
...--------------------------------...
**********
Steven dan Om Besar sudah berada bersama Rindu dan yang lainnya.
"Steven, apa masih panjang lorong ini?"
"Nggak Kak, bentar lagi sampai."
Tiga menit kemudian mereka sampai di tempat yang dijadikan penjara bagi sosok-sosok yang ada di sana.
"Nah ini mereka Kak."
"Ya ampun banyak banget, mana serem-serem lagi semua."
"Ia Ndre, serem juga ternyata," sahut Willy.
Di hadapan mereka ada banyak kurungan dan di dalamnya ada sosok-sosok yang dirantai, ada juga yang hanya bisa diam di tempat, mereka seperti manusia yang sudah tidak memiliki semangat untuk hidup lagi..
Rindu dan yang lainnya mendekat ke pintu-pintu penjara yang ada di sana, sosok-sosok yang ada di dalam sana ketika melihat Rindu dan yang lainnya nampak sekali mereka terkejut.
Ini adalah kali pertama ada manusia yang masuk ke dalam penjara ini, ya mereka tau bahwa Rindu dan yang lainnya manusia, karena mereka berjalan bukan melayang seperti Om Besar dan Steven.
"Siapa kalian dan untuk apa kalian ke sini?"
"Kalian berdua bukankah yang pernah ke sini waktu itu?"
"Lalu bagaimana manusia seperti kalian bisa masuk, bukankah pintunya dijaga."
"Akan bahaya jika kalian ketahuan, raja mereka akan murka."
"Pergilah dari sini anak manusia."
Sosok-sosok yang ada di sana saling bersahutan berbicara pada Rindu dan yang lainnya. Mereka ingat bahwa Steven dan Om Besar adalah sosok yang pernah masuk ke sana sebelumnya, namun Rindu dan yang lainnya bisa masuk ke dalam, hal itu membuat mereka bingung sekalian takut.
Jika ketahuan maka Rindu dan yang lainnya akan mengalami masalah besar, sedangkan mereka yang dikurung tentu akan semakin disiksa.
"Tenanglah, kami ke sini untuk membantu kalian. Tidak usah khawatir kita akan keluar dari sini bersama-sama," ucap Rindu.
Teman-temannya yang lain yang mendengar perkataan Rindu mengangguk tanda membenarkan hal itu.
"Tapi kita akan ketahuan, kami sangat banyak di sini."
"Justru itu bagus, kalau kita semua keluar dari sini. Dengan banyaknya kalian, ditambah kami maka kita pasti bisa mengalahkan mereka yang mengurung kalian di sini," ujar Andra.
"Ya benar kata teman saya, jadi kalian jangan takut. Kami semua akan membantu, tentu kalian mau bebas bukan?" tanya Om Besar.
"Ya kami mau bebas, kami mau seperti kalian berdua bisa kesana-kemari."
"Lalu bagaimana jika rajanya tau kalau kita kabur dan dia datang."
"Tenang, soal raja mereka. Aku dan paman anjing yang akan menghadapinya, kalian cukup menghadapai makhluk-makhluk seperti kalian yang ada di dalam rumah ini," ucap Rindu.
"Baiklah kami semua setuju, lalu bagaimana kalian akan membebaskan kami. Tempat ini dipagari oleh mereka."
"Hhmmmm gimana ya."
Rindu mulai berpikir bagaimana ia bisa membebaskan sosok-sosok yang dikurung di sana.
"Rindu, biarkan saya mencobanya terlebih dahulu."
"Baiklah paman anjing, silahkan."
Anjing berkepala dua itu langsung menerjang ke pintu sel yang ada, satu kali percobaan belum bisa, dua kali pun belum bisa, bahkan sampai ketiga kalinya belum berhasil.
__ADS_1
"Bagaimana ini Rindu, sepertinya anjing tidak berhasil."
"Ia Om, sepertinya benar pagar gaib ini sangat kuat."
"Lalu bagaimana kita bisa membebaskan mereka Rindu, kasian juga kalau dilihat-lihat."
"Ia Wi, kasian sekali mereka dikurung di sini. Harusnya mereka bisa kembali kepada sang pencipta atau bahkan bisa bebas di luar sana," ujar Siska.
"Rindu, apa cincin kamu tidak bisa. Siapa tau bisa kek tadi, ya kan?" ujar Andre.
"Nah benar tu kata Andre, kenapa nggak dicoba aja Rin," sahut Andra dan Willy bersamaan.
"Baiklah, aku akan mencobanya. Ngomong-ngomong kalian berdua kompak bener, hahahah."
"Cih ni anak malah ketawa lagi," ujar Steven.
"Apa, mau kamu aku sedot ke cincin ini?"
"Hehehehe ampun Kak, Steven bercanda doang kok, piiss."
Anjing penjaga Rindu tidak berhasil, ia mendekati Rindu dan berbicara.
"Rindu, sebaiknya kita gabungkan kekuatan kita, kamu gunakan cincin kamu."
"Baik paman anjing, ayo kita coba."
Rindu dan anjingnya mulai konsentrasi, mereka berdua sama-sama mengarahkan tangan ke penjara-penjara itu, cahaya dari cincin Rindu membuat penjara yang awalnya gelap, menjadi sangat terang.
**********
Beberapa saat kemudian, akhirnya pagar gaib itu berhasil dihancurkan oleh Rindu dan anjingnya.
"Huh, akhirnya berhasil juga."
"Hei dengar dari mana kamu kata daebak itu?" tanya Dewi.
"Hehehehe kak Dewi, Steven dengar dari othor lah. Hahahaha."
"Siapa othor?"
"Ada deh."
"Ckckckckc dasar hantu bocah," ucap Siska.
"Hahahaha jangan marah kak Siska yang cantik," Steven malah menggoda Siska.
"Sudah, sudah kita harus cepat pergi dari sini," ucap Andra.
Rindu kemudian menyuruh semua sosok yang dikurung itu keluar dari dalam, mereka semua terlihat sangat senang bisa keluar dari sana.
Setelah begitu lama mereka dikurung, kini mereka bisa bebas atas bantuan anak manusia yang ada di hadapan mereka.
"Terimakasih, terimakasih kalian sudah bersusah payah membebaskan kami semua."
"Terimakasih."
"Terimakasih."
"Terimakasih anak manusia."
Ucapan terimakasih terus terdengar untuk Rindu dan teman-temannya, mereka semua tersenyum melihat betapa sosok-sosok itu bahagia bisa bebas dari kurungan yang selama ini telah mengurung mereka.
"Baik, baik, terimakasihnya cukup dulu ya. Sekarang kita harus keluar dari sini."
"Paman anjing terimakasih sudah membantu."
__ADS_1
"Ya Rindu, sama-sama."
"Kita harus pergi sekarang sebelum mereka berkunjung ke sini, biasanya mereka akan masuk dan mengecek keadaan di sini."
"Ya sudah ayo kita jalan sekarang," ucap Neneng.
Neneng dengan santainya melangkah dan mengajak sosok-sosok itu mengikutinya, Rindu, Dewi dan Siska hanya menggelengkan kepala mereka melihat tingkah Neneng yang tidak takut sedikitpun, padahal katanya waktu itu dia takut, tapi kenyataannya tidak.
Mereka kembali menyusuri lorong gelap itu dengan bermodalkan senter, sosok-sosok yang di bebaskan mereka berada di bagian depan dan belakang.
Mereka seakan tidak ingin anak-anak manusia itu kenapa-napa, karena itulah mereka menjaga mereka seperti apa yang dilakukan Om Besar, Steven dan anjing itu.
Mereka sebentar lagi akan sampai di pintu keluar, kini mereka harus mencari cara bagaimana bisa keluar dari dalam sana lagi.
"Rin gimana kita keluarnya, pasti di depan sana ada yang jaga kan?"
"Ia Wi, jelas itu."
"Terus ini gimana Rin?" tanya Willy..
"Bentar Will, aku mikir dulu."
Mereka diam bersama dengan Rindu yang katanya sedang berpikir.
"Aha, Steven gimana kalau kamu dan Om Besar buat kekacauan."
"Gimana caranya Kak?"
"Kalian punya kekuatan kan, nah kalian cukup menggetarkan apapun barang di luar sana yang bisa membuat kedua penjaga itu sedikit menjauh dari pintu. Nah saat mereka menjauh, kalian berdua keluarlah terlebih dahulu dan alihkan perhatian mereka seperti tadi."
"Hmmm, baiklah Rindu. Steven, let's go."
"Ok Om, let's go."
Steven dan Om Besar mendekat ke arah pintu, namun berusaha agar tidak ketahuan. Rindu dan sosok-sosok yang di sana hanya melihat dari jauh bagaimana kelakuan dua sosok pengikutnya itu..
Om Besar dengan sedikit kekuatannya ia mengarahkan kekuatan itu tepat pada lemari kecil yang ada di pojok sana, lemari itu hancur dan mengakibatkan ledakan kecil.
Kedua penjaga itu langsung siaga dan berlari untuk mengecek ke sana, saat itu juga Steven dan Om Besar langsung keluar.
"Akhirnya mereka berhasil."
"Ia Rin, nggak sia-sia tu bocah sama Om Besar ikut ya."
"Hahahaha, ia Sis kamu benar."
"Jadi sekarang kita tinggal menunggu mereka benar-benar sibuk barulah kita keluar dari sini, ok."
"Ok Rin," jawab mereka serempak.
Neneng malah asik ngobrol dengan sosok yang ada di sana, Dewi dan Siska hanya bisa diam melihat tingkahnya...
...--------------------------------...
...Hai kesayangan :)...
...Thanks ya udah baca novel aku, jangan lupa like dan komen ya.. ♡...
...Jangan lupa vote juga, thank you semuanya. ♡...
...Sehat-sehat ya kalian di sana....
...Tuhan Yesus Memberkati. 🙏...
...--------------------------------...
__ADS_1