
...--------------------------------...
Bu Mita lebih dulu membawa Rindu ke kamar ganti untuk mengganti pakaian, dengan dibantu Bu Mita Rindu berganti pakaian dengan dress yang disiapkan.
"Ma, kok pakai ganti-ganti segala sih. Kan kita cuma mau makan malam Mam, ribet bener deh."
"Sssstttttt diamlah sayang, jangan ngoceh terus."
Setelah selesai kembali Bu Mita membawa Rindu keluar menuju aula tempat dimana pesta itu diadakan.
"Nah kita udah sampai."
"Jadi udah boleh buka dong Ma."
"Eits jangan dulu, tunggu aku hitung satu dua tiga, ok."
"Siska, apaan lagi sih."
"Silent, ok satu, dua, tiga."
Penutup mata Rindu dibuka dan tampaklah di depannya dekorasi pesta ulang tahun yang disiapkan mamanya dan semua teman-temannya.
Tentu saja di sana ada semua temannya dan beberapa orang klien bisnis mamanya yang diundang untuk datang.
"Mam."
"Happy birthday anaknya mama yang paling cantik, cup."
Bu Mita mencium dan memeluk Rindu.
"Ma, Mama kok bohongin Rindu sih."
"Ya harus, kalau nggak ya namanya bukan surprise lagi nanti."
"Thank you Mama ku sayang, i love you Ma."
"Love you too sayangnya mama."
Siska kemudian gantian mendekati dan memeluk Rindu.
"Happy birthday sayangku, kakakku sayang, diberkati selalu ya, cup."
"Sis, kamu sama Mama sekongkol ya."
"Hahahaha bukan aku sama Mama aja sayang, tapi kami semua heheheh."
"Oohh jadi kalian semua, dasar kalian ya. Thank you sayangku."
"Sama-sama Rin."
Rindu berdiri di depan dan satu persatu tamu datang dan mengucapkan selamat ulang tahun pada Rindu.
"Rindu sayang, happy birthday to you. Panjang umur, sehat selalu, Tuhan Yesus berkati dalam segala hal."
"Uunnchhhh Dewi ku sayang, terimakasih ya. Jadi kemarin-kemarin kamu itu sengaja nyuruh aku ke rumah kamu supaya aku nggak tau kalau kalian merencanakan ini?"
"Hehehe maafkan aku sayangku, aku terpaksa melakukannya."
"Hahaha lebay amat neng, hahahaha."
Setelah Dewi, kini gantian Andre dan Willy yang mengucapkan selamat ulang tahun.
"Rin selamat ulang tahun ya, diberkati selalu."
"Andre thank you ya."
"Rin, happy birthday ya."
"Thank you Will, thank you so much untuk kalian semua."
"Yoi sama-sama Rin, santai aja," jawab Andre dan Willy.
__ADS_1
"Non Rindu, selamat ulang tahun ya."
"Terimaksih Bi Ina."
"Selamat ulang tahun non Rindu."
"Terimakasih Pak Agung."
Selanjutnya mereka masuk dalam sesi tiup lilin dan potong kue ulang tahun. Rindu memberikan potongan pertama untuk mamanya, lalu diikuti Siska dan teman-temannya yang lain serta Pak Agung dan juga Bi Ina.
*****
Kini tinggallah satu orang yang belum mengucapkan selamat ulang tahun pada Rindu, ya dia adalah Andra.
"Andra mana?"
"Loh Will, si Andra kemana?"
"Nggak tau, tadi sih masih di sini."
Mereka mencari Andra kesana-kemari, tiba-tiba petikan gitar terdengar jelas.
Tatapan mata itu terasa begitu dalam, seakan-akan menyentuh jantung hatiku.
Apakah ini suatu isyarat, sebuah pesan dari hati mu, ungkapan rasa cinta engkau pendam.
Biarkan hati bicara, katakan semua rasa kita.
Nantikan lah kebisuan membohongi kita, biar hati yang berjanji dia tak mungkin bis berdusta tentang rasa cinta kita, tulus dari hati.
Senyuman di bibirmu selalu tersimpan di hati, seakan-akan menyentuh mesra jiwa ku. Apakah ini suatu isyarat sebuah pesan dari hatimu, ungkapan rasa cinta engkau pendam.
Biarkan hati bicara, katakan semua rasa kita, nantikan lah kebisuan membohongi kita. Biar hati yang berjanji, dia tak mungkin bisa berdusta tentang rasa cinta kita, tulus dari hati.
Nyanyian itu dinyanyikan Andra sambil melangkah mendekati Rindu yang kini diam tanpa kata di depan semua orang.
Semua orang seakan terhipnotis dengan suara Andra hingga nyanyian itu berakhir barulah mereka sadar dan bertepuk tangan.
Rindu hanya bisa diam merespon semuanya, sedangkan Steven dan Om Besar yang juga hadir di sana malah menertawakan Rindu.
"Lihatlah Om, komuknya kak Rindu hahahahaha."
"Sssstttttt anak kecil diam."
"Ye si Om."
Andra yang masih berlutut dihadapan Rindu menarik nafasnya dan mulai mengucapkan kata-kata yang sudah dipelajarinya terkait moment ini.
"Rin, maaf kalau ini membuat kamu terkejut, aku hanya mau jujur sama kamu Rin. Sejak pertama kita ketemu, aku sudah mulai menyukai kamu. Semakin kesini, ternyata aku semakin mencintai kamu."
"Rindu Will you be my lover?"
Andra memberikan bunganya pada Rindu, Rindu menjadi salah tingkah, ia tak menyangka Andra akan menyatakan cinta padanya di moment seperti ini.
"Andra so sweet banget sih, duh gimana ini?"
Rindu masih kelimpungan dengan pikiran dan hatinya sendiri.
"Andra, thank you. Thank you so much you want to love me sincerely. Yes I want to be your girlfriend Andra."
"Beneran Rin?"
Rindu mengangguk dan tepuk tangan pun terdengar dari semua yang menyaksikan keromantisan yang terpampang jelas dihadapan mereka.
"Yei, sahabat aku yang cantik ini sudah tidak jomblo lagi hahahaha, congrats Rindu ku sayang."
"Thank you Dewi ku sayang, kamu juga cari pacar cepat ya."
"Ya elahh malah nyuruh-nyuruh."
Hahahhaha.. Siska dan Willy menertawakan Dewi.
__ADS_1
"Ye senang loh semua ya."
"Hahahaha Rindu, Andra selamat ya."
"Thank you Sis," jawab Andra dan Rindu.
"Wah wah wah udah jago ya nembak cewek, belajar dari mana bro," Andre mengejek Andra.
"Mau tau aja."
"Hahahaha selamat ya Andra, Rindu akhirnya kalian jadian juga nyusul aku dan Siska, tinggal si Andre ni lambat amat geraknya."
"Ia benar tu kata Willy, gercep dikit Ndre jangan sampai diambil orang hahaha."
"Rin kamu tu ya, jago banget kalau ngejek orang."
Hahahahaha...
Bu Mita mendekati Rindu dan Andra.
"Sayang, akhirnya anak mama tidak jomblo lagi hehehehe. Selamat ya sayang, and Andra kamu harus janji tidak akan menyakiti anak tante."
"Ia Tan, Andra janji kok."
"Bagus, kamu tau kan kalau sampai kamu nyakitin Rindu, bukan tante kayaknya yang marah lebih dulu."
"Maksud Mama?" tanya Rindu.
"Ya maksud mama, nanti yang marah pertama kali pasti Steven dan Om Besar kamu itu hahaha."
"Hahahaha, Mama ada-ada aja deh."
"Duh, nggak berani kalau gitu Tante, bisa babak belur Andra dihajar mereka."
Hahahahaha mereka semua tertawa mendengar perkataan Andra.
Sedangkan Steven dan Om Besar yang berada di sana langsung mendekat.
"Hmmm cie cie cie, selamat ya kak. Akhirnya kak Rindu nggak jomblo ngenes lagi, mulai sekarang marah-marah dan jahilnya dikurangi ya Kak."
"Ia Rin, jangan suka hukum-hukum aku dan Steven lagi."
"Hu'um, benar tu kata Om Besar."
Bu Mita yang mendengar perkataan Steven dan Om Besar berusaha menahan tawanya, nggak asik bukan kalau Bu Mita tertawa terbahak-bahak dihadapan banyaknya tamu yang ada, apalagi kebanyakan mereka adalah klien-klien pentingnya.
"Berani ya kalian berdua, mau ku sedot sekalian biar nggak balik-balik lagi."
"Ampun suhu, heheheheh."
Steven langsung kabur dari sana diikuti Om Besar.
"Lebih baik kita keliling lagi Om, kita undang sosok-sosok di sini untuk berpesta bersama."
"Hahahaha kamu benar, ayok. Tapi pasti nanti kita dihajar Rindu deh."
"Biarkan itu menjadi urusan belakangan Om, sebaiknya kita berdua berbuat baik lebih dulu, ya kan."
"Ya ya ya, baiklah saya setuju."
...--------------------------------...
...Hai kesayangan :)...
...Thanks ya udah baca novel aku, jangan lupa like dan komen ya.. ♡...
...Jangan lupa vote juga, thank you semuanya. ♡...
...Sehat-sehat ya kalian di sana....
...Tuhan Yesus memberkati....
__ADS_1
...--------------------------------...