
...--------------------------------...
******
"Wi, aku akan masuk ke dalam. Kamu dan mama kamu tunggu di sini saja ya."
"Nggak Rin, sebaiknya aku ikut kamu, aku nggak mau kamu kenapa-napa Rin."
"Tenang Wi, aku nggak akan kenapa-napa percaya deh sama aku. Sebaiknya kamu jaga mam kamu, supaya nggak mudah dipengaruhi hawa-hawa dari sosok tak kasat mata."
"Tapi Rin."
"Wi, percaya sama aku ya. Aku janji nggak akan kenapa-napa, lagian aku punya sosok yang jagain aku kan."
"Baiklah Rin, kamu hati-hati ya."
Rindu mengangguk, ia juga meminta Steven untuk stay di luar menjaga Dewi dan mamanya sedangkan Rindu ia akan masuk ke dalam gudang ditemani sosok anjing penjaganya.
Setelah mengelus cincin di jarinya, kini sosok penjaga Rindu sudah ada di sampingnya..
"Baiklah ayo kita masuk."
"Kamu berhati-hatilah Rindu, sosok yang ada di dalam gudang ini benar-benar sosok yang jahat."
"Baiklah penjaga."
Rindu dan penjaganya masuk ke dalam gudang, baru beberapa langkah ke dalam mereka langsung di serang oleh sosok tinggi besar yang ada di dalam gudang, rupanya yang menghuni gudang itu adalah sosok genderuwo.
Rindu langsung mengelak dan terjadilah pertempuran antara anjing penjaga Rindu dan genderuwo itu, walau anjing penjaga Rindu dalam bentuk kecil namun kekuatannya sangat dahsyat..
Pertarungan itu terjadi membuat suasana semakin mencekam, bahkan Dewi dan mamanya ikut merasakan aura yang dikeluarkan sosok penjaga Rindu dan sosok genderuwo yang sedang bertarung di dalam.
"Ada apa ya di dalam, ya Tuhan semoga Rindu baik-baik saja, Amin."
Dewi berdoa dalam hatinya sambil memeluk sang mama.
"Nak ada apa ini, kenapa tiba-tiba suasananya seperti ini?"
"Dewi juga nggak tau Ma, mungkin di dalam terjadi perkelahian. Kita berdoa ya Mam, supaya Rindu baik-baik saja di dalam."
"Ia Nak."
Sedangkan Steven ia hanya memantau di sekitar, kalau-kalau ada bahaya lain yang mendekat.
********
Di dalam gudang, Rindu masih berdiri melihat pertarungan dua sosok yang ada di depannya. Genderuwo berusaha meraih anjing penjaga Rindu dengan tangan besarnya, namun tidak bisa karena sosok anjing dihadapinya sungguh sangat gesit, apalagi dengan postur besar si genderuwo, membuatnya kesusahan berbalik arah kesana-kemari.
Anjing penjaga Rindu terus menyerang, berkali-kali kuku tajamnya sudah menggores tubuh besar sang genderuwo, kembali ia daratkan gigitannya pada telinga genderuwo itu membuatnya kesakitan.
Akkkhhh...
"Hei genderuwo jelek, siapa yang menyuruh mu ke sini?"
"Tidak ada yang menyuruh ku."
"Jangan menipu ku genderuwo jelek, aku tau kau di sini karena disuruh seseorang untuk mengganggu keluarga Dewi kan."
"Kalau kau sudah tau, untuk apa kau ikut campur?"
"Karena Dewi sahabat ku, simple bukan."
"Pergilah dan jangan mengganggu pekerjaan ku."
__ADS_1
"Ketahuilah aku tidak akan pergi sebelum kamu musnah."
"Kau tak akan bisa memusnahkan ku."
"Kau percaya diri sekali rupanya."
Genderuwo itu beralih dan langsung menyerang Rindu, Rindu dengan sigap mengelak dan langsung memutar kebelakang dan menendang kaki sang genderuwo.
Anjing penjaga Rindu juga menyerang dari depan membuat genderuwo itu kini terpojok, Rindu yang mendapatkan kesempatan langsung menghantam betis wowo itu dengan balok yang dipegangnya.
Buggh buggh buggh buggh..
Saat genderuwo mengalihkan perhatiannya kepada Rindu, dengan sigap sosok anjing penjaga Rindu langsung menyerang dan kuku-kuku tajamnya menancap tepat di leher wowo itu.
"Aaarrghhhh.. Sakit."
"Rasakan itu wowo jelek, siapa suruh kau meremehkan kami berdua."
Lagi-lagi Rindu mengambil balok, kali ini ia melompat dan menghantam tubuh wowo yang sedang kesakitan itu.
Buggh..
Berulang kali diterjang Rindu dan dicabik-cabik sosok anjing penjaga Rindu, akhirnya wowo itu ambruk dan musnah..
"Huhhh, Sanga merepotkan. Penjaga, terimakasih ya."
"Sama-sama Rindu."
Penjaga kembali ke dalam cincin sedangkan Rindu keluar dari dalam gudang, rupanya perkelahian dengan wowo itu membuat Rindu cukup kelelahan bajunya yang awalnya rapi kini berantakan, keringat nampak di dahinya.
"Syukurlah Tuhan, akhirnya kamu keluar juga Rin," Dewi langsung memeluk Rindu..
"Aku tu takut kamu kenapa-napa tadi Rin."
"Dewi, sebaiknya kita masuk ke dalam rumah. Rindu pasti haus dan butuh minum," ucap mamanya.
"Baik Ma, ayo Rin."
Mereka masuk ke dalam rumah Dewi, sedangkan Steven masih setia menemani.
"Kak Rindu, syukurlah kak Rindu baik-baik saja."
"Ia Steven, kakak baik-baik saja kok. Makasih ya kamu udah jagain Dewi dan mamanya."
"Ia Kak sama-sama. Maaf ya Steven nggak bantuin Kakak tadi."
"Nggak kok, lagian kan Kakak yang minta kamu jagain Dewi dan mamanya."
Mamanya Dewi langsung ke dapur mengambilkan minum untuk Rindu.
"Nak ini diminum dulu."
"Makasih ya Tan."
Rindu meneguk air yang dikasih mamanya Dewi, ia memang sangat kehausan. Karena hari sudah sore, rupanya papanya Dewi pun sudah kembali dari kantor.
"Sore Ma, Dewi. Eh ada nak Rindu rupanya."
"Sore Pa," jawab Dewi dan mamanya.
"Ia Pa, Rindu ke sini karena diajak anak kita Dewi."
"Ia Papa, Dewi kepikiran sama apa yang menimpa keluarga kita. Dewi memutuskan untuk menceritakan hal itu pada Rindu dan Rindu akhirnya datang ke sini."
__ADS_1
"Lalu apa lagi sayang?"
"Lalu tadi kita ke gudang belakang Pa, ini juga kita baru duduk di sini. Selebihnya Rindu belum cerita Pa."
"Ooohhh."
"Begini Om, tadi saat saya ke sini saya meminta Steven untuk memeriksa rumah Om dan Tante. Saat Steven berkeliling dan mengecek kesana-kemari dia menemukan aura yang tak biasa dari dalam gudang belakang rumah."
"Akhirnya saya memutuskan untuk ke sana, kita bertiga ke sana dan saya masuk ke dalam gudang tua itu."
"Ternyata di sana ada sosok genderuwo yang sepertinya dipersiapkan untuk kembali mengganggu keluarga Om dan Tante, karena itu saya terpaksa harus bertarung dengannya. Puji Tuhan sosok itu kini lenyap dan tak ada lagi di sana."
"Genderuwo?" tanya ketiganya kompak.
Rindu menganggukkan kepalanya.
"Terimakasih Nak, kamu selalu membantu keluarga kami," ucap papanya Dewi.
"Sama-sama Om, karena Dewi sahabat saya tentu saya tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi padanya dan keluarganya."
Dewi yang mendengar pernyataan Rindu langsung memeluk Rindu, air matanya jatuh. Tak menyangka menemukan sahabat sebaik Rindu.
"Rin, makasih ya. Makasih banget untuk semuanya, hiks hiks."
"Ia sama-sama Wi, kita akan selalu saling membantu dan saling support satu sama lain kok."
Mama dan papanya Dewi yang melihat persahabatan diantara keduanya merasa ikut bahagia, bahagia karena anak mereka mendapatkan sahabat yang benar-benar baik dan tulus seperti Rindu.
Setelah urusan di rumah Dewi selesai, Rindu memutuskan untuk pulang karena hari sudah senja.
"Om, Tante, Dewi aku pamit ya. Hari sudah senja."
"Mau Om antar Nak?"
"Nggak usah Om, Rindu pakai taksi aja."
"Kamu hati-hati di jalan ya Nak."
"Ia Tante, pasti."
Dewi mengantarkan Rindu ke depan seraya menunggu taksi pesanan Rindu, taksi pun sampai..
"Bye Wi."
"Bye Rin, thanks ya. Kamu hati-hati di jalan."
"Ok, siap."
Taksi yang membawa Rindu meninggalkan rumah Dewi dan melaju ke tempat tujuan Rindu yakni rumahnya tentu diikuti Steven yang melayang di atas.
...--------------------------------...
...Hai hai hai....
...Terimakasih ya udah baca Novel Nunna sampai episode ini, semoga kalian suka ya. Jangan lupa kalau ada saran apapun, langsung di komentar ya....
...Thanks semuanya....
...Sehat-sehat ya kalian semua, jaga kesehatan apalagi pandemi kek gini kan....
...나는 당신 모두를 사랑합니다...
...Tuhan Yesus Memberkati kalian semua. †...
__ADS_1
...--------------------------------...