
...--------------------------------...
Pagi-pagi saat sarapan Siska menyampaikan pada Bu Mita bahwa ia akan kembali ke rumahnya. Sayang juga jika rumah sebesar itu ditinggalkan, seperti itulah pikirnya.
"Ma, ada yang mau Siska sampaikan," ucap Siska memulai percakapan.
"Ada apa sayang?" tanya Bu Mita.
Sedangkan Rindu memilih jadi pendengar saja.
"Sebelumnya Siska mau bilang makasih sama Mama dan Rindu sudah baik sama Siska, udah menerima Siska tinggal di sini selama ini."
"Siska mau ngasih tau ke Mama, sekalian pamit ke Mama karena Siska berencana akan pulang ke rumah Ayah. Ayah sudah tiada, dan kini rumah itu hanya ditinggali Bibi dan pak satpam saja," ucap Siska.
"Mama turut berdukacita ya sayang atas meninggalnya ayah kamu, walau bagaimanapun dia tetap ayah kamu bukan! Dan soal kamu mau kembali tinggal di sana, It's ok mama nggak masalah kok," jawab Bu Mita.
"Makasih Ma," ucap Siska.
"Sama-sama sayang, terus kapan kamu akan pindah?" tanya Bu Mita.
"Sepertinya ntar siang Ma," jawab Siska.
"Oh ia sayang, maaf ya mama nggak bisa antar kamu! Soalnya, mama ada metting siang ini. Tapi mama janji nanti mama akan bertamu ke rumah kamu!" ucap Bu Mita.
"Ia Ma, nggak apa-apa kok," ujar Siska.
"Ntar biar Rindu aja Ma, yang antar Siska pulang ke rumahnya," ucap Rindu.
"Ia sayang," jawab Bu Mita.
Sarapan selesai merekapun meninggalkan meja makan dan duduk di halaman depan sambil menikmati udara di pagi hari. Rindu kemudian ingat kalau ada yang harus ia tanyakan pada Steven.
"Ma, Sis, aku temui Steven dan Om Besar dulu ya," ucap Rindu.
"Ia sayang," jawab Bu Mita.
"Ia Rin," tambah Siska.
Rindu melangkah menuju pohon besar tempat Steven dan Om Besar nongkrong.
"Morning kak Rindu," sapa Steven.
"Morning Rindu," Om Besar ikutan.
"Ya ya, morning Steven, Om Besar," ucap Rindu.
"Ada apa Kak?" tanya Steven.
"Ada yang mau kakak tanyakan sama kamu, turun cepat."
Steven pun turun dan berdiri di depan Rindu.
"Apa Kak?"
"Kok kamu nggak ngasih tau kakak kalau ayahnya Siska udah meninggal sih?" ucap Rindu.
"Ya kan Kakak nggak nanya," ucap Steven santai.
"Aiiissshh, jadi benar ayahnya Siska meninggal karena ulah kamu dan Tante Ketty waktu itu?" tanya Rindu.
"Ia Kak, waktu itu Tante Ketty nakutin suaminya itu. Karena takut, pas di jembatan suaminya malah jatuh ke sungai," ujar Steven.
"Ooohh, gitu!"
"Ia seperti itu Kak," ucap Steven.
"Ya sudah, hanya itu yang mau aku tanyakan. Oh ia, Siska akan kembali ke rumahnya," ujar Rindu lagi.
"Loh, kak Siska balik ke rumahnya?" tanya Steven.
"Ia soalnya nggak ada orang di rumahnya, hanya ada bibi dan pak satpam yang menjaga rumah itu," ucap Rindu.
"Ooohhh gitu!"
__ADS_1
Rindu mengangguk lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
Siang harinya seperti rencana Siska, ia sudah selesai berkemas. Ia juga sudah siap untuk kembali ke rumahnya.
"Udah siap?" tanya Rindu.
"Udah Rin, makasih ya udah mau nemenin aku pindahan," ucap Siska.
"Ia Sis, santai aja."
Rindu memanggil Pak Agung untuk membantu mereka membawakan barang-barang Siska ke dalam mobil. Setelah memasukkan semua barang ke dalam mobil, Siska menemui Bi Ina dan berpamitan.
"Bi, Siska mau pamit," ucap Siska.
"Loh Nak, mau kemana?" tanya Bi Ina.
"Siska mau kembali ke rumah Ibu, soalnya rumah peninggalan Ayah dan Ibu nggak ada yang nempatin Bi, hanya ada bibi dan pak satpam di sana," jelas Siska.
"Ya, nanti rumah ini sepi lagi jadinya! Nggak ada nak Siska lagi yang sering ngebantu bibi di sini," ucap Bi Ina sedih.
"Heheheh, jangan sedih dong Bi. Nanti pasti kapan-kapan Siska ke sini kok," ucap Siska.
"Beneran ya Nak, bibi tunggu," ucap Bi Ina.
"Ia Bi, Siska janji deh," ucap Siska.
Bi Ina memeluk Siska sebagai tanda perpisahan. Setelah itu Siska kembali menemui Rindu yang sudah menunggunya di depan.
Siska juga pamitan sama Steven dan Om Besar walaupun ia tidak melihat mereka berdua.
"Bye kak Siska," ucap Steven.
"Bye Siska," ucap Om Besar.
Rindu memberitahukan apa yang dikatakan Om Besar dan Steven pada Siska.
"Bye Steven, Om Besar," ujar Siska.
"Udah?" tanya Rindu.
"Ayok."
------------
Rindu dan Siska masuk ke dalam mobil dan merekapun meninggalkan rumah Rindu menuju rumah Siska.
Sesaat kemudian Rindu dan Siska tiba di rumah Siska, keduanya keluar dari mobil, Pak Agung juga membantu mengeluarkan barang Siska dan membawanya masuk ke dalam rumah.
Handphone Rindu tiba-tiba berdering.
"Halo sayang," ucap Rindu.
"Sayang kamu lagi di mana?" tanya Andra dari seberang.
"Ini aku lagi bantuin Siska pindahan, mulai hari ini Siska nggak tinggal di rumah aku lagi Ndra, ia sudah kembali ke rumah orang tuanya," ucap Rindu.
"Oh, terus di mana alamatnya sayang?"
Rindu kemudian menyebutkan alamat rumah Siska, karena katanya Andra akan berkunjung ke sana.
"Ya udah, aku segera ke sana ya sayang."
"Ia Ndra, hati-hati di jalan ya," ujar Rindu.
"Bye sayang," ucap Andra.
"Bye sayang, aku tunggu di sini," ucap Rindu.
Obrolan itu berakhir.
"Siapa Rin? Andra?" tanya Siska.
"Ia Sis, katanya mau ke sini," jawab Rindu.
__ADS_1
"Oh," Siska mengangguk.
Bi Sari datang dengan tiga gelas minuman dingin untuk Rindu, Siska dan Pak Agung.
"Makasih Bi," ucap Siska.
"Sama-sama Non, silahkan diminum nak Rindu, Pak," ucap Bi Sari.
"Terimakasih Bi," ucap Rindu.
Bi Sari pamit karena akan merapikan kamar Siska sekaligus menata barang-barang Siska di kamarnya.
Setelah minum, Pak Agung pamit dan lebih memilih menunggu di mobil saja. Setelah Pak Agung keluar, Andra, Dewi dan Andre masuk.
"Loh kalian bertiga datangnya?" ucap Siska.
"Ya habis, kalian berdua tega nggak ngabarin gue ya," ucap Dewi.
"Maaf Wi, aku lupa ngabarin kamu," ucap Rindu.
"Ciih sok sibuk kalian berdua," ucap Dewi pura-pura kesal.
"Hehehehe maaf sayangku," ujar Rindu.
"Maaf Sis, aku juga lupa ngabarin kamu," ucap Siska.
"Ia nggak apa-apa Sis, sekarang kamu tinggal di sini. Kayaknya kita bakalan sering-sering deh ke sini," ucap Dewi.
"Boleh banget," ucap Siska.
Siska pergi ke dapur dan kembali dengan minuman untuk Andra, Andre dan Dewi.
Hanphone Siska berdering.
"Halo Will," ucap Siska.
"Halo sayang, gimana? Udah pindahan?" tanya Willy.
"Udah sayang, ini ada Rindu dan yang lainnya juga," ucap Siska.
"Wah enak ya, salamin buat mereka semua," ucap Willy.
"Ia sayang," jawab Siska.
"Kamu baik-baik aja di sana kan sayang?" tanya Siska.
"Ia sayang, aku baik kok di sini," jawab Willy.
"Syukurlah."
"Udah dulu ya sayang, nanti aku telepon lagi," ucap Willy.
"Ia sayang, bye."
"Bye sayang," ucap Willy dari seberang.
Obrolan itupun berakhir.
"Si Willy ya?" tanya Andre.
"Ia Ndre, nitip salam buat kalian semua," ucap Siska.
Mereka mengangguk mendengar Willy menitip salam untuk mereka semua.
...--------------------------------...
...Hai kesayangan :)...
...Thanks ya udah baca novel aku, jangan lupa like dan komen ya.....
...Jangan lupa vote juga, thank you semuanya....
...Sehat-sehat ya kalian di sana....
__ADS_1
...Tuhan Yesus memberkati....
...--------------------------------...