu sambil ngakak.
"Hehehe, sorry. Abisnya kita penasaran sih, ya kan Sis?" ucap Dewi.
"Ia benar, apalagi aku yang ngalaminya!" ucap Siska.
"Lalu apa kamu bisa membantu Siska Rin?" tanya Willy.
__ADS_1
"Tentu aku akan membantu Siska Will, dia sudah aku anggap adik dan juga sahabat aku!" ucap Rindu.
"Uuunnchhh, thank you sayangku," ucap Siska memeluk Rindu.
"Ia Sis, sama-sama," ucap Rindu.
"Ya udah nanti kita bahas lagi, sebaiknya aku tunjukkan kamar dulu untuk kalian semua," ucap Siska.
"Sis aku di kamar kamu aja ya," ucap Rindu.
"Boleh," ucap Siska.
"Kalau gitu, aku juga," ucap Dewi.
"Baiklah kita bertiga di kamar aku, cowok-cowok ayo aku tunjukkin kamar kalian," ucap Siska.
Mereka melangkah ke lantai dua rumah Siska, kamar Siska pun ada di lantai dua.
"Nah sayang, ini kamar kamu," ucap Siska.
"Ok, thanks ya sayang," balas Willy.
"Cie cie bucin terus aja loh berdua," ucap Dewi menggoda Siska.
"Hahahaha ia dong, jangan kayak kamu sama Andre ngambek-ngambekan melulu," ucap Siska cengengesan.
"Ye, sok tau aja," ucap Dewi memonyongkan bibirnya.
"Hehehehe, ya udah ayo," Siska mengajak mereka ke kamar Andra dan Andre.
"Kalian berdua mau sekamar apa pisah?" tanya Siska.
"Sekamar aja deh," jawab Andre cepat.
"Ciih dasar penakut kamu Ndre," ucap Andra.
"Ehehhehe," Andre hanya bisa nyengir.
Ternyata kamar mereka berhadapan dengan kamar Siska, setelah menunjukkan kamar, mereka kembali turun untuk makan malam bersama.
"Silahkan duduk, kita makan malam bersama," ucap Siska.
Merekapun duduk dan mulai mengambil makanan ke dalam piring masing-masing, setelah berdoa mereka langsung menyantapnya.
Makan malam berlangsung dengan canda tawa mereka karena bahagia bisa berkumpul seperti ini lagi.
...--------------------------------...
...Hai kesayangan :)...
...Thanks ya udah baca novel aku, jangan lupa like dan komen ya.....
...Jangan lupa vote juga, thank you semuanya....
...Sehat-sehat ya kalian di sana....
...Tuhan Yesus memberkati....
__ADS_1
...--------------------------------...