Rindu Indigo Usil

Rindu Indigo Usil
Tentang Saudara Kembar Raisa


__ADS_3

...--------------------------------...


"Permisi," Rindu mengucapkan salam saat masuk ke ruangan Raisa.


"Kamu, bukankah kamu yang kemarin?" ucap Raisa.


"Ia Mba, saya yang kemarin tabrakan sama Mba di toilet," ujar Rindu.


"Silahkan duduk," ucap Raisa.


"Makasih Mba," Rindu duduk di sofa yang ada di sana.


"Oyah ada apa? Katanya ada yang mau kamu bicarakan terkait desain baju!" ucap Raisa.


"Maaf Mba, sebenarnya saya bukan mau bahas itu," ucap Rindu.


"Lalu? Ah sebaiknya panggil saya kakak saja ya, saya baru 28 tahun kok," ucap Raisa sambil tersenyum.


"Baik Kak, saya ke sini ingin bertanya sesuatu sama kak Raisa! Itu pun kalau saya diijinkan bertanya," ucap Rindu.


"Silahkan, santai aja! Saya bukan monster, heheheh," ucap Raisa.


"Hehehehe," Rindu akhirnya tidak terlalu canggung lagi.


"Lalu apa yang kamu tanyakan? Ah maaf, nama kamu siapa ya?" ucap Raisa.


"Oh ia ya, saya sampai lupa memperkenalkan diri sama kak Raisa. Saya Rindu Kak," jawab Rindu.


"Rindu mau tanya Kak, apa kak Raisa punya saudara kembar?" tanya Rindu.


"Saudara kembar?" Rindu mengangguk.


"Sejak saya kecil, saya tidak punya saudara kembar, saya tidak tau! Memangnya kenapa Rindu?" tanya Raisa.


"Ah gini Kak, soalnya Rindu kenal seseorang yang mukanya mirip banget sama kak Raisa tapi versi cowoknya," ucap Rindu.


"Masa sih?"


"Ia benar Kak, makanya Rindu kepo dan nanya ke Kakak," ujar Rindu.


"Tapi saya nggak punya kembar Rin, tapi nanti coba saya tanyakan Ayah dan Ibu saya lebih dulu, gimana?" ucap Raisa.


"Boleh Kak," jawab Rindu.


"Ya udah, kamu tinggalkan nomor kamu, nanti saya hubungi kamu setelah saya tanyakan sama Ibu dan Ayah soal ini," ucap Raisa.


Rindu pun mencatat nomornya dan memberikannya pada Raisa, setelah itu ia keluar dari ruangan karena Raisa nampaknya sibuk, ada yang harus dikerjakannya.


"Kak Raisa baik orangnya, bedanya sama Steven ya Steven tukang jahil," ucap Rindu sambil berjalan ke arah Andra dan yang lainnya.


"Gimana Rin?" tanya Dewi yang sudah penasaran.


Rindu duduk lalu kemudian menceritakan apa yang ia dan Raisa bicarakan di dalam ruangan itu.


"Katanya kak Raisa nggak punya kembar," jelas Rindu.


"Loh, jadi Steven bukan saudaranya dong! Tapi kok bisa persis ke gitu," ucap Dewi.


"Ia, bak pinang dibelah dua," ucap Andre.


"Terus apa lagi sayang?" tanya Andra.


"Katanya sih dia akan coba menanyakan hal ini pada orang tuanya. Nanti dia akan hubungi aku kalau udah dapat jawabannya," ujar Rindu.

__ADS_1


"Ooohhh, gitu," kompak mereka bertiga.


"Hahahaha ya ellah loh bertiga kompak bener," ucap Rindu sambil tertawa.


Mereka akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah karena hari sudah sore, sedangkan Raisa yang berada dalam ruangan itu baru saja menyelesaikan kerjaannya.


"Apa mungkin aku mempunyai kembar? Tapi selama ini Ayah dan Bunda nggak pernah cerita," ucap Raisa pada dirinya sendiri.


"Sebaiknya aku pulang sekarang, aku jadi penasaran dengan apa yang dikatakan Rindu! Aku ingin pastikan langsung sama Ayah dan Bunda."


Raisa keluar dari ruangannya dan langsung menuju parkiran mobilnya, mobil Raisa melaju membawanya kembali ke rumah.


----------------


Sedangkan Rindu dan Andra baru saja sampai di rumah Rindu.


"Thank you Ndra," ucap Rindu.


"Ia sayang, sama-sama," ucap Andra.


Ternyata Bu Mita sudah pulang kantor dan tiba-tiba keluar dari dalam rumah.


"Sore Tante," ucap Andra.


"Sore Nak, kalian kok baru pulang?" tanya Bu Mita.


"Itu Ma, tadi Rindu, Dewi, Andra dan Andre pergi mencari tau soal wanita yang mirip Steven," jelas Rindu.


"Lalu gimana sayang?" tanya Bu Mita.


"Rindu ceritain di dalam ya Ma, biarin Andra pulang dulu," ucap Rindu.


"Oh ok sayang," ucap Bu Mita.


"Tante, Andra pamit ya," ucap Andra.


"Ia Nak, hati-hati di jalan ya," balas Bu Mita.


"Ia Tan. Rin aku pulang ya," ucapnya pada Rindu.


"Ia Ndra, hati-hati di jalan," sahut Rindu.


Motor Andra meninggalkan rumah Rindu, Rindu dan Bu Mita pun langsung masuk ke dalam rumah.


Keduanya duduk di sofa yang ada di ruang tengah rumah mereka, Rindu lalu menceritakan tentang Raisa pada mamanya.


"Semoga saja dia benar keluarganya Steven ya," ucap Bu Mita.


"Ia Ma, walaupun harapan itu tipis, tapi Rindu tetap berharap," ucap Rindu.


"Ia sayang," sahut Bu Mita.


"Sebaiknya sekarang kamu mandi, hari sudah senja," ucap mamanya pada Rindu.


"Ia Ma, Rindu juga udah gerah nih! Rindu ke kamar dulu ya Ma," ucap Rindu.


"Ia sayang," jawab Bu Mita.


Rindu pergi meninggalkan Bu Mita dan berlalu ke kamarnya, ia langsung mengambil handuk dan menuju kamar mandi.


----------------


Di sisi lain Raisa baru saja sampai di rumahnya..

__ADS_1


Ia langsung ke kamarnya dan langsung bersih-bersih, setelah mandi dan kini badannya sudah segar, ia kembali ke ruang keluarga untuk menemui ayah dan bundanya.


"Yah, Bun," sapa Raisa.


"Sayang, sini duduk," ucap bundanya.


Raisa duduk di samping bundanya.


"Ada apa sayang? Ada yang mau disampaikan?" tanya ayahnya.


"Raisa mau nanya sesuatu sama Ayah dan Bunda," ucap Raisa.


"Apa sayang?" tanya bundanya.


"Apa Raisa punya kembaran Yah, Bun?" ujar Raisa.


Kedua orang tuanya nampak kaget dengan pertanyaan Raisa.


"Kok kamu tumben nanya kek gitu sayang?" tanya ayahnya.


"Ia Ayah, Raisa hanya ingin Ayah dan Bunda jawab jujur," ujar Raisa.


Orang tua Raisa nampak berpikir dan akhirnya mulai berbicara.


"Sayang, sebenarnya kamu memang mempunyai saudara kembar," ucap ayahnya.


Raisa sangat terkejut mendengar penuturan ayahnya, karena selama ini ayah maupun ibunya tidak pernah membahas hal ini dengannya.


"Lalu dimana dia Ayah, Bunda? Kenapa Ayah dan Bunda menyembunyikan semuanya dari Raisa," ucap Raisa.


"Sayang, sabar ya. Bunda dan Ayah akan jelaskan sama kamu," ucap ibunya.


"Baiklah, silahkan Ayah dan Bunda jelaskan sama Raisa," ucap Raisa.


Akhirnya sang ayah lah yang akan menjelaskan semuanya.


"Dulu waktu kalian baru lahir, saudara kembar kamu diculik. Awalnya ayah sendiri tidak tau siapa yang menculik saudara kamu. Ayah kemudian mengerahkan semua orang kepercayaan ayah untuk mencari adik kembar kamu."


"Namun kami semua tidak menemukan keberadaannya, saat itu ibu kamu sampai frustasi karena kehilangan salah satu dari anak yang baru saja dilahirkannya."


"Kami terus mencari dan mencari hingga lima tahun kemudian kami baru tau kalau yang menculik adik kembar kamu adalah rekan bisnis ayah saat itu."


"Ayah tentu saja langsung mencari orang itu dan berharap masih bisa membawa saudara kamu kembali bersama kita, namun kenyataan yang didapati ayah adalah saudara kamu tidak ada di sana!"


"Ayah bertanya pada rekan bisnis ayah itu, namun ia menjawab bahwa ia telah membuang anak ayah ke sungai dan mungkin saja sudah mati."


"Saat mendengar kabar itu, ayah dan ibu mu masih belum menyerah! Kami terus mengerahkan kekuatan untuk mencari saudara kamu, namun sampai saat ini, kami tidak tau di mana dia," ayahnya Raisa mengakhiri ceritanya.


Sedangkan ibunya Raisa sudah menangis mengingat kembali kenangan tentang anak laki-lakinya yang entah di mana keberadaannya sekarang.


...--------------------------------...


...Hai kesayangan :)...


...Thanks ya udah baca novel aku, jangan lupa like dan komen ya.....


...Jangan lupa vote juga, thank you semuanya....


...Sehat-sehat ya kalian di sana....


...Tuhan Yesus memberkati....


...--------------------------------...

__ADS_1


__ADS_2