
...--------------------------------...
"Rin, ada yang mau aku omongin sama kamu, bisa bicara sebentar?"
Andra mengirim pesan pada Rindu, padahal mereka sedang berhadapan.
Ting..
Pesan dari Andra masuk ke handphonenya Rindu, Rindu membaca pesan itu, ia mengerutkan keningnya. Andra sedang berada di depannya tapi kenapa ia harus mengirim pesan?
"Ndra ada apa? Padahal kita lagi duduk sama-sama, kok nggak langsung ngomong aja."
"Maaf Rin, soalnya aku belum ngasih tau Andre soal ini. Aku ingin membahasnya terlebih dahulu bersama kamu nanti gimana-gimana baru aku kasih tau Andre."
"Emang ada apa Ndra?"
"Gini aja Rin, gimana kalau pulang kampus aku antar kamu, entar aku ceritain ke kamu jelasnya gimana."
"Hm ok baiklah."
Setelah chat-chatan seperti itu, mereka masuk karena sebentar lagi mata kuliah kedua dimulai.
Seperti biasa mata kuliah berjalan dengan lancar, jam 3 sore mereka keluar dari kelas dan akan pulang ke rumah.
"Rin aku pamit ya, soalnya Pak supir udah jemput."
"Oh Wi, kamu hati-hati di jalan ya."
Dewi meninggalkan kampus dengan jemputannya sedangkan Andra dan Andre muncul dari parkiran dengan motor sport mereka.
"Rin ayo naik."
"Loh, Ndra kamu mau ngantar Rindu?"
"Ia Ndre, kamu duluan aja ke rumah ya."
"Ok deh, bye."
Andre meninggalkan Rindu dan Andra, Rindu kemudian naik ke atas motor dan mereka meninggalkan kampus.
"Rin, gimana kalau kita duduk sebentar di taman yang sebelum rumah kamu itu."
"Boleh."
Setelah beberapa saat di perjalanan mereka berhenti di taman yang tak jauh dari rumah Rindu.
"Ada apa Ndra tumben kamu mau ngobrol berdua aja sama aku, apa ada yang penting?"
"Ia Rin, makanya aku sengaja ngomongin ini sama kamu terlebih dahulu."
"Apa? Silahkan kamu ngomong."
"Gini Rin, semalam..."
Mimpi Andra semalam..
"Kenapa akhir-akhir ini kamu sering mengganggu ku?"
"Aku menganggu karena aku disuruh."
"Siapa, siapa yang menyuruh mu?"
"Itu bukan urusan kamu, hanya satu yang ingin aku kasih tau. Katakan pada saudara mu yang bernama Willy, jangan pernah menolak cinta tuanku."
"Tuan mu? Siapa dia?"
"Tanyakan pada Willy, jika ia masih tidak menerima cinta tuanku, maka aku akan menjemputnya ke alam baka."
"Katakan apa tuan mu masih hidup?"
"Tidak."
"Jika tuan mu saja sudah mati, bagaimana bisa aku memberitahukan hal ini pada Willy! Asal kamu tau, sampai kapanpun manusia dan hantu atau setan seperti kalian tidak akan pernah bersatu."
"Hahahaha, jika seperti itu maka aku akan membawa saudara mu ke alam baka, agar ia bisa menerima cinta tuan ku."
"Ciih, katakan pada tuan mu. Sampai kapanpun Willy nggak akan mau melakukan hal yang tidak baik seperti ini, lagian dunia kita bahkan sudah berbeda, pergilah jangan ganggu Willy maupun aku dan Andre."
"Tidak, aku tidak akan menyerah sebelum tugas ku selesai."
__ADS_1
"Silahkan, terserah kau saja. Tapi ingat kau hanyalah makhluk ciptaan Tuhan yang lemah, sejatinya kami manusia lebih kuat dari kalian. Jadi jika kau berani macam-macam, kami semua tak akan tinggal diam."
Tiba-tiba sosok itu berteriak kencang dan Andra pun bangun dari tidurnya.
"Mimpi, apa maksud mimpi itu?"
Setelah Andra berucap seperti itu, tiba-tiba atap rumahnya seperti dihantam sesuatu yang besar.
Buuummmmm.
"Ya Tuhan suara apa lagi itu, jauhkan kami semua dari segala marabahaya ya Tuhan, hanya pada Mu kami memohon, amin."
Setelah itu Andra kembali melanjutkan tidurnya hingga pagi menjemput.
"Seperti itu Rin."
"Hm sebenarnya aku juga bingung ini masalahnya apa sebenarnya, untuk lebih jelasnya kita butuh penjelasan dari Willy."
"Kalau gitu kita ke rumah aku aja Rin."
"Ye, enak aja. Ntar sorean sekitar jam 5 aja deh aku ke rumah kalian ya, sekarang ayo antar aku pulang."
"Ya baiklah, ntar aku jemput ya."
"Hmmmm boleh deh."
Andra mengantarkan Rindu ke rumahnya.
"Thanks Andra."
"Sama-sama Rin, aku pulang ya."
"Ok, hati-hati di jalan."
Andra pergi meninggalkan rumah Rindu.
*****
"Cie cie cie cie kak Rindu lagi pedekate ya."
"Heh bocil jangan sok tau kamu ya."
"Hahahaha ayo ngaku aja sama Steven Kak, kak Rindu suka kan sama kak Andra?"
"Ye gini-gini juga aku ahlinya kak, ahli ngeliatin Om Besar sama Tante Kun, hahahaha."
"Oyahh bocill Om Besar di mana?"
"Lagi mojok Kak sama Tante Kun."
"Ckckck, sekarang kamu pergi dan kasih tau dia jangan mojok mulu, ingat jaga rumah."
"Hahahaha ashiiappp Kak."
"Ah satu lagi, ntar sore jam 5 gitu kamu ikut aku ke rumah Andra ya, ada yang harus kita lakukan di sana."
"Emang ada apa Kak?"
"Udah jangan banyak tanya dulu, nanti juga kamu tau kok."
"Ok baiklah kanjeng putri, heheheh."
Rindu masuk ke dalam rumah dan Steven pergi mencari Om Besar.
"Sore Sis."
"Sore Rin, kok baru pulang."
"Ia Sis, tadi ada something yang harus aku kerjakan di luar."
"Ooohhh, kamu udah makan?"
"Belum sih."
"Ya udah sana kamu ganti, aku siapin makanan ya."
"Thank you Siska ku sayang."
Siska tersenyum dan melangkah ke arah dapur, ia menyiapkan makanan untuk Rindu di meja makan.
__ADS_1
Setelah ganti pakaian dan bersih-bersih, Rindu turun dan menuju meja makan.
"Sis, thank you ya."
"Sama-sama Rin ayo dimakan."
Siska menemani Rindu yang sedang makan sambil memainkan handphonenya.
Bu Ratih baru saja balik dari kantor saat Siska dan Rindu sedang duduk di sofa yang berada di ruang tengah.
"Sore Mam."
"Sore sayang, kalian lagi ngapain?
"Nggak kok Ma, aku dan Rindu lagi duduk aja sambil cerita-cerita."
"Oh, yaudah mama ke kamar dulu ya."
"Ia Mam."
Bu Mita menuju kamarnya untuk berganti pakaian.
"Oyahh Sis aku ntar mau ke rumahnya Andra, kamu mau ikut?"
"Ngapain Rin? Tumben."
"Itu ada sesuatu yang menganggu mereka di rumah mereka, makanya Andra minta aku ke sana."
"Oohh, boleh deh dari pada aku di rumah bosen juga."
"Oyah bukannya kamu dan Willy mau dinner?"
"Nggak jadi Rin, katanya tadi Willy nggak enak badan."
"Ya udah, aku telpon Andra dulu supaya nggak usah jemput nanti kita pakai mobil aja ya."
"Ok deh."
Rindu menelpon Andra.
"Halo Andra, ntar kamu nggak usah jemput ya, aku sama Siska pakai mobil aja ke rumah kamu."
"Emang kalian berdua tau rumah aku?"
"Kamu share lock aja."
"Oh ia ya, baiklah."
Rindu mengakhiri teleponnya dengan Andra.
"Ya, nggak jadi deh jemput calon gebetan."
Andra bergumam sendiri, tapi ternyata Andre malah mendengarnya.
"Maksud kamu?"
"Apa?" tanya Andra bingung.
"Tadi kamu ngomong apa?" tanya Andra lagi.
"Ooohh itu, nggak kok bukan apa-apa, lagian kepo banget sih loh Ndre."
"Ya siapa suruh kamu nganga ngungu di samping aku."
"Serah aku lah," ucap Andra lalu pergi ke kamarnya.
"Dasar si Andra tengil."
Andre kembali sibuk dengan handphonenya sedangkan Willy sibuk dengan hanphone juga tapi ia sedang bermain game sambil uring-uringan karena tidak enak badan.
...--------------------------------...
...Hai kesayangan :)...
...Thanks ya udah baca novel aku, jangan lupa like dan komen ya.. ♡...
...Jangan lupa vote juga, thank you semuanya. ♡...
...Sehat-sehat ya kalian di sana....
__ADS_1
...Tuhan Yesus memberkati....
...--------------------------------...