Sang Penakluk Bos Brengsek

Sang Penakluk Bos Brengsek
Bab 73. Saling memiliki (zona merah)


__ADS_3

Gelora cinta itu sedang berkobar kobar disana, dalam setiap dekapan, dalam setiap sentuhan, dalam setiap deru nafas yang membuat setiap tubuh yang terbalut dalam selimut yang mempersatukan mereka saling merasakan betapa mereka saling menginginkan.


Setiap sentuhan menandakan pemujaan Rainer pada Anna, mensyukuri bahwa Anna telah menjadi pemilik hatinya, begitupun sebaliknya, mensyukuri jika setiap teriakan yang mengalun tertahan itu ia yang melakukannya, yang merobek dan menerobos selaput darah itu Rainer yang melakukannya.


"Sakit sayang?" tanya Rainer kala ia menghentakkan pusakanya pada inti tubuh Anna.


Anna mengangguk dan nyaris menyerah, matanya mengeluarkan air, ia tak tahan dengan sakitnya tapi bukankah ini harus dijalani oleh setiap istri?.


"Jika ingin berhenti, kita lakukan nanti saja, tak masalah," ungkap Rainer, tetapi Anna merasakan ada yang berdenyut berbeda disana.


"Tak masalah aku akan menahannya sekarang," ungkap Anna berusaha menahan apa yang ia rasakan, awalnya Anna ingin berhenti, tapi melihat Rainer yang telah di selimuti keinginannya, ia mengurungkannya.


"Aku akan bergerak perlahan, tak apa gigit atau cakar saja aku biar akupun merasakan sakitnya juga," ucap Rainer sambil mengusap air mata yang mengalir itu.


Tak ada jawaban dari Anna, hanya tarikan nafasnya yang kuat terdengar menahan rasa sakit yang teramat, sakitnya benar benar seperti menancap dan setiap bergerak begitu perih. Kemudian Rainer menyambar bibir Anna membuat pengalihan agar Anna tak fokus pada rasa sakitnya, Rainer tak merubah posisinya, hanya saja ia menghentikan pergerakan dibawah sana agar Anna tak kaget.


Butuh waktu beberapa saat agar Anna ikut terbuai dan menikmati setiap sentuhan dan gerakannya, hingga Anna mau ikut bergerak dan telah lupa dengan rasa sakitnya, barulah Rainer bergerak kembali dibawah sana untuk menuntaskan misi menerobos pertahanan Anna yang terkunci selama 23 tahun, dan akan dibuka hanya oleh Rainer seorang.


"Aku akan bergerak sekarang sayang," ucap Rainer yang dijawab dengan anggukan oleh Anna.


Rainer mulai mendorong dan bergerak perlahan kebagian inti Anna, begitu sempit dan sulit dimasuki, suara pekikan itu terdengar kembali dengan cakaran Anna yang menancap di punggungnya menciptakan goresan yang lumayan perih bagi Rainer. Rainer pun berusaha membantu Anna untuk memecah fokusnya kembali dengan memperdalam pagu tannya.


Perlahan suara pekikan kesakitan Anna berubah menjadi alunan nada indah yang membuat Rainer bersemangat, hingga gerakannya semakin cepat, Anna telah melalui pencapaian yang membuat ia tak menghiraukan kesakitannya lagi , Anna telah berhasil merasakan rasa yang belum pernah ia rasakan selama hidupnya itu.


"Sebut namaku sayang," ucap Rainer dengan lirih memohon tanpa menghentikan gerakannya.


Tak lama dari itu, tiba tiba cengkraman itu begitu terasa pada pusaka Rainer, begitu sempit dan ah... membuat ia sudah tak tahan dengan sensasi yang ditimbulkan.

__ADS_1


Kini Anna akan melepaskannya lagi, Rainer pun telah berada diujung penantiannya, "Ah... Rainer..." suara Anna begitu mengalun merdu ditelinga Rainer saat ia menyebutkan namanya, dengan pelukan Anna makin erat di tubuh Rainer.


Tak lama Rainer pun melepaskan hasil dari penyatuan itu, memekik merasakan kenikmatan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya, sebelum dengan Anna, Rainer tak pernah bersusah payah seperti ini. Rainer kemudian ambruk diatas tubuh Anna, dan memeluk Anna begitu erat dan mesra sambil berkata, " Terima kasih sayang, I love you," ucapnya sambil mengecup dahi istrinya yang penuh dengan peluh itu.


Rainer begitu bahagia dan merasa berbangga diri bahwa ia telah menjadi orang pertama yang menyentuh Anna yang kini telah sah menjadi istri dan sudah sah menjadi miliknya seorang.


Setelah kegiatan panas yang mereka lakukan, rasa lelah dan letih membuat mereka mengantuk, kemudian Rainer menjatuhkan diri ke samping Anna, menarik selimut dan menutupi tubuh mereka yang tanpa sehelai benangpun dengan selimut, lalu merek terlelap sambil saling mendekap, memasuki mimpi indah mereka sampai pagi menjelang.


***


"Pagi sayang, sudah bangun?" ucap Rainer begitu bahagia.


Yah, pagi ini Rainer bangun lebih awal daripada istinya. Ia ingin memanjakan istrinya dengan melayani setiap kebutuhannya hari ini, karena ia tahu pasti saat ini Anna sedang merasakan tubuhnya yang telah remuk redam digempur beberapa jam oleh dirinya.


Perlahan Anna membuka mata dengan malas, tubuhnya masih terbungkus selimut yang menutupi bagian leher kebawah dengan sempurna.


Lalu Rainer mendekat sambil membawa susu hangat ditangannya untuk Anna.


"Minum dulu sayang, agar tubuhmu ada tenaga," ucap Rainer sambil membantu Anna meminum susunya.


Perlakuan Rainer begitu romantis, memperlakukan Anna layaknya ratu, bahkan ia telah menyiapkan sarapan dan baju ganti Anna, termasuk menyiapkan air panas untuk mandi Anna.


"Terimakasih," ucap Anna lalu meneguk susu yang telah dibuatkan oleh Rainer.


"Tentu sayang," jawab Rainer sambil mengelus rambut Anna dengan sayang dan mengecup bahunya yang tak tertutup selimut.


Matahari sudah tinggi, bahkan Rainer sudah begitu segar dengan rambutnya yang masih sedikit basah dan pakaiannya yang sudah terlihat nyaman dan wangi. Sedangkan Anna masih disini, dibawah selimut dengan rambut lepek, tubuh lengket tanpa pakaian, sungguh Anna benar benar malu.

__ADS_1


Setelah Anna berhasil menghabiskan minumnya, lalu ia bergerak tergesa gesa untuk memasuki kamar mandi sambil tetap mencengkram selimut yang menutupi tubuhnya.


Saat ia berdiri dan akan melangkahkan kakinya, tiba tiba Anna terpekik kesakitan, ternyata rasa sakitnya masih begitu terasa hingga ia nyaris ambruk kembali, beruntung dengan sigap Rainer menahan Anna, kemudian ia menggendong Anna ala bridal style menuju kamar mandi.


"Tidak usah, aku bisa jalan sendiri," ucap Anna malu dengan apa yang dilakukan Rainer


"Tak apa sayang, kamu sedang kesakitan, dan aku harus bertanggung jawab bukan," jawab Rainer sambil menurunkan Anna di depan pintu kamar mandi.


"Mau aku mandikan?" tanya Rainer jahil yang menciptakan semburat indah di wajah cantik istrinya itu.


"Tidak usah," ucap Anna sambil mendorong Rainer menjauh darinya lalu bergegas masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket dan pegal itu.


Pagi ini begitu terasa lelah dan ingin rasanya berendam lama dalam air panas, sayangnya di kosan Anna tak ada bathap untuk berendam, jadi Anna hanya mengguyur tubuhnya dengan air hangat yang sudah disiapkan oleh Rainer dengan perlahan.


Rainer terkekeh dengan sikap malu malu Anna, istrinya ini memang begitu manis dan pemalu, padahal mereka sudah saling memeluk dari semalam tanpa pakaian sehelai pun, tapi tetap saja Anna selalu merasa canggung.


Terkadang Rainer tak paham jika perempuan itu tak suka mengatakan hal yang vulgar, mereka lebih suka melakukannya daripada mengatakannya.


Senyum Rainer terus terkembang kala mengingat setiap apa yang mereka lakukan, sepanjang hari, mood Rainer begitu bagus.


Ternyata Rainer lupa, sebentar lagi ia harus meluluskan Anna agar boleh mengikuti seleksi untuk masuk ke perusahaannya sebagai staffnya, bukan lagi sebagain cleaning service.


Dan bagaimana Anna memberitahu teman temannya jika ia sudah menjadi istri dari seorang Rainer?


***


Akhirnya tuntas juga part yang menguras tenaga ini, maafkan atas banyak kekurangan ya, authornya pertama kali banget bikin ginian hehehe

__ADS_1


Happy reading😁😁


__ADS_2