Rindu Indigo Usil

Rindu Indigo Usil
Bagi-bagi Sembako


__ADS_3

...--------------------------------...


Saat ini mereka semua sedang berkumpul di kampus tepat saat mata kuliah selesai, mereka sedang menikmati minuman yang mereka beli dari kantin.


"Oyah guys, semalam di rumah aku tuh ada yang aneh."


"Apa yang aneh Andra, aku sama Willy semalam aja nggak dengar apa-apa tu."


"Emang apaan Ndra," tanya Rindu.


"Semalam itu jendela kamar aku di ketuk Rin, awalnya aku pikir itu Andre yang iseng ngetuk pintu kamar malam-malam. Saat aku bangun dan hendak membuka pintu, tiba-tiba ketukan itu terdengar lagi dan bukan dari pintu, tapi dari jendela."


"Lalu?" tanya Dewi yang penasaran.


"Lalu aku mengecek dong, nah pas aku cek nggak ada apa-apa di sana itulah yang membuat aku bingung. Lalu aku putuskan untuk kembali tidur lebih baik bukan, saat aku baru saja tidur di kasur ku, tiba-tiba terdengar lagi bunyi ketukan itu dan kali ini yang diketuk adalah pintu."


"Terus, terus gimana?" tanya Andre.


"Ya aku lanjut tidur lah, ngapain pusing-pusing sama ketukan itu, biarin aja dia ngetuk sampe bego di sana."


"Hahahaha, kalau misalnya yang ngetuk hantu, masa ia dia akan jadi bego, kan memang udah bego," ujar Andre.


"Wah wah wah somplak ya kamu Ndre, ntar didatengin baru tau rasa."


"Ah Rin, kamu ma nggak bisa diajak bercanda."


Hahahaha


Dewi dan Andra menertawakan Andre..


"Hahahhaha, yaelah serius amat hidup kamu Ndre kan aku juga bercanda, heheheh."


"Tapi kamu nggak apa-apa kan Andra?"


"Nggak kok Rin, aku nggak apa-apa."


"Cie cie cie, khawatir ni ceritanya."


Dewi menggoda sahabatnya, Andre paling cepat dah ngakaknya sedangkan Andra hanya tersenyum.


"Ye apaan sih, orang aku cuma nanya biasa aja kok, sotoy loh berdua."


"Hahahaha, awas aja ya ntar jadi cinta-cintaan loh berdua," ucap Andre.


"Kamu tuh sama Dewi yang bakalan cinta-cintaan, hahahaha."


"Eh eh eh, kok jadi aku sama Andre sih."


"Hahahaha kan emang kenyataannya Andre suka sama kamu Wi, hahahahaha."


Rindu lagi dan lagi menggoda Andre dan Dewi, seketika Andre yang tadinya tertawa terbahak-bahak langsung bungkam dan hanya bisa menggaruk kepalanya.


"Udah ah, santai aja, nggak usah canggung gitu kalian berdua," Andra membuat Andre dan Dewi jadi salah tingkah.


Hahahahhaha.


Rindu terbahak-bahak melihat expresi Dewi sahabatnya.


"Sudah sudah, jangan ganggu Dewi dan Andre lagi, sebaiknya kita pulang sekarang."


"Ia benar, udah sore soalnya," sahut Andre.


Mereka berempat meninggalkan kampus, Rindu dijemput pak Agung, Dewi dijemput supirnya sedangkan Andra dan Andre mengendarai motor sport mereka.


Sesampainya di rumah Rindu langsung masuk ke kamarnya, setelah mandi ia keluar dan menemui Siska yang sedang duduk di sofa.


"Hai Sis."


"Rin mendingan kamu makan dulu deh, ini udah sore."


"Hmmm baiklah aku makan dulu, kamu udah makan Sis?"


"Udah Rin, aku udah makan tadi."

__ADS_1


Rindu menuju meja makan, Bi Ina yang melihat Rindu menuju meja makan langsung menyiapkan makanan di meja.


"Makasih ya Bi Ina."


"Sama-sama non Rindu."


Bi Ina pergi ke dapur dan Rindu mulai mengambil makanan dan menyantapnya sendirian.


*****


Sesuai janjinya pada Steven dan Om Besar, setelah makan Rindu mengajak Siska ke supermarket mereka berdua akan berbelanja daging untuk Om Besar dan pasukannya.


"Ckckckck ribet bener tu dua ya, makannya daging gini, ehhehe."


"Biasalah Sis, hantu sialan, ahahahaha."


"Ntar ngambek lagi tu berdua."


"Ya udah ayo kita beli dagingnya dan kita pulang karena hari sudah senja."


"Ayo."


Keduanya membeli banyak sekali daging sapi untuk Steven dan Om Besar serta pasukan mereka, setelah itu keduanya kembali ke rumah menggunakan taksi.


"Akhirnya sampai rumah juga, Sis thank you udah nemenin."


"Ia Rin, sama-sama."


Setelah menyimpan daging di dapur keduanya pergi ke kamar dan langsung mandi lagi, rupanya Bu Mita liga sudah pulang dari kantor.


Setelah mandi Rindu menemui mamanya..


"Oyahh Mam tadi aku sama Siska beliin Om Besar dan Steven daging."


"Daging? Buat apa sayang?"


"Katanya buat pasukannya Om Besar yang waktu itu jaga rumah kita Ma."


"Ooohh gitu."


"Ia sayang."


Rindu meninggalkan mamanya dan tak lama Siska pun datang dan duduk menemani Bu Mita ngobrol sambil minum teh.


Rindu sudah berada di halaman depan rumahnya tepatnya di pohon besar yang dihuni Om Besar dan Steven.


"Hei kalian berdua cepat turun."


"Om, ada kak Rindu tu, ayo turun."


"Ayok."


Sesaat kemudian keduanya sudah ada di hadapan Rindu.


"Om, Steven tadi aku dan Siska udah beliin daging sapi untuk kalian sesuai janji aku, nah jam berapa anak buah kamu akan datang?"


"Mungkin sebentar lagi Rindu."


"Baiklah, nanti kalau anak buah Om sudah ngumpul, suruh aja Steven nemuin aku di dalam ya. Aku mau makan malam dulu sama Mama dan Siska."


"Ok Rindu, terimakasih."


"Ya Om, sama-sama."


Rindu kembali ke dalam rumah meninggalkan Steven dan Om Besar di sana.


"Wah daebak Om, kak Rindu beneran beliin daging buat mereka semua, pasti banyak banget tu daging."


"Ia Steven beruntung kita mengikuti Rindu ya."


"Ia Om, semoga kak Rindu, mamanya dan kak Siska selalu dilindungi oleh Allah SWT."


"Amin."

__ADS_1


"Ya udah sebaiknya kita mengumpulkan anak buah Om, jadi saat kak Rindu selesai makan malam aku bisa langsung menemuinya."


"Hmmm baiklah, ayok."


Mereka berdua melayang dan memanggil satu persatu untuk berkumpul di halaman rumah Rindu tepat jam 9 malam.


"Ingat jam 9 malam, ok."


"Ok Bos."


"Ingat tante kun, om poci, jam 9 malam."


"Siap Steven."


Steven melayang dan menemui yang lainnya lagi, eh udah kayak nyebar undangan nikahan ya si Steven, ahahhaha.


Tepat jam 9 malam Steven menemui Rindu.


"Kak semuanya udah ngumpul tuh."


"Ok, kita ke sana, Sis ayo bantuin aku."


"Hahahaha udah kayak mau bagiin sembako aja kamu Rin, ahahahaha."


"Bagiin sembako buat makhluk halus Sis, hahaha."


Siska membantu Rindu membawakan daging-daging yang sudah bagi-bagi dan dibungkus dalam plastik.


Di halaman rumah Rindu sudah berkumpul banyak sosok yang katanya anak buah Om Besar.


"Nah sesuai janji aku kemarin, malam ini aku akan membagikan kalian daging, terserah kalian nantinya mau diapakan."


Satu persatu mereka semua mendapatkan bagian, daging-daging yang tadinya ada di hadapan Siska dan Rindu kini sudah habis.


Setelah sesi pembagian daging, mereka semua pergi dan tinggallah Rindu, Siska, Steven dan Om Besar di sana.


"Benar-benar kocak ni makhluk halus, walaupun aku nggak bisa melihat mereka, tapi sedikit demi sedikit aku mulai tidak takut lagi sama mereka, heheheh."


"Bagus itu, ya udah ayo masuk udah malam ini."


"Rindu makasih ya."


"Yoi Om, sama-sama."


Sedangkan di rumah si kembar mereka sedang bermain PS, ketiganya nampak serius dengan game yang dimainkan.


Tiba-tiba gelas yang ada di meja jatuh ke lantai.


Praanngg...


"Astagfirullah apaan itu," ucap Willy.


"Duh, jangan-jangan makhluk halus lagi," ucap Andre.


"Jangan sembarang kamu Ndre, ntar kalau beneran gimana?" ucap Willy lagi.


"Udah nggak usah diladenin, nanti kita bahas sama Rindu dan yang lainnya."


Setelah Andra berucap seperti itu, tiba-tiba layar yang tadinya menampilkan game yang mereka mainkan berubah menjadi gelap dan tiba-tiba nampak sosok mengerikan di sana.


Aaaakkkhhhhh...


Ketiganya berteriak karena kaget dan sekaligus ngeri dengan sosok dalam layar itu.


...--------------------------------...


...Hai kesayangan :)...


...Thanks ya udah baca novel aku, jangan lupa like dan komen ya.. ♡...


...Jangan lupa vote juga, thank you semuanya. ♡...


...Sehat-sehat ya kalian di sana....

__ADS_1


...Tuhan Yesus Memberkati....


...--------------------------------...


__ADS_2