
...--------------------------------...
Satu minggu kemudian.
Willy dan kedua orang tuanya baru saja sampai di Indonesia, mereka tinggal di sebuah hotel yang ada di sana yang juga disiapkan untuk lamaran Willy dan Siska.
Willy akan melamar Siska tanpa sepengetahuan Siska, Rindu dan Dewi mempunyai tugas untuk membawa Siska ke tempat yang sudah ditentukan.
"Akhirnya kita sampai Indonesia juga Ma, Pa," ucap Willy.
"Ia sayang, papa dan Mama juga senang bisa ke Indonesia lagi. Setelah sekian lama tidak kembali ke Indonesia," ujar papanya Willy.
"Ia Pa," sahut istirnya.
Merekapun langsung beristirahat sejenak, karena malam harinya akan ada acara yang sudah disiapkan.
Di rumah Rindu.
"Jadi sebentar malam Siska akan dilamar?" tanya Bu Mita.
"Ia Mam," jawab Rindu.
"Terus kamu kapan dilamar sama Andra sayang?" ujar mamanya seraya bercanda.
"Iizzhh Mama apaan sih," ucap Rindu malu.
"Cuhuy ada yang malu-malu mau ni," ucap Steven yang entah sejak kapan sudah ada di sana.
Hahahhaha..
Bu Mita tertawa mendengar perkataan Steven.
"Berani sekali kau mengejekku?" ucap Rindu.
"Hahaha maaf Kak, bercanda doang! Jangan marah-marah Kak, ini masih pagi," ucap Steven.
"Bercanda pala loh peang," ucap Rindu.
"Hahahaha maaf bos," ucap Steven lagi.
"Udah-udah, jangan dilanjutin ntar kalian berdua nggak selesai-selesai," ucap Bu Mita.
Steven merasa bersalah melihat wajah kesal Rindu, ia kemudian merasa sedih akan hal itu. Kini giliran Rindu yang tak sanggup menahan tawanya melihat muka Steven.
"Hahahhaha, makanya jangan suka jahil! Ntar di jahilin sekali-kali galau," ucap Rindu.
"Jadi kak Rindu nggak beneran marah?" ujar Steven.
"Ya nggaklah, ngapain marah sama bocill, blee," Rindu berucap sambil mengeluarkan lidahnya dan mengganggu Steven.
"Ya abis, jahilnya nurun dari suhunya sih hahahaha," Steven berucap lalu menghilang.
"Hahahaha kalian tu ya, sama-sama tukang jahil tau," ucap Bu Mita.
Rindu hanya bisa cengengesan mendengar perkataan mamanya.
Setelah selesai sarapan Rindu pun duduk sambil memikirkan bagaimana caranya ia menemukan wanita yang mirip Steven lagi. Seminggu belakangan ini ia sering ke kafe itu siapa tau di sana ia akan kembali bertemu wanita itu, namun sayang ia tak mendapatkan hasil apapun.
"Apa sebaiknya aku cek saja lagi, aku cek cctv sekalian bertanya pada orang di sana, siapa tau mereka mengenalnya! Jika dilihat dari penampilannya dia orang berada, siapa tau dia pelanggan tetap atau VIP di sana kan?" Rindu berucap pada dirinya sendiri.
Bu Mita datang.
"Mikirin apa sayang?" tanya Bu Mita.
"Ini Ma, waktu itu Rindu pernah liat seorang wanita mirip banget sama Steven. Ya Rindu pikir, jangan-jangan dia punya hubungan keluarga dengan Steven Ma," jelas Rindu.
__ADS_1
"Lalu?" tanya Bu Mita lagi.
"Rindu hanya ingin Steven bisa pergi dengan tenang Ma, jika selama ini dia masih di dunia karena ada sesuatu yang belum terselesaikan, Rindu kan bisa bantu Ma," ucap Rindu.
"Ia juga ya sayang, kasian juga di masih di dunia ini! Tapi masalahnya dia nggak ingat apapun tentang hidupnya," ujar Bu Mita.
"Ia Ma, katanya dia hanya ingat pas dia ada di mall yang dimana Rindu menemukan dia. Karena itulah dia bilang dia nggak punya mama dan papa lagi kan!" ucap Rindu.
Bu Mita mengangguk.
"Ya sudah, nanti kamu coba cari tau lagi saja sayang," ucap Bu Mita.
"Ia Ma," jawab Rindu.
----------------
Sore hari pun tiba, kini Dewi di rumahnya sudah bersiap untuk menjemput Siska bersama Rindu.
Dewi menelepon Rindu.
"Halo Rin, apa kamu sudah siap?"
"Ia Wi, aku udah siap," jawab Rindu.
"Kamu tunggu ya, aku otw sekarang," ucap Dewi.
"Ok Wi."
Dewi pun langsung bergegas dengan taksi menuju rumah Rindu, mereka berdua akan berangkat dari sana menuju rumah Siska.
Keduanya akan mengajak Siska dengan alasan yang sudah mereka siapkan.
Setelah beberapa saat berkendara, akhirnya Dewi sampai di rumah Rindu.
"Akhirnya kamu sampai Wi," ucap Rindu.
"Ia Wi, Mama udah berangkat! Baru aja," jawab Rindu.
Ya memang Bu Mita memilih pergi lebih dulu ke hotel tempat acara, sehingga hanya Dewi dan Rindu yang akan membawa Siska.
Mereka bahkan sudah membawa dress khusus untuk Siska yang dibelikan Willy.
Keduanya pun langsung berangkat ke rumah Siska.
Sedangkan Siska yang berada di rumahnya sedang santai sambil menonton Tv.
Bi Sari datang dan memberikan segelas Chocolatos panas buat Siska.
"Makasih ya Bi," ucap Siska.
"Sama-sama Non," sahut Bi Sari.
Saat Siska sedang bersantai tiba-tiba deru mobil memasuki halaman rumahnya. Siska pun langsung bergegas ke depan untuk mengecek siapa yang datang.
"Hai Sis," ucap Dewi dan Rindu.
"Loh Wi, Rin, kalian tumben ke sini nggak info-info dulu. Ini lagi, datang-datang udah kayak mo kondangan aja ni berdua," ucap Siska.
"Emang mau kondangan Sis," ucap Rindu.
"Terus? Kok malah ke sini?" Siska bingung.
"Ya karena kita mau ngajak kamu Sis," ucap Dewi.
"Kok aku?" tanya Siska lagi.
__ADS_1
"Udah nggak usah banyak tanya, ayo masuk dan bersiap," ucap Rindu.
Dewi dan Rindu langsung membawa Siska kembali masuk dan langsung ke kamarnya.
Mereka berdua menyuruh Siska memakai dress yang dibawa disiapkan Willy. Siska yang kebingungan hanya bisa pasrah saat Dewi dan Rindu meriasnya.
"Akhirnya selesai juga," ucap Dewi.
"Wi, ini nggak berlebihan? Aku nggak biasa berdandan," ucap Siska.
"Nggak kok, ini juga riasannya tipis aja kan," sahut Dewi.
"Udah, sebaiknya kita berangkat sekarang! Jangan sampai kita telat," ucap Rindu.
"Emang kita mau kemana sih Rin?" tanya Siska lagi.
"Kita mau ke acara ulang tahunnya teman aku dan Dewi di kampus. Udah ayo, jangan nanya mulu Sis," ucap Rindu.
"Baiklah," ujar Siska.
Ketiganya keluar dari kamar Siska.
"Wah, non Siska cantik sekali," ucap Bi Sari.
"Makasih Bi," ucap Siska malu.
"Bi kita ijin bawa Siska ya," ucap Rindu.
"Ia Nak, silahkan," ucap Bi Sari.
Mereka berpamitan pada Bi Sari lalu kemudian pergi meninggalkan rumah Siska menggunakan taksi menuju hotel.
Di hotel kini Willy dan yang lainnya sedang menunggu kedatangan Rindu, Siska dan Dewi.
Yang ada di sana, Willy, kedua orang tuanya. Andra, Andre, dan Bu Mita saja.
Mereka memang melakukan ini secara sederhana dulu, jika Siska menerima lamarannya malam ini. Maka kedepannya pertunangan akan diadakan secara besar-besaran.
Tiba di hotel Dewi dan Rindu mengajak Siska ke aula, aula memang sengaja dipadamkan lampunya.
"Loh kok gelap Rin?" tanya Siska.
"Ia ya," ucap Dewi pura-pura bego.
"Bukankah kita mau ke acara ulang tahun teman kalian, tapi kok nggak ada orang? Gelap gini!" ucap Siska.
Tiba-tiba lampu di aula menyala dan tampaklah di hadapan mereka dekorasi simple tapi keren yang ada di sana.
Siska nampak Sangat terkejut melihat kehadiran Willy di sana.
"Willy?" ucap Siska.
Willy tersenyum pada Siska.
...--------------------------------...
...Hai kesayangan :)...
...Thanks ya udah baca novel aku, jangan lupa like dan komen ya.....
...Jangan lupa vote juga, thank you semuanya....
...Sehat-sehat ya kalian di sana....
...Tuhan Yesus memberkati....
__ADS_1
...--------------------------------...