
...--------------------------------...
*******
Setelah mereka mengikat orang itu, keduanya kemudian memperhatikan harimau hitam dan anjing berkepala dua yang sedang bertarung.
Saat keduanya sosok di hadapan mereka sedang adu kekuatan tiba-tiba geraman harimau lainnya terdengar.
Rindu dan Andra langsung memasang mata dan telinga mereka untuk mendengar dari mana asal suara itu dan akan muncul dari mana dia.
Geraman itu terasa semakin dekat, dan ternyata yang datang adalah harimau yang tadi ditemui mereka..
Harimau berwarna loreng itu mendekati mereka berdua.
"Harimau, ada apa?" tanya Rindu.
"Bukankah sudah kukatakan untuk pergi dari sini, kenapa kalian malah masuk?"
"Maaf harimau, kami harus menyelamatkan Didi makanya kami tetap memaksa masuk," jawab Andra.
"Apa anjing berkepala dua itu penjaga salah satu dari kalian?"
"Ya benar, dia adalah penjaga warisan dari buyut ku."
"Pantas saja kalian tidak takut masuk ke dalam hutan ini, rupanya kalian bukan anak-anak sembarangan, apalagi kamu," ia melihat ke arah Rindu.
"Harimau hitam yang sedang berkelahi dengan anjing berkepala dua itu adalah musuh ku, namun dia diambil dan dijadikan budak oleh seorang manusia."
"Apa manusia yang kau maksud adalah ini?" Rindu menunjuk pada orang yang sedang diikat itu.
"Ya benar, dialah yang datang dan menjadikan harimau itu budaknya."
"Oooohhh."
Rindu dan Andra mengangguk-angguk mendengar penjelasan harimau yang ada di depan mereka.
"Lalu untuk apa kau ke sini harimau?" tanya Rindu.
"Aku ke sini karena merasakan aura dan adanya kekuatan yang dahsyat makanya aku mencari sumbernya dan menemukan kalian di sini. Ternyata anjing berkepala dua milik mu sedang berkelahi dengan harimau hitam itu."
"Ooohhh begitu rupanya, lalu?"
"Aku akan membantu anjing milik mu, setelah itu kalian pulanglah, tinggalkan hutan ini."
"Tentu, kami akan pergi dari sini," jawab Andra.
Harimau berwarna loreng itu kemudian mendekat ke arah anjing dan harimau hitam yang sedang beradu kekuatan, tanpa aba-aba ia langsung menerjang ke arah harimau hitam..
Serangan kuat dari harimau loreng mampu membuat harimau hitam terlempar, harimau hitam yang memang sudah sangat kelelahan karena dihajar anjing berkepala dua milik Rindu, kini merasa semakin lemah.
Banyak bagian-bagian tubuhnya yang sudah terluka karena cakaran anjing Rindu, sedangkan lawannya hanya mengalami luka kecil saja. Sekarang ia malah diserang oleh musuh bebuyutannya.
"Hei jangan ikut campur kau."
__ADS_1
"Tentu aku akan ikut campur, selama ini kau selalu sok berkuasa di hutan ini. Kau memperlakukan berbagai macam binatang di sini seenaknya, sekarang saatnya kau menerima akibat dari perbuatan mu yang tidak baik itu."
"Nanti saja jika kau ingin melawan ku, biarkan aku melawan anjing ini terlebih dahulu."
"Ckckckck, sudah hampir matipun kau masih sombong, untuk apa menunggu kalau sekarang bisa lebih mudah membunuh mu."
Harimau loreng langsung menerjang bahkan harimau hitam belum bangun dari posisi jatuhnya tadi. Serangan yang diberikan harimau loreng semakin membuatnya kewalahan, tenaganya sudah habis..
Anjing Rindu tentu tak akan menyia-nyiakan kesempatan baik di depan matanya, ia kembali menerjang ke arah harimau hitam. Tangan dengan kuku-kuku tajamnya menancap tepat di jantung harimau hitam, membuat harimau hitam mengeram kesakitan..
"Aaarrghhhh, hentikan, ini sangat sakit."
Bukannya berhenti, anjing Rindu malah semakin memasukkan tangannya dan dengan ganasnya mencabut jantung harimau itu. Harimau loreng yang melihat apa yang dilakukan anjing Rindu pada musuhnya hanya bisa melongo tak percaya..
Rindu dan Andra menelan ludah mereka, melihat betapa ganasnya anjing penjaga Rindu..
Harimau hitam perlahan-lahan berubah menjadi abu dan hilang dalam sekejap..
"Anjing, kau benar-benar hebat."
"Harimau terimakasih sudah datang membantu."
"Ya sama-sama, kalau begitu sekali lagi terimakasih dan segeralah pergi jika urusan kalian sudah selesai."
"Tentu."
"Baiklah, aku pamit."
********
"Rindu, apa anak yang kalian cari sudah ditemukan?"
"Sudah paman anjing, sepertinya kamu cukup lelah, kembalilah dan istirahat."
"Baik Rindu."
"Terimakasih paman anjing."
"Sama-sama Rindu."
Anjing itu kembali ke dalam cincin yang dipakai Rindu, Andra yang berbeda di samping Rindu hanya bisa diam seribu bahasa.
Di tempat persembunyian Dewi, Siska, Willy, Andre serta Didi. Mereka hanya bisa melongo melihat kejadian di depan mata mereka, entah mengapa mereka semua bisa melihat anjing berkepala dua, harimau hitam dan harimau loreng yang tadi.
"Duh, ngeri banget anjing penjaga Rindu ya."
"Ia Wi, hebat banget," sahut Siska.
"Nggak nyangka aku kalau Rindu memiliki penjaga sehebat itu."
"Ia Will aku juga," sahut Andre.
Rindu dan Andra mendekat ke arah mereka semua.
__ADS_1
"Kalian nggak apa-apa kan?"
"Nggak Rin, kita aman-aman aja kok. Kalau kalian gimana?" tanya Dewi.
"Ia Rin, kamu nggak apa-apa kan?" Siska khawatir.
"Wi, Sis, aku dan Andra baik-baik aja kok, santai aja."
"Ndre, Will, kalian nggak apa-apa kan?"
"Nggak Ndra, kami berdua baik kok, ya kan Ndre?"
"Ia benar kata Willy."
Laki-laki yang diikat Andra dan Rindu tentu saja dibawa juga oleh mereka, kini laki-laki itu tak bisa berbuat apa-apa lagi. Setelah ia melihat bagaimana ganasnya anjing Rindu mencabut jantung harimau hitam miliknya tadi.
"Terus ni orang mau kita apakan?" tanya Willy.
"Ya kita bawa saja ke kampung, biar orang kampung yang nentuin mau diapakan orang ini," jawab Andra.
"Ya sudah ayo, keburu sore ini," ujar Dewi.
"Bentar, Didi kamu nggak apa-apa kan Dek?" tanya Rindu.
"Nggak Kak, Didi nggak apa-apa, hanya takut tapi beruntung kakak-kakak datang dan selamatkan Didi."
"Ya sudah syukurlah kalau gitu, sebaiknya kita pulang sekarang, hari sudah sore."
Mereka mulai melangkahkan kaki melewati hutan yang kini semakin gelap karena hari sudah sore, sebentar lagi senja datang. Laki-laki yang diikat itu diseret oleh Andre dan Willy, Andre yang kesal tentu saja menyeret sambil menendang-nendang pantat laki-laki itu.
Setelah berjalan beberapa waktu akhirnya mereka bisa keluar dari hutan dengan aman, harimau loreng ternyata berada tak jauh dari sana, ia tersenyum melihat Rindu dan yang lainnya.
"Aku tak menyangka ada anak-anak seberani kalian masuk ke dalam hutan ini."
Rindu dan yang lainnya sekarang hanya perlu berjalan terus ke rumah kepala desa, mereka akan mengembalikan Didi ke rumahnya dan menyerahkan laki-laki yang menculik Didi pada kepala desa dan warga yang lainnya.
Karena hari sudah senja dan sebentar lagi malam, mereka tidak bertemu warga di jalan, mungkin mereka sedang di rumah masing-masing.
Setelah terus berjalan akhirnya mereka tiba di rumah kepala desa, rupanya di sana ada bapak-bapak yang ternyata baru pulang dari mencari Didi namun tidak menemukannya.
...--------------------------------...
...Hai hai hai....
...Terimakasih ya udah baca Novel Nunna sampai episode ini, semoga kalian suka ya. Jangan lupa kalau ada saran apapun, langsung di komentar ya....
...Thanks semuanya....
...Sehat-sehat ya kalian semua, jaga kesehatan apalagi pandemi kek gini kan....
...나는 당신 모두를 사랑합니다...
...Tuhan Yesus Memberkati kalian semua. †...
__ADS_1
...--------------------------------...