Rindu Indigo Usil

Rindu Indigo Usil
Tiba di Jakarta


__ADS_3

...--------------------------------...


Tepat jam 7 malam Rindu dan Siska tiba di rumah mereka.


Keduanya langsung menuju kamar masing-masing, Bu Mita juga tidak ada di ruang keluarga, mungkin berada di kamarnya.


Setelah mandi, Siska dan Rindu turun lagi ke bawah.


"Hai Mam."


"Hai sayang, gimana udah mandi?" tanya Bu Mita.


"Udah Ma," jawab Siska dan Rindu.


Merekapun duduk sambil Rindu dan Siska menceritakan apa yang mereka alami di sana, Bu Mita mendengarkan semuanya dengan serius.


"Ngeri juga ya, kasian sekali mereka yang masih di sana," ucap Bu Mita.


"Ya gimana lagi Mam, mereka juga udah putuskan untuk tetap tinggal di kampung itu," ujar Rindu.


"Ia Ma, beruntung makhluk itu sudah tidak ada lagi! Jadi ya, kita bisa tenang meninggalkan mereka," ucap Siska.


Bu Mita mengangguk mengiyakan hal itu, setelah cerita itu selesai mereka makan malam bersama.


"Padahal kalian baru pergi satu malam, tapi kok rasanya udah lama kita nggak makan bareng kek gini ya," ucap Bu Mita.


"Mama bisa aja," sahut Rindu.


"Ia, padahal ma baru semalam kita pergi," ucap Siska.


Setelah menyelesaikan makan malam itu, Rindu dan Siska langsung kembali ke kamar masing-masing karena katanya mereka kelelahan. Bu Mita pun mengijinkan keduanya kembali ke kamar.


Sampai di kamar, Siska langsung mengambil handphonenya dan menghubungi Willy.


"Halo sayang, maaf ya aku baru sempat hubungi kamu lagi," ucap Siska.


"Ia sayang, nggak apa-apa! Gimana, udah selesai?"


"Udah sayang," jawab Siska.


Siska pun menceritakan secara detail semua yang terjadi di sana pada kekasihnya, sedangkan Willy yang di seberang telepon merasa merinding mendengar cerita Siska.


"Duh ngeri banget ya sayang, sampai segitunya! Semoga mereka semua tenang di sisi Tuhan yang Maha Kuasa."


"Amin sayang, insyaallah mereka diterima di surganya Allah SWT."


"Terus tu si Andre gimana nasibnya, dia kan penakut gitu," ucap Willy.


"Hahahaha ya gimana lagi sayang, diamuk Dewi terus tu dia hahahah."


"Ya ampun, dasar si Andre kapan dia nggak penakut kek gitu lagi!" ucap Willy.


"Entahlah sayang, emang udah dari orok mungkin jiwa penakutnya," ucap Siska.


"Hahahaha ia sayang, Andre emang udah penakut sejak kecil."


"Biarin aja, nanti diamuk terus dia sama Dewi," ucap Siska sambil tertawa.


Setelah bercerita dan melepas rindu sebentar, akhirnya obrolan itu berakhir karena Siska harus istirahat dan Willy pun mengiyakan.


Di kamar Rindu.


Rindu sedang memainkan handphonenya juga, tak sengaja ia melihat instagram Andra.


"Andra!"


"Ini Andra kan?"


"Wah, cool juga ni anak kalo fotonya kek gini," ucap Rindu.

__ADS_1


Tiba-tiba Steven datang.


"Hayo kak Rindu ngapain? Kepoin instagram pacar sendiri hahahaha."


"Ye bocill tau apa kamu, ini tentang orang dewasa tau!"


"Hahahaha, ia kak Rindu, ia," Steven malah menggoda Rindu.


Rindu mengambil bantal dan langsung menghajar Steven.


"Hahahaha ampun ibu negara, ampun hahahaha," Steven berucap sambil tertawa.


"Rasakan, siapa suruh anak kecil ikut campur urusan orang dewasa."


"Hahahaha, baiklah Kak, aku pergi sekarang! Bye," Steven menghilang dari sana.


"Dasar hantu, datang tak diundang, pulang pun tak diantar," ucap Rindu.


Ia kemudian mengirim chat ke Andra.


"Hai."


"Ia sayang, kenapa?" balas Andra.


"Belum tidur?"


"Belum sayang. Terus sayang lagi ngapain?" jawab Andra sekaligus bertanya.


"Lagi baring aja sih," jawab Rindu.


"Ya udah istirahat ya, lagian kamu pasti capek kan?"


"Ya lumayan sih," jawab Rindu.


"Ya udah, night sayang. Sampai jumpa besok di kampus," balas Andra.


"Ia sayang, night."


-----------


Pagi-pagi sekali Rindu dan Siska sedang lari pagi di sekeliling kompleks.


"Sis, gimana sama Willy? Aman kan?" tanya Rindu.


"Ia aman Rin, semalam juga aku ngabarin dia sekaligus ceritain apa yang terjadi di sana," ujar Siska.


"Syukurlah kalau gitu."


"Kamu nggak ke kampus Rin?" tanya Siska lagi.


"Pergi kok, ntar jam 9 tapi," jawab Rindu.


Setelah itu mereka kembali melanjutkan berlari-lari kecil di sekitar hingga matahari nampak, keduanya kembali ke rumah.


"Loh sayang, kalian joging?" tanya Bu Mita.


"Ia Ma, kita berdua joging heheheh," jawab Rindu.


"Lah, kok mama nggak diajak sih," ujar Bu Mita.


"Hehehe kirain Mama capek kerja," jawab Siska.


"Ia Mam," sahut Rindu.


"Lain kali kita joging bareng ya," ucap Bu Mita.


"Ok Mam," jawab Siska dan Rindu.


"Ya udah ayo sarapan," ucap Bu Mita.

__ADS_1


Merekapun masuk dan menuju meja makan untuk sarapan bersama, Bi Ina datang dengan membawakan tiga gelas susu hangat untuk mereka.


"Thank you Bi Ina yang cantik," ucap Rindu.


"Sama-sama non Rindu gemoy," balas Bi Ina.


Sontak saja Bu Mita dan Siska tertawa mendengar jawaban Bi Ina.


Hahahaha..


"Bi makasih ya," ucap Siska.


"Sama-sama nak Siska, kalau gitu bibi balik ke dapur ya."


"Ia Bi, silahkan," jawab Bu Mita.


Mereka menyantap sarapan pagi dengan tenang, setelah itu Rindu dan Bu Mita pun bersiap ke kantor dan ke kampus.


"Sis, aku ke kampus dulu ya," ucap Rindu.


"Ia Rin, hati-hati di jalan ya," ujar Siska.


"Mam, Rindu pamit."


"Ia sayang, hati-hati di jalan ya," balas Bu Mita.


Rindu lebih dulu keluar menemui Pak Agung, setelah itu Bu Mita menyusul keluar dari dalam dan menuju garasi mobil lalu meninggalkan rumah dengan mengendarai mobil sendiri.


Tinggallah Siska sendiri di rumah itu bersama Bi Ina.


"Apa sebaiknya aku ke rumah Ayah ya, setidaknya aku hanya melihat Ayah dari jauh," ucap Siska pada dirinya sendiri.


"Nanti saja kalau Rindu sudah kembali, aku akan mengajaknya ke sana."


Siska kemudian pergi ke dapur melihat apa yang dilakukan Bi Ina, ia ingin membantu dari pada dia diam nggak tau mau ngapain.


Rindu yang menuju kampus akhirnya sampai.


"Terimakasih Pak."


"Sama-sama non Rindu," jawab Pak Agung.


Rindu masuk kedalam, tak lama Dewi pun sampai dan langsung menyusul Rindu yang berjalan di depan sana.


Andra dan Andre juga tiba di kampus, mereka berdua memarkirkan motornya lalu berjalan ke kelas mereka.


Sampai di kelas sudah banyak anak-anak di sana.


"Pagi sayang," ucap Andre.


"Ia pagi," jawab Dewi.


Rindu yang mendengar jawaban cuek Dewi menahan senyumnya, jangan-jangan tu berdua lagi ngambek-ngambekan lagi.


Andra menyapa Rindu dan langsung duduk di kursinya, setelah itu dosen datang dan mata kuliah pun dimulai.


Seperti biasa mereka mengikuti kuliah dengan baik hingga selesai, mata kuliah pertama selesai dan mereka langsung bergegas ke kantin..


...--------------------------------...


...Hai kesayangan :)...


...Thanks ya udah baca novel aku, jangan lupa like dan komen ya.....


...Jangan lupa vote juga, thank you semuanya....


...Sehat-sehat ya kalian di sana....


...Tuhan Yesus memberkati....

__ADS_1


...--------------------------------...


__ADS_2