
...--------------------------------...
Setelah menyelesaikan ceritanya, ayahnya Raisa bertanya pada Raisa.
"Lalu Nak, kenapa kamu tiba-tiba bertanya tentang saudara kembar?" tanya ayahnya.
"Tadi di kafe ada seorang cewek yang nemuin aku Yah, namanya Rindu! Dia memberitahu aku bahwa, dia mengenal seseorang yang mirip banget sama aku," ucap Raisa.
"Sayang, lalu di mana dia? Ayah jangan-jangan anak kita memang masih hidup Ayah," ucap ibunya Raisa.
"Bu tenang Bu, jika memang anak kita masih hidup kita pasti akan segera menemukannya! Tenang yah," ucap suaminya.
Bu Susi pun mulai tenang kembali, Raisa menenangkan sang ibunda.
"Lalu apa kita bisa bertemu dengan anak itu Raisa?" tanya ayahnya.
"Aku nggak bisa pastikan itu Ayah, tapi aku akan coba membicarakan semuanya bersama Rindu besok!" ucap Raisa.
"Baiklah sayang, jika kamu sudah berbicara dengan Rindu itu, segera beritahu ayah dan Bunda mu ya," ucap Pak Rudi ayahnya Raisa.
"Baik Ayah," ujar Raisa.
Mereka bertiga pun menyudahi pembahasan itu, setelah itu mereka menuju meja makan untuk makan malam bersama.
Di rumah Siska.
"Ayah, Ibu, apa kalian lihat? Sekarang Siska sudah bahagia, Willy adalah yang terbaik yang sekarang Siska temukan! Siska mohon Ayah dan Ibu restuin Siska dan Willy ya. Bahagia di surga ya Ayah, Ibu," ucap Siska sambil melihat foto kedua orang tuanya.
Setelah memandang foto orang tuanya, Siska akan beristirahat karena hari sudah malam. Sebelum tidur ia tak lupa untuk chat Willy.
"Hai sayang, good night ya! Mimpi indah," ketik Siska lalu mengirimnya ke Willy.
Tak lama balasan dari Willy pun masuk.
"Good night juga sayang, selamat tidur, semoga mimpi indah! Love you," balas Willy.
"Love you too sayang," balas Siska lagi.
Setelah itu Siska pun merebahkan tubuhnya di kasur dan menutup matanya.
Sama halnya dengan Siska, Rindu pun sudah di dalam kamarnya. Ia masih sibuk memikirkan tentang Steven, karena belum mengantuk akhirnya ia memanggil Steven.
"Steven," ucapnya.
"Ya Kak, kenapa?" tanya Steven yang sudah langsung hadir di sana.
"Kamu beneran nggak ingat apa-apa tentang keluarga kamu?" tanya Rindu.
"Ia Kak, Steven benar-benar nggak ingat," ujar Steven.
"Steven, misalnya suatu saat kamu bertemu keluarga kamu, apa kamu akan pergi dengan tenang?" tanya Rindu.
__ADS_1
"Steven nggak tau Kak, Steven nggak tau kenapa Steven masih di sini!" ucapnya.
"Misalanya nih, kamu di masih ada di sini karena kamu belum menemukan orang tua kamu dan saudara kamu, lalu tiba-tiba kalian bertemu! Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Rindu lagi.
"Nggak tau Kak, paling Steven hanya ingin tau kenapa Steven bisa ada di mall itu! Kenapa Steven bisa nggak sama-sama mereka, dan kenapa Steven nggak ingat apa-apa, itu saja Kak," jelas Steven.
Rindu mengangguk mendengar perkataan Steven.
"Jadi jika suatu saat kamu menemukan jawaban dari semua yang menjadi pertanyaan dalam benak kamu selama ini, pasti kamu akan menemukan cahaya kamu kan!" ucap Rindu lagi.
"Mungkin saja Kak," jawab Steven sedih.
"Loh kok kamu kek sedih gitu, kenapa? Apa kamu nggak mau bertemu keluarga kamu? Atau kamu nggak mau pergi dengan tenang?"
"Bukan gitu Kak," ucap Steven masih dengan raut wajah yang sedih.
"Lah terus kenapa dong?" tanya Rindu.
"Steven sedih Kak, karena kalau Steven sudah menemukan semuanya, Steven pasti akan ninggalin kak Rindu dan Bu Bos," ucap Steven.
Mendengar perkataan Steven, Rindu sontak saja jadi ikutan sedih. Bagaimanapun, Steven sudah lama bersamanya dan Bu Mita di rumah ini.
Empat tahun bukan waktu yang sedikit, mereka bahkan sudah sangat akrab walaupun Steven selalu jahil mengikuti kejahilan Rindu.
Namun mereka pasti akan merasa kehilangan jika dia tak ada lagi, nantinya hanya akan ada Om Besar di rumah itu.
"Steven, sebenarnya aku juga sedih. Tapi aku nggak mungkin egois, kamu harus menemukan cahaya kamu dan pergi ke akhirat. Kamu jangan sedih ya, suatu saat di akhirat kita pasti akan bertemu lagi," ucap Rindu berusaha menghibur Steven.
"Ia Kak, Steven akan berusaha ikhlas! Ini sudah menjadi takdir Steven," ucap Steven.
"Ia, kamu nggak usah takut, aku dan Om Besar pasti nggak akan lupain kamu," ucap Rindu.
"Makasih ya Kak," ujar Steven.
"Ia sama-sama. Ya udah kamu balik ke pohon, aku mau tidur," ucap Rindu.
"Selamat malam kak Rindu."
"Selamat malam Steven."
Wah wah wah tumben akur tu berdua ya, ia nggak reader?
Mungkin karena semakin dekat dengan rasa kehilangan yang nyata ya, kalian juga gitu nggak?
Rumah Siska.
Tap tap tap....
Suara langkah kaki terdengar di kesunyian malam, di kamar Siska tepatnya.
Namun ternyata Siska tidak mendengar suara itu, karena ia sudah terlelap.
__ADS_1
Sosok lelaki dewasa berjalan dan kemudian duduk di samping ranjang Siska.
Ia kemudian membelai rambut Siska, air matanya menetes melihat Siska yang sedang terlelap. Dalam tidurnya Siska bermimpi sedang di temani oleh ayahnya, ayahnya nampak tersenyum padanya.
"Siska maafin ayah ya," ucapnya.
"Untuk apa ayah?" tanya Siska.
"Maafin ayah karena sejak Ibu mu meninggal, ayah telah melakukan kesalahan besar padamu," ucap ayahnya.
"Tidak apa-apa Ayah, kini Siska ikhlas, semuanya sudah menjadi masa lalu buat Siska Ayah, jadi Ayah nggak perlu minta maaf," ucap Siska.
"Terimakasih Nak, kamu benar-benar anak yang baik, terimakasih sayang," ucap ayahnya.
"Ia Ayah, sampai kapanpun Siska akan terus sayang sama Ayah dan Ibu," ucap Siska.
Tiba-tiba ayahnya yang tadi duduk bersamanya hilang seperti tak pernah ada di sampingnya, Siska yang tak ingin kehilangan ayahnya langsung menangis.
"Ayah, Ayah di mana? Kembali Ayah, Siska sayang sama Ayah. Siska udah maafin semua salah Ayah, tolong jangan tinggalin Siska Ayah, Ibu sudah pergi! Tolong Ayah jangan pergi juga, Siska mohon Ayah. Ayah!!"
Siska tiba-tiba bangun dari tidurnya..
Hoosh hossh hossh...
Ia membuang nafasnya, saat terbangun ia benar-benar sedang menangis.
"Kenapa ini? Kenapa aku sampai menangis dalam seperti di mimpi ku?" Siska bertanya pada dirinya sendiri.
Karena merasa sedih, ia pun berwudhu dan sholat.
"Ya Allah, sesungguhnya hanya engkau yang tau segala hal dalam hidup Siska. Siska mohon pada Mu, ampunilah segala dosa-dosa Ayah semasa hidupnya, Siska sudah memaafkannya ya Allah. Siska ikhlas dan Siska terimah takdir Siska, kini semuanya juga sudah menjadi masa lalu."
"Siska sekarang bahagia ya Alla, jadi Siska mohon ampuni dosa Ayah dan Ibu. Tempatkan mereka di tempat terbaik Mu di surga Mu ya Allah, amin."
Setelah sholat agar hatinya tenang, Siska pun kembali melanjutkan tidurnya.
Tanpa ia sadari, sosok yang tadi di kamarnya masih ada di balik gorden kamarnya. Sosok itu nampak sedih mendengar doa-doa Siska.
...--------------------------------...
...Hai kesayangan :)...
...Thanks ya udah baca novel aku, jangan lupa like dan komen ya.....
...Jangan lupa vote juga, thank you semuanya....
...Sehat-sehat ya kalian di sana....
...Tuhan Yesus memberkati....
...--------------------------------...
__ADS_1