
Aku terbangun, di sebuah ruangan sempit dengan beberapa bagian cat yang terkelupas. Kulirik jam di dinding, jam lima. Sudah pagi, namun bukan suara kokok ayam yang menyambutku pagi ini. Di luar terdengar beberapa kali suara kendaraan bermotor lalu lalang. Malam tadi adalah malam pertama aku dan keluargaku nginep di toko. Kata Bapak sih sementara saja berpindah ke toko, dan Bapak juga nggak ngejelasin ada apa sebenernya.
Toko kain Bapak cukup besar, namun ruangan belakang untuk kita tidur tidak terlalu luas. Entahlah, apakah adikku nanti bakal kerasan di tempat ini. Apalagi kalau siang toko rame, jalanan rame dan pastinya bising. Berbeda tiga ratus enam puluh plus satu derajat dengan di rumah. Aku melihat Bapak, Ibuk dan adik masih tertidur. Aku cuci muka dan keluar dari toko melalui pintu samping. Aku duduk berjongkok di depan toko, melihat kesibukan orang-orang perkotaan. Kalau di rumah, jam segini sih disambut kabut ya, kalau di kota kayak gini jam lima udah rame banget.
HP ku bergetar, membuyarkan lamunanku. Sebuah SMS masuk, dan ternyata dari Febi. Sudah lama juga ya dia tidak menghubungiku. Terakhir kali dia telepon tidak aku angkat, SMS pun juga cuma aku baca nggak pernah aku balas.
-Dan, minggu depan tanggal 4 April aku mau ngajakin kamu dan temen-temen ke Oslo Steak, aku lagi ulang tahun, datang ya? Pliiiss . . .-
__ADS_1
Undangan makan-makan, tempatnya mahal lagi, sayang juga kalau dilewatkan. Ah, tapi aku masih kesel sama cewek satu itu.
Gradaaakkk
Suara pintu teralis toko dibuka mengagetkanku. Bapak ternyata sudah bangun. Melihatku sekilas kemudian masuk kembali ke dalam toko. Aku dan Bapak belum saling bicara semenjak tadi malam kita sampai di toko. Aku masih penasaran dengan apa yang terjadi antara Bapak dan Mbah Kadir, sampai mengharuskan kita pindah sementara ke toko. Aku menghela nafas, kehidupanku makin aneh saja.
* * *
__ADS_1
Sampai di kampus, aku nggak langsung masuk kelas. Kelasku dimulai nanti selepas zuhur. Aku memilih menuju warnet di depan kampus. Aku ingin mencari bahan materi presentasi hari ini, sekaligus pengen ngecek akun eF be sogo girl. Siapa sih sogo girl itu? Ada urusan apa dia mengirimkan foto ku membonceng Febi pada Hasan? Yang pasti sosok sogo girl ini adalah salah satu teman di kelasku, tapi siapa dan kenapa, itu yang perlu aku cari tahu.
Aku log in pada akun eF be ku. Kemudian meng klik tombol pencarian, aku ketik Sogo girl. Kutemukan akun tersebut, foto profil hanya berupa warna hitam polos saja. Kulihat di bio nya, tidak ada apapun, tidak ada foto, tidak ada nomor HP yang dicantumkan. Tidak ada aktifitas terbaru apapun. Hampir saja aku putus asa dan menyerah mencari tahu, namun kemudian aku menemukan tanggal lahir tercantum di akun Sogo Girl ini. Tertulis 4 April 1991. Aku seperti familiar dengan tanggal lahir ini? Lihat dimana ya, aku mengingat ingat.
Aku teringat sesuatu, kurogoh HP di saku celanaku. Kulihat pesan masuk, terakhir SMS dari Febi. Kubuka pesan berisi ajakan makan-makan di hari ulang tahunnya, 4 April. Apakah ini sebuah kebetulan? Akun Sogo Girl ini mencantumkan tanggal lahir 4 April, begitupun Febi merayakan ulang tahunnya di tanggal yang sama. Apa-apaan ini?
Bergegas, aku log out dan mengakhiri pencarianku. Aku nggak jadi mencari bahan presentasiku. Aku berdiri dari tempatku duduk, hendak keluar dari warnet, namun urung kulakukan. Ekor mataku menangkap sosok Iwan di salah satu bilik warnet, bersama seorang cewek. Aku amati, awalnya aku berpikir mungkin dia sedang nyari bahan tugas kelompok atau apalah itu. Namun, ternyata yang terjadi selanjutnya membuat emosiku meledak. Iwan dan cewek itu berciuman di dalam bilik warnet. Brengsek!
__ADS_1
Tanpa pikir panjang aku langsung berlari dan menerjang Iwan.
- - -