
...--------------------------------...
Minggu depan tepatnya hari Sabtu, tanggal 12 Februari adalah hari ulang tahun Rindu. Bu Mita berencana memberikan surprise untuk putri semata wayangnya itu dengan mengadakan pesta ulang tahun di sebuah hotel yang akan disewanya nanti.
Bu Mita berniat mengajak semua teman-teman Rindu bekerja sama dalam hal persiapan ulang tahun Rindu, dan tentu saja mereka semua setuju.
Mereka membahas segalanya tanpa ketahuan oleh Rindu, bahkan Om Besar dan Steven diminta agar tidak jadi ember bocor dan malah ngasih tau Rindu nanti.
"Kalian berdua ingat, jangan sampai Rindu tau."
"Ashiapp Tante, asalkan nanti Steven dikasih daging yang banyak Steven ma ok ok aja."
"Aman, kalau soal daging nanti kalian berdua bisa makan sepuasnya."
"Baiklah Nyonya, kami berdua janji tidak akan memberitahukan Rindu.
Hari ini Bu Mita berencana membahas rencana itu agar lebih matang dan siap dijalankan dan dipastikan tidak ada kendala apapun.
Bu Mita kemudian menghubungi teman Rindu satu persatu agar bertemu di sebuah kafe yang ditentukan olehnya.
"Andra kita semua kumpul di kafe bintang jam 4 sore ya."
"Siap Tante."
Bu Mita mengirim pesan yang sama kepada Andre, Willy, dan Dewi. Mereka semua mengiyakan pesan itu, sekarang yang harus Bu Mita pikirkan adalah bagiamana caranya Rindu tidak ikut.
Jika Bu Mita pergi dengan Siska saja, otomatis Rindu pasti akan ikut kalau dia tau.
"Hemmm gimana caranya agar Rindu tidak ikut."
"Mana Rindu sudah banget lagi kalo dibohongin, sebaiknya aku minta Dewi di rumah saja dan mengajak Rindu ke rumahnya, ya sebaiknya begitu saja."
Bu Mita kembali mengirim pesan ke Dewi.
"Wi, maafin tante tapi sebaiknya kamu di rumah saja."
"Loh emang kenapa Tante?"
"Gini Dewi, Rindu kalau tau tante dan Siska akan keluar pasti dia akan banyak tanya dan mau ikut. Oleh karena itu tante minta kamu di rumah agar kamu mengajak Rindu ke rumah kamu saja sayang, biar dia nggak tau rencana kita."
"Oh begitu, baiklah Tante aku setuju."
"Terimakasih ya sayang."
"Sama-sama Tante."
Semuanya sudah sepakat, kini Bu Mita, Siska dan Rindu sedang makan siang bersama.
Setelah makan siang, mereka istirahat hingga jam 3 Bu Mita dan Siska bangun lebih awal dan bersiap-siap.
Rindu yang sedang terlelap tiba-tiba bangun karena handphonenya berdering.
"Halo Rin, kamu di mana?"
"Aku di rumah Wi, ada apa?"
"Rin kamu bisa nggak ke rumah aku, ada yang ingin aku sampaikan sama kamu."
"Ada apa Wi, emang nggak bisa lewat telepon?"
"Nggak bisa Rin, kamu ke sini ya, aku tunggu."
Tut Tut...
Dewi langsung mematikan sambungan telepon mereka.
"Astaga ni anak ada apa sih, tumben nyuruh ke rumahnya, mana masih ngantuk lagi."
Rindu bangun dan langsung menuju kamar mandi, setelah bersiap ia kemudian turun ke bawah.
"Sebaiknya aku pamit sama Mama lebih dulu."
Rindu kembali lagi ke atas untuk berpamitan ke mamanya.
"Tok tok tok, Mama di dalam?"
"Ia sayang, ada apa?"
"Ma aku pamit ke rumahnya Dewi sebentar ya."
__ADS_1
"Ia sayang, hati-hati di jalan ya."
"Ok Mam."
*****
Rindu pergi meninggalkan rumah dengan menggunakan taksi, handphone Bu Mita berdering.
"Halo Tante apa Rindu sudah berangkat?"
"Ia sudah Wi, baru aja dia pamit sama tante."
"Ok deh Tante, bye Tan."
"Ia sayang, bye."
Bu Mita keluar dan turun ke bawah ternyata Siska sudah menunggu di sana.
"Udah siap Ma?"
"Udah sayang, ayo kita berangkat."
"Ayo Ma."
Siska dan Bu Mita pergi dengan diantar Pak Agung, setelah beberapa saat di perjalanan mereka akhirnya sampai di tempat tujuan mereka.
"Ayo Ma."
Siska dan Bu Mita langsung masuk kedalam, ternyata di sana Andra, Andre serta Willy sudah menunggu.
"Hai rupanya kalian sudah sampai, maaf menunggu ya."
"Tidak apa-apa Tante, lagian kita juga baru sampai kok."
"Makasih ya kalian sudah datang."
"Ia Tante lalu apa yang akan kita bahas mengenai ulang tahunnya Rindu?" tanya Andra.
"Begini, kita akan mengadakan acara ulang tahun Rindu di hotel yang udah tante booking, nanti tante sendiri yang akan turun tangan menyiapkannya semuanya di sana, apa kalian mau ikut?"
"Tentu Tante kami akan ikut membantu agar acara ulang tahun Rindu sukses," ucap Willy.
Mereka semua membahas segala macam yang dibutuhkan saat acara nanti, dekorasi, makanannya dll.
Sedangkan Rindu ia sudah sampai di rumah Dewi.
"Wi ada apa?"
"Nggak ada apa-apa sih Rin."
"Loh bukannya tadi kamu bilang ada sesuatu yang mau dibicarakan?"
"Hehehe aku cuma kangen kok sama kamu."
"Ye lebay amat sih Wi, lagian ketemu tiap hari juga."
"Hhahhaa aku bosan sendiri di rumah Rin, makanya aku minta kamu ke sini buat nemenin aku."
"Emang Tante sama Om kemana?"
"Mama sama Papa lagi ke Singapore Rin, mungkin minggu depan baru balik."
"Ooohhh gitu."
"Ya begitulah sayangku."
"Haiiizzz menyebalkan kau ini Wi."
"Hahahaha maap."
Di kafe tempat Bu Mita dan yang lainnya.
Pembahasan itupun selesai, Bu Mita dan Siska pulang ke rumah, si kembar dan Willy juga pulang menggunakan motor mereka.
Sesampainya di rumah mereka langsung berganti pakaian dan duduk santai di ruang keluarga menikmati kopi yang disediakan Bi Ina.
Karena hari sudah senja, Rindu berpamitan pada Dewi.
"Wi aku pamit ya."
__ADS_1
"Ia say, thanks ya udah datang."
"Ia sama-sama Wi."
Rindu meninggalkan rumah Dewi.
"Hehehe sorry Rindu sayang, aku mengerjai mu hari ini. Semoga semuanya berjalan lancar."
Dewi tertawa sendiri dengan kelakuannya. Rindu dengan mengendarai taksi akhirnya sampai di rumah.
"Mam, Sis, selamat sore."
"Sore sayang."
"Sore Rin."
"Ada apa sayang, kenapa Dewi meminta kamu ke rumahnya?"
"Biasalah Mam, si Dewi iseng bener padahal ma hanya mau nemenin dia di rumahnya, katanya mama dan papanya lagi di Singapore makanya dia sendiri di rumah."
"Ooohh gitu."
Bu Mita tersenyum kecil, tiba-tiba handphone Siska berdering, Siska pun pamit pada Bu Mita dan Rindu untuk angkat telepon.
"Halo Will, ada apa?"
"Halo sayang, kamu siap-siap ya. Malam ini aku jemput, kita dinner."
"Dinner?"
"Ia sayang, kenapa? Kok kaget gitu."
"Nggak sayang, nggak apa-apa kok. Baiklah aku tunggu ya."
"Ia sayang."
Sambungan telepon itu berakhir.
"Aduh dinner, gimana ini. Deg-degan banget lagi, huh semoga lancar amin," Siska seketika merasa nervous.
Siska kembali menemui Rindu dan Bu Mita.
"Ma, malam ini aku ijin keluar ya. Willy ngajak dinner."
"Cie cie cie, semoga lancar ya."
"Makasih ya Rin, amin."
"Ia sayang boleh kok, tapi jangan kemalaman pulangnya ya."
"Baik Ma, kalau gitu Siska siap-siap dulu ya."
"Ia sayang."
Siska pergi dan bersiap-siap, malam ini ia harus tampil cantik bukan, apalagi ini dinner pertamanya dengan Willy sejak mereka resmi berpacaran.
"Terus kamu kapan punya pacar sayang, masa kalah sama Siska?"
"Ya Mama, pacar ma nanti juga datang dengan sendirinya kok."
"Ia mama tau kok, makanya udah datang kan."
"Maksud Mama?"
"Hehehehe."
Bukannya menjawab pertanyaan Rindu, mamanya malah pergi meninggalkan Rindu yang bingung sendiri dengan ucapan mamanya.
...--------------------------------...
...Hai kesayangan :)...
...Thanks ya udah baca novel aku, jangan lupa like dan komen ya.. ♡...
...Jangan lupa vote juga, thank you semuanya. ♡...
...Sehat-sehat ya kalian di sana....
...Tuhan Yesus memberkati....
__ADS_1
...--------------------------------...