
...--------------------------------...
*************
Sore harinya Siska, Rindu dan Dewi janjian untuk belanja. Mereka akan membeli makanan-makanan instan yang bisa mereka makan di sana, agar saat di kampung mereka tidak kesusahan..
Dewi datang ke rumahnya Rindu, mereka akan berangkat dengan menggunakan mobil Rindu.
"Ok let's go."
Rindu menyuruh Dewi dan Siska untuk masuk ke dalam mobil, Dewi menemani Rindu di depan, Siska ada di belakang..
Mereka bertiga meninggalkan rumah dan melaju ke salah satu supermarket terbesar yang ada di Jakarta.
"Ok kita sampai," ucap Rindu.
Rindu memarkirkan mobil dan mereka bertiga turun. Saat mereka turun ternyata Andra, Andre dan Willy juga di sana. Tapi mereka belum saling melihat satu sama lain.
Ketiga gadis itu masuk ke dalam supermarket, begitu juga dengan tiga cowok yang baru sampai di sana..
Saat sedang asik berbelanja barulah mereka bertemu satu dengan yang lainnya.
"Loh, kalian di sini juga?" tanya Andre.
"Ia, kalian belanja di sini juga rupanya," jawab Dewi.
"Oyah Rin, Wi, kenalin ini Willy sepupu kita berdua," ucap Andra.
"Hai Willy, aku Dewi."
"Willy."
"Rindu."
"Willy."
"Oyahh kalian belum kenal Siska juga kan, ini kenalin Siska kakak aku," ucap Rindu.
"Hai Siska, aku Andre."
"Aku Andra."
"Aku Willy."
"Salam kenal ya Andra, Andre, Willy."
Setelah berkenalan mereka melanjutkan sesi berbelanja mereka, senja sudah masuk dan malam telah tiba, barulah mereka selesai berbelanja..
"Ok sampai jumpa besok ya, Ndra, Ndre, Will," ucap Rindu.
"Sip, sampai jumpa besok juga Rin, Wi, Sis," Andra mewakili.
Rindu, Siska dan Dewi masuk ke dalam mobil mereka dan meninggalkan supermarket, mereka akan ke rumah Dewi lebih dulu.
Sedangkan si kembar dan juga Willy, merekapun pergi dari sana dengan membawa belanjaan mereka. Mereka menggunakan mobil, karena bertiga ke supermarket..
Mobil Rindu akhirnya sampai di depan rumah Dewi, Dewi turun dari dalam mobil. Siska dan Rindu juga ikut turun, mereka akan menurunkan belanjaan di rumah Dewi, karena esok pagi mereka akan berangkat dari sini ke kampung.
"Wi semua ditaruh di rumah kamu aja ya, kan besok kita ngumpul di sini."
"Ia boleh Rin, biar kalian besok nggak repot juga kan."
"Oyah Rin, besok kita pakai mobil siapa?"
Dewi baru ingat kalau mereka belum bahas soal kendaraan yang akan membawa mereka ke kampung.
"Ia yah, pakai mobil siapa kita?" tanya Siska.
"Gini aja, kita ada 6 orang kan. Gimana kalau kita sewa bus kecil aja besok, jadi kita nggak usah pisah-pisah mobil."
__ADS_1
"Hmmm, aku setuju sama usul kamu," sahut Dewi.
"Ia memang lebih baik kita menggunakan satu mobil saja, jangan pisah-pisah," tambah Siska.
"Ok deh, kalau gitu ntar gue langsung urus soal itu."
"Thanks Rin,"
"Ok Wi, aku sama Siska balik ya. Udah malam juga soalnya."
"Kalian berdua hati-hati di jalan ya."
"Bye Wi," ucap Siska.
"Bye Sis, bye Rindu."
Mobil Rindu meninggalkan rumah Dewi dan melaju ke arah rumahnya.
****************
"Akhirnya selesai juga belanjanya, Ndra makan yuk. Udah lapar banget ni," ucap Willy.
"Ia ayookk," Andre yang menyahut.
Andra hanya mengikuti keduanya menuju meja makan, makanan sudah disiapkan bibi di meja. Mereka mengambil makanan dan menyantap hingga tandas.
Setelah kenyang, ketiganya masuk ke kamar untuk mandi lagi, karena gerah habis belanja.
Setelah mandi kini mereka bertiga sedang duduk dan bermain PS bersama.
"Hahaahhaah awas aja kalo kamu kalah Will."
"Nggak aku nggak akan kalah," balas Wily.
Willy dan Andre memang super duper nggak bisa diam, sedangkan Andra dengan santainya bermain tanpa menghiraukan dua orang yang terus berceloteh.
Selepas dari rumah Dewi, keduanya langsung bersih-bersih. Setelah mandi barulah mereka turun dan menemui Bu Mita di ruang tengah.
"Mam, makan yok."
"Ayo sayang, mama dari tadi nungguin kalian berdua."
"Kok Mama nggak makan aja, Siska sama Rindu kan bisa belakangan Ma," ucap Siska.
"Ia benar kata Siska Ma, jangan sampai Mama telat makan karena nungguin kita berdua."
"Nggak kok sayang, nggak apa-apa. Lagian mama malas makan sendiri makanya sekalian aja nungguin kalian selesai mandi."
Mereka bertiga duduk di meja makan dan mulai makan malamnya.
Steven sedang berada di pohon besar bersama Om Besar.
"Om Besar, besok Steven mau jalan-jalan. Steven mau ikut kak Rindu ke kampungnya kak Dewi."
"Wah seru dong, kok saya nggak diajak?"
"Ya gimane lagi, kan Om Besar harus jaga rumahnya kak Rindu. Kalau Om Besar ikut, siapa dong yang jagain rumah kak Rindu?"
"Ia juga ya, tapi saya bosan juga di sini Steven. Gimana kalau saya minta tolong anak buah saya untuk jaga rumah Rindu.!"
"Anak buah, siapa emang yang mau jadi anak buah Om?"
"Ye kamu tu ya, ngeremehin banget, anak buah om itu banyak di sekitar sini. Ada kunti, pocong, tuyul dan hantu-hantu lainnya."
Om Besar berucap dengan bangganya.
"Wah wah, udah hebat ya sekarang. Udah banyak anak buah ya Om."
"Ia dong, itu harus."
__ADS_1
"Ckckck sombong amat jadi orang."
"Hei, saya bukan orang Steven."
"Oohh ia ya, sorry kelupaan, heheheheh."
Steven malah cengengesan sambil menggaruk kepalanya.
"Jadi gimana?" tanya Om Besar.
"Gimana apanya Om?"
"Gimana saya boleh ikut nggak?"
"Ooohh, soal itu ma tanya langsung ke kak Rindu. Om harus bisa meyakinkan kak Rindu kalau anak buah Om akan menjaga rumah ini dengan baik, supaya kak Rindu percaya dan mengijinkan Om untuk ikut."
"Hmmmmm begitu ya. Baiklah, ayo kita temui Rindu."
"Jangan dulu."
"Lah kenapa lagi, bukannya kamu bilang saya harus ijin ke Rindu untuk ikut."
"Ia itu memang benar, tapi sebaiknya Om koordinasi dulu sama anak buah Om, setelah kepastian didapatkan baru kita temui kak Rindu."
"Oooohhh, gitu ya?"
"Ya ia gitu lah. Gimana sih Om, kepala besar otaknya kagak dipake."
"Hei apa kamu bilang?"
"Hahahahaha kagak om, kagak."
Om Besar dan Steven mulai menemui anak buah Om Besar. Poci, kunti, tuyul dan yang lainnya yang ada di sekitar dikumpulkan oleh Om Besar.
"Bos besar, ada apa mengumpulkan kami di sini?" tanya si poci.
"Ia ada apa sih?" tanya si kunti.
Yang lain hanya mengangguk-angguk.
"Begini, karena saya akan pergi liburan sama non Rindu. Maka saya menugaskan kalian untuk menjaga rumah non Rindu, jangan sampai ada yang mengganggu mamanya serta semua yang ada di dalam rumah itu. Apa kalian bisa?"
"Ooohh soal itu ma aman Bos," jawab salah satu poci.
"Ia Bos, santai itu ma. Serahkan sama nyai, hihihihihi," tawa kunti melengking ditengah malam.
"Bagus, kalian memang top markotop, aku percaya sama kalian. Sekarang kalian bubar."
Sosok-sosok yang awalnya berkumpul di sana mulai menghilang satu persatu, Steven yang melihat itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Ckckckckckc lihatlah gayanya, sombongnya dia, nanti kalau dihukum kak Rindu baru tau rasa, ahahhaha."
Steven berucap dalam hatinya saat ia melihat sosok besar yang ada dihadapannya yang dipanggil bos oleh sosok lain, sedangkan ia sendiri kalau dihukum Rindu, bisa puyeng kepalanya.
...--------------------------------...
...Hai hai hai....
...Terimakasih ya udah baca Novel Nunna sampai episode ini, semoga kalian suka ya. Jangan lupa kalau ada saran apapun, langsung di komentar ya....
...Thanks semuanya....
...Sehat-sehat ya kalian semua, jaga kesehatan apalagi pandemi kek gini kan....
...나는 당신 모두를 사랑합니다...
...Tuhan Yesus Memberkati kalian semua. †...
...--------------------------------...
__ADS_1