Rindu Indigo Usil

Rindu Indigo Usil
Di guna-guna


__ADS_3

...--------------------------------...


*****


"Wi, sepertinya ada yang berniat jahat sama mama dan papa kamu."


"Maksud kamu gimana Rin?"


"Ada yang mengguna-gunai papa dan mama kamu Wi."


"Tapi sapa yang tega melakukan ini sama Mama dan Papa Rin, apa salah Mama dan Papa."


"Untuk hal itu aku tidak tau Wi, tapi sebaiknya kita papah kedua orang tua kamu ke sofa terlebih dahulu."


Akhirnya mereka bertiga memapah mama dan papanya Dewi kembali ke sofa, setelah itu Rindu meminta tolong sosok penjaganya, bagaimana ia harus menyadarkan kedua orang tua sahabatnya.


"Penjaga apa yang harus aku lakukan sekarang?"


"Taruhlah cincin mu di dalam gelas berisi airnya dan doakan, setelah itu berikan pada kedua orang tua sahabat mu Rindu."


"Baiklah penjaga, aku akan melakukannya. Terimakasih atas bantuan mu."


"Sama-sama Rindu."


Rindu kemudian meminta Dewi untuk mengambil segelas air putih untuknya.


"Ini Rin air putihnya, tapi untuk apa ini Rin?"


"Untuk orang tua kamu Wi, tapi sebelum itu aku akan berdoa."


Siska dan Dewi hanya bisa mengangguk, karena mereka berdua benar-benar tidak paham akan hal-hal seperti ini.


Rindu melepas cincin dari jarinya dan meletakkannya ke dalam gelas berisi air, setelahnya Rindu berdoa dengan memegang air dalam gelas itu.


Kemudian perlahan ia meminumkan terlebih dahulu pada papanya Dewi, lalu kemudian beralih ke mamanya Dewi.


Dewi sangat khawatir kalau-kalau mama dan papanya kenapa-napa. Ia hanya bisa berdoa pada Tuhan dan berharap bahwa yang dilakukan Rindu akan berhasil.


********


Setelah air diminumkan pada kedua orang tua Dewi, beberapa saat kemudian keduanya akhirnya sadar.


"Mama, Papa, terimakasih Tuhan akhirnya Mama dan Papa Dewi sadar."


Dewi langsung memeluk mama dan papanya, sedangkan Rindu dan Siska tersenyum melihat kedua orang tua Dewi yang sudah sadar.


"Mama sama Papa nggak apa-apa kan?" tanya Dewi.


"Emang mama kenapa sayang?" tanya mamanya.


"Ia, papa sama Mama kan nggak apa-apa sayang," ujar papanya.


"Jadi Papa sama Mama nggak ingat apa yang terjadi?"


Keduanya kompak menggelengkan kepala, Dewi langsung menatap sahabatnya Rindu. Rindu hanya tersenyum, dia juga bingung. Mungkin karena guna-gunanya sudah hilang, begitulah pikir Rindu.


"Ma, Pa, tadi itu Mama dan Papa tiba-tiba kejang-kejang di sini. Karena ketakutan makanya Dewi menghubungi teman Dewi. Makanya di sini ada Rindu dan Siska Pa, Ma, ini kedua teman Dewi."


"Kejang-kejang kamu bilang sayang?" tanya mamanya.


"Ia Ma, Pa. Kata Rindu, Mama dan Papa ada yang jahatin diguna-guna gitu katanya."


"Diguna-guna?" tanya papanya.

__ADS_1


"Ia Om, Tante. Saya Rindu, tadi Dewi nelpon makanya saya ke sini. Karena saya memiliki kelebihan yang diberikan Tuhan, makanya saya tau bahwa Tante dan Om diguna-guna. Tadi saya meminumkan air yang saya doakan sama Om dan Tante, puji Tuhan Om dan Tante akhirnya sadar," jelas Rindu.


"Diguna-guna, siapa yang melakukan ini semua?" papanya Dewi terlihat kebingungan.


"Apa Papa sama Mama punya musuh, atau saingan bisnis, atau apalah gitu yang nggak suka sama Mama dan Papa," tanya Dewi.


"Nggak sayang, mama nggak punya musuh sih," jawab mamanya.


"Papa juga nggak tau sayang, soalnya papa nggak suka tuh cari gara-gara sama orang," jawab papanya.


"Hmmmmm, lalu siapa dong yang ngelakuin ini sama Mama dan Papa?"


Mama dan Papanya hanya bisa mengangkat bahu tanda tak tau..


"Nak Rindu, Siska terimakasih ya sudah datang dan membantu om dan tante," ucap papanya Dewi.


"Ia Om, sama-sama," jawab Rindu dan Siska.


"Rin, Sis thanks ya udah datang, udah bantuin aku, Mama dan Papa."


Rindu dan Siska hanya tersenyum membalas perkataan Dewi..


Karena hari sudah malam akhirnya Rindu dan Siska pamit.


"Om, Tante, Wi kita berdua pamit ya soalnya udah malam," ucap Rindu.


"Ia Rin, thanks ya sekali lagi."


"Nak Rindu, sekali lagi terimakasih ya," ucap mama dan papanya Dewi.


"Sama-sama Wi, Om, Tante."


"Om, Tante, Dewi Siska pamit ya."


Dewi mengantarkan Siska dan Rindu ke depan.


"Kalian berdua hati-hati di jalan ya say."


"Ok siap," jawab Siska dan Rindu.


Keduanya meninggalkan rumah Dewi dengan mobil yang melaju membawa mereka kembali ke rumah.


Setelah mengendarai mobil beberapa saat, akhirnya mereka tiba di rumah.


"Malam Ma, malam Tante."


"Malam sayang, Nak. Akhirnya kalian pulang juga."


"Ia Ma."


"Gimana, apa yang terjadi?"


"Mama dan papanya Dewi Ma, mereka diguna-gunai sepertinya ada yang tidak disukai


Rindu hanya mengangguk-angguk mendengar perkataan mamanya.


"Sebaiknya kalian berdua mandi dan kita makan malam bersama."


"Ok Mam."


"Baik Tante."


Keduanya melangkah ke kamar masing-masing dan langsung mandi. Setelah mandi keduanya kembali turun menemui Bu Mita untuk makan malam bersama.

__ADS_1


"Ma, ayo makan."


"Ayo sayang, nak Siska ayo."


"Ia Tante."


Ketiganya melangkah ke meja makan.


"Nyonya, Non dan nak Siska ayo makan. Bibi udah siapin di meja."


"Makasih ya Bi."


"Sama-sama Nak."


Mereka kemudian duduk dan mulai menyantap makanan yang sudah dihidangkan Bi Ina.


Setelah makan malam mereka kemudian duduk dan nonton TV bersama, ketika jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, Rindu dan Siska pamit ke kamar.


"Mam, Rindu ke kamar ya."


"Siska juga ya Tan."


"Ia sayang, kalian pergilah bentar lagi mama nyusul, mama mau ke dapur sebentar, mau minum."


Rindu dan Siska meninggalkan Bu Mita yang kemudian berjalan ke arah dapur...


Rupanya Bi Ina sudah masuk kamar, mungkin karena hari juga sudah malam. Saat Bu Mita sedang mengambil minum di dapur, ia mendengar tawa cekikikan dari arah belakang rumah, karena penasaran Bu Mita mengintip dari jendela yang ada di dapur.


"Ckckckckc dasar kuntilanak, cekikikan malam-malam, ganggu banget."


Bu Mita berbalik dan akan pergi ke kamarnya untuk istirahat.


"Aaakkkhhh."


Tepat di belakangnya Steven berdiri sambil tersenyum tanpa rasa bersalah sudah mengagetkan Bu Mita.


"Astaga Steven kamu ngagetin tante aja sih."


"Hehehhehe maap Tante, tadi Steven pikir kak Rindu yang di dapur, ternyata Tante."


"Hizzz kamu ini, Rindu sama Siska udah masuk kamar."


"Terus Tante ko belum tidur?"


"Tante ke sini mau minum tadi, nih mau langsung ke kamar tapi malah kamu kagetin."


"Hehehehe."


Steven menghilang dan kembali ke pohon besar tempat dimana ia dan Om Besar tinggal..


...--------------------------------...


...Hai hai hai....


...Terimakasih ya udah baca Novel Nunna sampai episode ini, semoga kalian suka ya. Jangan lupa kalau ada saran apapun, langsung di komentar ya....


...Thanks semuanya....


...Sehat-sehat ya kalian semua, jaga kesehatan apalagi pandemi kek gini kan....


...나는 당신 모두를 사랑합니다...


...Tuhan Yesus Memberkati kalian semua. †...

__ADS_1


...--------------------------------...


__ADS_2