Rindu Indigo Usil

Rindu Indigo Usil
Surat Dari Steven dan Sosok Aldi


__ADS_3

...-------------------------------...


"Sayang, kok matanya sembab, kamu habis nangis?" tanya Bu Mita.


"Nggak Ma," ucap Rindu.


"Baiklah kalau kamu nggak mau cerita sama mama, sekarang ayo makan dulu. Yang lain sudah menunggu di meja," ucap Bu Mita.


"Ia Mam," ujar Rindu.


Bu Mita dan Rindu melangkah menuju meja makan.


"Loh Rin, kamu kenapa?" tanya Dewi.


"Hehehehe nggak kok Wi, aku nggak apa-apa!" ucap Rindu.


"Bilangnya nggak apa-apa, tapi matanya sembab! Habis nangis? Disengat tawon?" ujar Dewi.


"Hahaha kamu bisa aja Wi, mana ada tawon di sini," ucap Rindu.


"Mangkanya, kamu kenapa?" tanya Dewi lagi.


"Cuma sedih aja, udah ah! Makan dulu, ntar aku ceritain," ucap Rindu.


"Baiklah," ujar Dewi.


Mereka duduk dan mulai mengambil makanan ke dalam piring masing-masing. Andra sebenarnya terus memperhatikan Rindu, ia penasaran apa yang terjadi.


Namun ia juga tau kalau Rindu pasti akan cerita, makanya dia menunggu saja.


"Aku tu sedih karena Steven!" ucap Rindu.


"Steven? Kenapa dia sayang?" tanya Bu Mita.


"Tadi Om Besar manggil aku kan, nah ternyata Om Besar ngasih sesuatu ke aku," ucap Rindu.


"Apa Rin?" tanya Siska.


"Surat," jawab Rindu.


"Surat! Dari siapa Rin?" tanya Willy.


"Dari Steven, katanya dia menulis itu beberapa hari sebelum dia meninggalkan kita semua. Dan dia minta Om Besar untuk menyerahkan itu sama aku," ucap Rindu.


"Ooohhh gitu," ucap Dewi.


Rindu mengangguk, mereka melanjutkan makan siang hingga selesai.


Setelah makan, mereka masih tinggal dan berkumpul di ruang tamu rumah Rindu. Menghabiskan waktu dengan bercerita.


Sore harinya, Andra dan yang lainnya pamit pulang.


"Rin, aku pulang ya," ucap Dewi.


"Aku juga ya Rin," ucap Siska.


"Ia Wi, Sis, kalian hati-hati dijalan ya," ucap Rindu.


"Sayang, aku Willy dan Andre juga pamit ya," ucap Andra.


"Ia sayang, kalian bertiga juga hati-hati dijalan ya," ucap Rindu.


Andre dan Willy mengangguk, Rindu kemudian mengantarkan teman-temannya ke depan. Andra dan yang lainnya meninggalkan rumah Rindu dan Rindu pun kembali ke dalam rumah.


"Sayang, mereka udah pulang?" tanya Bu Mita yang tiba-tiba hadir di sana.


"Ah, Mama ngagetin Rindu aja. Ia Ma, tadi nggak pamit karena pikirnya Mama lagi istirahat," ucap Rindu.


"Ia sayang, nggak apa-apa! Mama memang sedikit lelah makanya masuk kamar tadi," ucap Bu Mita.


"Ia Ma," ucap Rindu.


Rindu kemudian pamit ke kamarnya, ia ingin beristirahat sejenak. Ia merebahkan tubuhnya di atas kasur dan tak terasa ia langsung terlelap.


-------------

__ADS_1


Andra, Andre dan Willy baru saja tiba di rumah.


Andra langsung ke kamar, begitupun Willy dan Andre. Orang tua Willy sudah balik ke Turki makanya Willy lebih memilih tinggal bersama Andra dan Andre.


"Apa sebaiknya aku lamar saja Rindu," ucap Andra pada dirinya sendiri.


"Atau aku lamar saat wisuda saja, bukankah saat itu Mama dan Papa juga hadir! Ya sebaiknya begitu saja," ucapnya lagi.


"Huuufff, semoga Rindu mau nerima lamaran gue, kan nggak lucu kalau ditolak hahahaha," Andra tertawa sendiri di kamarnya.


"Woii ngapain loh tertawa sendiri, kesambet loh?" teriak Andre dari luar yang kebetulan lewat di depan kamar Andra.


"Mau tau aja loh, bukan urusan loh!" teriak Andra dari dalam kamar.


"Dasar songong," ucap Andre seraya pergi dari sana.


Karena hari sudah sore Andra pun langsung bergegas mandi.


Di rumah Rindu.


"Hooamm," di rumahnya Rindu baru bangun.


"Udah senja rupanya," Rindu berucap sambil bangkit dari tidurnya.


Ia kemudian langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri karena ia sudah gerah.


Setelah mandi ia turun menemui mamanya yang ada di ruang tengah rumah mereka.


"Lagi apa Mam?" tanya Rindu.


"Nggak sayang, mama lagi duduk aja kok!" ucap Bu Mita.


"Gimana kerjaan mama di kantor?" tanya Rindu.


"Lancar kok sayang, puji Tuhan," ucap Bu Mita.


"Syukurlah Mam!" ucap Rindu.


Bi Ina datang dan menemui keduanya.


"Baiklah, terimakasih Bi," ucap Bu Mita.


"Sama-sama Nyonya," ucap Bi Ina.


Rindu dan Bu Mita melangkah menuju meja makan untuk makan malam bersama.


"Hei, apa yang kamu lakukan?" Rindu berucap pada seorang anak kecil yang tiba-tiba ada di ruang makan rumah mereka.


"Maaf Kak, aku hanya lapar!" ucapnya.


"Kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Rindu.


Bi Ina yang kebetulan lewat merasa bingung karena Rindu berbicara pada angin, sesaat kemudian ia ingat bahwa nona nya bisa melihat makhluk tak kasat mata.


"Iiiih, pasti non Rindu lagi ngomong sama hantu," ucap Bi Ina seraya pergi dari sana.


"Aku hanya ingin mencari makanan Kak," ucap anak itu.


"Baiklah, kamu boleh makan!" ucap Rindu.


"Beneran Kak?" tanya anak itu.


"Ye benar," ucap Rindu.


Bu Mita hanya memperhatikan interaksi antara anaknya dan sosok itu.


"Terimakasih Kak," ucap anak itu.


Rindu dan Bu Mita duduk lalu memulai makan malam mereka.


"Nama kamu siapa?" tanya Rindu.


"Nama aku Aldi Kak," jawabnya.


"Lalu, apa yang membuat kamu seperti ini?" tanya Rindu.

__ADS_1


"Aku sakit Kak, karena ibu tidak mempunyai uang untuk aku berobat akhirnya aku meninggal," ucap Aldi.


"Kasian sekali kamu, berapa usia mu?" tanya Rindu.


"Usia ku 7 tahun Kak," ucapnya.


"Kamu masih sangat kecil, lalu kenapa kamu masih di sini Nak?" tanya Bu Mita.


"Ibu juga bisa melihat Aldi?" tanya Aldi.


Bu Mita mengangguk sembari tersenyum.


"Aku ingin Ibu ku tidak merasa bersalah karena kepergian ku Bu," jawab Aldi.


"Oh, jadi karena kamu meninggal ibu mu merasa bahwa semuanya karena kesalahannya?" tebak Rindu.


"Ia Kak, seperti itulah," jawab Aldi.


"Oyahh nama kakak Rindu, dan ini ibu kakak, namanya Bu Mita," ucap Rindu.


"Ia kak Rindu," jawab Aldi.


Setelah menyelesaikan makan malam itu Rindu dan Bu Mita masih duduk sembari nonton TV, Aldi juga ada di sana.


"Lalu Aldi, apa ada yang bisa aku bantu?" tanya Rindu.


"Kakak mau bantu Aldi?" tanya Aldi.


"Ya, biar kamu bisa pergi dengan tenang!" ucap Rindu.


"Aldi hanya ingin bertemu Ibu Kak, hanya ingin Ibu tau kalau semuanya bukan salah Ibu, ini memang sudah takdirnya Aldi," ucap Aldi.


"Lalu apa kamu tau dimana rumah kamu?" tanya Rindu.


"Tau Kak, hanya saja Aldi tidak tau jalan ke rumah Aldi," ujar Aldi.


"Baiklah, besok kita ke rumah kamu! Gimana?" ucap Rindu.


"Beneran Kak?" ucap Aldi.


"Ya benar," ucap Rindu.


"Baiklah, terimakasih Kak," ucap Aldi.


"Ya sama-sama Aldi, sebaiknya kamu temui Om Besar di pohon yang ada di depan. Katakan kakak yang menyuruh kamu ke sana," ucap Rindu.


"Baik Kak," ucap Aldi


Aldi menghilang dan muncul di pohon tempat Om Besar.


"Hai Om," ucapnya.


"Siapa kamu?" tanya Om Besar.


"Aku Aldi Om, aku disuruh kak Rindu ke sini!" ucap Aldi.


"Disuruh Rindu?" ucap Om Besar.


"Ia Om, katanya besok kak Rindu akan menemui Ibu aku. Makanya aku diminta tinggal di sini malam ini," jelas Aldi.


"Ooohh gitu, ya sudahlah! Welcome to pohon besar," ucap Om Besar.


Jadilah mereka berdua nongkrong di pohon besar itu.


...--------------------------------...


...Hai kesayangan :)...


...Thanks ya udah baca novel aku, jangan lupa like dan komen ya.....


...Jangan lupa vote juga, thank you semuanya....


...Sehat-sehat ya kalian di sana....


...Tuhan Yesus memberkati....

__ADS_1


...--------------------------------...


__ADS_2