Rindu Indigo Usil

Rindu Indigo Usil
Steven Versi Wanita


__ADS_3

...--------------------------------...


Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun.


Rindu kini berusia 25 tahun, Siska berusia 21 tahun.


Siska sudah terbiasa di rumahnya, Rindu dan yang lainnya bahkan kerap kali mengunjungi rumah Siska. Hubungan asmara antara tiga pasangan itupun semakin baik.


Terkadang mereka juga jalan-jalan, Rindu dan Andra sekarang makin lengket, begitupun Dewi dan Andre, hanya Siska dan Willy saja yang masih LDR.


Bahkan kini Rindu, Andra, Andre dan Dewi sedang mengerjakan Skripsi mereka.


Di rumah Rindu.


Saat ini Rindu sedang duduk di halaman depan rumahnya sembari bercerita bersama Om Besar dan Steven.


Ketiganya nampak sedang asik, tiba-tiba handphone Rindu berdering.


"Andra," ucap Rindu ketika melihat layar handphonenya.


"Si bucin nelpon terus," ujar Steven.


"Anak kecil diam saja, belum cukup umur," ucap Om Besar.


"Ya benar kata Om Besar," setelah berucap Rindu pun mengangkat panggilan itu.


"Ia halo Ndra," ucap Rindu.


"Kamu di mana sayang?" tanya Andra.


"Aku di rumah aja Ndra, lagi ngobrol aja sama duo makhluk tak kasat mata ini," ucap Rindu sambil melihat Om Besar dan Steven.


"Oyahh sayang, aku nelpon kamu mau ngasih tau kalau Willy akan datang! Nah si Willy minta kita untuk merahasiakan hal ini dari Siska," ucap Andra.


"Loh kenapa sayang? Bukankah pasti Siska akan sangat bahagia?" ucap Rindu.


"Katanya sih mau ngasih surprise gitu," jawab Andra.


"Oh gitu, baiklah," ujar Rindu.


"Ia sayang, dia juga minta kita untuk membantunya menyiapkan surprise untuk Siska," ujar Andra.


"Wah, benarkah?"


"Ia benar sayang," jawab Andra.


"Baiklah aku siap membantu, nanti kasih tau aja apa yang perlu aku lakukan, ok!" ucap Rindu.


"Ok sayang, nanti kita bahas bersama Andre dan Dewi ya."


"Ok sayang," jawab Rindu.


Obrolan itupun berakhir.


"Ada apa Kak?" tanya Steven.


"Dasar tukang kepo kamu," ujar Rindu.


"Hahahaha bukan kepo Kak, ini hanya penasaran," balas Steven.


"Haiiiz pintar banget mutar-mutar kek bajaj," ucap Rindu.


Ha-ha-ha Steven dan Om Besar tertawa.


"Ini Willy katanya mau ke Indonesia lagi, jadi dia mau ngasih surprise buat Siska makanya dia minta bantuan aku dan yang lainnya," jelas Rindu.

__ADS_1


"Oh, gitu. Lah kak Rindu sendiri kapan dikasih surprise, hehehehe," Steven malah menggoda Rindu.


"Berani kamu yah ngeledek aku, mau ku sedot sekalian hah!" Rindu berucap sambil menunjuk ke cincinnya.


"Ampun suhu, hahaha," Steven langsung kabur.


Tinggallah Om Besar di sana.


"Lah terus Om ngapain di sini? Mau disedot ke dalam cincin?" ujar Rindu.


"Ya nggaklah Rin, kalau gitu sebaiknya aku cap cus dari sini," Om Besar langsung menghilang.


"Dasar makhluk sialan, hahahah," Rindu tertawa.


----------------


Sore harinya Rindu dan yang lainnya janjian di sebuah kafe untuk membahas apa yang akan mereka lakukan perihal kejutan dari Willy nantinya untuk Siska..


"Jadi gimana?" tanya Rindu.


"Katanya sih, Willy mau menyiapkan surprise itu di tempat yang istimewa. Karena ia berencana akan melamar Siska," ucap Andra.


"Wow yang benar?" tanya Dewi.


"Ya benar Wi, makanya dia minta tolong kita menyiapkan semuanya," jawab Andre.


Merekapun membahas apa yang akan mereka persiapkan untuk kedua sahabat mereka yang kini berstatus sepasang kekasih itu, Willy mempercayakan semuanya pada mereka, Willy yakin kedua sepupunya itu bersama pacar mereka tidak akan mengecewakan.


Saat sedang asik Rindu pergi ke toilet karena tiba-tiba kebelet pipis dia, merekapun tak menghiraukan itu.


Rindu melangkah menuju toilet, namun saat sebentar lagi ia akan sampai tiba-tiba ia tabrakan dengan seorang wanita.


"Aduh, maaf maaf, aku nggak sengaja! Aku kebelet banget soalnya," ucap Rindu.


"Ia nggak apa-apa, silahkan lanjut ke toiletnya," ucap orang yang tabrakan dengan Rindu.


"Hei kamu kenapa? Katanya kebelet pipis!" ucap wanita itu.


Rindu yang lagi ngelamun langsung sadar ketika bahunya ditepuk pelan oleh wanita itu.


"Ah, maaf ya, sekali lagi maaf!"


Ia pun meninggalkan wanita itu dan masuk ke toilet, setelah menyelesaikan aksinya di toilet Rindu keluar dan mencari wanita yang tadi, namun sudah tak ia temukan.


"Siapa dia? Kenapa melihatnya membuat aku langsung teringat Steven?" ucap Rindu.


"Mukanya sama persis seperti tu bocah," ucap Rindu lagi.


Setelah itu iapun langsung kembali ke meja dan bertemu Andra dan yang lainnya.


Setelah melakukan pembahasan itu mereka akhirnya harus pulang, karena hari sudah malam.


"Bye Wi," ucap Rindu.


"Bye Rindu sayang," ucap Dewi.


"Hati-hati di jalan Ndra," ucap Andre.


"Ya kamu juga, hati-hati di jalan! Lagi bawa anak orang tu," ucap Andra.


Merekapun meninggalkan kafe itu dan kembali ke rumah.


----------------


Di Turki.

__ADS_1


"Gimana ya, apa si Andra dan Andre udah nyiapin semuanya? Semoga aja semuanya lancar, amin," ucap Willy yang sedang duduk sendirian.


Mama dan papanya mendekati Willy.


"Nak, kamu sudah yakin akan semua ini?" tanya papanya.


"Ia Pa, Willy yakin! Yakin banget malah," jawab Willy.


"Mama sama Papa akan selalu dukung kamu sayang, ya kan Pa?" mamanya Willy berucap lalu bertanya pada suaminya.


"Ia Ma, itu pasti," jawab suaminya.


"Terimakasih Ma, Pa," ujar Willy.


"Sama-sama sayang," jawab mama dan papanya.


"Lalu kapan kita akan pulang ke Indonesia untuk melamar Siska Nak?" tanya papanya.


"Senin minggu depan Pa, Papa sama Mama bisa kan?" ucap Willy.


"Tentu sayang," jawab mamanya.


"Ia sayang, papa juga akan hadir kok," ucap papanya.


Willy tersenyum bahagia karena orang tuanya sangat pengertian dan selalu ngedukung Willy, selama ini juga mereka sudah sering vide call-an dengan Siska, sehingga kedua orang tua Willy sudah mengenal Siska.


Setelah itu merekapun masuk kamar masing-masing. Sedangkan di Indonesia tepatnya di Jakarta, Rindu berada dalam kamarnya.


Nampaknya ia sedang memikirkan orang yang tadi tak sengaja ia lihat di kafe, ia sempat berpikir apa mungkin orang itu ada kaitannya dengan Steven?


Sehingga sampai saat ini Steven belum bisa pergi ke akhirat. Saat sedang memikirkan hal itu Steven datang.


"Ada apa Kak? Nampaknya ada yang Kakak pikirkan, tadi Steven cuma lewat aja ngecek keadaan rumah, tapi Steven liat lampu kamar Kakak masih nyala, makanya Steven deketin. Rupanya Kakak belum tidur dan seperti sedang memikirkan something," ucap Steven.


"Ia emang ada yang aku pikirkan Steven," ujar Rindu.


"Apa Kak?" tanya Steven.


"Kamu!" jawab Rindu.


"Lah? Kok aku sih Kak?" ucap Steven.


"Ya emang kamu!" ucap Rindu lagi.


"Emang Steven kenapa Kak? Sampai buat kak Rindu kepikiran gitu," ucap Steven.


"Sebenarnya kakak itu lagi mikir, jangan-jangan kamu itu punya kembaran? Tadi di kafe aku ketemu seorang perempuan mirip banget sama kamu," ujar Rindu.


"Kembaran? Kok bisa?" ucap Steven.


"Ya mana ku tau," ucap Rindu.


Setelah itu Rindu pun mengusir Steven dari kamarnya, karena ia sudah ngantuk dan ingin tidur.


...--------------------------------...


...Hai kesayangan :)...


...Thanks ya udah baca novel aku, jangan lupa like dan komen ya.....


...Jangan lupa vote juga, thank you semuanya....


...Sehat-sehat ya kalian di sana....


...Tuhan Yesus memberkati....

__ADS_1


...--------------------------------...


__ADS_2