Rindu Indigo Usil

Rindu Indigo Usil
Pulang ke Rumah


__ADS_3

...--------------------------------...


Setelah Astri pergi meninggalkan mereka, mereka semua akhirnya membawa Alan ke kantor polisi, disertai pengakuannya yang sudah direkam oleh Rindu.


"Permisi Pak, perkenalkan nama saya Rindu. Saya ke sini mau melaporkan laki-laki ini atas kasus pembunuhan seorang perempuan bernama Astri disebuah hotel bernama Xx dan di kamar Xx. Ini barang buktinya Pak, ini pengakuan langsung darinya."


"Baik akan akan kami tindak lanjuti sesuai laporan anda."


"Bawa dia ke dalam tahanan."


"Siap komandan."


Setelah Alan dibawa dan dimasukkan ke sel tahanan, Rindu dan yang lainnya pamit pulang.


"Terimakasih Pak, kalau begitu saya dan teman-teman saya mohon pamit."


"Silahkan."


Mereka meninggalkan kantor polisi dengan menggunakan taksi, dua buah taksi mereka gunakan. Rindu, Andra dan Siska satu taksi, Willy Andre dan Dewi satu taksi.


"Ya elahh malah jadi obat nyamuk ni ditengah-tengah sepasang kekasih, apes banget aku."


"Udahlah Will, diam-diam aja kenapa. Ada pak supir kan, jadi kamu nggak jadi obat nyamuk kok."


"Ya ya, terserah kalian sajalah."


"Hahaha, sabar ya Will ini ujian," ucap Dewi.


"Bukan ulangan Wi?"


"Bukan Will, ini ujian akhir hahaahhaah."


Mereka akhirnya tertawa karena candaan Willy dan Dewi, bahkan pak supir pun ikut tertawa.


Di taksi Andra, Rindu dan Siska.


"Oyahh Andra, bentar lagi Willy balik ya?"


"Ke mana?" tanya Rindu.


"Ke Turki Rin, mama dan papanya kan di sana. Jadi Willy juga harus balik, lagian dia ke sini kan hanya untuk liburan."


"Ia Rin, kemarin Willy udah ngasih tau aku."


"Ya, LDR dong kalian."


"Ya mau gimana lagi Rin, emang udah seharusnya begitu kan konsekuensinya."


"Kamu yang sabar ya Sis, kalau nggak kuat LDR cari aja yang baru hahahha."


"Huusshh kamu ini, ada-ada aja kamu Rin."


"Hehehe bercanda Sis."


"Ia Rin, ia."


Taksi yang dikendarai mereka akhirnya sampai di rumah Rindu. Rindu dan Siska turun dari taksi.


"Terimakasih Pak, Ndre kita berdua masuk dulu ya."


"Ia sayang, maaf aku nggak singgah lagi ya."


"Ia nggak apa-apa, bye sayang kamu hati-hati di jalan ya."


"ia sayang, bye."


Rindu dan Siska masuk ke dalam rumah.


"Cie cie cie, sayang-sayangan ya sekarang."

__ADS_1


"Hei Steven bocill kamu belum cukup umur, hahaha pergi kamu dari sini."


"Hahaha baiklah Kak, aku memang belum cukup umur Hahhaha."


Steven menghilang dan pergi ke pohon besar menemui sang penunggu, siapa lagi kalau bukan Om Besar.


*****


Dilain tempat taksi yang dikendarai Andre, Willy dan Dewi tiba di rumah Dewi.


"Aku masuk ya, thank you."


"Ok Wi, kita berdua langsung balik ya."


"Ok siap, kalian hati-hati di jalan ya."


"Bye sayang," ucap Andre


"Ia sayang, bye."


Dewi masuk kedalam dan taksi Andre dan Willy pun pergi.


Karena hari sudah sore, Siska dan Rindu langsung mandi. Setelah mandi keduanya beristirahat sejenak, apalagi Rindu yang katanya masih mengantuk.


Bu Mita keluar dari kamarnya.


"Bi apa Siska dan Rindu sudah pulang?"


"Sudah Nyonya tapi keduanya langsung masuk kamar, sepertinya sangat kelelahan."


"Biarkan saja Bi, mungkin kecapean. Bibi tolong siapkan makanan saja ya, hari juga sudah senja. Nanti jam makan malam saya akan membangunkan mereka untuk makan."


"Baik Nyonya."


Bi Ina pergi meninggalkan Bu Mita yang kemudian duduk di sofa, tak lama Bi Ina kembali lagi dengan membawa secangkir teh dan cemilan untuk sang Nyonya.


"Nyonya ini tehnya."


"Sama-sama Nyonya."


Setelah meletakkan teh dan cemilan di meja, Bi Ina kembali ke dapur dan Bu Mita pun menyeruput teh di sore hari.


Malam harinya Rindu dan Siska bangun tanpa dibangunin sang ibunda, keduanya bangun karena sudah lapar.


Saat Siska keluar kamar, ternyata Rindu pun keluar dari kamarnya.


"Sis makan yuk, udah malam kan, lapar ini."


"Ia Rin, aku juga lapar makanya kebangun dan ini mau cari makan."


"Ya udah ayok."


Keduanya menuruni tangga dan turun ke bawah.


"Halo sayang, baru aja mama mau bangunin kalian berdua untuk makan malam."


"Makasih Ma, tapi kita berdua udah bangun karena lapar, heheheh," ucap Rindu.


"Ya udah ayo kita ke meja makan dan makan malam bersama, Bibi sudah siapkan makanan di meja."


"Ayo Ma," jawab keduanya.


Mereka menuju meja makan untuk makan malam bersama, karena sudah sangat lapar Siska dan Rindu langsung mengambil makanan ke dalam piring, berdoa, lalu menyantap makanan mereka.


Bu Mita yang melihat keduanya makan dengan lahap, hanya bisa tersenyum.


"Lapar banget ya sayang?"


"Ia Ma," jawab Rindu dan Siska.

__ADS_1


"Makanlah, makan yang banyak."


Makan malam itupun berlanjut hingga selesai, setelah makan malam mereka bertiga duduk sambil nonton TV dan bercerita.


Setelah larut malam mereka kembali masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat.


"Selamat malam Ma."


"Selamat malam Mam."


Siska dan Rindu mengucapkan selamat malam pada Bu Mita saat akan memasuki kamar mereka masing-masing.


"Ia sayang, selamat malam, selamat beristirahat."


Siska masuk ke kamarnya, Rindu masuk ke kamarnya dan Bu Mita juga masuk ke kamarnya.


Saat di dalam kamarnya, Rindu tiba-tiba ingat akan berita yang ia baca dihalaman instragramnya.


"Sampai lupa bahas itu sama teman-teman. Besok saja lah di kampus, ngantuk banget ini."


Rindu akhirnya kembali merebahkan tubuhnya di kasur dan tak butuh waktu lama akhirnya ia menjemput mimpi.


Di rumah si kembar dan Willy.


"Will kok belum tidur?"


"Andra, aku hanya lagi memikirkan bagaimana kalau aku meninggalkan Siska di sini, aku pasti akan merindukan sosoknya yang baik dan murah senyum itu."


"Hehehe jadi ceritanya lagi galau karena bentar lagi LDR?"


"Ia Ndra, lusa aku sudah harus balik ke Turki. Mama dan Papa sudah belikan tiket untuk ku."


"Wah, kamu yang sabar ya Will, Siska di sini pasti akan baik-baik saja. Yang harus kamu pikirkan adalah diri kamu sendiri."


"Lah kok aku?"


"Ya tentu, kamu harus pikirkan bagaimana caranya kamu tidak tergoda gadis-gadis cantik di Turki hahaha."


"Ya nggaklah Ndra, aku beneran sayang sama Siska soalnya."


Andra menepuk pelan pundak Willy.


"Will aku percaya kok sama kamu, asalkan kalian tetap saling mencintai, komunikasi lancar, pasti semuanya akan baik-baik saja dan kalian pasti akan berjumpa lagi diwaktu yang tepat."


"Ia Ndra, thanks ya."


"Ya udah ayo tidur, ini sudah larut malam. Andre pasti udah ngorok di kamarnya."


"Baiklah ayo kita tidur."


Mereka berdua masuk kembali ke dalam rumah dan menuju kamar masing-masing untuk istirahat malam..


Sesampainya di kamar Andra meraih handphonenya dan mengirim chat ke Rindu.


"Good night sayang, Sweet dreams, ok."


Padahal di rumahnya Rindu sudah terlelap, jadi tentu saja dia tidak tau Andra mengirim chat padanya.


Andra menunggu balasan dari Rindu, namun sayang chatnya bahkan belum di read, akhirnya Andra memutuskan untuk tidur, mungkin Rindu sudah tidur, itulah yang dipikirkannya..


...--------------------------------...


...Hai kesayangan :)...


...Thanks ya udah baca novel aku, jangan lupa like dan komen ya.. ♡...


...Jangan lupa vote juga, thank you semuanya. ♡...


...Sehat-sehat ya kalian di sana....

__ADS_1


...Tuhan Yesus memberkati....


...--------------------------------...


__ADS_2