Sang Penakluk Bos Brengsek

Sang Penakluk Bos Brengsek
Bab 94. Buka puasa


__ADS_3

Betapa bahagianya jika pernikahan dilandasi oleh cinta dan kasih sayang, berharap akan tercapai keluarga sakinah mawadah warahmah yang menciptakan ketentraman bagi dua belah pihak antara suami dan istri yang saling mencintai.


Dan itulah yang begitu didambakan oleh seorang Anna, seorang istri yang memiliki suami terpaut jauh perbedaan usianya, seorang istri yang bisa dibilang memiliki pengalaman cinta nol besar yang dipersunting oleh seorang Rainer yang sudah begitu berpengalaman dan bisa dibilang kelas kakap dalam hubungan percintaan. Tapi nyatanya tak membuat Anna kalah dalam membuktikan cintanya.


Bukankah ketentraman rumah tangga yang dilandasi cinta tak harus datang dari individu yang sudah berpengalaman seperti Rainer yang sudah sering gonta-ganti pasangan.


Bahkan bisa jadi Anna lebih memahami arti cinta sesungguhnya dibandingkan Rainer. Tujuan Anna jelas, ia ingin memiliki keluarga sempurna selalu saling mencintai dan memahami tak hanya sekedar ingin diberi cinta, tapi ia pun menyambut cinta Rainer dan membalasnya dengan berusaha mengerti dan memahami seperti apa suaminya.


Kini Anna mengesampingkan keinginannya, memang benar ia begitu ingin bekerja sesuai dengan apa yang dia inginkan, memanfaatkan ilmu yang sudah ia perjuangkan di bangku kuliah sampai saat ini, ia ingin memiliki banyak pengalaman dalam dunia karir.


Tapi, apa gunanya jika sang suami tak suka, apa gunanya jika sang suami posesifnya tak ikhlas dengan apa yang dia inginkan.


Jadi disinilah ia saat ini, menunggu Rainer menyelesaikan mandinya. Setelah menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya, Anna pun mengganti pakaiannya pula dengan pakaian dinas malam yang bisa jadi akan membuat Rainer begitu senang, duduk manis sambil memainkan kancing baju Rainer yang disimpannya diatas paha, ia begitu gugup.


Boleh kan dia nakal hanya didepan suaminya, ah ya ampun, benar benar memalukan.


Sebelum Rainer pulang kerja tadi, Anna sempat berkonsultasi dengan sang mertua, bercerita tentang apa yang dilakukan sang putra terhadap dirinya lewat sambungan telpon.


"Mamah, Anna sudah lolos seleksi, tapi saat tes wawancara, Rainer malah mengacaukannya dan ia seperti tidak setuju jika Anna bekerja di bagian perencanaan, Rainer bersikeras agar Anna masuk dibagian sekertaris khusus dirinya," keluh Anna pada sang mertua.


"Begitukah?" jawab mamah Ros tak percaya.


"Iya, Rainer bilang jika sebagai sekertarisnya tidak usah seleksi, Anna langsung diterima menjadi sekertarisnya," ucap Anna seperti mengadu pada ibunya sendiri.


"Hahaha dasar anak itu, dia memang tak ingin berpisah denganmu Anna jadi dia akan mengsabotase apapun yang kamu lakukan," jawab mamah Ros begitu hafal dengan perangai anaknya.


"Jangan khawatir, Rainer itu persis sama seperti papahnya, untuk saat ini kamu jangan membangkang sayang, ikuti arus saja, buat dia menurutimu tanpa harus kamu bersusah payah," saran mamah Ros begitu bersemangat.


"Bagaimana caranya mah?" tanya Anna bingung.


"Sekarang mamah akan kirimkan sesuatu untukmu nanti malam, Rayu saja Rainer sampai dia mengatakan ya, dan buatkan segera cucu untuk mamah," ucap mamah Ros begitu mengejutkan.

__ADS_1


Ternyata, saran sang mertua sungguh luar biasa, dan bisa jadi ada niat terselubung dari apa yang disarankan oleh mertuanya.


Tanpa menunggu lama, supir pribadi mamah Ros sudah mengantarkan paket yang entah apa isinya.


Anna kemudian bergegas membuka kiriman dari sang mertua, dan betapa terkejutnya Anna, ternyata mertuanya mengirimkan lingerie begitu cantik dan memggod@, ya ampun Anna begitu malu melihat pakaian transparan itu.


Dalam kantong yang telah Anna buka itu, tersemat secarik kertas yang bertuliskan Selamat bersenang senang sayang, buat Rainer lupa diri ya hahahaha.


Seketika wajah Anna memerah karena malu dengan kata kata yang diucapkan oleh sang mertua.


Dalam lamunannya, Anna dikagetkan dengan suara pintu kamar mandi yang tiba tiba terbuka, seketika ia menoleh dengan keberadaan suaminya yang keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang menutupi tubuh bagian bawahnya saja.


Rainer terlihat begitu segar dengan rambut berantakan dan sedikit basah yang masih menyisakan tetesan air yang membasahi tubuhnya.


Ya ampun ternyata Anna memiliki suami yang hot, seketika wajahnya memerah karena malu dengan penampilan dirinya, Anna jadi tidak pede membandingkan kesempurnaan tubuh Rainer dan tubuh dirinya yang menurutnya sendiri tak cantik itu.


Disisi lain, saat baru keluar dari kamar mandi, Rainer sudah disuguhkan dengan pemandangan begitu indah yang membuat adrenalinnya berpacu menggila.


"Ya Tuhan, sepertinya aku manusia paling baik, engkau memberikan istri yang membuatku bahagia, terimakasih tuhan," gumam Rainer dalam hati.


"Waw," gumam Rainer sambil melangkahkan kakinya mendekati istrinya yang sedang gugup itu.


Mendengarkan gumaman Rainer, Anna buru buru memberikan pakaian yang ia pegang untuk Rainer, dan segera memakai jubah selutut menutupi tubuhnya.


Sepertinya nyali Anna kini menciut, ia takut.


"Wo wo wo... hei, kenapa pake jubah?" tanya Rainer cepat cepat memegang Anna yang tergesa memakai pakaiannya untuk menutupi tubuhnya yang dilapisi hanya dengan pakaian laknat itu.


"Nggak apa apa, ac-nya dingin," jawabnya dengan asal.


"Hahaha benarkah, aku matiin aja ac-nya ya," goda Rainer.

__ADS_1


"Ish, kesel," gerutu Anna seperti merasa ditertawakan.


Rainer kemudian meletakan pakaiannya yang baru saja Anna serahkan tadi, dan meraih pinggang Anna.


"Kamu makin cantik sayang, aku suka," ucap Rainer berbisik dibalik telinga Anna.


Anna tak berani menanggapi, ia malah membenamkan wajahnya pada dada bidang Rainer yang terasa dingin dan menyegarkan.


"Sepertinya aku mau buka puasa sekarang ya," gumam Rainer dengan suara beratnya.


Mendengar perkataan Rainer malah membuat Anna semakin rapat dan dalam membenamkan wajahnya, benar benar saat ini ia seperti wanita penggoda yang gagal, Anna malah jadi merasa takut diterkam, padahal sebelumnya sudah pernah mereka lakukan tapi malah ia gugup lagi.


"Jadi, kita akan mandi bareng?" godanya kembali.


Tak disangka Anna kemudian mencubit pinggangnya dengan gemas, kemudian melepaskan pelukannya berusaha menjauhkan tubuhnya dengan Rainer.


"Enggak jadi," gumam Anna kemudian tergesa masuk kedalam selimut.


"Hahaha, benarkah?" jawab Rainer puas dengan tawanya.


Rainer kemudian melompat keatas ranjang tepat disamping Anna tanpa berniat mengenakan pakaiannya, dan langsung masuk kedalam selimut yang didalamnya Anna sedang bersembunyi.


Ia raih tubuh sang istri, mengungkungnya dalam pelukan, dan berbisik dengan mesra.


"Nolak suami itu dosa sayang," bisik Rainer kemudian menciumi leher Anna sambil menikmati aroma tubuh istrinya yang begitu wangi yang membuatnya candu itu.


Dalam hati ia begitu bersorak gembira mendapati ia akan menuntaskan keinginannya yang sudah ia tahan selama hampir seminggu itu.


Bismillah, allahummabariklana... eh salah ya, selamat makan ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


Dan merekapun melakukannya๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š.

__ADS_1


__ADS_2