
...--------------------------------...
******
Pagi-pagi sekali di kampung Jatisari kini Rindu dan yang lainnya sedang duduk bersama, satu hal yang mereka belum tau adalah kejadian semalam, dimana Willy menyatakan cintanya pada Siska.
Siska dan Willy pun belum memberitahu mereka semua, mereka berdua berencana memberitahukan teman-temannya saat mereka kembali ke Jakarta esok hari.
"Guys, besok kita akan pulang, akhirnya liburan kita usai juga ya."
"Ia Sis, nggak berasa ya."
"Ia Wi."
"Jadi malam ini kita packing ya, supaya besok pagi-pagi kita berangkatnya. Nanti aku hubungi mini bus yang waktu itu untuk menjemput kita lagi."
"Ok deh," jawab Andre.
Mereka semua masih duduk sambil menikmati kopi di pagi hari, menikmati saat-saat terakhir mereka di kampung, setelah kembali ke Jakarta mereka akan kembali sibuk dengan kuliah.
Tiba-tiba Steven datang dan mendekati Rindu, Om Besar kali ini tidak ikut, entah di mana dia.
"Kak."
"Ya, kenapa? Mau ngopi kamu?"
"Nggak, mau gibah tapi."
"Ckckckc hantu aja bisa gibah, nggak pergi sana kamu gibah sama kunti-kunti yang ada di sana."
"Yakin Kakak nggak mau tau? Steven ma yakin 1000% Kakak itu kudet."
"Enak aja kamu, kudet kudet apaan."
"Ya Kakak kurang update tentang apa yang terjadi."
"Cih, kamu pikir aku wartawan gitu?"
"Hahahaha, nggak sih Kak, beneran nih Kakak nggak mau tau, nyesel loh nanti."
"Ye sok-sokan loh bocil, udah ah, mau ngomong apa sih kamu Steven."
"Kaka tau nggak, semalam ada yang sayang-sayangan loh."
"Maksud kamu Om Besar dan kuntilanak di sini?"
"Nggak Kak, ini tentang manusia bukan tentang makhluk tak kasat mata."
"Udah deh Steven, jangan bikin kesel pagi-pagi, ada apa langsung aja jangan muter-muter sampai di Jakarta, Bandung, Surabaya lalu balik lagi ke sini."
"Hahahaha, just kidding Kak."
"Ckckckc bocill somplak loh."
"Hahahha, ok ok aku serius. Semalam tu ya Kak, ada yang jadian, Kaka pasti nggak tau kan."
"Jadian, maksud kamu?"
Willy dan Siska yang mendengar perkataan Rindu hampir tersedak kopi.
"Hahahaha."
Steven malah tertawa, Rindu yang melihat Steven si tengil itu menertawakan Willy dan Siska yang tersedak kopi mulai curiga.
"Semalam saat Steven ngecek rumah, Steven liat kak Willy nembak kak Siska loh Kak, hahahahha dan sekarang mereka berdua pacaran. Jujur, Kakak pasti nggak tau kan?"
Rindu yang mendengar perkataan Steven membulatkan matanya, jadi benar dugaannya Siska dan Willy lah yang jadian semalam, tapi jam berapa, itulah yang menjadi pertanyaannya sekarang.
Willy yang ditatap Rindu hanya bisa menggaruk tengkuknya saja.
__ADS_1
"Hm apa nggak ada yang mau ngasih tau kabar bahagia gitu."
"Kabar bahagia apa Rin?"
"Ya something yang belum kita ketahui Wi."
"Apa Rin?"
"Kita tunggu aja siapa yang akan berbicara."
Willy dan Siska saling menatap dan dengan anggukan kepala akhirnya Willy yang berbicara.
"Maaf guys, bukan maksud nggak mau ngasih tau, tapi maksudnya nanti sampai Jakarta baru aku kasih tau. Tapi ya sudahlah, rupanya Steven gibah ke Rindu, hahahahaha."
"Emang ada apa sih Will, bikin penasaran aja."
"Sabar kali Ndre, itu dia juga mau ngasih tau kita kok," ucap Andra.
"Baiklah, aku tunggu."
"Gini, hehhehehe semalam aku nembak Siska."
Mereka semua kompak melihat ke arah Siska, Siska yang malu hanya bisa menutup matanya dengan kedua tangannya.
"Hahahaha kenapa Sis, malu ya, ciee.. Selamat ya kalian berdua, aku turut senang dengarnya. Sis selamat ya nggak jomblo lagi, hehehe," Rindu memeluk Siska.
"Yuhuuu, selamat Siska ku sayang."
Dewi bergabung memeluk Siska, jadilah mereka bertiga saling berpelukan.
"Makasih Rin, Wi, kalian berdua terbaik."
Andra dan Andre spontan langsung memeluk Willy.
"Waow daebak, selamat Will kamu keren," ucap Andre.
"Hahhaha, lebay low Ndre, btw selamat ya Will."
Mereka turut bahagia mendengar Siska dan Willy yang jadian, sedangkan tukang gibah sudah pergi dari sana.
"Jadi semalam kita berdua jadian, Steven liat gitu?"
"Hahahahaha, ia Will makanya dia gibahin kalian berdua sama aku."
"Duh, dasar tu bocill," ucap Siska.
Hahahahaha...
*******
Setelah membahas Siska dan Willy yang jadian, mereka semua masuk ke dalam rumah dan cewek-cewek langsung menyiapkan makan siang.
Setelah makan siang siap, mereka kemudian mandi terlebih dahulu lalu makan bersama di meja makan.
Steven setelah memberitahu Rindu perihal Siska dan Willy ia pergi mencari Om Besar.
"Om Besar di mana sih, oh jangan-jangan lagi mojok sama Tante kun lagi dia. Dasar Om playboy."
Steven kembali berkeliling mencari Om Besar, setelah beberapa saat akhirnya ia menemukan Om Besar sedang bersama kuntilanak di kampung sebelah.
"Wah wah wah, benar kan prediksi Steven. Om Besar pasti lagi gombalin tu kuntilanak, baiklah mari kita kerjain dia, hahahhaha."
Steven melayang dan mendekat ke arah Om Besar dan tante kunti, ia mengambil ranting tak jauh dari sana dan melemparnya ke arah Om Besar.
Bugh..
"Aduh."
"Kenapa, kenapa Mas?"
__ADS_1
"Ini sayang, kayaknya ada yang isengin kita deh."
"Masa sih Mas?"
"Ia sayang bener, aduh mana sakit lagi."
"Ckckckck modus banget si Om ya biar diperhatiin Tante Kun, awas aja ya Om."
Steven mendekat lagi dan dengan cepat ia berteriak tepat di kuping Om Besar.
"Ooooooommmmmmm."
"Aaaakkhhhh, bisa picah ni gendang telinga kalau kayak gini. Steven rupanya kamu yah yang iseng sama saya, awas kamu."
"Hahahaha, ya siapa suruh Om mojok sama Tante di sini. Ntar aku kasih tau Tante Kunti yang di sana ya, Om playboy."
"Maksud kamu dia punya pacar lain gitu?"
"Ia Tante, makanya jangan mau dibohongin sama Om Besar, hahahahaha."
Takut diamuk Om Besar, Steven langsung menghilang dari sana.
"Sayang, jangan didengar Steven itu memang jahil anaknya."
"Beneran Mas?"
"Ia sayang, bener. Percaya deh sama Mas."
"Baiklah kali ini aku percaya sama Mas."
Steven kini kembali ke rumah neneknya Dewi.
Saat hari sudah malam, mereka semua kembali beristirahat. Setelah packing barang karena besok jam 7 pagi mereka akan kembali ke Jakarta.
Pagi-pagi sekali mereka sudah bersiap, mini bus yang akan membawa mereka ke Jakarta pun sudah ada.
"Ok guys, kita pulang."
"Akhirnya kembali ke Jakarta, see you Jatisari," ucap Dewi.
Mereka memasukkan barang-barang ke dalam bus dan mereka semua masuk, Steven dan Om Besar melayang di atas mini bus.
"Om, kita kembali ke Jakarta sekarang."
"Ia Steven."
"Lah terus gimana tu pacar Om yang kemarin?"
"Biarkan saja, nanti juga kita bisa ketemu lagi, nanti aku minta aja dia ke Jakarta, ya kan?"
"Mana bisa Om, nyasar dia nanti."
"Masa sih?"
"Wes kalau Om nggak percaya, hehheeh."
Mini bus melaju membawa mereka semua kembali ke Jakarta.
...--------------------------------...
...Hai kesayangan :)...
...Thanks ya udah baca novel aku, jangan lupa like dan komen ya.. ♡...
...Jangan lupa vote juga, thank you semuanya. ♡...
...Sehat-sehat ya kalian di sana....
...Tuhan Yesus Memberkati....
__ADS_1
...--------------------------------...