Rindu Indigo Usil

Rindu Indigo Usil
See you soon Willy


__ADS_3

...--------------------------------...


Hari ini adalah hari dimana Willy akan kembali ke Turki, kini ia sedang bersiap dan akan diantar Andra dan Andre ke bandara.


"Gimana Will, udah siap?"


"Udah Ndra, ayo."


"Andre ayo berangkat, ini Willy udah siap nih."


"Ok bentar."


Andre datang menemui Willy dan Andra yang sudah menunggunya di luar, Andra yang akan mengemudikan mobil.


Mereka bertiga masuk ke dalam mobil dan Andra pun langsung menghidupkan mobil lalu berangkat.


Di rumah Siska dan Rindu.


"Sis, nggak pergi ngantar Willy?"


"Nggak Rin, aku takut nanti aku malah kangen terus."


"Aiishh kamu ini, harusnya kamu antar dia. Apalagi ini kalian akan berpisah dan entah kapan baru jumpa lagi, ya kan!"


"Ehhmm, tapi Rin."


"Udah nggak usah tapi-tapian, ambil jacket kamu kita ke bandara sekarang! Aku temenin."


"Beneran Rin?"


"Ya tentu, ayo cepat."


Siska berlari ke kamarnya dan langsung menyambar jacket lalu keluar dan menemui Rindu.


"Ayo Rin."


"Nah semangat gitu dong, ayok."


Mereka berdua pergi dengan menggunakan taksi menuju bandara, selama di perjalanan Siska nampak bahagia.


"Sis, Sis, padahal kamu pengen kan antar Willy ke bandara. Tapi kamu takut pergi sendiri, karena kamu belum pernah pergi jauh sendirian."


Rindu tersenyum melihat Siska yang memandang handphonenya, mungkin ia sedang menghubungi Willy.


Setelah berkendara beberapa saat akhirnya mereka tiba di bandara.


"Sis, gimana?"


"Katanya mereka nunggu kita di pintu masuk Rin, ada Andre dan Andre juga yang ngantar Willy."


"Ya udah ayo kita ke sana."


Mereka berdua langsung menuju tempat dimana Willy dan si kembar menunggu mereka.


"Hai guys."


"Hai sayang, Siska, akhirnya kalian sampai," ucap Andra.


"Ia, gimana apa Willy udah mau masuk buat check in?"


"Bentar lagi aku masuk Rin," jawab Willy.


Andra, Andre dan Rindu mengucapkan selamat tinggal pada Willy.


"Bro, sampai jumpa lagi."


"Thank you Ndre."


"Will, sampai jumpa! Titip salam buat Paman dan Bibi ya."


"Ok siap Ndra."


"Will, sampai jumpa ya, semoga tiba dengan selamat."


"Amin, thank you Rin."


Mereka kemudian memberikan waktu untuk Willy dan Siska untuk berbicara sebentar.

__ADS_1


"Sayang."


Air mata Siska mengenang, Willy yang melihat Siska akan menangis langsung memeluknya.


"Hei jangan nangis, jangan buat aku merasa berat untuk meninggalkan kamu di sini sayang. Aku janji aku akan baik-baik di sana, aku juga janji akan jaga cinta kita."


"Kamu harus janji juga ya sama aku, kamu akan baik-baik di sini, kita akan selamanya saling mencintai walaupun kita LDR."


"Aku janji akan datang lagi, kamu jangan sedih ya."


Siska menangis, ia berusaha menahan air matanya namun sulit. Air mata itu jatuh tanpa diminta.


"Ia sayang, aku akan baik-baik saja kok di sini. Ada banyak orang yang menyayangi aku, kamu nggak usah memikirkan aku ya."


"Semoga kamu dan kedua orang tua kamu baik-baik saja di sana."


"Amin, ia sayang."


"Kamu jaga mata, jaga hati ya di sana. Ingat kalau ada aku di sini heheheh."


"Bisa aja kamu, ya udah aku harus segera check ini sayang."


"Ia sayang, masuklah."


"Bye sayang."


"Bye sayang, semoga tiba dengan selamat ya. Love you."


"Love you too sayang."


Willy melangkah masuk kedalam, namun tiba-tiba ia kembali lagi.


"Ada apa sayang?" Siska bertanya.


Willy langsung memeluk Siska, Siska langsung tergagap ketika Willy memeluknya dengan sayang.


"Siska i love you."


"I love you too Willy."


Willy melepaskan pelukannya dan tersenyum pada Siska lalu kembali masuk kedalam untuk check in. Siska terus berdiri di sana sambil melambaikan tangannya, hingga Willy tak nampak lagi.


Siska berucap dalam hatinya mengiringi kepergian sang kekasih hati.


*******


Tiga orang yang tadi meninggalkan Siska datang kembali.


"Sis udah?"


"Ia Rin."


"Udah, jangan galau terus ya. Ada aku di sini, ada Dewi juga nanti."


"Thanks ya Rin."


"Ya udah ayo kita pulang sekarang."


"Ayok."


"Kalian berdua kesini naik apa?"


"Taksi," jawab Rindu.


"Kalau gitu bareng aku dan Andre aja."


"Ia benar kata Andra, lagian rumah kita kan nggak jauh-jauh amat."


"Ok deh, aku dan Siska ikut mobil kalian."


Mereka menuju parkiran mobil Andra dan akhirnya mereka meninggalkan bandara.


Sedangkan Willy sedang menunggu di ruang tunggu hingga jam keberangkatan tiba.


Pesawat yang ditumpangi Willy meninggalkan Jakarta jam 1 siang.


"See you Jakarta, see you sahabat, see you cintanya aku. Nanti aku akan datang lagi," ucap Willy dalam hatinya.

__ADS_1


Pesawat lepas landas dan Willy pun duduk sambil membaca komik yang sengaja dibawanya.


Di mobil Andra dan yang lainnya.


"Gimana kalau kita makan dulu, ini kan udah siang banget," ucap Andra.


"Ia benar, aku juga udah lapar," sahut Andre.


"Giman sayang, Sis?"


"Boleh deh."


"Ia boleh," jawab Siska.


Mereka mencari restoran tempat mereka akan makan siang.


Andra memarkirkan mobil, yang lainnya turun dan mereka langsung masuk ke dalam restoran dan memesan makanan.


Setelah memesan makanan, tak butuh waktu lama akhirnya makanan pesanan mereka datang.


Keempatnya langsung menikmati makan siang dengan lahap.


Tak jauh dari tempat mereka duduk, ada beberapa muda mudi seusia mereka yang sedang membicarakan sesuatu.


"Eh ngeri juga ya kasus itu."


"Kasus apa?"


"Itu yang di kampung Sukawati tu, masa kamu nggak tau. Lagi heboh banget itu di Instagram."


"Emang apa kasusnya?"


"Katanya di kampung itu banyak orang yang perlahan-lahan hilang, sekarang yang tinggal di desa itu hanya tinggal beberapa keluarga saja yang memang mereka tidak tau harus kemana."


"Wah kasian ya, kira-kira kemana ya orang yang hilang itu?"


"Nggak tau juga sih, makanya banyak orang yang nggak berani pergi ke sana, mereka takut."


"Ia sih, kalau gue, pasti gue juga nggak akan mau ke sana. Mending jauh-jauh dari sana, ya kan?"


"Ia benar."


Rindu dan yang lainnya tentu saja mendengar percakapan mereka.


"Gimana kalau besok kita ke kampung itu?"


"Yang benar aja Rin, orang-orang aja nggak berani ke sana sekarang."


"Ndre santai ajalah, jangan terlalu takut. Lagian belum diketahui kan penyebabnya, lagian di sana masih ada beberapa warga yang tinggal."


"Tapi nggak apa-apa sih kalau kamu nggak mau ikut Ndre, aku nggak akan maksa kok! Aku bisa pergi sendiri, lagian Om Besar dan Steven pasti akan menemani aku, dan aku juga mempunyai anjing penjaga kan. Jadi no problem kalo misalnya kamu benar nggak mau ikut."


"Sayang aku temenin ya," ujar Andra.


"Aku nggak maksa kalian kok, pilihan di tangan kalian."


"Aku ikut Rin, aku pasti akan nemenin kamu," sahut Siska.


Setelah makan siang itu mereka kembali ke rumah, Siska dan Rindu diantar lebih dulu oleh Andra dan Andre.


"Jadi loh beneran nggak ikut Ndre?"


"Nggak Ndra, aku takut! Sepertinya semakin serem di sana."


"Ok, tapi kalau misalnya Dewi ikut! Loh gimana?"


Mendengar perkataan Andra, Andre jadi bingung. Apalagi kemarin-kemarin ia baru saja bilang ke Dewi kalau ia pasti akan ikut walau sekedar hanya untuk menjaga Dewi.


...--------------------------------...


...Hai kesayangan :)...


...Thanks ya udah baca novel aku, jangan lupa like dan komen ya.....


...Jangan lupa vote juga, thank you semuanya....


...Sehat-sehat ya kalian di sana....

__ADS_1


...Tuhan Yesus memberkati....


...--------------------------------...


__ADS_2