
Di suatu ruangan, Rainer sedang menatap sahabat karib yang nyaris akan menjadi saudara iparnya itu kini sedang mengaduk kopinya dengan resah menahan kerinduan pada sang pujaan hati.
Begitu tak menyangka seorang pria sempurna yang bahkan hanya menatap seorang gadis saja sudah dipastikan gadis itu akan menginginkan dirinya, Tetapi nyatanya saat ini seorang Raka bisa kelimpungan dengan adiknya yang super cuek itu.
"Nggak nyangka seorang Raka sekarang gila sampe kaya gini," terkekeh Rainer menatap calon adik iparnya itu.
"Sial@n," umpat Raka menanggapi ejekan Rainer.
"Mau ikut ngga? Anna sama Tania lagi nunggu dibioskop, kita mau nonton," ajak Rainer sambil beranjak dari duduknya dan meraih kunci mobil yang tergeletak di meja kemudian mengenakan jas yang tersampir dikursinya.
"Ikut," jawab Raka tak menunggu lama langsung ikut beranjak dari duduknya, dan meninggalkan kopi yang tadi di aduknya.
***
Kini Rainer dan Raka sudah sampai di mall dimana Anna dan Tania sedang menunggu Rainer untuk nonton bersama di bioskop.
__ADS_1
Saat mereka hampir sampai dan akan mendekati dua wanita yang sedang asik mengobrol itu, tiba tiba Raka menghentikan langkahnya.
"Kenapa?" tanya Rainer melihat sang calon adik ipar tiba tiba berhenti berjalan.
"Aku disini saja, sepertinya jika aku bertemu langsung dengan Tania aku takut tidak bisa menahan diri," ucap Raka tiba tiba menjadi gugup saat melihat Tania tertawa sambil melahap popcorn yang ia pegang.
"Kau benar, lebih baik kau pulang saja, jangan temui dia sampai kalian menikah, aku takut nanti adikku akan kau makan," ejek Rainer membuat Raka semakin bergetar menahan hasratnya karena melihat kecantikan Tania yang sudah seminggu lebih ia hindari itu.
Pada akhirnya, Raka malah duduk di kursi yang tak jauh dari keberadaan Tania dan Anna, memandang kepergian Rainer yang melangkahkan kakinya untuk mendekati Anna dan Tania.
Raka pun merasa bingung pada dirinya sendiri, sebenarnya ada apa dengan dirinya, kenapa setiap dia menatap wajah cantik Tania, ubun ubunnya menjadi bergejolak tak bisa dikendalikan, bahkan debaran jantungnya tak henti berdetak dengan cepat kala ia mengingat tatapan mata teduh sang pujaan hati.
Apakah mungkin Raka takut berbuat lebih? mungkin saja.
Saat ini Raka hanya memandangi punggung Tania dengan lekat yang beriringan berjalan bersama Anna dan Rainer memasuki bioskop tanpa berani mendekatinya mengikutinya dengan jarak aman.
__ADS_1
Sungguh sulit menahan diri untuk tak menyentuh Tania, tapi Raka sudah berjanji pada dirinya sendiri dan pada orang tua Rainer termasuk pada Rainer bahwa dia tidak akan menyentuh Tania hingga sah menjadi miliknya.
Ia begitu tak percaya pada dirinya sendiri, hanya membayangkan senyum Tania saja rasanya gejolak itu begitu membuat dia resah, apalagi jika bertemu langsung dan mengetahui jika Tania juga menginginkannya, sudah pasti kejadian yang tak diinginkan bisa jadi akan terjadi bukan pada waktunya.
Hingga Raka melupakan bahwa Tania itu gadis yang perasa, dan kini Tania pun sedang dilanda keraguan karena Raka menghindari dirinya.
Dengan perlahan Rainer mendekati tempat duduk di dalam bioskop, menduduki kursi tepat dibelakang Tania, dengan suasana gelap dan suara suara adegan dari film yang cukup bergemuruh, beruntung Raka masih mendapatkan tiket.
Raka begitu ingin memeluk tubuh itu, menyatakan bahwa ia begitu rindu pada Tania, mengatakan bahwa dia begitu takut jika Tania meninggalkannya.
Tapi apa daya, saat ini ia belum punya hak apapun, semoga Tania akan mengerti semua yang Raka lakukan adalah atas dasar ia begitu mencintai dirinya.
Biarlah Raka akan mencoba menahan diri tapi entah sampai kapan dia bisa bertahan.
***
__ADS_1
Apakah Raka akan menjadi sadboy? ...
Dan apakah Raka bisa bertahan, ikuti terus ya sekarang giliran Raka yang bikin aku gila 😂😂😂