
...--------------------------------...
*********
Teman-teman Rindu yang lainnya langsung bersembunyi, Rindu dengan dibantu Om Besar dan Steven kembali menyerang makhluk yang tadi menghadang mereka...
Om Besar dengan cepat ia berusaha meraih lidah panjang sosok itu, lidah itu meliuk-liuk ke mana-mana hendak mengikat Rindu, sedangkan kuku-kuku panjangnya berusaha meraih Steven, entah makhluk jenis apa ini.
Andra yang sedang ikut bersembunyi berusaha mencari sesuatu agar bisa membantu Rindu. Andra melihat sebatang balok di sampingnya, ia langsung mengambil balok itu.
"Kalian tetaplah di sini, aku akan membantu Rindu."
"Ndra apa kamu yakin?"
"Ia Will aku yakin, kamu tenang aja. Di sini ada anjing penjaga yang akan tetap menjaga kalian."
Bukan tanpa sebab Rindu menyuruh anjing itu menjaga teman-temannya, ia takut temannya kenapa-napa. Sedangkan menghadapai satu sosok itu, ia yakin masih bisa mengatasinya dengan bantuan Steven dan Om Besar. Rindu hanya akan meminta bantuan anjingnya saat ia benar-benar butuh bantuan.
Andra melangkah mendekat ke arah pertarungan, dengan sigap ia langsung mengarahkan balok itu pada punggung sosok yang sedang berhadapan dengan Rindu.
Buugghh...
"Argh siapa yang berani menyerang ku dari belakang."
Saat sosok itu berbalik Andra langsung berlari ke bagian depan, tepatnya ke samping Rindu.
"Hei siapa yang kau cari, dia di sini," ujar Rindu.
Sosok itu kembali menatap ke arah Rindu, saat ia berbalik Om Besar yang sedang mencari cela langsung menghantam tubuh sosok itu dengan tangannya yang besar.
Buugghh...
Sosok itu nyungsep ke depan, Rindu yang melihat itu langsung saja mengambil balok dari tangan Andra dan langsung menghajar tepat di lidah panjangnya.
Aaaaakkkhhh....
"Hahahaha, kenapa sakit?"
"Kurang ajar kalian. Aku akan membuat kalian menyesal."
Saat sosok itu akan memanggil teman-temannya, Steven yang paham bahwa ia akan memanggil bantuan langsung saja ia melayang dan menendang kepala makhluk itu...
Buggh...
"Hahahaha rasakan itu, apa kamu pikir aku tak tau kalau kau mau meminta bantuan. Kau mau memanggil teman-teman mu yang lain kan," ucap Steven.
"Ooohhh, jadi kamu mengaku kalah makanya mau manggil teman-teman, ah nggak asik."
Rindu maju dan menginjak lidah panjang yang masih menjuntai itu, Andra dengan cepat menghantam lidah itu dengan balok berulang kali membuat sosok itu meraung kesakitan.
"Makanya jangan sok jagoan, belum tau kan kamu kalau kak Rindu marah. Hajar dia kak Rindu."
Steven malah bersorak-sorai agar Rindu menghajar sosok itu. Mereka yang sedang bersembunyi tertawa mendengar perkataan Steven...
"Ckckckck tu hantu ya, bisa banget ngomporin Rindu."
"Hahahaha ia Wi, Steven emang suka gitu kelakuannya."
"Kalau hantunya kayak Steven ma aku nggak takut, tapi kalau kayak Om Besar itu, ngeri juga ya."
"Hahahaha ia benar kata kamu Ndre," sahut Willy.
Mereka kemudian kembali memperhatikan apa yang dilakukan Rindu dan Andra pada sosok itu. Om Besar dan Steven yang masih kesal malah menghajar sosok itu yang kini kesusahan karena lidahnya diinjak Rindu dan dihajar habis-habisan oleh Andra.
__ADS_1
Buggh buggh buggh buggh...
Steven dan Om Besar membuat sosok itu lemas seketika.
"Hmmm bukankah kata buyut cincin ini bisa menyedot makhluk seperti ini ke dalamnya. Sebaiknya aku coba saja," ucap Rindu dalam hatinya.
Rindu mengarahkan cincinnya pada sosok itu, cincin Rindu mengeluarkan cahaya dan cahaya itu tiba-tiba menyedot sosok yang ada di hadapan mereka masuk ke dalamnya..
Wuuuusshhhh...
Sosok itu hilang dari hadapan mereka. Steven dan Om Besar yang melihat itu menganga, bagaimana kalau mereka berdua yang disedot, kan berabe, hahahah.
"Wah berhasil ternyata. Makasih buyut," Rindu kembali berucap dalam hatinya.
Mereka yang bersembunyi langsung keluar dan menemui Rindu serta Andra.
"Wah Rin, hebat kamu."
"Bukan aku yang hebat Sis, cincinnya yang hebat. Heheheheh."
"Tapi kalian nggak apa-apa kan?"
"Aman Will, aku dan Andra nggak apa-apa kok."
"Paman anjing terimakasih sudah menjaga teman-teman Rindu."
"Ia Rindu, sama-sama."
Steven dan Om Besar mendekat.
"Wah hebat cincin kak Rindu."
"Ia Rin, keren."
"Ia emang keren sih, apa kalian berdua mau disedot juga?"
"Enak aja kamu, aku mah nggak mau ya."
"Hahahaha."
Mereka tertawa mendengar percakapan Rindu dan kedua sosok pengikutnya..
"Ingat, kalau kalian berdua macam-macam. Langsung aku sedot aja ke sini biar tau rasa."
"Ampun suhu, ampun."
Hahahaha..
Lagi-lagi mereka tertawa karena perkataan Steven..
"Sebaiknya kita lanjutkan misi kita, kali ini kita harus lebih hati-hati."
"Ya benar kata Andra."
*******
Mereka semua kembali berjalan dengan dituntun Steven dan Om Besar menuju tempat di mana yang katanya banyak sosok di kurung.
Di dalam perjalanan kerap kali mereka melihat makhluk mengerikan seliweran, beruntung mereka tidak ketahuan karena anjing Rindu menyembunyikan bau tubuh manusia mereka, sehingga tidak mudah diendus sosok-sosok yang ada di sana.
Saat mereka sampai di tempat yang banyaknya sosok yang dikurung, ternyata ada dua sosok lagi yang menjaga di sana.
Rindu langsung meminta Steven dan Om Besar untuk mengalihkan perhatian mereka.
__ADS_1
Steven dan Om Besar langsung bergerak ke arah dua sosok di sana.
"Hei kalian berdua."
"Siapa kalian, bagaimana kalian bisa berada di sini?"
"Mudah, tentu saja karena kami masuk ke sini," jawab Om Besar.
"Kalian pasti penyusup bukan, jangan sampai raja kami mengetahui itu, maka kalian akan lenyap."
"Ya benar, tapi karena kalian hanya berdua maka cukup kami berdua saja, pasti kalian akan lenyap dari sini," ujar salah satu dari mereka.
"Percaya diri sekali anda-anda ini," ucap Steven.
"Hahahaha benar kata kamu Steven, mereka sangat percaya diri bisa mengalahkan kita."
"Kalau kalian bisa mengalahkan aku dan Om Besar, maka kami akan pergi dari sini, ya kan Om."
"Ya benar kata Steven, bagaimana?"
"Tentu, kalian akan lenyap. Serang."
Sosok penjaga itu langsung menyerang Steven dan Om Besar, mereka yang sedang bersembunyi menunggu waktu yang tepat saat kedua penjaga itu fokus pada pertarungan mereka.
Steven dan Om Besar berusaha menjauhkan penjaga itu dari pintu, keduanya membawa dua penjaga itu ke arah berlawanan. Saat itu juga Rindu dan yang lainnya masuk melalui pintu yang tadi dijaga.
Setelah masuk dari pintu itu, mereka masih harus melewati lorong panjang untuk menemukan tahanan di sana. Mereka terus berjalan dengan langkah cepat, Dewi dan Siska kini saling pegangan tangan karena takut, sedangkan Neneng dengan santainya mengikuti langkah kaki Rindu.
Willy, Andra dan Andre berada di bagian belakang dengan anjing penjaga Rindu tepat di belakang mereka.
Di tempat Steven dan Om Besar.
"Huh, capek juga ya Om," Steven berpura-pura.
"Ia Steven, om juga capek."
"Hahahaha, apa kalian mengaku kalah?"
"Ia baiklah, kami mengaku kalah, kalau begitu kami pergi dulu," ucap Om Besar.
"Ya benar, bye makhluk jelek, wleeee."
Steven malah mengejek kedua sosok itu sebelum menghilang bersama Om Besar, mereka berdua bukan menjauh, malah masuk ke dalam lorong tanpa diketahui dua penjaga yang masih berada di tempat mereka bertarung tadinya.
"Hahahaha, keren juga ya Om akting kita."
"Ia Steven, kita makin keren ya."
"Ia dong, hahahah."
Sedangkan kedua sosok yang tadi langsung kembali berjaga di depan pintu, tanpa mereka tau bahwa Rindu dan yang lainnya sudah berada di dalam sana..
...--------------------------------...
...Hai hai hai....
...Terimakasih ya udah baca Novel Nunna sampai episode ini, semoga kalian suka ya. Jangan lupa kalau ada saran apapun, langsung di komentar ya....
...Thanks semuanya....
...Sehat-sehat ya kalian semua, jaga kesehatan apalagi pandemi kek gini kan....
...나는 당신 모두를 사랑합니다...
__ADS_1
...Tuhan Yesus Memberkati kalian semua. †...
...--------------------------------...