Rindu Indigo Usil

Rindu Indigo Usil
Mimpi Willy


__ADS_3

...--------------------------------...


"Om Besar Kak, Om Besar nggak ada."


"Oh, mungkin jalan-jalan kali dia."


"Masa jalan-jalan nggak ngajak Steven Kak."


"Lah mana saya tau, hahahaha dah pergi sana cari kalau kangen."


"Ye, kak Rindu gitu amat sama Steven, ok deh Steven pergi, bye."


"Ckckck dasar hantu bocil."


"Steven lagi ya Rin?"


"Ia Sis, siapa lagi kalau bukan tu anak."


Sore hari seperti yang mereka sepakati mereka akan jalan-jalan bersama Bu Mita, mereka bertiga sudah siap.


"Ok ayo kita jalan."


"Ayo Ma."


"Let's go Mam."


Mereka bertiga meninggalkan rumah dengan diantar Pak Agung, mobil melaju membawa mereka ke pusat perbelanjaan yang ada di Jakarta.


"Nyonya, Non, kita sudah sampai."


"Makasih ya Pak."


"Sama-sama Nyonya."


Mereka bertiga keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam sedangkan Pak Agung pergi memarkirkan mobil.


"Ayo sayang kita cari apa yang mau kita beli."


"Emang Mama mau beli apa?"


"Nggak tau juga sih, mama hanya bosan di rumah makanya ngajak kalian ke sini. Jadi kita keliling aja dulu, mana yang bagus dan kita sukai ya kita beli."


"Ok deh Mam."


Mereka berkeliling mall dengan bahagia, ketiganya bak seumuran. Bu Mita yang memang masih cantik, tubuhnya yang seksi membuat ia seperti kakak beradik dengan Siska dan Rindu.


Mereka membeli Tas, jam tangan, sepatu serta barang-barang bermerek lainnya.


"Nah Sis kayaknya ini pas deh buat kamu."


Rindu menunjukkan dress yang sangat cantik, Siska yang tak enak hati mendekat dan melihat harganya dan betapa kagetnya ia melihat harga gaun itu, padahal sudah banyak yang Bu Mita belikan untuknya.


"Nggak deh Rin, mahal amat dressnya."


"Udah sebaiknya kamu cobain dulu deh."


"Ia sayang, dicoba dulu sana," ucap Bu Mita.


Rindu langsung menarik Siska dan menyuruhnya mencoba dress itu, Siska hanya bisa pasrah karena tidak mungkin ia bisa mengalahkan keras kepalanya Rindu.


Setelah mencoba dress itu Siska keluar dari kamar pass menemui Bu Mita dan Rindu yang menunggunya.


"Wow Mama lihatlah adikku yang manis dan cantik ini, bukankah dressnya sangat cocok Mam?


"Ya sayang, kamu benar dres sangat sangat cocok. Siska sayang, kamu cantik sekali dengan dress itu."


"Terimakasih Ma, Rindu terimakasih."


"Ya sudah sebaiknya kamu ganti lagi, atau kamu mau pakai itu pulang ke rumah, hehehe."


"Ya nggak lah Rin, kamu ini."


Siska kembali mengganti pakaiannya setelah itu Bu Mita membayar dres itu, mereka meninggalkan tokoh itu dan mencari makan di kafe yang ada dalam mall.

__ADS_1


Karena hari sudah malam, mereka memutuskan untuk makan terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah.


"Mama pesan apa?"


"Hmm Mama terserah kamu aja deh sayang."


"Baiklah Mam, kali ini Rindu yang pilih menunya untuk kita bertiga, ok."


"Ok Rin," jawab Siska.


Setelah memesan makanan, beberapa saat kemudian akhirnya makanan datang dan merekapun langsung menyantapnya.


Rindu juga meminta pelayan untuk dibungkus kan seporsi untuk Pak Agung, setelah selesai makan mereka keluar dan menemui Pak Agung di parkiran.


"Pak maaf ya lama."


"Nggak apa-apa Non."


"Nah ini makanan buat Bapak, dimakan ya."


"Ia Non, nanti saya makan di rumah."


"Jangan Pak, ini sudah malam dan Bapak harus menyetir kan. Bapak makan sekarang aja ya, saya Mama dan Siska nggak apa-apa kok menunggu sebentar di dalam mobil."


"Baik Non, terimakasih."


"Ia Pak, sama-sama."


*****


Rindu, Siska dan Bu Mita masuk ke dalam mobil, Pak Agung langsung menyantap makanan yang dikasih Rindu. Beberapa saat kemudian Pak Agung sudah menyelesaikan makannya.


"Saya sudah selesai Nyonya, Non. Kita pulang sekarang?"


"Ia Pak, kita langsung balik ke rumah aja ya."


"Baik Nyonya."


"Ma, Rin, makasih ya untuk semuanya."


"Ia sayang, sama-sama."


"Ia Sis, sama-sama. Aku senang kok ada kamu di rumah, jadinya aku punya sodara sekarang."


Mereka berdua berpelukan di dalam mobil, Bu Mita yang melihatnya hanya tersenyum.


Mereka tiba di rumah dan setelah mengucapkan terimakasih pada Pak Agung, mereka bertiga langsung masuk ke kamar masing-masing karena sudah kelelahan.


Pagi-pagi sekali Rindu sudah siap karena jam 8 ada kelas.


"Pagi Mam, Sis."


"Pagi sayang."


"Pagi Rin, kamu ada kelas?"


"Ia Sis, jam 8."


"Ya udah ayo makan sekarang," ucap Bu Mita.


Mereka semua menyantap sarapan yang disediakan Bi Ina.


Sedangkan di rumah si kembar dan Willy, mereka juga sedan sarapan.


"Apa sebaiknya aku cerita soal ini ke Rindu?"


Andra menimang-nimang dalam hatinya, apakah ia akan memberitahu Rindu soal kejadian semalam.


"Ndra kenapa ngelamun?"


"Hmmm nggak Will, nggak ada apa-apa."


"Oh, kirain ada apa-apa lagi."

__ADS_1


"Nggak kok."


Andra memutuskan untuk tidak memberitahu Andre dan Willy kejadian semalam yang dialaminya.


Setelah sarapan merekapun pergi ke kampus, tinggallah Willy sendirian di rumah hanya ada bibi yang menemaninya di rumah sehingga ia tidak benar-benar sendirian.


"Membosankan kalau si Andra dan Andre udah ke kampus, aku ngapain ya enaknya."


Willy berpikir apa yang akan dilakukannya untuk mengusik kebosanan yang ada.


Setelah beberapa saat berpikir ia memutuskan untuk bermain game saja di handphonenya, memang sangat tidak asik jika bermain sendiri, tapi ya sudahlah tetap ia lakukan.


Lama ia bermain game sampe tak terasa ia malah ketiduran padahal jam baru saja menunjukkan pukul 10 pagi.


"Siapa kamu?"


"Aku, aku datang untuk menemui kamu."


"Apa maksud kamu? Siapa kamu?"


"Apa kau tidak mengenal ku Willy?"


"Bagaimana kau bisa mengetahui nama ku?"


"Tentu aku mengetahui nama mu, karena aku menyayangi mu. Tapi kau meninggalkan aku sendiri di sana, kenapa kau tidak mencintai ku?"


"Apa maksud kamu, aku bahkan tidak mengenal mu."


"Kau benar-benar sombong, tunggulah aku akan menjemput mu."


"Apa maksud kamu?"


"Hahahaha aku akan menjemput mu agar kita bisa sama-sama."


"Dasar tidak jelas kamu, pergi dari sini."


"Tunggulah Willy, jika aku tidak bisa mendapatkan mu di dunia manusia, maka aku akan menjemput mu ke dunia ku."


"Hahahhaha, aku sangat mencintaimu Willy."


Willy tersadar dari tidurnya.


Hooshh hosshh hosh...


"Mimpi ternyata cuma mimpi, syukurlah Tuhan."


Willy beranjak dari sofa tempat ia terlelap dan masuk ke dalam kamar, ia menuju kamar mandi dan langsung bersih-bersih karena sudah siang.


Sedangkan di kampus, si kembar, Rindu dan Dewi sedang menikmati minuman di kantin. Mata kuliah pertama telah usai dan mereka tinggal menunggu mata kuliah selanjutnya, setelah itu barulah mereka akan pulang ke rumah.


"Bosan banget nungguin mata kuliah kedua."


"Sabar napa Wi."


"Hehehehe, bosen tau Rin."


"Ya sama, aku juga bosan sebenarnya."


Mereka hanya bisa duduk dan ngobrol di sana, Andra sedang berpikir apakah sekarang ia harus menceritakan pada Rindu perihal semalam?


...--------------------------------...


...Hai kesayangan :)...


...Thanks ya udah baca novel aku, jangan lupa like dan komen ya.. ♡...


...Jangan lupa vote juga, thank you semuanya. ♡...


...Sehat-sehat ya kalian di sana....


...Tuhan Yesus memberkati....


...--------------------------------...

__ADS_1


__ADS_2