Rindu Indigo Usil

Rindu Indigo Usil
Menemukan Didi


__ADS_3

...--------------------------------...


*******


Keenam orang anak muda itu terus melangkah ke bagian terdalam hutan itu.


Sedangkan Om Besar masih bertarung dengan kalajengking yang tadi. Pertaruhan yang hebat antara dua sosok, Steven dengan tenang melihat pertandingan itu.


Om Besar menyerang dengan tangannya ia menghantam ekor kalajengking itu, membuat kalajengking sedikit terhempas..


"Semangat Om, semangat, Steven di sini dukung Om kok, santai santai."


Kembali kalajengking itu bangkit dan menyerang Om Besar, Serangan dahsyat yang diberikan kalajengking membuat Om Besar waspada, dengan cepat ia langsung menghindar, namun naas serangan itu malah mengenai Steven yang sedang memberi dukungan pada Om Besar.


Saking santainya dia, membuatnya tidak waspada..


Buggh..


"Auuuwhh, ya ampun remuk badan aku ini. Om Besar gimana sih, kok malah aku yang kena?"


Steven terpental dan menghantam pohon besar di sekitar lalu kemudian ia terjatuh dan terjungkal di tanah.


Om Besar langsung menghampiri Steven.


"Ven, kamu kenapa di situ?"


"Kenapa, kenapa, ini Steven lagi kesakitan Om. Gara-gara Om ini, gimana sih, kok malah Steven yang terlempar sampai sini. Remuk dah badan Steven ini."


"Hahahaha, maaf Steven maaf, aku tidak tau kamu berada tepat di belakang ku, makanya serangan itu malah mengenai kamu. Kamu tidak apa-apa kan?"


"Tidak apa-apa gimana Om, rambut Steven yang keren ini jadi amburadul, padahal tadi Steven udah pake gatsby."


"Gatsby?"


"Ia Om, minyak rambut yang keren itu loh."


Mereka berdua malah asik membahas minyak rambut yang dipakai Steven, kalajengking yang melihat kesempatan baik ada di depannya, dengan sigap ia hendak menyerang mereka berdua.


Tangan-tangan besarnya sudah terangkat dengan ekornya yang beracun juga siap menghantam Steven dan Om Besar.


Namun naas saat ia akan melakukan serangannya, tiba-tiba ada yang mengganggu konsentrasinya.


Anjing berkepala dua dengan ukuran tubuh yang awalnya kecil, tiba-tiba menjadi sangat besar, dengan ganasnya anjing itu menarik ekor kalajengking dan menggoresnya dengan kuku-kuku tajamnya...


"Aaakkhhhh sakit."


Bak tak mempunyai belas kasihan, anjing itu terus menyerang kalajengking. Ia berusaha mencabik-cabik ekor kalajengking itu hingga putus, gigi-gigi tajamnya kini mendarat tepat di bagian tubuh lainnya dari si kalajengking.


Setelah beberapa saat mencabik-cabik kalajengking itu, akhirnya kalajengking itupun lenyap berubah menjadi debu.


"Kalian, apa kalian tidak apa-apa?"


"Kak Rindu, huhhh untung ada kak Rindu dan Paman Anjing, kalau tidak bisa is death aku dan Om Besar."


"Kok kalian di sini?"


"Ya kan kak Rindu suruh kita nyari anaknya kepala desa, gimana sih Kak."


"Oh ia ya, sorry sorry, heheheheh."


Rupanya yang datang adalah Rindu dan yang lainnya, mereka yang akhirnya sampai di sana mendengar keributan yang diakibatkan perkelahian antara Om Besar dan kalajengking itu, karena penasaran mereka mendekati sumber kerusuhan itu dan menemukan kedua sosok yang selalu mengikuti Rindu ada di sana.


Anjing penjaga yang memang sedang menjaga mereka semua dan melihat Steven juga Om Besar yang akan diserang oleh kalajengking itu, langsung saja ia membantu kedua sosok itu.


Benar-benar keberuntungan untuk Om Besar dan Steven.


"Lalu Steven, apa yang terjadi yang membuat kalian sampai di sini?"

__ADS_1


"Tadi Steven dan Om Besar bertanya pada sosok-sosok yang ada di sekitar kampung Kak, dan kata mereka kemungkinan besar anaknya kepala desa ada di sini, ya udah kita berdua langsung aja ke sini."


"Sampai di sini kami malah bertemu dengan kalajengking yang tadi, dan kata kalajengking itu, semalam tuannya membawa seorang anak kecil. Nah menurut aku dan Om Besar, itu pasti anaknya kepala desa Kak."


"Apa benar yang kamu katakan Steven?"


"Benarlah Kak, masa ia Steven bohong sama Kakak."


"Baiklah, lalu apa kalian sudah menemukan petunjuk lain?"


"Belum Kak."


"Hhmmmm, terimakasih ya kalian berdua sudah membantu kami. Om Besar terimakasih ya, nanti Rindu masakin spaghetti deh, gimana mau??"


"Mau, mau, mau, mau Kak."


"Aku bukan bertanya pada mu Steven, aku bertanya pada Om Besar karena aku yakin, tadi pasti kamu hanya menjadi penonton ya kan??"


"Benar Rindu, dia hanya bisa berteriak, sebaiknya aku saja yang makan spaghetti itu."


"Tuh kan benar, dasar bocill."


"Hehehe namanya juga bocil Kak, belum kuat berkelahi."


"Alasan aja kamu."


"Hahahaha kasian kamu Steven, kamu nggak akan dapat spaghetti itu," Om Besar menertawakan Steven...


"Hhmmmm awas aja Om, nanti kalau udah jadi kan bisa Steven tilep hahahaha," ujar Steven dalam hatinya.


Yang lain hanya bisa diam menunggu Rindu selesai berbicara, sudah pasti mereka tidak bisa melihat Steven, Om Besar dan anjing penjaga Rindu.


********


Setelah Rindu selesai berbicara dengan kedua sosok itu, ia mengucap terimakasih pada penjaganya.


"Lalu apa yang kau bicarakan dengan Steven dan Om Besar Rin?" tanya Andra.


"Jadi katanya kemungkinan besar anaknya kepala desa ada di sini."


"Kok bisa???"


"Kalau nggak salah, menurut aku anaknya diculik untuk sesuatu yang berhubungan dengan lelembut."


"Lelembut?"


"Ya, sebaiknya kita cari sekarang, sebelum terlambat."


Mereka terus mencari kesana-kemari dengan dibantu Steven dan Om Besar, sedangkan anjing penjaga Rindu terus menjaga mereka semua.


Tiba-tiba Steven datang dan menemui Rindu.


"Kak Rindu, kak Rindu."


"Ya ada apa Steven?"


"Ayo ikut Steven Kak, sekarang."


"Baiklah."


Rindu mengajak teman-temannya mengikuti Steven. Mereka bahkan harus berlari atas instruksi Steven entah apa yang gawat sehingga ia menyuruh Rindu dan yang lainnya berlari.


Setelah berlari yang membuat mereka cukup melelahkan, akhirnya mereka sampai di tempat yang ditunjukkan Steven.


Hosh hossh hosh hossh...


Mereka menghembuskan nafas kasar karena capek berlari, ketika tiba di sana, ternyata Om Besar lagi-lagi sedang bertarung dengan seseorang yang berilmu tinggi, ternyata di dalam hutan itu ada sebuah gubuk kecil dan di dekat gubuk itulah pertarungan sedang terjadi.

__ADS_1


"Steven siapa dia?"


"Dia orang yang membawa anak kepala desa Kak, anak itu ada di dalam gubuk itu."


"Oh, rupanya semua ini ada sangkut pautnya dengan ilmu hitam."


"Ia Kak, aku setuju sama ucapan Kakak, lalu gimana ini Kak?"


"Kamu tenanglah, kakak dan anjing penjaga kakak akan membantu Om Besar."


"Kalian, aku minta tolong, saat kami sedang berkelahi dengan orang itu, mendekat lah ke gubuk itu dan bebaskan anaknya kepala desa."


"Jadi Didi ada di sana?" tanya Dewi.


"Ia Wi, kata Steven dia ada di dalam sana."


"Baiklah Rindu, kami akan berusaha membebaskan anak itu, kalian berhati-hatilah," ucap Andre.


"Rin, aku akan ikut kamu melawan orang itu."


"Nggak Andra, jangan sampai kamu kenapa-napa nanti."


"Nggak Rin, aku nggak akan kenapa-napa kok, aku janji."


"Ya sudah jika itu keputusan kamu, kalian yang akan membebaskan Didi, berhati-hatilah."


"Ok Rindu, kamu juga hati-hati ya," ucap Siska.


"Steven, kamu temani mereka ya. Jangan sampai ada apa-apa di dalam sana, jika terjadi sesuatu langsung kasih tau kakak."


"Siap kak Rindu."


Dewi, Siska, Andre dan Willy kini mulai mendekat pelan-pelan ke arah gubuk, sedangkan Rindu dan Andra mendekat ke arah Om Besar yang sepertinya sudah kewalahan dan sedikit terluka karena serangan orang itu.


"Oooohhhh, jadi kamu biang dari penculikan anak-anak di desa Jatisari?"


"Siapa kamu?"


"Perkenalkan aku Rindu, aku yang akan menghentikan aksi gila mu ini."


"Hahahahahaha, jangan bermain-main anak manis, pergilah dari sini."


"Ckckck, nggak akan. Om Besar apa kamu terluka?"


"Sedikit Rindu."


"Kamu istirahatlah Om, biarkan untuk sementara orang ini Rindu dan Andra yang menghadapinya."


"Tapi Rindu, dia bukan orang sembarangan."


"Tenanglah Om, ada paman anjing di sini."


"Baiklah, kalian hati-hati ya."


...--------------------------------...


...Hai hai hai....


...Terimakasih ya udah baca Novel Nunna sampai episode ini, semoga kalian suka ya. Jangan lupa kalau ada saran apapun, langsung di komentar ya....


...Thanks semuanya....


...Sehat-sehat ya kalian semua, jaga kesehatan apalagi pandemi kek gini kan....


...나는 당신 모두를 사랑합니다...


...Tuhan Yesus Memberkati kalian semua. †...

__ADS_1


...--------------------------------...


__ADS_2