Rindu Indigo Usil

Rindu Indigo Usil
Sosok Lila


__ADS_3

...--------------------------------...


Bruuukkk...


Tiba-tiba sosok berambut pendek jatuh dengan tidak elitnya di hadapan Rindu dan yang lainnya.


"Nah, kenapa nih dia?" tanya Siska.


"Dia, dialah yang datang ke mimpi aku Rin."


Anjing Rindu dan Om Besar pun hadir di sana, rupanya sosok itu diikat oleh anjing Rindu sehingga ia tak bisa berkutik lagi.


"Ooohh, kasian sekali. Gimana rasanya? Sakit?"


"Jangan banyak bicara kau, kalian semua mengganggu ku."


"Apa kau bilang? Enak saja bilang kalau kita yang ganggu, kamu tuh yang gangguin kak Willy dan yang lainnya. Dasar hantu."


"Hahahaha bukankah kamu juga hantu Steven?" ucap Andre.


"Eh, oh ia ya. Sampai lupa kalau aku hantu juga, tapi hantu yang kastanya paling tinggi. Kenapa? Karena aku tampan hahahahaha."


"Ciih dasar bocah tukang narsis."


"Hahahahaha, kak Rindu ma gitu nggak pernah suka liat adiknya senang."


Hahahahah


Mereka tertawa melihat Steven yang bertingkat imut.


"Baiklah, lalu apa yang akan kita lakukan pada sosok ini?"


"Bentar Om, aku mau bertanya padanya."


"Hei sosok rambut pendek nan pucat pasi, untuk apa kau mengganggu Willy? Padahal kata Willy ia tidak mengenal mu."


"Karena aku menyukainya."


"Kau menyukainya? Sejak kapan?"


"Sejak dia masih di kampung neneknya dulu, aku menyukainya tapi dia tidak merespon ku."


"Apa maksud kamu, aku bahkan tidak mengenal mu," ucap Willy.


"Ya kau memang tidak mengenal ku, karena aku hanyalah sosok tak terlihat, tapi aku mengagumi mu."


"What? Jadi ceritanya ini cinta beda dunia gitu, hahahahahaha."


Rindu malah tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan sosok itu, ternyata ia adalah sosok di kampung neneknya Willy, sejak kecil ia menyukai sosok Willy dan sampai dewasa pun ia tetap menyukai Willy.


Sekarang ia bahkan ingin membawa Willy bersamanya, ke dunianya.


"Rin kok kamu malah ketawa sih."


"Hahahaha sorry Ndra, lucu aja gitu masa hantu suka sama manusia, benar-benar ya visualnya Willy mengobrak-abrik dunia perhantuan. Hahaha."


"Hahahaha, kocak bet loh Rin, ada-ada aja deh," ucap Siska.


"Lalu mau kamu apakan dia Rin? Tanya Andra.


"Hmmm paling dimusnahkan."


"Jangan, jangan musnahkan aku, aku mohon. Ijinkan aku terus berada di sini, aku janji tidak akan mengganggu mereka semua. Aku hanya akan menjaga Willy saja, aku mohon."


"Hhmmmm gimana ya pucat, semua itu tergantung Willy dan masalahnya Willy sekarang adalah pacar adik saya. Gimana kalau nanti kamu malah menyakiti adik saya?"


"Eits tidak bisa, kalau dia berani nyakitin kak Siska aku dan Om Besar akan memberinya pelajaran berharga," ucap Steven sok jagoan.


"Gimana Will?"


"Nggak Rin, aku nggak butuh dijaga olehnya. Kalau memang dia nggak akan ganggu aku lagi, biarlah dia pergi sejauh mungkin dari sini. Tapi kalau dia nggak mau pergi, musnahkan saja Rin."


"Nah kamu dengar kan, gimana? Apa keputusan kamu?"

__ADS_1


"Aku.. Aku.."


"Jawab cepat, jangan nganga ngungu, nganga ngungu aja," ujar Steven.


"Hahahaha, emosian ya kamu," ucap Andre.


"Hahahaha biasalah Andre, kalo kek gini ma Steven jagonya hahahaha," ucap Om Besar.


"Hahahaha, hei Om Besar jangan buka kartu gitu dong."


"Jawab, apa pilihan kamu?" Rindu bertanya pada sosok itu.


"Aku akan pergi dari sini, aku janji nggak akan ganggu Willy lagi biarkan aku pergi dengan tenang."


"Baiklah jika itu keputusan kamu."


"Paman anjing bebaskan dia, biarkan dia menyelesaikan urusannya di dunia dan pergi ke akhirat."


"Baiklah Rindu."


Paman anjing melepas ikatan itu, sosok berambut pendek itu berdiri, tiba-tiba wajahnya berubah dan menjadi lebih cantik dari awalnya.


"Ini adalah sosok ku yang asli, Willy maafkan aku jika aku mencintaimu padahal aku tau kita tak akan bisa bersatu."


"Maafkan aku yang selalu berusaha mencari perhatian dari mu hingga bisa saja melukai kamu dan orang di sekitar kamu."


"Biarlah aku pergi dengan tenang sekarang, terimakasih karena kamu aku bisa tau seperti apa jatuh cinta. Sampai jumpa di kehidupan selanjutnya Willy."


"Siapa nama kamu?" tanya Willy.


"Aku Lila, aku pamit ya."


"Lila, pergilah dengan tenang. Maaf aku tak bisa membalas cinta tulus mu, kita beda dunia dan Aku juga sudah memiliki orang yang ku cintai. Semoga kamu tenang dan bahagia di surga."


"Terimaksih Willy, semuanya sampai jumpa lagi."


"Bye Lila."


"Bye Lila."


"Bye bye kak Lila, maaf ya tadi udah hajar sampai kak Lila kesakitan sampai jumpa nanti," ucap Steven.


Lila pergi meninggalkan mereka semua.


"Uuuhhh sungguh dramatis suasana ini," ucap Steven sambil ngakak.


*****


Mereka kembali duduk di ruang tamu rumah Andra.


"Aden, bibi udah siapkan makan malam."


"Terimakasih ya Bi," jawab Andra.


"Rin, Sis, karena ini sudah malam sebaiknya kita makan malam dulu. Setelah itu nanti aku akan antar kalian pulang."


"Thanks ya Andra."


"Ayok sayang."


Willy menggandeng tangan Siska.


"Cie cie cie yang lagi kasmaran, hahahha nggak bisa jauh-jauhan ya sekarang."


"Biarin, dibanding kamu belum juga nembak Dewi hahahahha."


"Hahahaha, jadi kamu suka sama Dewi Andre?"


"Jangan dengerin Willy Rin, biasalah anak itu ma ngaco kalo ngomong."


"Udah Ndre, jujur aja kenapa sih."


"Ye ini lagi si Andra sok tau aja sama kek Willy."

__ADS_1


Mereka sampai di meja makan dan makan malam pun dimulai.


Setelah makan malam Siska dan Rindu berpamitan pada Willy dan Andre.


"Will, Andre kita berdua pamit ya."


"Ok Rin, thanks ya."


"Kalian berdua hati-hati di jalan ya."


"Sama-sama Will, ok Andre siap."


"Sayang, sampai jumpa," ucap Willy.


"See you sayang."


"Cie cie hahahaha dasar bucin berdua," ucap Rindu.


Hahahhaha...


Andre dan Andra tertawa.


Andra pun mengawal Siska dan Rindu pulang ke rumah.


"Andra thank you ya udah ngawal sampai rumah."


"Ia Rin sama-sama, makasih juga ya udah bantuin kita bertiga."


"Ia Ndra, sama-sama. Kalau gitu aku masuk ya."


"Silahkan."


"Thanks ya Andra."


"Sama-sama Siska."


Siska dan Rindu masuk kedalam ternyata Bu Mita sedang duduk dan menonton TV.


"Malam Mam, maaf ya Rindu baru pulang."


"Malam sayang, kalian berdua udah makan?"


"Udah Ma, tadi di rumahnya Andra dan Andre," jawab Siska.


"Mama sendiri udah makan?"


"Udah sayang, mama makan ditemani Bibi karena kalian nggak ada hehhehe."


"Maafin Rindu dan Siska ya Ma, nggak nemenin Mama makan."


"Nggak sayang, nggak apa-apa kok."


"Ia Ma, maafin Siska ya."


"Nggak sayang, lagian mama bercanda kok. Sebaiknya kalian segera mandi."


"Ok Mam, kalau gitu Rindu ke kamar dulu ya, cup."


"Siska juga ya Ma, cup."


"Ia sayang."


Siska dan Rindu naik ke lantai dua dan menuju kamar mereka masing-masing.


...--------------------------------...


...Hai kesayangan :)...


...Thanks ya udah baca novel aku, jangan lupa like dan komen ya.. ♡...


...Jangan lupa vote juga, thank you semuanya. ♡...


...Sehat-sehat ya kalian di sana....

__ADS_1


...Tuhan Yesus memberkati....


...--------------------------------...


__ADS_2