
...--------------------------------...
*********
Hari pertama di rumah neneknya Dewi, kini mereka semua sedang menyantap sarapan yang dimasak ketiga gadis itu.
"Habis ini gimana kalau kita jalan-jalan," ucap Dewi.
"Hmmm boleh juga tu, aku ikut deh," ujar Willy yang memang hobby jalan-jalan.
"Ok deh, kalau gitu kita bareng-bareng aja. Nggak mungkin kan yang lain pergi, terus yang lain tinggal."
"Ia benar kata Rindu, kita semua aja jalan-jalannya," sahut Andra.
Setelah menyantap sarapan mereka, mereka berenam berkeliling kampung. Karena hari masih pagi jadi suasana kampung lumayan sepi, tapi sungguh indah jalan-jalan di pagi hari seperti ini.
Ada beberapa orang yang mereka temui di jalan, ada yang menyapa Dewi. Mungkin karena mereka kenal Dewi sebagai cucu dari nenek Dewi yang memang tinggal di kampung ini.
"Mba Dewi ya?"
"Bentar-bentar kamu Neneng bukan?"
"Ia Wi, aku Neneng, masa kamu lupa sih.!"
"Ah maaf Neneng, mungkin karena kamu makin cantik."
"Ah kamu ma ada-ada aja Wi, kalian liburan di sini?"
"Ia Neng, kita di sini liburan. Kebetulan kampus libur tiga bulan, ya udah kita ke sini aja deh."
"Ooohhh."
"Ya udah kita lanjut keliling lagi ya Neng, nanti kalau ada waktu kamu main-main aja ke rumah Nenek."
"Ok deh Wi, nanti aku ke sana."
Ternyata yang menyapa mereka kali ini adalah Neneng. Neneng ini teman Dewi ketika dulu Dewi masih sering mengunjungi kampung ini, terutama mengunjungi neneknya. Memang sejak neneknya meninggalkan, ini kali pertama Dewi ke sini lagi..
"Neneng itu siapa Wi?"
"Oh, Neneng itu teman main aku dulu Rin, karena aku sering ke sini nemuin Nenek, makanya aku sering main sama dia. Rumahnya juga nggak jauh-jauh amat kok dari rumah Nenek."
"Ooohhh gitu."
"Ia Rin."
Tiga laki-laki yang menemani mereka memilih untuk mengabadikan moment lewat kamera handphone mereka, menurut mereka suasana di kampung yang seperti ini patut diabadikan, apalagi ini sangat jauh berbeda dari suasana jika mereka berada di kota.
"Guys, gimana kalau kita foto-foto, kebetulan aku bawa camera ni," ujar Willy.
"Wah bagus tu, biar jadi kenangan nanti," sahut Siska.
"Benar juga, kalo gitu ayo kita foto," Andra menyetujui.
Akhirnya yang lainpun hanya bisa mengikuti, mereka mulai berpose di sepanjang jalan yang mereka lewati.
Steven dan Om Besar yang memang selalu mengikuti Rindu tentu saja mereka melihat Rindu dan yang lainnya berpose.
"Om gimana kalau kita ikutan foto, pasti keren tu."
"Emang bisa?"
"Ya coba aja dulu, ye kan?"
"Hmmm bagus juga usul kamu Steven. Siapa tau bisa, nanti pasti gambar kita ada di camera mereka, hahahahaha."
"Makanya Om, ayo. Tapi jangan foto pas ada kak Rindu, nanti kita dihajar kalau dia liat fotonya dan ada kita, hehehehe."
"Lah terus?"
"Nah itu yang nama kak Andre mau foto, ayo kita ikutan, hahahaha. Gimana nanti reaksinya kalau sampai gambar kita ada di sana, hahahahaha."
Membayangkan keterkejutan Andre membuat Steven ngakak.
__ADS_1
Andre yang sedang berpose dan akan diambil gambarnya oleh Willy, dengan cepat-cepat Steven dan Om Besar ada di samping kanan dan kiri Andre. Rupanya Willy tak memperhatikan baik-baik cameranya, ia hanya memotret saja. Barulah di rumah mereka akan melihat hasil foto mereka.
Setelah puas berkeliling akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke rumah karena matahari sudah mulai naik dan panasnya mulai terasa.
"Balik yuk, udah mulai panas ni. Kalau mau jalan-jalan lagi, sore aja."
"Benar kata Dewi, sebaiknya kita balik sekarang," sahut Rindu.
Yang lain mengangguk dan mereka pun memutar balik dan kembali ke rumah neneknya Dewi, di dalam perjalanan ada sosok yang melihat ke arah mereka, namun tidak berani mendekat, sepertinya takut karena ada Steven dan Om Besar.
"Ngapain lihat-lihat kak Rindu? Mau minta ditonjok?"
Steven mendekati salah satu sosok yang ada di sana dan menakutinya.
"Tidak, saya kan hanya melihatnya, auranya sangat bagus."
"Yayayayayyaya, memang auranya kak Rindu bagus. Lalu mau apa kau?"
"Nggak mau ngapa-ngapain, udah mending gue get out dari sini, dari pada dengar kamu ngomong, bye."
Sosok itu meninggalkan Steven.
"Cihh dasar hantu sialan. Eh, tapikan aku juga hantu. Au ah."
Steven kembali mengikuti rombongan Rindu dan yang lainnya, mereka akhirnya tiba di rumah neneknya Dewi tempat dimana mereka akan menginap satu bulan kedepan.
"Oya Ndra, Ndre, orang tua kalian di mana?" tanya Dewi.
"Oh orang tua kita sedang di luar negeri Wi, di sini kita hanya tinggal sama Bibi yang ngurus makanan untuk kita di rumah."
"Oooohhhh."
****************
Sore harinya di rumah Rindu di Jakarta.
"Duh sepi sekali nggak ada tu anak berdua, baru aja pergi kemarin."
Bu Mita kesepian di rumah tanpa Rindu dan Siska, rumah sebesar itu hanya dia, Pak Agung dan bibi di dalamnya.
"Makasih ya Bi."
"Sepi sekali ya Nya, nggak ada non Rindu dan nak Siska."
"Ia Bi, sepi bener ni rumah."
"Ya udah bibi tinggal ke dapur dulu ya Nya."
"Ia Bi, silahkan."
Bibi kembali ke dapur dan meninggalkan Bu Mita di ruang tengah.
Pocong, kuntilanak dan semua yang ditugaskan untuk menjaga rumah Rindu, mereka semua bertengger tak jauh dari sana..
Bu Mita yang melihatnya keheranan.
"Kok sejak Rindu pergi banyak banget sosok yang berseliweran di sekitar rumah."
Bu Mita berucap dalam hatinya.
Bu Mita mengambil handphonenya dan menghubungi Rindu.
"Halo sayang, kamu lagi sibuk nggak?"
"Nggak kok Mam, kenapa?"
"Ini sayang, mama mau tanya. Kenapa sejak kamu meninggalkan rumah, banyak sekali sosok yang berseliweran di sekitar rumah kita."
"Apa mereka mengganggu Mama dan yang lainnya?"
"Nggak kok sayang, mereka hanya stay di luar rumah. Seperti sedang menjaga rumah kita."
"Oh baguslah Mam, sebenernya mereka di sana atas suruhan Om Besar Mam, karena Om Besar mau ikut aku liburan makanya dia nyuruh anak buahnya untuk menggantikan dia menjaga rumah kita."
__ADS_1
"Ya ampun, begitu rupanya. Hahahaha, ada-ada saja sosok pengikut kamu itu Rin, mama pikir ada apa gitu."
"Nggak kok Mam, nggak apa-apa. Mama tenang-tenang aja di sana, ok."
"Ok sayang, kalian juga baik-baik di sana ya. Rumah sepi sekali tanpa kamu dan Siska."
"Hehehehhe, nanti Rindu dan Siska pulang kok Mam."
"Ia sayangg, ia."
"Ya udah Rindu tutup telponnya ya Mam, bye Ma. Ada salam ni dari Siska dan Dewi."
"Bye sayang, salam balik juga ya untuk kalian yang di sana."
Pembicaraan melalui handphone itu pun berakhir.
Rindu dan yang lainnya sedang duduk menikmati senja di kampung neneknya Dewi saat handphonenya berdering tadi, ternyata sang mama yang menghubunginya..
Malam hari di kampung itu terasa sangat sunyi, sangat jauh berbeda dengan suasana di kota Jakarta yang jika malam hari justru semakin ramai.
Mereka semua sedang duduk bersama di ruang tamu, Willy mengambil cameranya dan akan melihat hasil foto-foto mereka yang tadi.
Detik demi detik, menit demi menit mereka terlihat sangat antusias karena hasil foto mereka bagus-bagus semua..
Hingga pada foto terakhir milik Andre, Willy yang memegang camera langsung melemparnya ke lantai. Beruntung cameranya tidak hancur.
"Iiiiiihhhh, ngeriii banget ya Allah."
"Will kamu kenapa?"
"Itu Rin, foto."
"Foto, foto kenapa emangnya. Itu kan hanya foto kamu kenapa takut?" tanya Andra.
"Hiiiihhhh difoto Andre yang terakhir ada sesuatu, aku nggak mau liat ah, ngeri."
"Emangnya ada apa sama foto aku," tanya Andre.
Rindu yang penasaran dengan apa yang dimaksud Willy langsung mengambil camera itu untuk melihatnya.
Saat Rindu melihatnya ia malah tertawa terbahak-bahak.
"Hahahaha ahahahaha hahahaha, ya ampun jadi kamu takut sama ini?"
"Ia lah Rin, orang ngeri kek gitu masa kamu nggak takut?"
Andra dan Andre yang penasaran tentu saja ikut melihat.
"Aaakkhhh, apaan tu. Kok bisa kek gitu foto aku, hapus, hapus aja Rin," ucap Andre.
"Hahahaha."
Rindu malah tak henti-hentinya tertawa, sampai perutnya sakit.
Dewi dan Siska akhirnya ikut melihat foto Andre yang katanya ada sesuatu yang menakutkan.
"Hahahaha hahahahaha."
Siska dan Dewi malah tertawa terbahak-bahak.
Jadilah ketiga gadis itu tertawa bersama membuat Andra, Andre dan Willy bingung..
...--------------------------------...
...Hai hai hai....
...Terimakasih ya udah baca Novel Nunna sampai episode ini, semoga kalian suka ya. Jangan lupa kalau ada saran apapun, langsung di komentar ya....
...Thanks semuanya....
...Sehat-sehat ya kalian semua, jaga kesehatan apalagi pandemi kek gini kan....
...나는 당신 모두를 사랑합니다...
__ADS_1
...Tuhan Yesus Memberkati kalian semua. †...
...--------------------------------...