
Terlelap dalam buaian Rainer membuat anna lupa bahwa ini bukan tempat yang tepat untuk beristirahat, bahkan bisa jadi akan tidak enak saja jika ada rekan bisnis Rainer yang datang disaat mereka sedang tidur seperti ini.
Rainer sengaja tak membangunkan Anna, dia pun tak merasa ingin tidur seperti Anna, hanya membelainya, memeluknya, dan cukup berhasil membuat Anna terlelap hingga petang menjemput. Padahal sore ini ada acara yang sudah direncanakan oleh Rainer, untuk membuat acara perpisahan kecil kecilan untuk Anna, bahkan Arman telah mempersiapkan segalanya.
Ya sudah, suka suka Rainer saja, yang penting Rainer suka saja lah.
"Emmm, jam berapa ini?" tanya Anna mulai bangun, tubuhnya menggeliat tapi pelukan Rainer makin erat menyusupkan kepala Anna di dada bidangnya.
"Masih siang, ayo tidur lagi," ajak Rainer.
"Benarkah?" jawab Anna ikut memeluk Rainer, bahkan sambil menyusup di ketiak Rainer, Luar biasa kehamilan Anna benar benar membuatnya sangat menempel pada dirinya.
"Ding ding ding," suara notifikasi pesan dari ponsel Anna mengintrupsi manusia yang sedang tidur di waktu dan tempat yang tidak tepat itu.
"Hei, katanya masih siang, ini udah lewat jam pulang kantor," ucap Anna saat meraih ponselnya untuk mengecek siapa yang mengirim pesan.
"Memang masih siang kan, tuh diluar masih terang gitu ko," jawab Rainer tanpa merasa berdosa.
Yang Rainer ucapkan memang benar, ini memang masih terang tapi bukan masih siang, jika jarum jam menunjuk ke angka nyaris ke 6 bukankah itu sudah menuju petang.
Bergegas untuk melepaskan diri lalu meraih ponselnya yang ada di nakas tepat di samping ranjang.
"Yang lain sudah menunggu," ucap Anna.
"Lalu?" tanya Rainer menggoda Anna.
"Ieh tadi kan kamu yang undang mereka untuk merayakan perpisahan kecil kecilan ini bukan," tanya Anna memperjelas ingatannya tadi siang saat Rainer mengajak teman teman di perencanaan untuk sekedar makan bersama.
"Ya sudah, biarkan saja mereka mulai, semua sudah diatur oleh Arman," jawab Rainer menggerakan tubuhnya untuk merapat pada Anna.
__ADS_1
"Ya sudah ayo," ajak Anna menarik tangan Rainer yang sedang berbaring dengan malas.
"Mau langsung pergi? ngga mau mandi dulu?" tanya Rainer mengerlingkan matanya.
"Ya sudah, aku mandi dulu sebentar."
Anna kemudian bangkit dari tidurnya, menuju kamar mandi untuk sekedar membersihkan diri. Tak disangka Rainer pun mengikuti Anna dari belakang membuat Anna terjengkit kanget.
"Ngapain sih be," gemas Anna sambil mendorong tubuh Rainer yang sudah tak berbusana i.yang ikut masuk ke kamar mandi.
"Ya mau mandi lah, ngapain lagi kan kita mau ke acara bareng," jawabnya santai lalu menerobos masuk.
"Mau kamu duluan?, ya sudah aku tunggu diluar," ucap Anna mengurungkan niatnya untuk membersihkan diri. Tapi kenyataannya Rainer malah menarik tangannya masuk bersama dirinya ke kamar mandi.
"Barengan aja biar cepet kan," ucap Rainer memaksa Anna kembali masuk dan menutup pintu kamar mandi dengan rapat.
Bukan hanya menarik Anna masuk ke kamar mandi, dengan lihai Rainer membuka sisa pakaian Anna dengan cepat, meloloskan satu persatu pakaian yang melekat di tubuh Anna yang masih ramping itu sampai tak tersisa sehelai pun.
Melihat tingkah suami mesumnya ini Anna tak banyak kata atau membantah, ia paham betul jalan fikiran suaminya itu. Luar biasanya ia menolak untuk lupa bahwa ini bukan tempat lumrah untuk bermesraan. Bagi Rainer, tak ada tempat yang dilarang baginya untuk bermesraan dengan istri tercinta selama itu wilayah kekuasaannya.
"Ayo sini, aku gosokkan punggungmu sayang," ajak Rainer setelah mengisi bathup dengan air yang bersuhu cukup hangat dan mencampur nya dengan sabun beraroma terapi. Sudah pasti akan menyenangkan berlama lama berendam di sana bukan.
"Ya ampun, bener cuman mandi ya jangan yang lain," ucap Anna menuntut janji pada suaminya yang selalu ingkar janji itu jika tentang sentuh menyentuh.
"Engga yang lain ko, ayo cepetan sini keburu yang lain nungguin kita lama," ucapnya sudah berada di dalam air, dan berusaha menarik Anna mendekat padanya.
Dalam fikiran Anna berkecambuk dan menggeuru "Nasib punya suami mesum ya gini, ngga tau waktu dan tempat, untung cinta."
Dan pada akhirnya bukan hanya sekedar gosok menggosok yang Rainer lakukan, Bahkan Rainer bisa membuat Anna menghangatkan kembali air dalam bathup setelah berendam selama 30 menit.
__ADS_1
Dan jangan lupa, Rainer pun berhasil membuat Arman menunggui dirinya hingga lewat jam kerjanya diluar sana. Sungguh atasan yang teladan bukan. Beruntung Arman tidak bisa mendengar suara suara riang di dalam kamar mandi.
***
"Maaf kami terlambat," ucap Anna tak enak karna telah membuat semua orang menunggu.
Semua orang yang telah bergabung di restoran yang telah Arman booking menunggu kedatangan Rainer dan Anna yang terlambat beberapa menit dengan memulai acara makan ringan dan bernyanyi.
Bahkan saat Rainer dan Anna datang, makanan pun telah disajikan diatas meja, dan keseruan pun telah mereka mulai beberapa waktu yang lalu. Rainer sengaja memerintahkan Arman untuk segera memesan dan memulai acaranya, tak usah menunggui Anna dan Rainer.
"Ngga apa apa, kita nikmati hari ini ya," ucap yang lain dan mempersilahkan duduk di tempat yang sudah disiapkan.
Keseruan yang mereka lakukan ini diadakan di sebuah cafe and resto yang terletak tidak jauh di kantor mereka, Arman sengaja mencari tempat yang terdapat live music nya, agar mereka bisa sekalian ber karaoke.
"Aku sangat lapar," gunan Anna.
Sepertinya hari ini tenaganya terkuras habis oleh Rainer dan lagi jam makan siang mereka terlewat karena Anna tadi tidur terlalu lama, beruntung Anna tidak mengalami mual.
"Biar pesan makanan baru saja sayang," sergah Rainer saat Anna akan mengambil makanan yang telah yersaji di meja.
"Nggak apa apa, ini saja kan sudah disiapkan," jawab Anna.
"Tunggu," ucap Rainer tak mau dibantah, dan segera memesan menu khusus Anna, ia memesan menu yang semuanya matang, ia takut Anna salah makan dan menyebabkan mual mual hebat nantinya.
Sebagai suami siaga, Rainer telah mempersiapkan diri agar Istrinya tak kerepotan dengan kehamilannya saat ini, termasuk mencari informasi makanan apa yang baik dimakan oleh ibu hamil muda seperti Anna.
Kalau Rainer sudah mode siaga begini, Anna tak bisa apa apa, dia pasrah saja yang peting Anna bisa hidup tenang tanpa banyak Perdebatan.
Mengabaikan karyawan lain yang sedang asik dengan acara yang disusun oleh Arman, Rainer hanya berfokus pada istrinya, memastikan kebutuhan Anna sudah terpenuhi, baru dia beralih pada yang lain.
__ADS_1
Bisa jadi inilah titik balik dari seorang Rainer, menjadi seorang pria bertanggung jawab yang mengutanakan orang terkasih nya dibandingkan dirinya sendiri.