
...--------------------------------...
******
Mereka akhirnya sampai di Jakarta, mini bus membawa mereka ke rumah Rindu.
Dewi akan menelpon supirnya untuk menjemput dia dari rumah Rindu, sedangkan si kembar dan Willy nantinya akan pulang ke rumah dengan motor mereka yang dititipkan di garasi rumah Rindu.
"Akhirnya sampai juga, welcome home."
Rindu mengajak teman-temannya masuk terlebih dahulu ke dalam rumahnya.
"Hai Mam."
"Hai sayang, akhirnya kalian pulang juga. Mama kangen banget sama anak mama yang cantik ini."
"Rindu juga kangen banget sama Mama."
Rindu dan mamanya berpelukan, setelah itu Siska juga ikut memeluk Bu Mita.
Setelah menunggu beberapa saat jemputan Dewi akhirnya tiba.
"Tante, Rindu dan yang lainnya aku pamit ya. Supir udah jemput soalnya."
"Ok Wi, sampai jumpa lagi," ucap Rindu.
"Hati-hati di jalan ya sayang."
"Makasih Tante."
Dewi meninggalkan rumah Rindu, Andra, Willy dan Andre pun berpamitan.
"Tante, Rindu, Sis, kami pamit ya."
"Ia Ndra, kalian hati-hati di jalan ya."
"Sis, aku pulang."
"Ia Will, hati-hati di jalan ya kalian."
"Cie cie yang pamit-pamitan, hehehe."
"Rindu, usil banget sih kamu," Siska merona.
Ketiganya meninggalkan rumah Rindu dengan mengendarai motor Andra dan Andre.
Rindu dan Siska menuju kamar masing-masing dan meletakan tas mereka di kamar, setelah bersih-bersih kembali mereka menemui Bu Mita yang berada di ruang tengah.
"Mama gimana selama kita berdua tinggal pergi?"
"Mama nggak apa-apa kok sayang, lagian sosok-sosok yang kalian perintahkan buat jaga mama, mereka selalu berseliweran di sekitar sini. Untung aja mereka nggak gangguin Bi Ina."
"Hahaha, baguslah kalau Mama baik-baik aja di sini."
Steven dan Om malah sedang mengumpulkan sosok-sosok yang tadinya ditugaskan untuk menjaga rumah Rindu.
"Kalian semua, terimakasih sudah menjaga rumah ini dengan baik."
"Ya sama-sama Bos."
"Baiklah, sekarang kalian boleh pergi."
"Bukankah Bos bilang akan membawakan kami hadiah?"
"Hadiah?"
"Ia bukanlah waktu itu Bos berkata seperti itu?"
"Hmmm sebentar saya ingat-ingat dulu."
"Ya, gimana sih Bos."
"Om, hadiah apa yang Om janjikan?"
"Nah itu dia Steven, sekarang saya bingung hadiah apa yang bagus untuk mereka."
"Makanya jangan sok janjikan hadiah untuk mereka."
"Gimana yah, ah begini saja."
Om Besar kembali berbicara pada anak buahnya.
__ADS_1
"Besok kita akan pesta bersama, untuk sekarang kalian pergilah terlebih dahulu."
"Baiklah Bos, besok kita datang lagi."
"Ya ya ya, pergilah."
Semua sosok yang ada di sana pergi meninggalkan Steven dan Om Besar.
"Om, apa yang akan Om berikan sama mereka?"
"Hmmm, bantulah aku Steven, aku juga bingung ini."
"Ye, makanya jangan sok-sokan jadi Bos. Haahhaah."
"Ciih dasar bocah sialan kamu."
"Hahahaha. Begini saja Om, kita minta bantuan kak Rindu saja, gimana?"
"Hmmm ide bagus, ayok kita temui Rindu."
"Sebaiknya jangan sekarang Om."
"Loh, kenapa?"
"Pasti sekarang kak Rindu sedang lepas kangen sama mamanya, jadi jangan diganggu dulu, nanti sore aja kita temui kak Rindu."
"Gitu ya, baiklah jika menurut kamu itu yang terbaik."
********
Di kamarnya Rindu sedang beristirahat sejenak, begitupun Siska.
Sore harinya di taman samping rumah, Steven dan Om Besar menemui Rindu yang sedang duduk bersama Siska.
"Kak ada yang mau Om Besar katakan."
"Apa?"
"Ayo Om katakan."
"Begini Rindu, saat kita akan pergi berlibur saya meminta bantuan untuk menjaga rumah ini kan. Nah sekarang mereka minta hadiah, gimana dong."
"Ayolah Rindu, tolongin saya."
"Hmmm, baiklah. Gimana kalau besok malam aku belikan kalian daging, tapi jangan minta saya bakar ya, kasihkan saja mereka daging mentah."
"Hmmm boleh deh, nanti biar mereka semua masak sendiri."
"Ok, deal sampaikan pada mereka terimakasih ku karena sudah menjaga Mama."
"Baiklah."
Steven dan Om Besar meninggalkan Rindu dan Siska.
"Ada apa Rin?"
"Biasalah, Steven dan Om Besar minta ditraktir."
"Haiiss ada-ada saja mereka berdua."
"Hahaha biasalah."
Keduanya kembali bercerita perihal Siska dan Willy.
"Sejak kapan kamu suka sama Willy Sis?"
"Ehhmm sebenarnya sih saat kita di sanalah aku mulai menyukai Willy."
"Wah hebat ya kalian berdua."
"Hehehehe, terus kamu sama Andra gimana?"
"Loh kok jadi aku sama Andra sih Sis."
"Ye apa kamu nggak nyadar kalau Andra suka sama kamu."
"So tau aja kamu Sis."
"Ya udah kalau nggak percaya."
Keduanya masuk ke dalam rumah karena hari sudah senja.
__ADS_1
Malam hari di rumah si kembar dan Willy mereka bertiga sedang duduk dan menikmati makan malam bersama.
"Will gimana ceritanya kamu bisa nembak Siska?"
"Kepo aja loh Ndre."
"Ya biar aku bisa belajar dari kamu, ya kan ha-ha-ha."
"Ya pasti karena aku suka sama Siska lah, makanya aku nembak dia."
"Ia sih aku paham, gimana cara nembaknya?"
"Dor, hahahahaha ya ngungkapin perasaan lah."
"Lagian Ndre kamu nanya terus sama Willy emang kamu mau nembak siapa? Dewi?"
"Nah itu loh tau Ndra."
"What jadi benar loh suka sama Dewi?"
"Ia, udah lama aku suka sama dia, heheheh."
"Wah selama ini kamu diam-diam ternyata suka sama Dewi ya."
"Loh juga suka sama Rindu kan, ngaku nggak loh."
"Sok tau aja kamu Ndre."
"Jujur aja napa Ndra, ia nggak?"
"Ia bener Will," ucap Andre.
"Udah ah, selesaikan makan malam dan kita istirahat."
"Ngeles loh Ndra, hahahaha."
Andre menertawakan kakak kembarnya itu, setelah makan malam usai mereka pun bermain game sesaat lalu kemudian masuk kamar masing-masing.
Saat mereka sedang terlelap, tiba-tiba jendela kamar Andra diketuk.
Andra yang sedang terlelap belum sadar dengan ketukan itu, lama kelamaan ketukan itu semakin besar bunyinya dan membuat Andra akhirnya terbangun dari tidurnya.
"Apa sih malam-malam kok ada yang ketuk pintu. Jangan-jangan si Andre lagi yang iseng, awas aja kalo benar dia."
Andra beranjak dari kasurnya menuju pintu kamar, ia hendak membuka pintu kamar untuk mengecek siapa yang mengetuk dari luar.
Namun ketukan itu kembali terdengar dan yang membuat Andra diam adalah bunyi ketukan itu bukan dari pintu kamarnya tapi dari arah jendela.
"Ketukan dari jendela? Siapa yang ngetuk jendela malam-malam kek gini?"
Andra melangkah menuju jendela yang diketuk, sesampainya di sana ia tak menemukan apapun.
"Perasaan nggak ada apa-apa deh, tapi kok tadi bisa ada bunyi ketukan."
"Apa aku salah dengar ya, apa aku mimpi?"
"Udahlah sebaiknya aku tidur kembali."
Andra kembali ke tempat tidurnya, ia merebahkan tubuhnya dan berusaha kembali terlelap.
Belum lagi ia terlelap ketukan itu kembali terdengar dan kali ini bunyi itu berasal dari pintu kamarnya.
Tok tok tok tok..
"Udahlah, ketuk aja sampai bego. Mendingan aku tidur."
Tanpa menghiraukan ketukan itu, Andra kembali terlelap.
...--------------------------------...
...Hai kesayangan :)...
...Thanks ya udah baca novel aku, jangan lupa like dan komen ya.. ♡...
...Jangan lupa vote juga, thank you semuanya. ♡...
...Sehat-sehat ya kalian di sana....
...Tuhan Yesus Memberkati....
...--------------------------------...
__ADS_1