
Foto yang baru saja diambil, beberapa menit yang lalu (bisa dilihat watermark nya). Ini adalah jalan yang selalu dilewati oleh tokoh utama dalam cerita. Kalau di daerah sini nyebutnya jalan "rabat". Jalan yang terbuat dari semen, seperti ini lah kira kira penampakannya. Dan sebelah kiri adalah ruko kosong (chapter se ikat kayu di bekas ruko terinspirasi dari ruko kosong ini). Lain kali akan di foto kan dengan lebih jelas. Kalau sempet 😀