Rindu Indigo Usil

Rindu Indigo Usil
Sepupu Andra dan Andre


__ADS_3

...--------------------------------...


****************


"Hari Minggu pagi setelah ibadah, kini Rindu dan mamanya sudah di rumah.


"Sis."


"Ia Rin, kenapa?"


"Besok kita mau liburan ke kampung neneknya Dewi, kamu ikut ya."


"Emang boleh Rin?"


"Ya boleh lah, makanya aku ajak kamu."


"Ok deh, thanks ya Rin."


"Ia, jadi ntar sore kita packing ya. Biar besok nggak sibuk lagi pagi-paginya."


"Ok deh."


Wuuuusshhhh...


Tiba-tiba Steven nongol di sana.


"Kak Rindu mau liburan? Steven ikut ya Kak."


"Haiiiizzzz, dasar hantu."


"Kan emang aku hantu Kak, mau gimana lagi, hehhehehe."


"Ok besok kamu boleh ikut kita."


"Yess makasih Kak. Kalau gitu Steven harus pamitan sama Om Besar, Steven pergi dulu Kak, mau berkemas."


Steven menghilang dari sekejap.


"Apa katanya tadi? Berkemas, apa yang mau dibawanya, dasar hantu bocil," sungut Rindu.


"Kamu kenapa Rin, ngomel-ngomel kek gitu?"


"Hahahha, biasa Sis si Steven mau ikut juga katanya liburan ke kampung neneknya Dewi."


"Ya ampun, tu hantu gitu amat pengen liburan. Kan bisa pergi sendiri keliling dunia, hahhaha."


"Hahahaha, ia makanya itu Sis, tapi ya si Steven katanya malas kalau sendiri, maunya kalau bareng kita."


"Ckckckc ada-ada aja si Steven.."


Tiba-tiba Bu Mita datang dan ikut nimbrung.


"Kalian kok pada ngomongin Steven, kenapa dia?"


"Ooooohhh, hehehhee itu Mam, si Steven.."


Rindu menceritakan rencana liburan mereka dan Steven yang katanya mau ikut serta, Bu Mita yang mendengar cerita Rindu hanya menggelengkan kepalanya.


"Emang dasar hantu bocah."


"Hahahahaha," Rindu dan Siska tertawa.


"Eh tapi, apa mama Mita juga bisa liat hantu seperti Rindu?" tanya Siska.


"Ia sayang, mama juga sama kayak Rindu."


"Waahh, Siska doang berarti yang nggak bisa liat hantu."


"Hahahaha, apa kamu mau liat Sis?" tanya Rindu.


"Nggak ah, Siska nggak mau," jawab Siska cepat..


Memang sejak semalam Bu Mita menyuruh Siska memanggilnya mama Mita saja, apalagi Siska juga akan tinggal bersama mereka terus.


****************


Sedangkan di rumah Andra dan Andre.


"Akhirnya kita bisa liburan besok Ndre."


"Ia Ndra, senang banget gue bisa liburan."


"Ye, loh ma senang karena ada Dewi, ia kan?"


"Loh juga karena ada Rindu kan?"


"Sok tau aja loh," balas Andra.

__ADS_1


"Ahahhaha, ya tau lah, Andre gitu loh."


Puukkk...


Andra menimpuk Andre dengan bantal, beberapa saat kemudian bel rumah berbunyi.


"Siapa yang datang ya Ndre?"


"Nggak tau Ndra."


Memang di rumah ini hanya tinggal mereka berdua ditambah bibi saja, karena kedua orang tua mereka ada di luar negeri.


"Ya udah bentar gue bukain," ucap Andre.


Andre melangkah menuju pintu untuk membukakan pintu bagi siapa yang entah tiba-tiba datang bertamu di hari Minggu begini..


Klek....


"Loh Willy, kamu kok ke sini?"


Ternyata yang datang adalah Willy sepupu Andra dan Andre dari luar negeri.


"Surprise."


"Surprise surprise pala loh, ngagetin aja."


"Dasar ya loh, aku itu sengaja kesini nggak ngasih tau kalian dahulu biar jadi surprise gitu."


"Kirain kita cewek apa suka surprise surprise gitu, ayo masuk."


Andre dan Willy masuk ke dalam rumah.


"Loh Willy, kok nggak ngasih kabar kalau mau datang?"


"Ya biar surprise."


"Kek cewek aja loh pake surprise surprise segala."


"Hahahaha, tapi aku nggak ganggu kan. Kalian lagi ngapain?"


"Nggak, kita lagi duduk-duduk aja tadi," jawab Andra.


"Ya udah sana ke kamar simpan dulu tas loh, mandi sekalian nanti kita makan siang bersama," ujar Andre.


"Ok siap."


"Ndra gimana nih, kita kan mau liburan besok. Malah si Willy datang liburan ke sini lagi."


"Ia juga ya, duh ganggu banget tu orang."


Mereka berdua terlihat berpikir sebentar, namun tiba-tiba Andre berucap.


"Ndra gimana kalau kita ajak aja sekalian si Willy, biar makin rame kan."


"Hmmmm, aku sebenarnya setuju-setuju aja, tapi kita harus minta persetujuan Rindu dan Dewi, kita berdua kan ikut mereka."


"Ia benar kata loh Ndra, sebaiknya loh hubungi Rindu sekarang."


"Ok, untung kemarin sempat minta nomornya Rindu," ucap Andra sambil menelpon Rindu.


Di rumah Rindu handphonenya berdering.


"Siapa ni? Nomor baru lagi, angkat nggak ya."


"Hmmm angkat aja deh."


Rindu mengangkat panggilan itu.


"Halo Rindu, ini aku Andra."


"Oohh kamu Ndra, kirain siapa soalnya nomor baru."


"Ia, kan baru tadi kamu ngasih nomor kamu ke aku kan."


"Ia ya, okok, ada apa Ndra?"


"Gini Rin, sepupu aku namanya Willy, dia baru datang dari Paris, dia ke sini mau liburan. Tapi karena besok kita juga kan mau liburan ke kampung neneknya Dewi, dari pada dia sendiri di rumah aku, apa boleh aku dan Andre ajak Willy sekalian?"


"Hhmmmm gitu, sebentar ya aku hubungi Dewi terlebih dahulu. Apalagi kita kan ke kampung neneknya Dewi, nanti aku calling kamu lagi ya."


"Ok Rin, aku tunggu ya."


"Siap."


Panggilan itu berakhir.


*************

__ADS_1


Di rumah Dewi, Dewi sedang memberitahu mama dan papanya perihal mereka yang akan berlibur ke kampung sang nenek besok.


"Ma Pa, besok kita akan berlibur ke kampung Nenek. Libur dari kampus tiga bulan, makanya dari pada jenuh di sini, kita mau ke kampung Nenek, boleh kan Ma, Pa?"


"Ia boleh sayang, tapi kalian harus janji. Ketika di sana kalian harus bisa bersikap sopan dan jangan sembarang," ucap papanya.


"Baik Pa, Dewi akan sampaikan pada yang lain."


"Emang kamu sama siapa aja yang akan liburan sayang?" tanya mamanya.


"Aku, Rindu, Siska, Andra dan Andre Mam."


"Oooohhh, baguslah kalau kalian berlima. Jadi nggak sepi nantinya kan."


"Ia Mam."


Handphone Dewi bergetar ada panggilan masuk.


"Halo Rin, tumben nelpon hari Minggu gini, ada apa?"


"Halo Wi selamat hari Minggu ya."


"Ia selamat hari Minggu juga Rin."


"Gini Wi.."


Rindu menceritakan apa yang dikatakan Andra tadi lewat telepon, perihal mereka yang ingin mengajak serta sepupu mereka yang bernama Wily.


"Ooohhh gitu, boleh dong, boleh banget. Makin ramai kan makin bagus tuh," jawab Dewi.


"Ok deh kalau gitu, thanks ya Wi, aku kabarin si Andra dulu."


"Ia Rin, sama-sama."


Panggilan itu berakhir.


"Ada apa sayang?" tanya papa dan mamanya.


"Ckckck Mama dan Papa kompak bener, heheheh."


"Ia dong sayang, namanya juga satu hati," jawab papanya tersenyum jail.


"Hahaahhaah, Papa Papa, bisa aja deh. Ini Pa, tadi kata Rindu sepupunya Andra dan Andre juga mau ikut serta besok."


"Ooohhh gitu."


"Yes Mam."


***********


Sedangkan di rumah Andra dan Andre keduanya sedang menunggu telpon dari Rindu.


Handphone Andra berdering.


"Halo Rin."


"Halo Ndra, kata Dewi boleh. Sepupu kamu boleh ikut serta besok. Oyah kalian jangan lupa bawa persediaan makanan ya."


"Ok Rin, siap. Entar sore kita bertiga belanja deh, biar kita nggak kesusahan nanti pas di kampung."


"Ok good job, aku tutup teleponnya ya, soalnya mau makan siang."


"Ok Rin, kita bertiga juga mau makan."


"Bye Ndra."


"Bye Rin."


Panggilan itupun berakhir, Rindu, Siska dan mamanya melangkah ke meja makan. Mereka akan makan siang, karena Bi Ina sudah menyiapkannya di meja.


"Makasih ya Bi."


"Sama-sama Nyonya, silahkan di makan."


...--------------------------------...


...Hai hai hai....


...Terimakasih ya udah baca Novel Nunna sampai episode ini, semoga kalian suka ya. Jangan lupa kalau ada saran apapun, langsung di komentar ya....


...Thanks semuanya....


...Sehat-sehat ya kalian semua, jaga kesehatan apalagi pandemi kek gini kan....


...나는 당신 모두를 사랑합니다...


...Tuhan Yesus Memberkati kalian semua. †...

__ADS_1


...--------------------------------...


__ADS_2