
...--------------------------------...
Hari ini Rindu ada kelas jam 10 sehingga pagi-pagi ia masih berada di rumah, ia sedang menyiram tanaman bersama Siska. Mereka berdua menyiram bunga-bunga yang ditanam Bu Mita, sedangkan Bu Mita sudah berangkat ke kantor pagi-pagi.
Handphone Siska berdering.
"Rin aku angkat telepon sebentar ya."
"Ok Sis.
"Halo Will, ada apa? Tumben nelpon pagi-pagi sekali."
"Sis aku mau ngasih tau kalau besok aku akan kembali ke Turki, maafin aku karena ini terkesan mendadak. Tapi ini semua karena Ayah udah beliin aku tiket tanpa aku tau."
"Ia sayang, nggak apa-apa kok."
"Gimana kalau sebentar kita lunch bareng."
"Hmmmm baiklah."
"Ntar aku jemput kamu ya sayang."
"Ia sayang."
"Kamu lagi ngapain?"
"Ini lagi nyiram bunga sama Rindu."
"Oh ya udah kalian lanjut dah, bye sayang."
"Ia sayang, bye."
Obrolan itu berakhir...
"Will baru saja aku merasakan cinta tulus dari seorang laki-laki namun besok kamu sudah harus pergi meninggalkan aku. Dulu aku tidak mendapatkannya dari Ayah, sekarang saat aku mendapatkannya dari kamu kita harus berpisah lagi. Semoga nanti kamu tidak akan melupakan aku," air mata Siska jatuh.
"Sis kenapa?"
"Eh, nggak kok Rin, nggak apa-apa."
"Sis kalau ada apa-apa cerita ya sama aku, kita sekarang adalah saudara jadi kamu nggak boleh nanggung beban kamu sendiri, ok."
"Ia Rin, tapi benar kok aku nggak apa-apa, nggak ada masalah apa-apa juga. Aku hanya sedikit galau karena besok Willy akan balik ke Turki."
"Besok?"
"Ia Rin."
"Mendadak amat sih."
"Ia Rin, soalnya ayahnya sudah belikan tiket untuknya."
"Ooohh, kamu yang sabar ya masih ada aku di sini. Ada Mama, ada Steven, ada Om Besar dan ada teman-teman kita. Kamu nggak akan galau kok."
"Hehehehe ia Rin, makasih ya," Siska memeluk Rindu.
"Sama-sama Sis. Ayo kita lanjut menyiram bunga."
Keduanya kembali menyiram bunga serta membersihkan jika ada kelopak-kelopak bunga yang gugur.
Setelah selesai dengan kegiatan menyiram bunga, keduanya kembali ke dalam rumah, mereka duduk bersantai di ruang tengah sambil menunggu jam dimana Rindu akan bersiap dan berangkat ke kampus.
"Sis apa kamu nggak mau cari tau keberadaan ayah kamu dan gimana kondisinya? Apakah dia baik-baik saja, atau apa gitu."
"Nggak Rin, aku takut kalau aku balik lagi ke rumah Ayah, aku akan diusir lagi seperti dulu-dulu."
"Hmmmm ia sih, tapi coba aja cek dulu gimana keadaan ayah kamu, ya kan."
Memang apa yang terjadi pada ayahnya Siska Rindu tidak mengetahuinya, karena waktu itu Ketty hanya memberitahunya bahwa urusannya sudah selesai.
__ADS_1
Tentang apa yang dilakukannya dan Steven kepada ayahnya Siska mereka tidak memberitahu Rindu, jadi Rindu berpikir mungkin ayahnya Siska masih ada sampai sekarang.
Kenyataannya ayahnya Siska tewas dalam kecelakaan yang disebabkan Steven dan Ketty, ia hanyut di sungai dan ditemukan warga sekitar dalam keadaan tak bernyawa.
"Ia Rin, nanti aku coba cek ke rumah Ayah, kamu mau kan nemenin aku."
"Tentu, aku akan menemani kamu."
"Makasih ya Rin."
"Sama-sama, ya udah aku mau siap-siap dulu ya soalnya ada kelas."
"Ok Rin."
Rindu naik ke lantai dua langsung ke kamarnya dan bersiap ke kampus.
"Sis aku ke kampus dulu ya, kamu di rumah aja kan?"
"Ia Rin, tapi ntar siang aku mau lunch bareng Willy aku ijin ya Rin."
"Ia Sis, kamu hati-hati di jalan nanti ya. Dijemput Willy bukan?"
"Ia Rin ntar Willy yang jemput aku."
"Ok deh, kalau gitu aku berangkat sekarang ya. Bye."
"Bye Rin, hati-hati di jalan."
Rindu menemui Pak Agung yang sedang bersantai di pos satpam bersama satpam rumah.
"Pak antar Rindu ke kampus ya."
"Siap non, non Rindu tunggu di sini saja biar bapak ambil mobil dulu."
"Ok Pak."
*****
Setelah beberapa saat dalam perjalanan akhirnya Rindu tiba di kampus..
"Makasih Pak."
"Sama-sama Non."
Rindu melangkah masuk ke gedung kampusnya dan langsung menuju kelas.
"Hai Wi, udah nyampe aja."
"Aku juga baru nyampe kok Rin."
"Ooohh."
Rindu duduk di kursinya, tak lama si kembar pun datang.
"Hai, kalian berdua udah nyampe aja."
"Baru juga nyampe."
Andra dan Andre duduk di kursi mereka masing-masing, dosen masuk dan mata kuliah pun dimulai seperti biasa.
Setelah 2 jam lebih dosen mengajar, akhirnya ia meninggalkan kelas.
"Kantin yuk Wi, lapar ni."
"Ayok aku juga lapar."
Keduanya bangkit dari kursi mereka dan hendak ke kantin.
"Kalian berdua nggak ke kantin?" tanya Dewi.
__ADS_1
"Pergilah, masa nggak, aku juga lapar ini," ucap Andre.
Mereka berempat melangkah menuju kantin, di kantin anak-anak sudah berkerumun memesan makanan. Andra ikut ngantri dan memesan makanan untuk mereka berempat, setelah memesan ia ikut bergabung bersama Rindu dan yang lainnya.
Setelah menunggu beberapa saat makanan pesanan mereka datang juga.
Mereka semua makan dan minum sambil bercerita, hingga Rindu ingat bahwa ada yang harus ia bahas bersama ketiganya.
"Oyahh Wi, Andra, Andre kalian liat instagram nggak sih?"
"Aku sih akhir-akhir ini jarang buka instagram Rin," ujar Dewi.
"Apalagi aku, aku malah beberapa hari terakhir ini nggak pernah buka instagram," sahut Andra.
"Ya, aku juga sama. Emang kenapa Rin?" tanya Andre.
"Gini, waktu hari ulang tahun aku, karena bosan sendiri di rumah aku iseng-iseng buka instagram dan dihalaman instagram aku, aku sempat membaca sebuah berita yang menghebohkan."
"Berita menghebohkan? Apa tuh?"
"Itu Wi, di sebuah kampung banyak orang yang tiba-tiba hilang. Entah diculik atau apa, sampai saat ini belum ada kejelasannya."
"Kok bisa gitu ya."
"Ia Ndra, bahkan kampung itu kini mulai sepi, yang ada hanyalah beberapa warga yang masih baik-baik saja dan tidak tau harus kemana, akhirnya memutuskan untuk tetap tinggal di kampung menyeramkan itu."
"Serem juga ya, kasian mereka yang masih di sana. Gimana kalau nanti mereka malah hilang lagi?"
"Nah itu dia Wi, makanya aku ngasih tau kalian."
"Jangan bilang kalau kamu mau ke sana Rin?"
"Hahahaha tumben otak kamu encer Ndre."
"Jadi benar kamu mau ke sana Rin?" tanya Andre memastikan.
"Ya karena itulah aku menceritakan ini sama kalian, artinya aku ke sana nggak sendirian tapi sama kalian hahahaha."
"Ya elahh, jangan-jangan hantu lagi, setan lagi, arwah penasaran lagi? Apes dah."
"Hahahahaha, ayolah Andre nggak malu tuh Dewi di samping. Masa gini aja takut, ya kan Wi?" ucap Andra.
"Ia Ndra, cowok kok takut sama hantu, yang gentle dong sayangku," Dewi malah mencubit gemush pipi Andre.
"Hahahahahaha," Andra dan Rindu hanya bisa tertawa.
"Kalau aku sih pasti ikut kamu sayang, kalian berdua gimana?" Andra bertanya pada keduanya.
"Aku ikut dong."
"Kalau ayang Dewi ikut, aku tentu ikut, jangan sampai sayangku nanti diganggu arwah penasaran di sana."
"Hissshhh sembarangan aja kamu."
Dewi memukul lengan Andre, Rindu dan Andra lagi dan lagi hanya bisa senyum dan menggeleng-gelengkan kepala mereka.
...--------------------------------...
...Hai kesayangan :)...
...Thanks ya udah baca novel aku, jangan lupa like dan komen ya.....
...Jangan lupa vote juga, thank you semuanya....
...Sehat-sehat ya kalian di sana....
...Tuhan Yesus memberkati....
...--------------------------------...
__ADS_1