
...--------------------------------...
********
Saat penjaga pintu mengecek sumber suara itu, mereka menemukan Steven dan Om Besar di sana.
"Kalian lagi, bagaimana kalian bisa masuk terus menerus ke sini?"
"Simple, karena kita mengalahkan penjaga di depan, hahahah."
"Heh bocah, bagaimana bisa kalian mengalahkan penjaga depan, itu tidak mungkin."
"Ya udah kalau nggak percaya, cek aja sendiri ke depan sana, ia kan Om?"
"Ia benar kata kamu Steven, cek aja ke sana."
"Nggak kami berdua nggak percaya, pasti kalian mau berbuat sesuatu di sini kan?"
"Nggak, orang kita cuma mau jalan-jalan aja kok," jawab Steven.
Tiba-tiba kedua penjaga itu langsung menyerang, akibatnya terjadilah adu kekuatan antara mereka berempat. Rindu dan yang lainnya perlahan keluar melalui pintu itu, mereka bergerak pelan agar tidak ketahuan.
"Hei siapa kalian."
Tiba-tiba suara sosok di sana mengagetkan mereka.
"Duh, ketahuan lagi," ucap Andre.
"Udah santai aja," sahut Neneng.
"Ya kamu ma santai Neng, lah kita kan nggak seperti kamu yang santuy," ujar Willy.
"Udah, nggak usah pada ribet kalian, sebaiknya kita pikirkan bagaimana caranya kita bisa keluar dengan selamat," Dewi menghardik mereka bertiga.
"Ya benar kata Dewi, kita harus cari cara keluar dari sini," tambah Siska.
"Cara satu-satunya adalah bertarung dengan mereka, kalau kita menang kita bisa pulang dengan selamat, tapi kalau kita kalah, kita akan jadi seperti sosok-sosok yang dikurung."
Andra menakuti mereka, mereka yang mendengar perkataan Andra langsung ketakutan.
"Kenapa kalian diam? Siapa kalian?"
"Hmmm ya jelas kita manusia," jawab Rindu.
"Untuk apa kalian ke sini, sudah bertahun-tahun rumah ini tidak dikunjungi manusia. Lalu kenapa kalian ke sini?"
"Kita ke sini untuk apa ya teman-teman."
"Untuk menolong sosok yang dikurung," jawab Neneng santai.
Sosok yang mendengar perkataan Neneng langsung membulatkan matanya, dari tadi ia belum benar-benar memperhatikan banyaknya sosok di belakang anak-anak manusia itu.
__ADS_1
"Kalian, apa yang kalian lakukan hah?"
"Kenapa kalian membebaskan mereka?"
"Harusnya kita-kita yang bertanya, kenapa mereka dikurung," ucap Andra.
"Itu atas perintah raja kami, lagian itu bukan urusan kalian."
"Raja, raja, raja kalian yang bloon itu? Mana aja raja yang benar dari setan macam kalian," ucap Neneng.
"Ia benar, lagian raja untuk sosok seperti kalian dan kami manusia itu adalah Tuhan, jadi kalian tidak berhak melakukan ini pada mereka semua," ucap Rindu.
"Harusnya mereka bisa pergi ke surga atau bahkan bebas di luar sana, bukan dikurung seperti ini di sini."
"Ia benar kata Rindu, dasar setan-setan sialan," tambah Willy.
Sosok yang dikata-katain mereka menjadi sangat murka, ia berteriak.
"Penyusup, ada penyusup."
Setelah teriakan itu, banyak sosok mengerikan yang berdatangan ke tempat mereka.
"Duh gawat, yang jelek-jelek nongol."
"Hahahaha ia Neng, kamu benar. Jelek lagi, bau lagi, nggak ada bagus-bagusnya. Apa kalian nggak pernah mandi?" ucap Rindu.
Sosok-sosok yang ada di situ memancarkan kemarahan mendengar perkataan Rindu dan Neneng.
Salah satu dari sosok-sosok yang ada berteriak kencang, Rindu juga berteriak.
"Kalian semua yang baru saja bebas, apa kalian mau kembali dikurung?"
"Tidak."
Sosok-sosok yang di belakang Rindu berteriak kencang, membuat Rindu dan yang lainnya menutup telinga karena suara mereka.
"Kalau begitu tunggu apa lagi, serang mereka kerahkan semua kekuatan kalian."
"Baik Rindu, semuanya ayo kita sedang mereka. Jangan sampai kita dikurung lagi, serbu."
*******
Jadilah pertempuran antara sosok-sosok tak kasat mata, Rindu dan yang lainnya juga ikut bertarung, segala macam barang yang ada di sekitar digunakan sebagai alat perang mereka.
Anjing Rindu dengan sigap menyerang sosok-sosok mengerikan itu, yang sekiranya kekuatannya lebih lemah dari yang lain langsung lenyap dicabik-cabik anjing Rindu.
Dewi, Siska dan Neneng pun tak mau kalah mereka bertarung habis-habisan dengan sosok di sana, asalkan mereka bisa keluar dengan selamat dari rumah ini, itulah yang mereka pikirkan.
Willy, Andra dan Andre sibuk bertarung juga. Dengan segala macam cara mereka berusaha membuat sosok-sosok itu lenyap, doa-doa mereka semua panjatkan dalam hati mereka.
Steven dan Om Besar yang berhasil mengalahkan dua penjaga itu kini ikut bertarung bersama Rindu dan yang lainnya.
__ADS_1
"Rasakan ini."
"Hajar dia Om, semangat semangat."
"Ya Steven, ayo semangat."
Steven dan Om Besar berkolaborasi, jika Om Besar menyerang maka Steven akan menunggu kesempatan baik yang akan membuatnya mudah menyerang balik sosok yang diserang Om Besar.
Steven bahkan menarik-narik rambut, kuku, telinga dari sosok-sosok yang sudah lemah karena serangan Om Besar dan anjing Rindu.
Mereka bertarung cukup lama karena lawan mereka juga lumayan banyak dan kuat-kuat semua.
Pada akhirnya mereka semua menang, Rindu mendapatkan luka pada lengannya. Dewi dan Siska juga mendapatkan sedikit luka di punggung tangannya, Neneng juga lecet dikit di bagian betisnya saat ia hendak menendang sosok-sosok itu.
Willy, Andra dan Andre juga mendapatkan luka kecil di bagian tubuh mereka, ada yang mengenai punggung mereka, ada yang mengenai lengan juga.
Steven, Om Besar dan anjing Rindu juga lumayan capek. Pada akhirnya semua sosok yang sudah lemah langsung disedot Rindu ke dalam cincinnya.
Mereka semua duduk selonjoran sesaat untuk menarik nafas, sosok-sosok yang dibantu mereka masih setia di sana. Saat pertarungan ada yang lenyap dari mereka, tapi mereka senang karena mereka lenyap setelah bebas dari kurungan itu.
Mereka yang masih ada mengucapkan terimakasih pada Rindu dan yang lainnya.
"Rindu dan kalian semua, saya mewakili semua sosok-sosok yang kalian bantu mengucapkan terimakasih. Terimakasih sudah membebaskan kami, semoga kalian selalu di berkati semasa hidup kalian."
"Ia sama-sama, semoga setelah ini kalian bisa tenang ya."
"Ia Rindu."
"Kalian boleh pergi sekarang."
"Tidak, kami akan tetap di sini, setidaknya sampai kalian benar-benar keluar dari rumah ini dengan aman," ucap salah satu sosok itu.
"Baiklah terimakasih."
Setelah beristirahat sejenak, mereka memutuskan untuk meninggalkan rumah kosong itu. Rumah yang sekian lama telah dihuni sosok-sosok mengerikan, dan di rumah ini juga terjadi perbudakan di dunia dedemit.
Mereka keluar tanpa halangan, saat mereka sampai di halaman depan rumah itu, tiba-tiba angin kencang berhembus. Pohon-pohon di sekitar bergerak hebat akibat terpaan angin itu, Rindu dan yang lainnya seperti akan dibawa terbang.
Mereka langsung berpegangan tangan satu sama lain agar tidak terlepas dan ada yang hilang, Steven, anjing Rindu dan Om Besar serta sosok yang lainnya juga sama, mereka mengerahkan kekuatan untuk menahan diri mereka dan juga melindungi Rindu..
...--------------------------------...
...Hai kesayangan :)...
...Thanks ya udah baca novel aku, jangan lupa like dan komen ya.. ♡...
...Jangan lupa vote juga, thank you semuanya. ♡...
...Sehat-sehat ya kalian di sana....
...Tuhan Yesus Memberkati. ...
__ADS_1
...--------------------------------...