
...--------------------------------...
******
Saat ini Rindu dan Dewi sedang berada di kampus keduanya sedang mengikuti kelas yang dimulai jam 10 tadi.
Saat dosen sedang menerangkan materi di depan, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.
Tok tok tok tok...
"Permisi Pak."
"Ya ada apa?"
"Maaf Pak, saya mahasiswa baru di sini. Kami berdua kembar."
"Ya ya, memang sudah terlihat jelas dari wajah kalian. Silahkan perkenalkan nama kalian."
"Perkenalkan nama saya Andra."
"Saya Andre."
"Ok baik Andra dan Andre kalian berdua silahkan duduk di kursi yang masih kosong. Saya akan melanjutkan pelajaran hari ini."
Anak baru yang bernama Andra dan Andre itu duduk di kursi yang masih kosong dan dosen pun kembali mengajar seperti biasa, hingga jamnya selesai.
Dosen meninggalkan kelas dan anak-anak pun beranjak keluar satu persatu.
"Wi kantin yuk."
"Ayuukks."
Dewi dan Rindu meninggalkan kelas, Andra dan Andre juga beranjak ke kantin. Mereka mengikuti langkah kaki Dewi dan Rindu.
"Kalian ngikutin kita ya?" ucap Rindu.
"Maksud kamu?" tanya Andra.
"Nggak, anggap aja angin lalu, yuk Wi."
Dewi hanya menggeleng kepala melihat tingkah Rindu, sedangkan Andra dan Andre masih santuy mengikuti keduanya.
Hingga akhirnya mereka sampai di kantin dan memesan makanan.
"Kita boleh gabung nggak sama kalia?" tanya Andre.
"Boleh nggak Rin?" tanya Dewi pada Rindu.
"Serah deh," jawab Rindu enteng.
Akhirnya mereka satu meja, Rindu, Dewi, Andra dan Andre.
"Oyah kenalan dulu dong, gue Andra."
"Gue Andre."
"Oh ia, gue Dewi."
"Gue Rindu."
Andra dan Andre mengangguk, rupanya nama kedua cewek cantik yang ada di depan mereka adalah Dewi dan Rindu.
Mereka berempat menyantap makanan pesanan mereka yang sudah ada di meja, Andra yang sepertinya menyukai Rindu sejak tadi terus memperhatikan Rindu yang nayatanya cuek-cuek aja.
Sedangkan Andre sepertinya memang tertarik dengan Dewi, sedangkan kedua cewek yang ada di hadapan mereka sedang santui-santuinya.
Setelah menyantap makanan mereka meninggalkan kantin dan langsung menuju ke kelas karena akan ada mata kuliah selanjutnya.
Dosen masuk dan mata kuliah kedua pun dimulai. Mereka kembali serius mengikuti hingga selesai.
"Huh akhirnya selesai juga."
"Ia Rin, lumayan pegel juga sih."
Dewi menyaut ucapan Rindu seraya meluruskan tangan dan kakinya ke depan. Andra dan Andre hanya tersenyum melihat keduanya.
__ADS_1
Dewi dan Rindu meninggalkan kelas dan hendak beranjak keluar dari kampus.
"Hai."
"Hai, Andre kan?" tanya Dewi.
"Ia aku Andre."
"Beruntunglah kalian punya perbedaan diwarna rambut, kalau nggak bisa bingung kita bedainnya," ujar Rindu.
"Hehehehe ia juga ya," ucap Andre.
Ya Andra dan Andre mempunya perbedaan yang membuat orang mudah mengetahui mana Andra dan yang mana Andre. Andra mempunya warna rambut hitam, sedangkan Andre mempunyai warna rambut coklat seperti bule-bule.
"Kalian mau balik sekarang?"
"Ia nih," jawab Rindu.
"Ia aku sama Rindu mau langsung balik, soalnya ada yang harus kita berdua kerjakan, Rindu mau ke rumah aku."
"Ooohh, ada apa emang? tanya Andra.
"Kepo aja kalian berdua," ucap Rindu.
"Hahahaha, sorry."
Andra berucap sambil menggaruk tengkuknya.
"Ya sudah kalian pergilah, sampai jumpa lagi. Aku dan Andra juga mau balik."
"Ok bye," ucap Dewi.
"Bye Wi, Rin," ucap Andra.
Rindu dan Dewi sudah memasuki taksi mereka sedangkan Andra dan Andre juga langsung menuju garasi dan mengeluarkan motor sport mereka lalu meninggalkan kampus.
Rindu ke rumah Dewi karena ada yang harus ia lakukan di sana, rupanya Dewi menceritakan padanya bahwa mama dan papanya ternyata di guna-guna oleh teman bisnis papanya.
Teman bisnis papanya Dewi merasa tersaingi, sehingga akhirnya ia mengirim guna-guna ke rumah Dewi, tepatnya untuk mama dan papanya Dewi.
"Terus selama ini kenapa kamu nggak ngabarin aku Wi?"
"Maaf Rin, aku cuma nggak mau terus ngerepotin kamu."
"Wi, kamu jangan kayak gini lagi ya. Kita ini sahabatan, kapanpun dan di manapun kamu butuh bantuan aku, aku akan usahakan selalu ada untuk kamu."
"Thanks ya Rin, kamu itu baik banget sama aku," Dewi memeluk Rindu.
"Itulah sahabat Wi," jawab Rindu membalas pelukan Dewi.
******
Setelah melakukan perjalanan hampir 1 jam, akhirnya mereka tiba di rumah Dewi. Rindu dan Dewi langsung masuk ke dalam rumah, karena ini masih siang jadi papanya Dewi tidak ada di rumah, hanya mamanya dan bibi serta tukang kebun mereka yang ada di rumah.
"Siang Ma, siang Tante."
"Siang sayang, eh ada nak Rindu. Mari silahkan duduk sayang."
Rindu duduk di sofa bersama mamanya Dewi, sedangkan Dewi ia berlalu ke kamar untuk berganti pakaian lalu keluar dan menuju dapur, ia meminta bibi membawakan minuman untuk mereka.
"Minumnya Non."
"Makasih ya Bi."
"Sama-sama Non, bibi ke dapur lagi ya."
"Silahkan Bi."
Bibi berlalu ke dapur.
"Rin, diminum dulu."
"Thanks Wi."
"Oyahh ada apa sayang, tumben ke sini?"
__ADS_1
"Gini Tan, tadi Dewi cerita ke Rindu soal apa yang terjadi di sini dua hari terakhir."
"Ia Nak, om dan tante bingung harus ngapain. Apa nak Rindu bisa menolong tante?"
"Semoga Rindu bisa Tan, kita serahkan semuanya pada Tuhan."
Rindu dalam hatinya memanggil Steven.
Wuuuusshhhh... Steven sudah ada di samping Rindu.
"Ada apa Kak?"
"Steven, coba kamu cari tau apa yang ada di rumah ini, apa yang terjadi akhir-akhir ini."
"Ok siap Kak."
Steven melayang mengitari rumah Dewi, sejak ia sampai memang ia merasakan adanya aura yang tidak baik di rumah ini.
"Hmmm, dari mana sumber aura ini?"
"Sepertinya auranya sangat tidak baik, rupanya ada yang jahatin keluarga kak Dewi."
Ia terus menelusuri aura itu dan ternyata aura itu berasal dari dalam gudang. Setelah mengetahui sumber aura itu ia kembali menemui Rindu.
"Kak."
"Hm, gimana?"
"Sebaiknya Kakak ke gudang, aku merasakan aura yang tidak baik dari sana."
"Baiklah, aku akan ke sana. Makasih ya Steven."
"Sama-sama Kak, ayo."
Rindu kemudian mengajak Dewi dan mamanya ke gudang belakang rumah mereka.
"Wi, boleh aku cek gudang belakang rumah kamu?"
"Kata Steven, ada aura tak baik berasal dari dalam gudang."
"Siapa Steven Nak?"
"Oh Steven itu sosok yang sering ikut dengan Rindu Mam, dia teman Rindu dari dunia lain."
"Ooohh gitu, ya sudah ayo kita ke gudang."
Rindu, Dewi dan mamanya melangkah menuju gudang belakang rumah, tentu saja Steven juga ikut namun hanya Rindu yang bisa melihatnya.
Semakin dekat dengan gudang itu, Rindu semakin merasakan aura yang tidak baik, entah kenapa kepalanya terasa sedikit pusing dan ia merasa mual.
"Kenapa Rin?"
Rupanya Dewi menangkap gelagat itu.
"Ah nggak apa-apa kok Wi, hanya sedikit pusing dan mual."
"Kamu kenapa, kamu sakit apa gimana Nak?" tanya mamanya Dewi.
"Nggak kok Tan, Rindu nggak apa-apa. Ayo kita cek gudangnya."
Akhirnya mereka tiba di depan gudang yang ternyata sudah lama tidak dipakai kata Dewi..
...--------------------------------...
...Hai hai hai....
...Terimakasih ya udah baca Novel Nunna sampai episode ini, semoga kalian suka ya. Jangan lupa kalau ada saran apapun, langsung di komentar ya....
...Thanks semuanya....
...Sehat-sehat ya kalian semua, jaga kesehatan apalagi pandemi kek gini kan....
...나는 당신 모두를 사랑합니다...
...Tuhan Yesus Memberkati kalian semua. †...
__ADS_1
...--------------------------------...